Informasi Dunia Olah Raga Indonesia & Mancanegara Aktual Terpercaya
  • Sports Award - 2019

    Number #1 Sports News
  • Global Certificate

    ISO 9001:2019
  • Award Winning

    Berita Olah Raga Terbaik 2019
Aston Villa versus Liverpool - carabao cup - www.idnsportsliga.com
By - Writter

Turunkan Tim Muda, Liverpool Keok di Perempat Final Carabao Cup 2019

Kiprah Liverpool di pentas Carabao Cup atau Piala Liga Inggris 2019 harus berakhir. The Reds gugur di babak perempat final setelah dikalahkan Aston Villa. Bermain di Villa Park pada Rabu, 18 Desember 2019 dini hari WIB, Liverpool keok dari tuan rumah dengan skor telak, 0-5.

Kekalahan ini tidak lepas dari formasi yang diturunkan Liverpool. Selain tanpa kehadiran pelatih utama, Jurgen Klopp, Liverpool diwakili oleh tim muda, U-23 yang diarsiteki Neil Critchley.

Penyebab Liverpool kandas di perempat final Carabao Cup 2019

Sementara itu Aston Villa tampil dengan kekuatan penuh. Sejak menit pertama, Liverpool sudah mendapat tekanan dari tuan rumah. Empat gol pun tercipta di paruh pertama masing-masing oleh Conor Hourihane, gol bunuh diri Morgan Boyes, serta dua gol Jonathan Kodjia. Sementara itu satu gol lainnya tercipta di akhir babak kedua oleh Wesley.

Aston Villa pun menjadi tim pertama yang lolos ke babak semi final, menanti calon lawan yang akan bertanding dini hari nanti.

Meski kalah telak, pelatih Liverpool U-23, Critchley tetap puas dengan performa anak asuhny. Menurutnya, timnya sudah tampil maksimal sejak menit pertama.

“Saya pikir kami luar biasa sejak peluit dibunyikan. Awal permainan fantastis, kami punya beberapa peluang, kami siap sejak momen pertama dan kami benar-benar tidak beruntung kebobolan dari tendangan bebas dan bola pantul yang kejam,” beber Critchley.

Lebih lanjut sang pelatih mengatakan timnya tampil baik. Namun demikian ia tak menampik kualitas antara kedua tim berbeda.

“Anda kemudian mendapati diri tertinggal 0-2, berpikir kami sebenarnya main bagus. Untuk waktu yang lama, saya kira kami main bagus, tapi Anda menerima kenyataan pahit soal kualitas yang Anda hadapi,” sambungnya.

Critchley: “Kami sulit bangkit…”

Ia mengatakan para pemain muda Liverpool kesulitan untuk bangkit di babak kedua. Ditambah lagi energi para pemain sudah terkuras di babak pertama.

“Kami sedikit kehabisan energi di babak kedua, yang bisa dimengerti, tapi itu adalah malam yang luar biasa dan saya kira tidak ada dari kami yang ingin itu berakhir,” sambungnya.

Sebagaimana diketahui tim utama Liverpool sedang berada di Qatar untuk menjalani pertandingan Piala Dunia Antarklub. Tak heran pihak klub pun memutuskan untuk menurunkan tim muda di Piala Liga Inggris.

Susunan Pemain Aston Villa versus Liverpool

Aston Villa: Orjan Nyland; Ahmed El Mohamady, Ezri Konsa Ngoyo, James Chester (77′ Kortney Hause), Neil Taylor; Henri Lansbury, Douglas Luiz, Conor Hourihane; Jota, Trezeguet, Jonathan Kodjia (73′ Wesley).

Pelatih: Dean Smith

Liverpool: Caoimhin Kelleher; Ki-Jana Hoever (James Norris 82′), Sepp van den Berg, Morgan Boyes, Tony Gallacher; Pedro Chirivella, Herbie Kane, Isaac Christie-Davies (77′ Leighton Clarkson); Harvey Elliott, Tom Hill, Luis Longstaff (65′ Jack Bearne).

Pelatih: Neil Critchley

Hendra Setiawan dan Mohamad Ahsan - the daddies - www.idnsportsliga.com
By - Writter

Indonesia Raih Satu Gelar dari BWF World Tour Finals 2019

Indonesia sukses raih satu gelar dari BWF World Tour Finals 2019. Pasangan senior ganda putra, Hendra Setiawan dan Mohamad Ahsan menjadi penyelamat wajah Indonesia di turnamen akhir tahun itu.

Pasangan senior berjuluk The Daddies itu sukses menjungkalkan pasangan Jepang, Hiroyuki Endo dan Yuta Watanabe. Hendra dan Ahsan menang dua game langsung dengan skor akhir 24-22 dan 21-19.

The Daddies sukseskan timnas Indonesia raih satu gelar di BWF World Tour Finals

Usai pertandingan Ahsan mengaku sangat bersyukur dengan hasil tesebut. Ia mengatakan gelar tersebut di luar harapan dan target mereka.

the daddies badminton indonesia - www.idnsportsliga.com

“Alhamdulillah, pastinya sangat bersyukur karena sudah diberi gelar juara yang banyak. Amazing-lah buat kami. Dapat gelar juara di turnamen ini di luar ekspektasi kami,” beber Ahsan seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Hal senada disampaikan Hendra Setiawan. Hendra bahkan menyebut tahun ini menjadi salah satu tahun terbaik bagi mereka.

“Pastinya bersyukur dan senang, tahun ini benar-benar luar biasa buat kami. Ini jadi gelar juara penutup akhir tahun yang luar biasa. Tapi setelah ini, kami harus lebih siap lagi untuk tahun depan. Dan itu yang menurut kami lebih penting,” sambungnya.

Ahsan: “Ini gelar pertama…”

Ini bukan merupakan gelar pertama bagi mereka dari ajang tersebut. Keduanya sudah dua kali meraih podium tertinggi masing-masing di Malaysia pada 2013 dan di Dubai pada 2015.

“Kami cukup puas dengan penampilan secara keseluruhan dari mulai awal tahun sampai hari ini. Tapi puasnya hanya untuk tahun ini saja. Kami masih harus menghadapi tahun berikutnya,masih banyak turnamen-turnamen kedepan,” sambung Ahsan.

Terkait pertandingan final, Ahsan mengatakan keduanya sempat kewalahan meladeni permainan pasangan Jepang. Di game kedua, mereka sempat tertinggal, namun berhasil mengejar dan berbalik unggul.

“Di pertandingan ini, sebenarnya mereka lebih berani ngadu dan nggak terlalu banyak buka, jadi tadi kami sempat kewalahan juga. Dan waktu kami tertinggal di game kedua, kami pikir pertandingan ini belum selesai dan masih ada kesempatan untuk mengejar. Jadi kami coba cari jalan keluar satu per satu untuk mendapatkan poin. Ternyata Alhamdulillah bisa dan menang,” lanjut Ahsan.

Berikut hasil lengkap final BWF World Tour Finals 2019

MS – Kento Momota (Jepang) vs Anthony Sinisuka Ginting (Indonesia) 17-21, 21-17, 21-14.

MD – Mohammad Ahsan/ Hendra Setiawan (Indonesia) vs iroyuki Endo/Yuta Watanabe (Jepang) 24-22, 21-19

XD – Zheng Siwei/Huang Yaqiong (CHN) vs Wang Yilyu/Huan Donping (CHN) 21-14, 21-14

WD – Chen Qingchen/Jia Yifan (CHN) vs Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara (JPN) 21-14, 21-10

WS – Chen Yufei (CHN) vs Tai Tzu Ying (TPE) 12-21, 21-12, 21-17

performa anthony ginting - www.idnsportsliga.com
By - Writter

Pelatih Tunggal Putra Puas dengan Performa Ginting di BWF World Tour Finals

Kepala Pelatih Tunggal Putra, Hendry Saputra puas dengan performa Anthony Sinisuka Ginting di ajang BWF World Tour Finals 2019. Anak asuh Hendry Saputra itu mengakhiri kompetisi penutup tahun dengan status runner up.

anthony ginting - idnsportsliga.com

Menurut Hendry, mencapai babak final merupakan pencapaian tersendiri. Hasil akhir di partai final itu tergantung banyak faktor.

Hendry: “Saya puas dengan performa Ginting…”

“Kalau berbicara hasil saya rasa untuk tunggal putra sudah oke. Kami sudah sampai final, nggak ada yang lebih tinggi lagi. Tinggal pilihannya juara atau runner up,” beber Hendry Saputra seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Pada turnamen yang digelar di Guangzhou, China ini langkah Ginting menuju tanggal juara dihadang  Kento Momota. Ginting menyerah dari pemain asal Jepang itu usai bertarung selama tiga game dengan skor akhir 21-17, 17-21 dan 14-21.

Hendry menyebut kekalahan Ginting di partai final bukan karena alasan fisik dan teknik. Ia melihat masalah di kaki Ginting sangat mempengaruhi performanya.

“Secara keseluruhan penampilan Ginting sudah oke. Di game pertama dia oke, begitu juga di game kedua. Secara kualitas sangat bisa mengimbangi, bahkan unggul di pertandingan tadi. Tapi kalau saya perhatikan di pertandingan tadi, sepertinya kendala Ginting ada di kaki, bukan dari tenaga, teknik atau yang lainnya. Jadi memang tadi di game ketiga itu pergerakan kakinya sudah nggak bisa maksimal,” sambungnya.

Ginting diminta latih kekuatan kaki

Karena itu Hendry meminta semua pihak untuk menerima hasil tersebut. Setelah ini ia mengatakan pekerjaan rumah yang harus dikerjakan ginting adalah meningkatkan kekuatan kakinya.

“Saya rasa kita harus terima hasil ini, karena memang Ginting juga sudah berjuang dengan sangat maksimal dan bagus sekali penampilannya. Jadi pekerjaan rumahnya, setelah kejuaraan ini, harus lebih ditingkatkan dan dilatih lagi kekuatan kakinya,” lanjutnya.

Performa Ginting juga mendapat apresiasi dari Momota. Menurut pemain nomor satu dunia itu, Ginting tampil baik dan performanya semakin meningkat.

“Ginting terus dan terus menjadi lebih baik. Begitupun dengan hari ini, dia bermain sangat baik sekali. Saya melihat ada sesuatu yang berbeda dari dia. Setelah juara ini, masih ada turnamen-turnamen berikutnya. Dan saya sendiri tentunya harus siap untuk pertandingan selanjutnya, apalagi kalau harus bertemu Ginting lagi,” beber Momota.

Jojo jadi wakil di tunggal putra

Selain Ginting, di sektor tunggal putra Indonesia juga diwakili oleh Jonatan Christie. Sayangnya langkah Jonatan terhenti di babak penyisihan grup setelah menuai dua kekalahan dan satu kemenangan.

jojo - jonathan christie - idnsportsliga

“Kalau untuk Jonatan, saya lihat memang kondisinya kurang prima saat turun dikejuaraan ini. Selain itu, memang harus diakui juga, dengan kondisi lapangan yang seperti ini, hanya ada beberapa pemain saja yang bisa mengatasi dan menguasainya. Jonatan salah satu pemain yang cukup kesulitan dengan kondisi seperti ini. Kondisi seperti ini juga cukup berpengaruh untuk para pemain,” komentar Hendry terkait performa Jojo, sapaan akrab Jonatan Christie.

Dinamo Zagreb versus Manchester City - www.idnsportsliga.com
By - Writter

Hattrick Gabriel Jesus Mantapkan Langkah Manchester City ke 16 Besar Liga Champions

Gabriel Jesus tampil gemilang dengan cetakan hattrick saat memperkuat Manchester City di matchday terakhir penyisihan Grup C Liga Champions Eropa menghadapi tuan rumah Dinamo Zagreb di Stadion Maksimir pada Rabu, 11 Desember 2019 waktu setempat atau Kamis dini hari WIB. Pemain internasional Brasil itu mencetak tiga gol dalam kemenangan The Citizen dengan skor telak 4-1.

Empat gol tim tamu dicetak oleh Gabriel Jesus di menit ke-34, 50, dan 54. Satu gol lainnya dicetak oleh Phil Foden di menit ke-84. Sementara itu satu-satunya gol tuan rumah dicetak oleh Olmo di menit ke-10.

The Citizens melaju ke 16 besar lewat hattrick Gabriel Jesus

Menghadapi tuan rumah Dinamo Zagreb, Manchester Biru tampil dengan sebagian besar kekuatan terbaik. Sejak menit awal tim tamu langsung melancarkan serangan. Namun demikian City lebih dulu tertinggal saat laga baru berjalan 10 menit. Olmo sukses mencatatkan namanya di papan skor.

Gabriel Jesus membuka keran golnya untuk menyamakan kedudukan di menit ke-34, memanfaatkan umpan silang Riyad Mahrez. Skor imbang 1-1 menutup paruh pertama.

Di babak kedua, City tampil lebih agresif. Hal ini dibuktikan dengan torehan tiga gol. Dua gol dari Jesus dan satu gol lainnya dicetak oleh Phil Foden, 10 menit sebelum bubaran.

Jesus tak kuasa menahan kegembiraan usai pertandingan. Gabriel Jesus mengatakan catatan hattrick tersebut memotivasinya untuk terus menjaga produktivitas golnya.

“Sekarang gol mengalir jadi saya sangat senang tapi saya tidak boleh berhenti. Saya harus terus bikin gol. Saya harus mengerjakan tugas saya. Tugas saya adalah mencetak gol dan membantu tim, tanpa dan dengan bola,” beber Jesus.

Jesus: “Gol yang mengakhiri paceklik poin…”

Lebih lanjut, pemain internasional Brasil itu mengatakan torehan tiga gol ini sekaligus mengakhiri paceklik gol sepanjang bulan lalu yang tak mampu mencetak satu gol pun.

“Bulan lalu, saya tidak menghasilkan gol dan saya tidak enak karena saya harus mencetak gol dan membantu teman-teman setim,” sambungnya.

Susunan pemain Dinamo Zagreb versus Manchester City

Dinamo Zagreb (4-3-3): Dominik Livakovic; Petar Stojanovic, Arijan Ademi (c), Emir Dilaver, Francois Moubandje; Amer Golak (81′ Lovro Majer), Nikola Moro, Dani Olmo; Damian Kadzior (59′ Marko Gjira), Bruno Petkovic, Mislav Orsic (81′ Izet Hajrovic).

Pelatih: Nenad Bjelica

Manchester City (4-3-3): Claudio Bravo; Joao Cancelo, Eric Garcia, Nicolas Otamendi (c) (82′ Taylor Harwood-Bellis), Benjamin Mendy; Phil Foden, Rodrigo (73′ Raheem Sterling), Ilkay Gundogan; Riyad Mahrez, Gabriel Jesus (66′ Oleksandr Zinchenko), Bernardo Silva.

Pelatih: Pep Guardiola

Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon - idnsportsliga.com
By - Writter

Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon Kalah di Laga Kedua BWF World Tour Finals 2019

Pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon meraih hasil minior di laga kedua penyisihan Grup A BWF World Tour Finals 2019 di Guangzhou, China. Pasangan terbaik Indonesia ini menyerah dari pasangan Jepang, Hiroyuki Endo dan Yuta Watanabe. Bertarung tiga game, pertandingan yang berlangsung di Tianhe Gymnasium pada Kamis, 12 Desember 2019 itu berakhir dengan skor 11-21, 21-14, dan 11-21.

the minions - Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon - idnsportsliga.com

The Minions tumbang di laga kedua BWF World Tour Finals 2019

Pasangan Indonesia berjuluk The Minions mengawali pertandingan dalam situasi kurang meyakinkan. Keduanya sempat tertinggal cukup jauh di game pertama. Alhasil keduanya harus kehilangan game pertama.

Setelah bangkit di game kedua, performa The Minions tak bisa konsisten di game penentuan. Selain gagal mengembangkan permainan, The Minions selalu berada dalam tekanan pasangan Jepang itu sehingga akhirnya menyerah di game penentuan.

Kevin Sanjaya: “Lawan lebih siap…”

Usai pertandingan Kevin Sanjaya mengakui lawan lebih siap menghadapi pertandingan itu. Selain itu Kevin mengakui pasangan Jepang itu tampil lebih baik.

“Hari ini lawan lebih siap dari kami dan mainnya juga lebih baik,” beber Kevin Sanjaya seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Menurut Marcus Gideon, pasangan Jepang itu tampil lebih tenang. Mereka tak kerap membuang poin. Sebaliknya, pasangan Jepang mampu menguasai pertandingan dan melancarkan serangan demi serangan yang kerap berbuah poin. Longgarnya pertahanan menjadi alasan lain di balik kekalahan The Minions.

“Lawannya nggak gampang mati. Terus hari ini juga shuttlecock-nya lebih berat daripada kemarin. Dan tenaga kami juga banyak terkuras. Kami juga merasakan defend hari ini kurang rapat dan kalah rapat dari lawan. Selain itu, di akhir-akhir kami banyak mati sendiri,” beber Gideon.

Kemenangan ini sangat penting bagi Endo dan Watanabe. Mengantongi dua kemenangan membuat mereka memastikan satu tempat di babak semi final. Sementara itu The Minions harus bekerja keras di laga terakhir penyisihan grup. Keduanya wajib menang bila ingin lolos ke babak selanjutnya.

Marcus dan Kevin kembali menghadapi pasangan Jepang lainnya di laga terakhir penyisihan grup. Takeshi Kamura dan Keigo Sonoda akan menjadi lawan yang menentukan langkah mereka di ajang ini.

Menghadapi laga krusial ini, Kevin mengaku akan tampil maksimal.  Ia menyebut peluang selalu ada bagi kedua pasangan.

“Untuk besok kami akan berusaha melakukan yang terbaik saja. Yang pasti kami akan lakukan yang terbaik untuk besok. Karena peluang selalu ada untuk siapapun,” ungkap Minions.

Berbeda dengan Kevin dan Marcus, pasangan ganda putra senior, Mohamad Ahsan dan Hendra Setiawan berhasil mengantongi kemenangan kedua dan memastikan satu tiket babak semi final.

Jonatan Christie debut manis di final
By - Writter

Jonatan Christie Ukir Debut Manis di BWF World Tour Finals 2019

Jonatan Christie sukses mencatatkan debut manis di ajang BWF World Tour Finals 2019 yang tengah berlangsung di Guanzhou, China. Pemain tunggal putra Indonesia ini sukses menumbangkan Anders Antonsen di laga pertama penyisihan Grup A pada Rabu, 11 Desember 2019 lalu.

jojo - bwf - idnsportsliga.com

Bermain di Tianhe Gymnasium, Jojo, demikian sapaan pebulutangkis kelahiran Jakarta itu, memetik kemenangan dengan skor 23-21 dan 21-16 dalam waktu 53 menit. Usai pertandingan Jojo mengatakan kemenangan itu tidak lepas dari kecakapannya untuk mengatur strategi menghadapi perubahan arah angin.

Jonatan Christie berhasil mengukir debut termanis

“Hari ini kondisinya angin dan shuttlecock-nya sangat berbeda dengan sesi latihan kemarin. Jadi mau nggak mau saya harus lebih pintar ngatur-ngatur strateginya. Dari game pertama saya pilih lapangan yang menang angin dulu, karena power dan tenaganya masih ada, jadi bisa lebih fokus buat coba lebih menyerang. Puji Tuhan terbukti berhasil,” ungkap Jonatan Christie seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Sekalipun mampu memenangi laga dalam dua game, tidak mudah bagi Jojo untuk mengatasi perlawanan wakil Denmark itu. Jojo sempat memimpin jauh di awal game kedua, namun Antonsen berhasil memperkecil ketertinggalan. Hal ini tidak lepas dari perubahan strategi yang digunakan oleh lawannya itu.

Jojo: “Saya masih bisa atasi lawan…”

“Di game kedua saya masih bisa mengatasi permainan lawan. Tapi saya sempat sedikit nge-drop waktu posisi unggul 17-5, lawan langsung mengubah pola ke permainan cepat dan saya sempat agak kesusahan waktu itu. Tapi pelan-pelan saya bisa fokus lagi untuk ambil kemenangan,” sambungnya.

Kemenangan ini membuka peluang bagi Jojo untuk melangkah ke babak semi final. Di laga selanjutnya, ia akan ditantang pemain asal Taiwan, Wang Tzu Wei. Menurut Jojo ia akan berusaha untuk menjaga momentum terutama saat memimpin perolehan poin.

“Untuk besok, kalau sudah leading, sebisa mungkin tempo mainnya jangan sampai berubah. Kalau lawan mengubah tempo main, ya setidaknya saya harus bisa mengikuti. Pokoknya harus dijaga ritmenya dan harus lebih tenang lagi,” harap Jojo.

Selain itu Jojo mengatakan dirinya ingin lebih menikmati setiap pertandingan di ajang penutup tahun ini. Ia akan memperbaiki beberapa hal yang kurang maksimal di laga pertama.

“Saya mau coba untuk lebih menikmati penampilan pertama saya di world tour finals ini. Kalau ada kesempatan untuk menang ya kenapa tidak. Kalau dibilang puas, hari ini mungkin baru 60 persen puasnya, masih ada beberapa poin yang harus diperbaiki untuk pertandingan besok. Semoga besok bisa lebih baik penampilannya,” tegasnya.

Hafiz Faisal dan Gloria Widjaja petik kemenangan
By - Writter

Hafiz Faisal dan Gloria Widjaja Beberkan Kunci Petik Kemenangan di Laga Pertama BWF World Tour Finals

Pasangan ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja sukses memetik kemenangan di laga pertama penyisihan Grup B BWF World Tour Finals 2019 di Guangzhou. Hafiz dan Gloria memenangi perang saudara menghadapi sesame wakil Indonesia yakni Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti.

Pertandingan kedua tim berjalan dalam tempo 34 menit dengan skor akhir 21-11 dan 21-19 untuk kemenangan Hafiz dan Gloria.

Ini dia rahasia kemenangan Hafiz Faisal dan Gloria Widjaja

Keduanya membeberkan kunci kemenangan di laga tersebut.  Menurut Gloria timnya berusaha menikmati setiap pertandingan. Sejak awal mereka berniat untuk tampil tanpa beban dan berusaha mengeluarkan permainan terbaik.

“Dari awal kami memang sudah siap, karena ini kan bukan turnamen biasa, jadi memang rasanya harus maksimal saja mainnya. Tapi kami nggak mau ini menjadi beban. Makanya tadi di lapangan kami nothing to lose saja, coba untuk nikmati pertandingan dan asik di lapangan. Karena yang pentin kami sudah berusaha maksimal mengeluarkan permainan terbaik,” beberp Gloria Emanuelle Widjaja seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Kemenangan ini sangat penting bagi keduanya. Ini menjadi modal penting bagi mereka untuk menghadapi laga selanjutnya sekaligus menjaga peluang lolos ke babak semi final.

“Pastinya kemenangan ini sangat berharga dan penting buat kami. Apalagi kami menangnya straight game. Modal yang baik untuk bersaing di grup ini,” sambungnya.

Tak ingin berikan poin gratis pada lawan

Untuk menghadapi laga selanjutnya masih ada hal yang harus mereka benahi. Sebagaimana diakui Hafiz mereka harus mengurangi kesalahan sendiri dan menghindari memberikan poin secara gratis kepada lawan.

“Masih ada sedikit kendala, tapi masih bisa kami atasi dan jadi bahan evaluasi untuk pertandingan selanjutnya. Hari ini kami masih sering mati sendiri, bola-bola yang harusnya masuk, jadi out. Nah itu yang harus kami kurangi di pertandingan selanjutnya,” ungkap Hafiz Faizal.

Sementara itu bagi Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti, kekalahan ini membuat mereka harus memenangi pertandingan kedua demi membuka peluang ke babak selanjutnya. Praveen mengakui di laga pertama ini mereka tampil kurang meyakinkan. Ia menyebut mereka tertekan sejak awal pertandingan.

Praveen: “Dari awal, lawan sudah berikan tekanan…”

“Dari awal pertandingan harus diakui kami sudah tertekan dan mereka juga bermain bagus hari ini. Sepertinya mereka sudah lebih siap untuk melawan kami,” tandas Praveen.

Hal senada diakui oleh Melati. Menurutnya, mereka sudah berusaha untuk keluar dari tekanan di game kedua. Namun perjuangan mereka mencapai antiklimaks di akhir game kedua.

Lawan berat menanti Hafiz dan Gloria di laga kedua. Mereka akan menantang unggulan pertama sekaligus andalan tuan rumah, Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong. Sementara itu Praveen dan Melati akan beradu dengan pasangan Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino.

Ditekuk Vietnam, Timnas U-23 Indonesia Gagal Raih Emas SEA Games 2019 - IDNSPORTSLIGA.COM
By - Writter

Ditekuk Vietnam, Timnas U-23 Indonesia Gagal Raih Emas SEA Games 2019

Tim nasional U-23 Indonesia harus kembali gagal raih medali emas SEA Games setelah di final SEA Games 2019 takluk dari tim nasional U-23 Vietnam. Pada pertandingan yang digelar di Stadion Rizal Memorial, Filipina, pada Selasa, 10 Desember 2019 malam WIB, skuad Garuda Muda takluk dari Vietnam tiga gol tanpa balas.

3 gol tanpa balas, Indonesia gagal raih emas SEA Games 2019

Trigol Vietnam dicetak oleh Doan Van Hau di menit ke-39 dan 59 serta satu gol dari Do Hung Dung di menit ke-73. Kekalahan ini membuat Indonesia harus puas meraih medali perak dari cabang olahraga bergengsi tersebut. Sementara itu bagi Vietnam kesukses ini menorehkan sejarah tersendiri bagi sepak bola negara tersebut. Ini menjadi kali pertama Vietnam meraih medali emas di ajang SEA Games, sekaligus mengawinkan medali emas cabang sepak bola, menyusul kesuksesan tim sepak bola putri.

Indonesia dan Vietnam menurunkan formasi terbaik di laga ini. Sejak menit awal kedua tim berusaha mengendalikan permainan. Indonesia tampil agresif sejak menit awal. Evan Dimas dan kawan-kawan langsung mengancam gawang Vietnam.

Vietnam gunakan strategi defensif

Namun demikian rapatnya barisan pertahanan Vietnam membuat skuad Garuda kesulitan untuk menciptakan peluang. Sebaliknya Vietnam justru mampu menciptakan momentum untuk memecah kebuntuan.

Berawal dari tendangan bebas Do Hung Dung, bola kemudian disambut oleh Doan Van Hau dengan tandukan mematikan yang tak mampu digagalkan Nadeo di bawah mistar gawang Indonesia. Vietnam pun memimpin satu gol di paruh pertama.

Di babak kedua, Indonesia berusaha meningkatkan intensitas serangan. Namun demikian Vietnam justru mampu mencetak dua gol untuk mengunci kemenangan dengan skor telak 3-0.

Kiper timnas Indonesia, Nadeo Argawinata angkat bicara usai pertandingan terkait performa timnas Indonesia. Menurutnya, Indonesia sudah tampil maksimal. Selain itu kegagalan ini menjadi pelajaran bagi mereka untuk menjadi lebih baik di turnamen-turnamen selanjutnya.

Nadeo: “Ini sebuah pembelajaran…”

“Satu pembelajaran bagi kita semua. Semoga ke depannya lebih baik. Mungkin hari ini kita kurang beruntung. Kita sudah berusaha maksimal dan tidak mau mengalah di sini. Jadi, saya rasa kami sudah maksimal, mungkin keberuntungan belum berpihak ke kita,” tegas Nadeo.

Susunan pemain timnas U23 Indonesia versus timnas U23 Vietnam

Timnas U23 Indonesia: 12-Nadeo Arga Winata; 14-Asnawi Mangkualam Bahar, 2-Andy Setyo Nugroho, 5-Bagas Adi Nugroho, 11-Firza Andhika; 7-Zulfiandi, 6- Evan Dimas Darmono (17- Syahrian Abimanyu 25′), 16-Sani Rizki (9-Muhammad Rafli 64′); 15-Saddil Ramdani, 8-Witan Sulaeman (10-Egy Maulana Vikri 46′), 20-Osvaldo Haay

Pelatih: Indra Sjafri

Timnas U23 Vietnam: 30-Nguyen Van Toan; 21-Nguyen Duc Chien (20-Nguyen Trong Hung 82′), 4-Ho Tan Tai, 5-Doan Van Hau, 3-Huynh Tan Sinh; 18-Nguyen Thanh Chung, 8-Nguyen Trong Hoang, 16-Do Hung Dung; 14-Nguyen Hoang Duc, 9-Ha Duc Chinh (12-Truong Van Thai Quy 70′), 22-Nguyen Tien Linh

Pelatih: Park Hang-seo

timnas U23 Indonesia vs timnas U-23 Vietnam - IDNSPORTSLIGA.COM
By - Writter

Komentar Indra Sjafri Jelang Hadapi Vietnam di Final SEA Games 2019

Tim nasional U-22 Indonesia selangkah lagi akan meraih medali emas cabang sepak bola SEA Games 2019. Hal ini dimungkinkan bila skuad Garuda Muda mampu mengalahkan tim nasional U-22 Vietnam di partai final yang akan digelar pada Selasa, 12 Desember 2019. Indra Sjafri memberikan tanggapan, bahwa sebelumnya Indonesia lolos ke final usai membungkam Myanmar dengan skor 4-2. Sementara itu Vietnam membungkam Kamboja.

Indra Sjafri: “Kami sudah siap…”

Pelatih timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri mengaku siap menghadapi laga ini. Sebelumnya Indonesia tergabung di grup berat bersama sederet tim kuat lainnya seperti juara bertahan Thailand.

“Sudah ditakdirkan Tuhan, jadi permintaan saya dikabulkan. Tinggal bagaimana berjuang nanti. Takdir baik untuk kita atau untuk dia. Dua pilihan di dunia ini. Kita juara apa dia yang juara. Niat baik, basmalah, usaha yang keras, dan doa. Doa dibantu masyarakat di tanah air,” tandas Indra.

Lebih lanjut mantan pelatih timnas U-19 Indonesia itu mengatakan timnya dalam kondisi siap tempur. Para pemain disebut berada dalam kondisi prima. Ia juga menepis anggapan bahwa timnya sedang berada dalam tekanan.

“Tidak ada. Kecil lah, Mau apa kita? Kalau mau stres itu sakaratul maut, tidak apa kita stress. Orang juga tidak stres kok (memikirkan) sakaratul maut. Ini hanya final SEA Games, kok harus stres,” sambungnya.

Tanggung jawab besar pada Timnas Senior

Bagi Indra Sjafri lolos ke babak final SEA Games 2019 adalah pencapaian tersendiri. Namun demikian pelatih yang pernah mempersembahkan gelar bersama timnas U-19 itu mengaku siap bila dirinya mendapat tanggung jawab menangani tim nasional senior. Saat ini kursi pelatih timnas senior sedang kosong menyusul pemecatan Simon McMenemy beberapa waktu lalu.

“Yang disampaikan itu tulis di koran kalau perlu di semua media di Indonesia. Tulis seperti itu (penjabaran karier Indra),” beber Indra.

Lebih lanjut Indra mengatakan bahwa dirinya sudah melewati berbagai proses sebagai pelatih dan sudah siap bila dipercaya memikul tanggung jawab tersebut.

“Indra Sjafri adalah pelatih yang punya proses yang baik dan sekarang siap untuk ditunjuk menjadi pelatih timnas (senior),” pungkasnya.

Berikut prediksi starting line up timnas U23 Indonesia versus timnas U-23 Vietnam

Timnas U-23 Indonesia: 12-Nadeo Arga Winata; 14-Asnawi Mangkualam Bahar, 2-Andy Setyo Nugroho, 5-Bagas Adi Nugroho, 11-Firza Andhika; 7-Zulfiandi, 6-Evan Dimas Darmono, 17-Syahrian Abimanyu, 15- Saddil Ramdani, 10-Egy Maulana Vikri, 20-Osvaldo Haay

Pelatih: Indra Sjafri

Timnas U-23 Vietnam: 1-Bui Tien Dung; 2-Do Thanh Thinh, 4-Ho Tan Tai, 5-Doan Van Hau, 3-Huynh Tan Sinh; 8-Nguyen Trong Hoang, 16-Do Hung Dung, 19-Nguyen Quang Hai; 14-Nguyen Hoang Duc, 9-Ha Duc Chinh, 22-Nguyen Tien Linh

Pelatih: Park Hong-seo

Mohamad Ahsan dan Hendra Setiawan
By - Writter

Mohamad Ahsan dan Hendra Setiawan Kembali Masuk Pelatnas PBSI

Pengurus Pusat PBSI (PP PBSI) baru saja mengumumkan daftar atlet yang akan menghuni pelatnas tahun 2020. Salah satu pasangan yang masuk dalam daftar tersebut adalah Mohamad Ahsan dan Hendra Setiawan.

Negosiasi panjang agar keduanya kembali ke Pelatnas PBSI 2020

Pemanggilan pasangan nomor dua dunia ini cukup mengejutkan. Pasalnya tahun 2019 keduanya sempat memutuskan keluar dari pelatnas PBSI. Keduanya lebih memilih jalur profesional di antaranya dengan ambil bagian di turnamen antarklub Premier Badminton League di India.

Namun tahun mendatang, pasangan yang karib disapa The Daddies itu akan kembali menghuni Pelatnas PBSI. Tentu banyak alasan yang berada di balik hal ini. Sebagaimana dikatakan pelatih ganda putra PBSI, Herry Iman Pierngadi dan Aryono Miranat, Hendra dan Ahsan sangat dibutuhkan di pelatnas di antaranya untuk menjadi panutan bagi para pebulutangkis lain.

The Daddies comeback

The Daddies adalah pasangan paling senior di pelatnas saat ini. Ahsan sudah berusia 32 tahun sementara itu Hendra berusia 35 tahun. Keduanya pun menjadi pebulutangkis dengan pengalaman paling banyak.

Hal ini membuat mereka bisa menjadi panutan bagi para pebulutangkis lain. Ditambah lagi di usia yang tak muda lagi keduanya tetap mampu berprestasi, hal ini dibuktikan dengan rangking dunia yang mereka peroleh.

Hendra dan Ahsan sukses meraih sejumlah gelar bergengsi di tahun 2019. Keduanya menjadi juara All England dan Kejuaraan Dunia. Selain itu keduanya keluar sebagai pemenang turnamen penutup tahun, BWF Super Series Finals 2019 yang berlangsung di Guangzhou, China.

Pemain komplit

“Mereka (Ahsan/Hendra) tipenya komplit ya, bisa main keras bisa main pelan. Bisa defensif juga, bisa menyerang juga, jadi komplit lah. Mereka mainnya tenang, percaya dirinya ada. Pengalamannya bagus,” beber Aryono Miranat yang dilansir dari SportFEAT.

Hal senada disampaikan Herry IP. Ia menyebut The Daddies telah menjadi panutan bagi para pemain ganda putra lainnya. Banyak hal positif yang bisa ditiru para pemain lainnya dari pasangan ganda putra kawakan ini.

“Contoh buat Ahsan/Hendra ini banyak. Karena mereka role model-nya ganda putra, salah satu contohnya ya Ahsan/Hendra ini. Bisa kedisiplinannya, motivasinya, rasa nggak kamu kalah sama pemain muda,” beber Herry IP.

Selain itu The Daddies bisa menjadi contoh bagi para pemain lainnya dalam hal disiplin dan motivasi. Meski telah berkeluarga keduanya tetap bisa berprestasi.

“Walaupun mereka sudah punya keluarga, meninggalkan keluarga begitu lama (karena turnamen), mereka tetap bisa mengatur waktu. Disiplin dan motivasi mereka harus jadi contoh buat pemain-pemain muda. Kalau seniornya saja tidak mau kalah, berarti pemain mudanya juga harus lebih daripada mereka,” sambung Herry IP.

Barcelona vs Deportivo Alaves
By - Writter

Barcelona Tutup Tahun 2019 dengan Kemenangan

Barcelona sukses tutup tahun 2019 dengan indah. Tim asal Catalonia itu sukses memetik kemenangan di pekan ke-18 La Liga Spanyol yang berlangsung pada Sabtu, 21 Desember 2019. Menghadapi Deportivo Alaves di kandang sendiri di Stadion Camp Nou, Barcelona (Blaugrana) menang dengan skor 4-1.

Empat gol kemenangan

Empat gol Blaugrana dicetak oleh Antoine Griezmann di menit ke-14, Arturo Vidal di menit ke-45, Lionel Messi di menit ke-69, dan Luis Suarez di menit ke-75 dari titik penalti. Satu-satunya gol tim tamu dicetak oleh Pere Pons di menit ke-41.

Kemenangan ini membuat Barcelona berhak atas tiga poin dan kini mengemas total 39 poin dari 18 pertandingan. Barcelona memimpin dua poin dari Real Madrid di urutan kedua. Sementara itu kekalahan ini membuat Alaves tertahan di papan bawah, tepatnya di posisi ke-15 dengan raihan total 19 poin dari 18 pertandingan.

Akhirnya Barcelona bisa tutup tahun 2019 dengan hasil gemilang

Barcelona yang menekan sejak menit pertama sempat mencetak gol di menit ketujuh namun gol dari Lionel Messi dianulir wasit karena menganggap pemain asal Argentina itu lebih dulu berada dalam posisi offside.

Barcelona baru memimpin di menit ke-14. Berawal dari umpan silang Luis Suarez, Griezmann sukses menggetarkan gawang tuan rumah. Tim tamu sempat menyamakan kedudukan jelang babak pertama berakhir. Namun Barcelona kembali unggul di menit terakhir paruh pertama.

Di babak kedua Barcelona tampil semakin agresif. Tuan rumah pun sekses menambah dua gol untuk mengunci kemenangan menjadi 4-1.

Valverde: “Kami beruntung miliki Messi…”

Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde mengaku timnya beruntung memiliki Lionel Messi. Ia menilai pemain berjuluk La Pulga atau Si Kutu itu mampu menjadi penyelamat bagi timnya dalam berbagai situasi.

“Memiliki (Messi) adalah keuntungan besar bagi kami. Leo bisa unjuk gigi di momen apapun dan mencetak gol dari mana saja,” beber Valverde.

“Ini adalah musim yang sulit sejauh ini, seperti yang diharapkan. Kami tidak memiliki keunggulan seperti yang kami lakukan pada dua musim sebelumnya, tetapi kami masih berada dalam posisi yang baik,”sambungnya.

Lebih lanjut pelatih berusia 55 tahun itu mengatakan timnya akan terus berbenah di tahun mendatang. Ia berharap timnya mampu meningkatkan performa agar menjadi lebih baik dan konsisten.

“Semuanya akan diputuskan pada musim semi, dan kita harus berada dalam posisi yang baik ketika itu terjadi. Ada hal-hal yang dapat kita tingkatkan, karena kita memiliki standar yang tinggi dan ingin mempertahankannya,” bebernya.

Susunan pemain Barcelona versus Deportivo Alaves

Barcelona (4-3-3): 1-Ter Stegen; 20-Sergi Roberto, Gerard Pique, 23-Samuel Umtiti, 18-Jordi Alba; 22-Arturo Vidal, 5-Sergio Busquets, 19-Carles Alena; 10-Lionel Messi, 9-Luis Suarez, 17-Antoine Griezmann.

Pelatih: Ernesto Valverde

Deportivo Alaves (4-4-1-1): 1-Fernando Pacheco; 21-M Aguirregabiria, 4-R Ely, 23-Ximo Navarro, 3- R Duarte; 18-Aleix Vidal, 20-Pere Pons, 19-Manu Garcia, 22-M Wakaso; 15-Javier Munoz; 7-Lucas Perez.

Pelatih: Asier Garitano

pelatnas pbsi 2020 - idnsportsliga.com
By - Writter

Banyak Pemain Muda Dipanggil, Pelatnas PBSI 2020 Kian Gemuk

PP PBSI memanggil banyak pemain muda untuk menjadi pemain Pelatnas PBSI 2020. Sebagaimana dilansir dari badmintonindonesia.org, penghuni Pelatnas PBSI tahun depan semakin gemuk dari sebelumnya 98 atlet menjadi 105 atlet.

Susy Susanti, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI mengaku pihaknya sengaja memanggil lebih banyak pemain muda sebagai bagian dari menjaga rantai regenerasi agar tidak putus.

“Pertimbangannya kami banyak merekrut pemain muda, karena memang kami sedang menyaring bibit-bibit muda yang potensial untuk dibina di pelatnas,” beber Susy.

Pelatnas PBSI tahun 2020 semakin gemuk

Selain memanggil banyak pemain muda, PBSI juga kembali memasukan nama Mohamad Ahsan dan Hendra Setiawan dalam daftar penghuni pelatnas PBSI. Hal ini didasarkan pada pengalaman dan prestasi pasangan tersebut selama tahun 2019.

“Ada beberapa pemain senior yang mengundurkan diri karena tidak mampu bersaing dan tidak memenuhi target dari PBSI. Mereka ingin berkarir secara profesional di luar pelatnas,” lanjut Susy.

Sejak 16 Desember 2019 lalu seluruh penghuni PBSI dipulangkan ke klub masing-masing. Selanjutnya mereka yang kembali dipanggil atau yang baru dipanggil akan kembali bergabung di pelatnas pada awal tahun 2020. Pada 6 Januari 2020 Pelatnas PBSI akan kembali bergeliat.

Berikut daftar nama pemain pratama Pelatnas PBSI 2020

Tunggal putra

  1. Syabda Perkasa Belawa (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  2. Yonathan Ramlie (Exist, DKI Jakarta)
  3. Christian Adinata (Tangkas, DKI Jakarta)
  4. Bobby Setiabudi (Djarum Kudus, Jawa Tengah
  5. Muhammad Sultan N. Mayang (Jaya Raya, DKI Jakarta)
  6. Tegar Sulistio (Exist, DKI Jakarta)
  7. Alvi Wijaya Chairullah (Mutiara Cardinal Bandung, Jawa Barat)
  8. Muh. Asqar Harianto (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  9. Damas Mawardi Putra (Exist, DKI Jakarta)
  10. Yonanes Saut Marcelino (Jaya Raya, DKI Jakarta)

Tunggal putri

  1. Stephanie Widjaja (Jaya Raya, DKI Jakarta)
  2. Aisyah Sativa Fatetani (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  3. Siti Sarah Azzahra (Exist, DKI Jakarta)
  4. Ester Nurumi Tri Wardoyo (Exist, DKI Jakarta)
  5. Saifi Rizka Nurhidayah (Mutiara Cardinal Bandung, Jawa Barat)
  6. Tasya Farahnailah (Jaya Raya, DKI Jakarta)
  7. Komang Ayu Cahya Dewi (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  8. Bilqis Prasista (Djarum Kudus, Jawa Tengah)

Ganda putra

  1. Pramudya Kusumawardana Riyanto (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  2. Yeremia Erich Yoche Yacob (Exist, DKI Jakarta)
  3. Muhammad Rayhan Nur Fadillah (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  4. Rahmat Hidayat (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  5. Amri Syahnawi (Jaya Raya, DKI Jakarta)
  6. Muhammad Fachrikar P. Mansur (Jaya Raya, DKI Jakarta)
  7. Asghar Herfanda (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  8. Rian Canafaro (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  9. Chrisandy Santosa (Exist, DKI Jakarta)
  10. Enzo Ramadhan Satriadi (Exist, DKI Jakarta)

Ganda putri

  1. Melanni Mamahit (Exist, DKI Jakarta)
  2. Tryola Nadia (Jaya Raya, DKI Jakarta)
  3. Putri Larasati (Exist, DKI Jakarta)
  4. Jesita Putri Miantoro (Exist, DKI Jakarta)
  5. Rachel Alleyssia Rose (Exist, DKI Jakarta)
  6. Meilysia Trias Puspita (Exist, DKI Jakarta)
  7. Nethania Irawan (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  8. Febi Setianingrum (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  9. Kelly Larissa (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  10. Savira Nurul Husnia (Jaya Raya, DKI Jakarta)
  11. Febby Valencia Dwijayanti Gani (Djarum Kudus, Jawa Tengah)

Ganda campuran

  1. Rehan Naufal Kusharjanto (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  2. Lisa Ayu Kusumawati (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  3. Ghifari Anandaffa Prihardika (Jaya Raya, DKI Jakarta)
  4. Angelica Wiratama (Exist, DKI Jakarta)
  5. Zachariah Josiahno Sumanti (Tangkas, DKI Jakarta)
  6. Hediana Julimarbela (Exist, DKI Jakarta)
  7. Indah Cahya Sari Jamil (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  8. Teges Satriaji Cahyo (Jaya Raya, DKI Jakarta)
  9. Lanny Tria Mayasari (Jaya Raya, DKI Jakarta)
  10. Muhammad Yusuf Maulana (Exist, DKI Jakarta)
Greysia Polli raih medali emas sea games - idnsportsliga
By - Writter

Usai Menanti 14 Tahun, Greysia Polli Akhirnya Raih Medali Emas SEA Games

Penantian panjang Greysia Polii untuk meraih medali emas SEA Games akhirnya terwujud. Butuh waktu 14 tahun bagi pemain ganda putri bulu tangkis itu untuk meraih medali emas. Bersama pasangannya, Apriyani Rahayu, Greysia sukses mempersembahkan medali emas bagi Indonesia di ajang pesta olahraga tingkat Asia Tenggara tersebut.

Medali emas SEA Games bagi Greysia

Greysia dan juniornya itu meraih medali emas setelah di babak final mampu mengatasi perlawanan pasangan Thailand Chayanit Chaladchalam/Phataimas Muenwong. Pasangan yang masuk rangking 8 besar dunia itu menang mudah dua game langsung dengan skor 21-3, dan 21-18.

Usai pertandingan Greysia tak kuasa menahan kegembiraan. Ia berharap medali emas tersebut menjadi batu loncatan bagi mereka untuk menjadi lebih baik di masa mendatang.

Greysia: “14 tahun saya menunggu…”

“Setelah 14 tahun saya akhirnya bisa dapat medali emas. Sebelumnya paling bagus dengan medali perak. Rasanya senang dan bersyukur sekali. Ini menjadi batu loncatan buat kami, semoga kedepannya lebih baik lagi,” tandas Greysia seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Selanjutnya Greysia mengatakan medali emas tersebut dipersembahkan kepada para penjasa terutama orang tua, keluarga, pelatih, PBSI dan seluruh rakyat Indonesia.

“Medali emas ini kami persembahkan untuk orangtua kami, keluarga, pelatih, PBSI dan seluruh masyarakat Indonesia,” sambung Greysia.

Greysia mulai bertarung di arena SEA Games sejak edisi 2005 di Filipina. Saat itu berpasangan dengan Jo Novita ia hanya mampu meraih medali perak setelah kalah dair pasangan Malaysia Wong Pei Tty/Chin Pei Hui di babak final.

Dua tahun kemudian di Thailand, Greysia dan Jo kembali pulang dengan raihan medali perak. Kali itu keduanya kalah dari rekan senegara yakni Liliyana Natsir dan Vita Marissa.

Penantian yang hampir berakhir

Dua tahun berselang di Laos, Greysia kembali tampil. Kali ini ia berpasangan dengan Nitya Krishinda Maheswari. Greysia dan Nitya gagal meraih medali setelah kalah dari pasangan Thailand Savitree Amitrapai/Vacharaporn Munkit di babak delapan besar. Keduanya menyerah usai bertarung tiga game dengan skor akhir 19-21, 21-7, 10-21

Penantian medali emas Greysia nyaris berakhir di Jakarta pada 2011. Sayangnya pada saat itu Greysia batal tampil karena sedang dibekap cedera. Greysia baru tampil di SEA Games Myanmar pada 2013. Saat itu ia pun harus membawa pulang medali perak setelah kalah dari pasangan Malaysia Woon Khe Wei/Vivian Hoo Kah Mun.

Greysia tak ambil bagian di SEA Games 2015 di Singapura. Ia baru memperkuat tim Indonesia di SEA Games dua tahun kemudian di Malaysia. Malang baginya. Berpasangan dengan Apriyani Rahayu keduanya kalah di babak pertama dari pasangan Thailand Jongkolphan Kititharakul dan Rawinda Prajongjai.

Jonatan Christie Final Badminton BWF Tour 2019
By - Writter

Sebagai Debutan, Jonatan Christie Siap Hadapi BWF World Tour Finals 2019

Dalam hitungan hari turnamen akhir tahun bertajuk BWF World Tour Finals 2019 akan digelar di Guangzhou, China. Indonesia mengirim tujuh wakil di turnamen tersebut. Salah satunya adalah debutan di sektor tunggal putra yakni Jonatan Christie.

Jonatan Christie siap berikan yang terbaik

Jojo, demikian sapaan akrab Jonatan pun antusias menghadapi turnamen penutup tahun tersebut. Pemain kelahiran Jakarta itu menegaskan dirinya sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk meraih hasil terbaik di ajang tersebut.

“Puji Tuhan ini penampilan perdana saya di kejuaraan World Tour Final. Rasanya cukup antusias. Apalagi hasil di turnamen ini masuk kedalam perhitungan Olimpiade 2020, jadi tentu saja saya akan berusaha semaksimal mungkin mendapatkan hasil terbaik di turnamen ini. Ada sedikit perasaan tegang karena ini kan World Tour Final, semua pemain terbaik dunia ada di sini,” tandas Jonatan seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Jojo: “Saya harus fokus…”

Lebih lanjut ia mengatakan tim pelatih pun sudah memberikan arahan kepadanya. Ia diminta untuk fokus di turnamen yang dianggap sebagai pra Olimpiade 2020 itu.

“Pelatih saya juga bilang kalau saya harus fokus di kejuaraan ini. Katanya, anggap saja seperti pra Olimpiade 2020. Karena kan memang pemain yang turun kemungkinannya kurang lebih sama,” sambungnya.

Terkait kondisinya, pemain kelahiran Jakarta itu mengatakan dirinya dalam kondisi siap. Sekalipun sempat tampil di SEA Games 2019, ia mengatakan dirinya mampu menjaga kondisi agar terhindar dari sakit dan cedera.

“Sejauh ini kondisi saya oke dan fit. Selama persiapan dan setelah SEA Games kemarin, saya terus menjaga kondisi supaya jangan sampai sakit dan jauh dari cedera. Selama persiapan juga saya lebih fokus mematangkan strategi dan pola permainan,” lanjutnya.

Jojo tak ingin terbebani

Jonatan akan bersaing dengan para pemain hebat dari berbagai negara. Jojo mengatakan dirinya tidak mau terlalu terbebani dengan target. Ia mengatakan segala sesuatu bisa saja terjadi di lapangan dan jauh dari perkiraan atau prediksi.

Sepanjang tahun ini Jojo mampu meraih dua gelar yakni New Zealand Open dan Australia Open. Kedua turnamen itu masuk dalam kategori World Tour Super 300. Sementara itu di ajang Japan Open dan French Open yang masuk kategori World Tour Super 750, Jojo hanya mampu menjadi runner up.

Terkait performa tersebut, Jojo menilai dirinya sudah bisa tampil lebih konsisten dibanding tahun sebelumnya. Namun demikian ia menandaskan masih ada banyak pekerjaan rumah terutama agar bisa meraih gelar di level yang lebih tinggi seperti Super 750 dan Super 1000.

PSG IMBANGI REAL MADRID - IDNSPORTSLIGA.COM
By - Writter

Sempat Tertinggal 2 Gol, PSG Imbangi Madrid di Matchday 5 Liga Champions

PSG alias Paris Saint-Germain sukses imbangi Real Madrid di pekan kelima Liga Champions Eropa. Pada laga yang berlangsung di Stadion Santiago Bernabeu pada Selasa, 26 November 2019 waktu setempat atau Rabu dini hari WIB, PSG lebih dulu tertinggal dua gol sebelum memaksa laga berakhir seri, 2-2.

Lewat Mbappe, PSG berhasil imbangi Real Madrid

Sepasang gol PSG dicetak oleh Kylian Mbappe dan Pablo Sarabia di 10 menit akhir pertandingan. Mbappe mencetak gol di menit ke-81 dan Sarabia di menit ke-83. Sementara itu sepasang gol tuan rumah diborong oleh Karim Benzema di menit ke-17 dan 79.

Tambah satu poin dari pertandingan ini membuat PSG tetap nyaman di puncak klasemen Grup A dengan tabungan total 13 poin dari lima pertandingan. Sementara itu El Real berada di posisi kedua dengan tabungan total delapan poin dari lima laga.

Madrid pun berhak mendampingi PSG ke babak 16 besar lantara pada waktu bersamaan Galatasaray hanya mampu meraih satu poin saat menghadapi Club Brugge pada pertandingan yang berakhir dengan skor 1-1.

Kebangkitan PSG jelang bubaran

Pertandingan ini berjalan menarik. Kedua tim menurunkan formasi terbaik. Sebagai tuan rumah Madrid langsung tancap gas sejak menit pertama. Buktinya laga baru genap 17 menit, Benzema sudah mampu membuka keunggulan. Madrid memperlebar jarak di menit ke-79 saat pemain asal Prancis itu mencetak gol kedua.

PSG baru bangkit jelang bubaran. Mbappe memperkecil ketertinggalan di menit ke-81, menyusul Sarabia dua menit berselang.

Pertandingan ini juga diwarnai dengan kontroversi kartu merah yang diterima kiper Madrid, Thibaut Courtois. Semula mantan kiper Chelsea itu mendapat kartu merah akibat pelanggaran terhadap Marco Veratti di kotak terlarang. Namun setelah melihat tayangan VAR, sang pengadil pertandingan pun membatalkan keputusan tersebut.

Tuchel: “Tim kami kurang percaya diri…”

Pelatih PSG, Thomas Tuchel menilai timnya tampil kurang percaya diri. Selain tidak tampil dalam performa perbaik, ia menilai para pemainnya tidak tampil dengan rasa percaya diri dan keberanian yang tinggi.

“Kami tidak bermain dengan rasa percaya diri dan keberanian, berkebalikan dengan sebuah tim yang baru-baru ini memenangi Liga Champions tiga kali. Tadi itu pertandingan yang berat sekali untuk kami,” tegas Tuchel.

Susunan pemain Real Madrid versus Paris Saint-Germain (PSG)

Real Madrid: 13-Thibaut Courtois, 2-Dani Carvajal, 4-Sergio Ramos, 5-Raphael Varane, 12-Marcelo, 14-Casemiro, 22-Isco (82′), 8-Toni Kroos, 15-Fede Valverde (Luka Modric 76′), 7-Eden Hazard (Gareth Bale 68′), 9-Karim Benzema

Pelatih: Zinedine Zidane

Paris Saint-Germain: 1-Keylor Navas, 12-Thomas Meunier, 3-Presnel Kimpembe, 5-Marquinhos, 27-Idrissa Gueye (Neymar 46′), 6-Marco Verratti, 11-Angel Di Maria (Julian Draxler 75′), 7-Kylian Mbapee, 18-Mauro Icardi (Pablo Sarabia 75′)

Pelatih: Thomas Tuchel

Indonesia gagal dapat emas dari tunggal putra - www.idnsportsliga.com
By - Writter

Dua Wakil Terhenti, Indonesia Gagal Dapat Medali dari Tunggal Putra di SEA Games 2019

Pasukan tunggal putra Indonesia gagal dapat medali emas SEA Games 2019

Indonesia harus menguburkan harapan di tunggal putra karena gagal dapat medali dari sektor tunggal putra SEA Games 2019. Hal ini disebabkan karena dua wakil terakhir yang turun di nomor ini terhenti langkahnya di babak perempat final. Keduanya adalah Shesar Hiren Rhustavito dan Firman Abdul Kholik.

Shesar tak kuasa melewati hadangan tunggal putra Singapura, Loh Kean Yew. Sementara itu Firman takluk dari pemain Thailand, Sitthikom Thammasin. Dengan demikian Indonesia tak mendapat medali dari nomor tunggal putra.

Tentu hasil ini cukup mengecewakan. Bahkan pelatih tunggal putra pelatnas PBSI, Hendry Saputra menyebut hasil tersebut di luar prediksinya.

Hendry: “Ini di luar prediksi…”

“Hasil ini di luar prediksi saya. Saya targetnya final dan syukur-syukur bisa juara. Tapi kondisi lapangan juga kan berpengaruh di pertandingan kali ini. Dan mereka juga kalahnya sama Singapura dan Thailand. Selain itu Jonatan dan (Anthony Sinisuka) Ginting juga tidak bisa diturunkan saat ini, karena ada perhitungan lain. Jadi hasil ini harus bisa diterima,” beber Hendry Saputra seperti dikutip dari badmintonindonesia.org.

Apa yang terjadi tahun ini berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya.  Pada perhelatan SEA Games 2017 di Malaysia, Indonesia meraih satu medali emas dan satu medali perunggu. Medali emas dipersembahkan oleh Jonatan Christie. Sementara itu medali perunggu diraih oleh Ihsan Maulana Mustofa.

“Memang ada pemain yang tipenya bisa mengatasi suatu hambatan di lapangan, termasuk angin, ada yang belum bisa. Nah mereka ini belum bisa. Padahal lawan kan juga merasakan hal yang sama. Jadi memang kedepannya perlu ada latihan khusus untuk menghadapi kesukaran di lapangan supaya lebih tenang,” sambung Hendry.

Shesar tidak tampil maksimal

Menurut Hendry, kekalahan Shesar di babak delapan besar tidak lepas dari performanya di lapangan pertandingan. Hendry menyebut Shesar tampil kurang tenang.

“Menurut saya Shesar kemarin kurang tenang saja. Jadi dia kurang bisa menggunakan struk yang tepat untuk mengatasi lawan. Ini jadi pelajaran buat mereka,” sambungnya.

Menyusul hasil penyelenggaraan kali ini, Hendry mengatakan ini akan menjadi pelajaran bagi mereka terkait pemain yang akan diturunkan. Hendry menyayangkan Shesar seharusnya bisa berbiacara banyak di ajang akbar tingkat ASEAN tersebut.

“Untuk SEA Games kedepannya jadi sudah tahu siapa yang akan diturunkan. Hasil ini di luar prediksi saya. Sebenarnya kalau dengan Shesar juga seharusnya sudah bisa,” tegasnya.

Sebelumnya Indonesia sudah mengamankan medali emas dari nomor beregu putra setelah di babak final berhasil mengalahkan Malaysia. Sementara itu di nomor beregu putri, Indonesia harus puas membawa pulang medali perak setelah ditundukkan Thailand dengan skor 1-3.

Barcelona vs Real Mallorca berakhir dengan skor 5-2 www.idnsportsliga.com
By - Writter

Messi Tiga Gol, Barcelona Kembali ke Puncak La Liga

Tekuk Mallorca 5-2, Messi bukukan tiga gol di laga La Liga

Lionel Messi tampil gemilang saat membela Barcelona menghadapi Real Mallorca di pekan ke-16 La Liga Spanyol. Pada pertandingan yang digelar di kandang sendiri di Stadion Nou Camp pada Sabtu, 7 Desember 2019 waktu setempat atau Minggu dini hari WIB, Messi mencetak tiga dari lima gol kemenangan tuan rumah dengan skor akhir 5-2.

Tiga gol Messi tercipta di menit ke-17, 41, dan 83. Dua gol lainnya disumbangkan oleh Antoine Griezmann di menit ketujuh dan Luis Suarez di menit ke-43. Sementara itu sepasang gol tim tamu diborong oleh Ante Budimir di menit ke-35 dan 64.

Suarez tak mau kalah

Selain Messi yang mendapat sanjungan di laga ini, Suarez pun tak ketinggalan. Hal ini menyusul gol indah yang dicetak mantan pemain depan Liverpool itu. Suarez mencetak gol dengan menggunakan bagian kaki belakang.

Suarez pun mengakui bahwa gol tersebut sangat bersejarah baginya. Menurutnya, gol tersebut merupakan yang terbaik sepanjang kariernya sebagai pemain sepak bola.

“Itu menjadi gol terbaik dalam karier saya. Saya tahu itu sudut yang sempit dan opsi terakhir yang saya miliki adalah menendangnya dengan tumit saya. Saya ingin memantulkannya karena saya memiliki sedikit peluang melawan kiper,” beber Suarez.

Sementara itu situasi berbeda terjadi dengan Arturo Vidal. Pemain ini mulai merasa tak nyaman di Nou Camp menyusul minimnya menit bermain. Kehadiran Frenkie De Jong perlahan tetapi pasti menggeser posisinya dari lini tengah Barcelona.

Pelatih Barcelona mengakui dirinya sangat senang dengan Vidal. Namun ia belum memastikan terkait masa depan Vidal di tengah rumor tersebut.

Ernesto: “Saya suka Vidal…”

“Vidal adalah pemain kami. Kami senang dengannya. Ada begitu banyak desas-desus. Kita akan melihat apakah ia bermain atau tidak melawan Mallorca. Dan ketika bursa transfer Januari tiba, kita akan melihat apa yang terjadi,” tandas Ernesto Valverde.

Lebih lanjut pelatih Barcelona itu mengatakan timnya memiliki banyak gelandang. Namun ia mengakui ia sangat memerlukan semua gelandang itu.

“Ada banyak hal yang terjadi di bulan Januari, tetapi memang benar bahwa kami memiliki banyak gelandang. Beberapa telah bermain lebih banyak dari yang lain, tetapi semuanya dibutuhkan,” sambungnya.

Susunan Pemain Barcelona versus Real Mallorca

Barcelona: M. ter Stegen; Junior Firpo, Clement Lenglet, Gerard Piqué, Sergi Roberto; Frenkie de Jong, Sergio Busquets, Ivan Rakitić; Antoine Griezmann, Luis Suárez, Lionel Messi.

Pelatih: Ernesto Valverde

Real Mallorca: Manolo Reina; Joan Sastre, Raillo, M. Valjent, Fran Gámez; Dani Rodríguez, Salva Sevilla, I. Mohammed, Febas; T. Kubo, A. Budimir.

Pelatih: Vicente Moreno

jojo kalah di bwf final - www.idnsportsliga.com
By - Writter

Gagal Lanjutkan Tren, Jonatan Christie Kalah di Laga Kedua BWF World Tour Finals 2019

Unggul di awal, Jonatan Christie kandas di babak dua

Pemain tunggal putra, Jonatan Christie gagal mempertahankan tren positif di babak penyisihan BWF World Tour Finals. Usai memetik kemenangan di laga pertama penyisihan Grup A, Jojo justru kehilangan kesempatan untuk meraih kemenangan di laga kedua.

Pemain yang karib disapa Jojo ini menyerah dari pasangan Taiwan, Wang Tzu Wei di laga kedua. Bertanding di Tianhe Gymnasium, China, Kamis, 12 Desember 2019, Jojo menyerah dua game langsung dengan skor 21-12 dan 21-17.

Usai pertandingan, tunggal putra terbaik Indonesia ini mengakui dirinya mendapat tekanan sejak awal pertandingan. Ia pun kesulitan untuk keluar dari tekanan. Pemain rangking enam dunia itu sudah berusaha untuk mengubah pola permainan, namun perubahan tersebut mampu diantisipasi lawan.

Jojo tertekan sejak awal

“Dari pertama main saya sudah langsung tertekan. Dan saya juga nggak bisa keluar dari tekanan itu. Padahal beberapa kali saya sudah coba mengubah pola untuk main lebih reli dan lebih sabar lagi. Tapi sayangnya lawan bisa membaca permainan saya,” tandas Jojo sebagaimana dilansir dari badmintonindonesia.org.

Sebab lain yang membuat Jojo kalah adalah kurangnya kesabaran. Jojo mengaku dirinya kerap terburu-buru untuk segera meraih poin.

“Selain itu saya juga pengen buru-buru matin lawan, jadi malah berantakan mainnya. Lawan main lebih cepat sedikit saya jadi agak panik. Saya betul-betul nggak bisa keluar dari tekanan,” sambungnya.

Jojo: “Jujur saya kecewa sekali…”

Hasil ini membuat Jojo harus bekerja keras di laga terakhir penyisihan grup. Tak heran Jojo kecewa dengan hasil di laga kedua itu. Seharusnya bila memenangi laga itu maka tiket semi final sudah ada di genggamannya.

“Saya kecewa sekali dengan permainan hari ini. Karena hasil ini benar-benar diluar ekspektasi saya. Saya nggak bisa maksimal dan permainan saya betul-betul nggak keluar sama sekali,” lanjutnya.

Langkah Jojo ke babak semi final semakin berat. Ia harus menghadapi pemain nomor satu dunia, Kento Momota pada Jumat, 13 Desember 2019. Jojo wajib menang bila inign melangkah ke babak semi final.

Ia mengakui laga tersebut bakal sulit. Namun ia berjanji untuk tampil semaksimal mungkin. Ia yakin di lapangan apapun bisa terjadi.

“Besok lawan Momota pastinya nggak akan mudah, tapi saya mau berusaha semaksimal mungkin. Karena kalau sudah dilapangan, apapun bisa terjadi. Apapun masih bisa diusahakan dan diperjuangkan. Dan semoga saya bisa main lebih baik lagi daripada hari ini,” tegasnya.

Berbeda dengan Jojo, pemain Indonesia lainnya, Anthony Sinisuka Ginting sukses meraih kemenangan. Seperti Jojo, laga terakhir penyisihan grup akan menentukan nasib Ginting di turnamen akhir tahun ini.

tambah 15 medali emas lagi, kontingen indonesia bertahan - www.idnsportsliga.com
By - Writter

Tambah 15 Emas, Indonesia Masih Bertahan di Urutan Kedua SEA Games 2019

Sukses tambah 15 medali emas, Indonesia pertahankan posisi klasemen SEA Games 2019

Kontingen Indonesia sukses tambah 15 emas pada perhelatan SEA Games 2019 yang berlangsung pada Minggu, 8 Desember 2019. Pada hari tersebut Indonesia total mengemas 15 emas, 13 perak, dan 21 perunggu. Raihan tersebut membuat posisi Indonesia belum bergeser di tabel klasemen sementara.

Indonesia tetap berada di urutan kedua dengan raihan total 66 emas, 62 perak, dan 79 perunggu. Dengan total 207 medali, Indonesia unggul tipis dengan 65 emas, 59 perak, dan 78 perunggu.

Posisi Indonesia masih tertinggal jauh dari pemuncak klasemen yakni tuan rumah Filipina. Filipina sudah menemas 112 emas, 86 perak, dan 88 perunggu.

Akan terus bertambah lagi

Perolehan medali masih bisa berubah. Hal ini disebabkan karena pesta olahraga antar negara-negara di Asia Tenggara itu masih berlangsung hingga 11 Desember 2019 mendatang.

Penyumbang medali emas pada Minggu, 8 Desember berasal dari beberapa cabang olahraga. Tim perahu naga Indonesia meraih tiga emas dari tiga nomor final yang diikuti yakni nomor Men’s 4 Seater 500m, Men’s 22 Seaters 500m, dan Mixed 33 Seaters 1000m.

Cabang olahraga lain yang mempersembahkan medali emas adalah selancar, catur, dayung, dan atletik. Cabang olahraga yang disebutkan terakhir berasal dari nomor lompat jauh yang dicatatkan oleh Maria Natalia Londa.

Indonesia masih berpeluang menambah emas di sisa penyelenggaraan. Beberapa cabang olahraga masih menjanjikan peluang bagi Indonesia untuk meraih medali emas. Salah satu cabang andalan Indonesia adalah bulu tangkis dengan tiga wakil akan berlaga di partai final pada Senin, 9 Desember 2019 siang WIB.

Peraih medali emas kontingen Indonesia

Berikut daftar peraih medali emas Indonesia pada Minggu (8/12/2019) hingga pukul 22.30 WIB:

  1. Ahmad Rifqi Mukhlisin (Menembak – Mixed Metallic Silhouette Air Riffle)
  2. Tim Indonesia (Perahu Naga – Men’s 4 Seaters 500m)
  3. Tim Indonesia (Perahu Naga – Men’s 22 Seaters 500m)
  4. Tim Indonesia (Perahu Naga – Mixed 33 Seaters 1000m)
  5. Tim Indonesia (Panahan – Recurve Individu Putra)
  6. Juliant/Yayah Rokayah (Dayung – Ganda Putri)
  7. Ihram/Yanto Mahendra (Dayung – Men’s Lightweight Double Sculls)
  8. Dhea Novitasari (Selancar – Longboard Open Putri)
  9. Hendra Purnama (Panahan – Recurve Individu Putra)
  10. Hairil Anwar (Selancar – Men’s Shortboard Open)
  11. Billy Muhammad Islam (Bowling – Men’s Masters)
  12. Tim Indonesia (Ski Air – Cableski Mixed Team)
  13. Susanto Megaranto (Catur – Blitz Putra)
  14. Medina Aulia (Catur – Blitz Putri)
  15. Maria Natalia Londa (Atletik – Lompat Jauh)

Liverpool vs Napoli 1-1 - www.idnsportsliga.com
By - Writter

Liverpool dan Napoli Berbagi Angka di Matchday 5 Liga Champions

Drama berbagi poin Matchday 5 Liga Champions

Liverpool dan Napoli harus berbagi angka di Matchday 5 Liga Champions Eropa. Pada pertandingan yang digelar di markas Liverpool di Stadion Anfield pada Rabu, 27 November 2019 waktu setempat atau Kamis dini hari WIB, kedua tim bermain imbang 1-1.

Satu-satunya gol tuan rumah dicetak oleh Dejan Lovren di menit ke-65. Sementara itu gol tunggal tim tamu dilesatkan oleh Dries Mertens di menit ke-21.

Tambahan satu poin membuat Liverpool kini mengemas total 10 poin dari berada di puncak Grup E. Liverpool unggul satu poin dari Napoli di urutan kedua.

Usaha penetrasi sejak awal babak

Liverpool dan Napoli menurunkan formasi terbaik di laga ini. Sejak menit awal kedua tim berusaha mencari peluang mencetak gol. Tim tamu akhirnya mampu membungkam pendukung tuan rumah setelah Lovren sukses memperdaya Alisson Becker di bawah mistar gawang Liverpool.

Gol ini berawal dari umpan terobosan Giovanni Di Lorenzo yang berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Mertens setelah lolos dari jebakan offside.

Lewat gol ini, sangat memacu semangat para pemain Liverpool untuk meningatkan intensitas serangan. Namun upaya tuan rumah baru berbuah manis di pertengahan babak kedua. Tepatnya di menit ke-65, seisi stadion Anfield bergemuruh setelah bola sepak pojok yang dikirim James Milner berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Lovren.

Gol ini membuat intensitas pertandingan semakin meningkat. Namun hingga laga usai skor tak juga berubah.

Klopp: “Kami sulit mengembangkan pola permainan…”

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp mengatakan mereka cukup kesulitan untuk mengembangkan permainan terutama setelah tertinggal lebih dulu. Ia menilai Partenopei bermain tertutup sejak menit pertama.

“Dengan bagaimana Napoli menyusun pola, tidak membantu ketika mereka mencetak gol, mereka bisa mengikuti rencana permainan mereka sampai akhir. Kami memang tak tampil brilian, tapi kami menempatkan mereka dalam tekanan,” beber Klopp.

Lebih lanjut mantan pelatih Borussia Dortmund itu mengatakan ia kurang puas dengan performa timnya terutama menjelang akhir babak pertama.

“Saya tak senang dengan 15 menit terakhir babak pertama. Babak kedua berjalan intens dan tentu saja tidak mudah, mereka sungguh mempertahankan gol yang mereka punya. Kami tidak mendapatkan peluang-peluang terbesar, mungkin cuma satu atau dua,” sambungnya.

Susunan pemain Liverpool versus Napoli

Liverpool: 1-Alisson Becker; 12-Joe Gomez, 6-Dejan Lovren, 4-Virgil van Dijk, 26-Andy Robertson; 3-Fabinho, 7-James Milne; 10-Sadio Mane, 9-Roberto Firmino, 11-Mohamed Salah

Pelatih: Juergen Klopp

Napoli: 1-Alex Meret; 6-Mario Rui, 26-Kalidou Koulibaly, 44-Kostas Manolas, 19-Nikola Maksimovic; 8-Fabian, 20-Piotr Zielinski, 5-Allan, 22-Giovanni Di Lorenzo; 11-Hirving Lozano, 14-Dries Mertens

Pelatih: Carlo Ancelotti