Informasi Dunia Olah Raga Indonesia & Mancanegara Aktual Terpercaya
  • Sports Award - 2019

    Number #1 Sports News
  • Global Certificate

    ISO 9001:2019
  • Award Winning

    Berita Olah Raga Terbaik 2019
tim garuda - badminton indonesia
By - Writter

Tim Garuda Amankan Posisi Runner-up

Kemenangan tunggal putra Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay membuat posisi runner up diamakan oleh tim Garuda. Dalam pertandingan yang berlangsung di Pelatnas Cipayung, Ikhsan mengalahkan Firman Abdul Kholik dengan skor 21-16, 21-15. Kedudukan sementara tim Garuda vs tim Harimau 3-0. Titel juara sudah dipastikan milik tim Rajawali.

Turun sebagai penentu kemenangan tim, Ikhsan mendapat banyak pengalaman berharga di turnamen beregu ini.

“Pasti rasanya senang bisa menyumbang angka dan membawa tim Garuda jadi runner up,” kata Ikhsan usai laga seperti dilansir dari bandar bola.sports-news.

Lebih lanjut Ikhsan mengatakan dirinya mendapat banyak pelajaran, terutama posisinya sebagai pemain di partai penentu. Ia pun mulai belajar untuk mengatasi dan mengatur berbagai tantangan dan tekanan.

“Ini jadi pelajaran buat saya kalau turun di partai penentu, sudah tahu tegangnya bagaimana. Jadi sudah bisa mengatur,” lanjutnya.

Menghadapi Firman yang lebih senior, Ikhsan mencoba untuk bermain lebih lepas dan berani mengeluarkan kemampuannya. Firman yang merupakan pemain kidal tentu punya kebiasaan- kebiasaan yang berbeda dari pemain lainnya, namun karena sudah sering latihan bersama di pelatnas, Ikhsan sudah mengantisipasi hal ini.

“Tadi saya mencoba untuk tidak mati sendiri, menambah kecepata dan lebih berani. Lawan kan lebih senior, pasti lebih banyak pengalaman. Kalau ditanya sudah puas dengan capaian saya, saya belum puas. Saya harus meningkatkan speed dan stamina saya,” ungkap Ikhsan.

Ikhsan mengaku tampil lebih lepas karena tim Garuda sudah lebih dulu unggul 2-0 lewat kemenangan Anthony Sinisuka Ginting dan pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.

“Sudah unggul 2-0 itu pasti berpengaruh banget, saya jadi partai penentu. Kalau sudah memimpin, yang selanjutnya lebih enak, nggak ada beban. Sebaliknya yang lagi ketinggalan pasti ada beban,” kata Ikhsan usai laga.

Terkait strategi, ia mengatakan dirinya sudah mempersiapkan sejak awal. Ia berusaha untuk fokus sejak awal pertandingan. Ia pun berusaha untuk bermain lebih lepas dan tidak sampai terbebani dengan laga melawan pemain yang lebih senior.

“Strategi sudah disiapkan dari awal, saya fokus ke pola main dulu. Kaki saya kan kemarin sempat cedera, otomatis ada rasa trauma. Tadi saya coba main lebih berani dan lebih lepas,” ungkap pemain asal PB Djarum ini.

Meskipun tim Garuda sudah memastika kemenanngan, dua partai selanjutnya tetap akan dimainkan untuk penghitungan poin. Saat ini ganda putra perwakilan tim Banteng, M. Reza Pahlevi Isfahani/Sabar Karyaman Gutama tengah bertanding melawan Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri dari tim Garuda.

Tim Rajawali dan tim Harimau
By - Writter

Ganda Putra Tentukan Kemenangan Tim Rajawali Atas Harimau

Ganda putra Pramudya Kusumawardhana/Yeremia Erich Yoche Rambitan menjadi penentu kemenangan tim Rajawali atas tim Harimau. Dalam pertandingan hari kedua Mola TV PBSI Thomas & Uber Cup Simulation 2020, Pramudya/Yeremia berhasil mengalahkan Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Amri Syahnawi dengan skor 21-18, 21-13.

Tim Rajawali memastikan kemenangan atas tim Harimau dengan skor sementara 3-1. Ini adalah kemenangan kedua yang telah dikantongi tim Rajawali. Pada laga pertama kemarin, tim Rajawali menaklukkan tim Garuda dengan skor 4-1.

Usai pertandingan Pramydia mengatakan dirinya merasa senang bisa memetik kemenangan. Apalagi kini posisi timnya semakin aman di tabel klasemen sementara.

“Perasaannya pasti senang bisa menyumbang angka dari pertandingan kemarin, istilahnya tim kami sudah agak aman, tinggal satu pertadingan lagi,” ujar Pramudya seperti dilansir dari Maxbet sports-news.

Di game kedua, Pramudya/Yeremia bisa lebih mengontrol pergerakan Wahyu/Amri karena mereka menjalankan strategi yang berbeda dari game pertama. Di game pertama, demikian Pramudya, keduanya lebih banyak mengarahkan bola ke belakang. Situasi ini berubah di game kedua, yang mana mereka lebih sering bermain di depan net.

“Wahyu/Amri sama-sama pemain belakang, di game pertama kami banyak arahkan bola ke belakang, jadi mereka sudah siap dan sudah terbiasa. Di game kedua, kami lebih banyak main di depan net,” jelas Pramudya.

Yeremia mengatakan keduanya sudah mengantisipasi pola permainan lawan. Menghadapi pola seperti itu, keduanya pun bermain lebih menyerang. Hal ini tentu membuat lawan kerepotan saat bertahan dan mengantisipasi serangan mereka.

“Lawan kami hari ini banyak mengarahkan bola ke atas, saya dan Pram memang sudah ngomong dari sebelum tanding, supaya kalau begini, kami lebih banyak menyerang, jadi mereka nggak enak defense-nya,” jawab Yeremia.

Pramudya/Yeremia tampil solid di dua pertandingan selama simulasi. Pada laga sebelumnya melawan Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri dari tim Garuda, kemenangan juga diraih Pramudya/Yeremia dengan skor 22-20, 13-21, 21-17.

Yeremia menegaskan keduanya memiliki perbedaan dibanding lawannya. Salah satu yang mencolok adalah keduanya bermain lebih kompak dan solid ketimbang lawannya.

“Kami unggul di kekompakan di lapangan,” kata Yeremia ketika ditanya keunggulan sebagai pasangan. Sementara Pramudya menambahkan kalau dari segi teknik, ia dan Yeremia unggul dari kecepatan dan akurasi bola-bola sambungan mereka.

Berikut hasil pertandingan hari kedua sesi pagi antara tim Rajawali vs Harimau (3-2):

– Jonatan Christie vs Chico Aura Dwi Wardoyo 21-19, 13-21, 14-21

– Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto vs Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon 21-18, 21-17

– Karono vs Firman Abdul Kholik 21-14, 21-10

– Pramudya Kusumawardhana/Yeremia Erich Yoche Rambitan vs Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Amri Syahnawi 21-18, 21-13

– Bobby Setiabudi vs Christian Adinata 13-21, 21-15, 19-21

Tontowi Ahmad
By - Writter

PBSI Klarifikasi Status Magang Tontowi Ahmad

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti memberikan penjelasan terkait status magang Tontowi Ahmad. Pemain spesialis ganda campuran ini baru saja mengundurkan diri dari pelatnas terhitung Senin, 18 Mei 2020 dengan status terakhir sebagai pemain magang.

Setelah pasangan main Tontowi, Liliyana Natsir, memutuskan untuk mengundurkan diri di awal 2018, Tontowi kemudian dipasangkan dengan pemain muda Winny Oktavina Kandow. Bersama Winny, Tontowi diberikan kesempatan untuk bersaing dengan pasangan ganda campuran lainnya untuk memperebutkan tiket ke Olimpiade Tokyo 2020.

Di tahun 2019, Tontowi/Winny mengikuti 19 turnamen dan hasil akhirnya poin rangking mereka masih terlalu jauh untuk lolos kualifikasi olimpiade. Mereka masih belum bisa melampaui dua ganda campuran Indonesia yang peringkatnya lebih tinggi yaitu Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Waktu promosi dan degradasi awal tahun 2020, Kepala Pelatih Ganda Campuran PBSI Richard Mainaky melaporkan bahwa Winny akan dipasangkan kembali bersama partner sebelumnya yaitu Akbar Bintang Cahyono.

“Otomatis kan kalau kembali berpasangan dengan Akbar, berarti Winny tidak berpasangan lagi sama Tontowi dan situasi ini membuat Tontowi sementara itu belum ada pasangan main,” beber Susy Susanti seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Lebih lanjut Susy mengatakan dalam situasi seperti itu PBSI tetap memberikan kesempatan kepada Tontowi dengan memberikan status Magang karena belum memiliki pasangan tetap.

“Namun di situasi seperti itu, PBSI tetap memberikan kesempatan kepada Tontowi, tetapi dengan status SK (Surat Keputusan) Magang, karena belum punya pasangan tetap,” lanjut Susy.

Susy menjelaskan bahwa saat itu Tontowi memang sudah ada rencana untuk berpasangan dengan Apriyani Rahayu, namun belum ada kepastian mengenai rencana ke depannya, apalagi di ganda putri, Apriyani bersama Greysia Polii telah lolos ke Olimpiade Tokyo 2020.

Di tengah kondisi ini, PBSI masih memberikan kesempatan pengiriman ke turnamen-turnamen untuk Tontowi, namun seluruh program pengiriman tentunya harus disertai dengan target yang jelas. Masih menggantungnya soal pasangan main serta target ini membuat PBSI memberikan SK Magang kepada Tontowi dengan kesempatan empat kali try out. Apabila hasilnya baik, maka akan ada reward berupa extra try out untuk Tontowi, hal ini juga berlaku bagi semua atlet pelatnas.

Susy mengatakan bahwa di tahun 2020, PBSI harus bijak dalam mengatur prioritas hingga anggaran pengiriman pemain terutama bagi mereka yang diprogramkan untuk Olimpiade Tokyo 2020.

Mohamad Ahsan dan Hendra Setiawan
By - Writter

Mohamad Ahsan dan Hendra Setiawan Kembali Masuk Pelatnas PBSI

Pengurus Pusat PBSI (PP PBSI) baru saja mengumumkan daftar atlet yang akan menghuni pelatnas tahun 2020. Salah satu pasangan yang masuk dalam daftar tersebut adalah Mohamad Ahsan dan Hendra Setiawan.

Negosiasi panjang agar keduanya kembali ke Pelatnas PBSI 2020

Pemanggilan pasangan nomor dua dunia ini cukup mengejutkan. Pasalnya tahun 2019 keduanya sempat memutuskan keluar dari pelatnas PBSI. Keduanya lebih memilih jalur profesional di antaranya dengan ambil bagian di turnamen antarklub Premier Badminton League di India.

Namun tahun mendatang, pasangan yang karib disapa The Daddies itu akan kembali menghuni Pelatnas PBSI. Tentu banyak alasan yang berada di balik hal ini. Sebagaimana dikatakan pelatih ganda putra PBSI, Herry Iman Pierngadi dan Aryono Miranat, Hendra dan Ahsan sangat dibutuhkan di pelatnas di antaranya untuk menjadi panutan bagi para pebulutangkis lain.

The Daddies comeback

The Daddies adalah pasangan paling senior di pelatnas saat ini. Ahsan sudah berusia 32 tahun sementara itu Hendra berusia 35 tahun. Keduanya pun menjadi pebulutangkis dengan pengalaman paling banyak.

Hal ini membuat mereka bisa menjadi panutan bagi para pebulutangkis lain. Ditambah lagi di usia yang tak muda lagi keduanya tetap mampu berprestasi, hal ini dibuktikan dengan rangking dunia yang mereka peroleh.

Hendra dan Ahsan sukses meraih sejumlah gelar bergengsi di tahun 2019. Keduanya menjadi juara All England dan Kejuaraan Dunia. Selain itu keduanya keluar sebagai pemenang turnamen penutup tahun, BWF Super Series Finals 2019 yang berlangsung di Guangzhou, China.

Pemain komplit

“Mereka (Ahsan/Hendra) tipenya komplit ya, bisa main keras bisa main pelan. Bisa defensif juga, bisa menyerang juga, jadi komplit lah. Mereka mainnya tenang, percaya dirinya ada. Pengalamannya bagus,” beber Aryono Miranat yang dilansir dari SportFEAT.

Hal senada disampaikan Herry IP. Ia menyebut The Daddies telah menjadi panutan bagi para pemain ganda putra lainnya. Banyak hal positif yang bisa ditiru para pemain lainnya dari pasangan ganda putra kawakan ini.

“Contoh buat Ahsan/Hendra ini banyak. Karena mereka role model-nya ganda putra, salah satu contohnya ya Ahsan/Hendra ini. Bisa kedisiplinannya, motivasinya, rasa nggak kamu kalah sama pemain muda,” beber Herry IP.

Selain itu The Daddies bisa menjadi contoh bagi para pemain lainnya dalam hal disiplin dan motivasi. Meski telah berkeluarga keduanya tetap bisa berprestasi.

“Walaupun mereka sudah punya keluarga, meninggalkan keluarga begitu lama (karena turnamen), mereka tetap bisa mengatur waktu. Disiplin dan motivasi mereka harus jadi contoh buat pemain-pemain muda. Kalau seniornya saja tidak mau kalah, berarti pemain mudanya juga harus lebih daripada mereka,” sambung Herry IP.

pelatnas pbsi 2020 - idnsportsliga.com
By - Writter

Banyak Pemain Muda Dipanggil, Pelatnas PBSI 2020 Kian Gemuk

PP PBSI memanggil banyak pemain muda untuk menjadi pemain Pelatnas PBSI 2020. Sebagaimana dilansir dari badmintonindonesia.org, penghuni Pelatnas PBSI tahun depan semakin gemuk dari sebelumnya 98 atlet menjadi 105 atlet.

Susy Susanti, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI mengaku pihaknya sengaja memanggil lebih banyak pemain muda sebagai bagian dari menjaga rantai regenerasi agar tidak putus.

“Pertimbangannya kami banyak merekrut pemain muda, karena memang kami sedang menyaring bibit-bibit muda yang potensial untuk dibina di pelatnas,” beber Susy.

Pelatnas PBSI tahun 2020 semakin gemuk

Selain memanggil banyak pemain muda, PBSI juga kembali memasukan nama Mohamad Ahsan dan Hendra Setiawan dalam daftar penghuni pelatnas PBSI. Hal ini didasarkan pada pengalaman dan prestasi pasangan tersebut selama tahun 2019.

“Ada beberapa pemain senior yang mengundurkan diri karena tidak mampu bersaing dan tidak memenuhi target dari PBSI. Mereka ingin berkarir secara profesional di luar pelatnas,” lanjut Susy.

Sejak 16 Desember 2019 lalu seluruh penghuni PBSI dipulangkan ke klub masing-masing. Selanjutnya mereka yang kembali dipanggil atau yang baru dipanggil akan kembali bergabung di pelatnas pada awal tahun 2020. Pada 6 Januari 2020 Pelatnas PBSI akan kembali bergeliat.

Berikut daftar nama pemain pratama Pelatnas PBSI 2020

Tunggal putra

  1. Syabda Perkasa Belawa (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  2. Yonathan Ramlie (Exist, DKI Jakarta)
  3. Christian Adinata (Tangkas, DKI Jakarta)
  4. Bobby Setiabudi (Djarum Kudus, Jawa Tengah
  5. Muhammad Sultan N. Mayang (Jaya Raya, DKI Jakarta)
  6. Tegar Sulistio (Exist, DKI Jakarta)
  7. Alvi Wijaya Chairullah (Mutiara Cardinal Bandung, Jawa Barat)
  8. Muh. Asqar Harianto (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  9. Damas Mawardi Putra (Exist, DKI Jakarta)
  10. Yonanes Saut Marcelino (Jaya Raya, DKI Jakarta)

Tunggal putri

  1. Stephanie Widjaja (Jaya Raya, DKI Jakarta)
  2. Aisyah Sativa Fatetani (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  3. Siti Sarah Azzahra (Exist, DKI Jakarta)
  4. Ester Nurumi Tri Wardoyo (Exist, DKI Jakarta)
  5. Saifi Rizka Nurhidayah (Mutiara Cardinal Bandung, Jawa Barat)
  6. Tasya Farahnailah (Jaya Raya, DKI Jakarta)
  7. Komang Ayu Cahya Dewi (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  8. Bilqis Prasista (Djarum Kudus, Jawa Tengah)

Ganda putra

  1. Pramudya Kusumawardana Riyanto (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  2. Yeremia Erich Yoche Yacob (Exist, DKI Jakarta)
  3. Muhammad Rayhan Nur Fadillah (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  4. Rahmat Hidayat (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  5. Amri Syahnawi (Jaya Raya, DKI Jakarta)
  6. Muhammad Fachrikar P. Mansur (Jaya Raya, DKI Jakarta)
  7. Asghar Herfanda (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  8. Rian Canafaro (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  9. Chrisandy Santosa (Exist, DKI Jakarta)
  10. Enzo Ramadhan Satriadi (Exist, DKI Jakarta)

Ganda putri

  1. Melanni Mamahit (Exist, DKI Jakarta)
  2. Tryola Nadia (Jaya Raya, DKI Jakarta)
  3. Putri Larasati (Exist, DKI Jakarta)
  4. Jesita Putri Miantoro (Exist, DKI Jakarta)
  5. Rachel Alleyssia Rose (Exist, DKI Jakarta)
  6. Meilysia Trias Puspita (Exist, DKI Jakarta)
  7. Nethania Irawan (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  8. Febi Setianingrum (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  9. Kelly Larissa (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  10. Savira Nurul Husnia (Jaya Raya, DKI Jakarta)
  11. Febby Valencia Dwijayanti Gani (Djarum Kudus, Jawa Tengah)

Ganda campuran

  1. Rehan Naufal Kusharjanto (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  2. Lisa Ayu Kusumawati (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  3. Ghifari Anandaffa Prihardika (Jaya Raya, DKI Jakarta)
  4. Angelica Wiratama (Exist, DKI Jakarta)
  5. Zachariah Josiahno Sumanti (Tangkas, DKI Jakarta)
  6. Hediana Julimarbela (Exist, DKI Jakarta)
  7. Indah Cahya Sari Jamil (Djarum Kudus, Jawa Tengah)
  8. Teges Satriaji Cahyo (Jaya Raya, DKI Jakarta)
  9. Lanny Tria Mayasari (Jaya Raya, DKI Jakarta)
  10. Muhammad Yusuf Maulana (Exist, DKI Jakarta)