Informasi Dunia Olah Raga Indonesia & Mancanegara Aktual Terpercaya
  • Sports Award - 2019

    Number #1 Sports News
  • Global Certificate

    ISO 9001:2019
  • Award Winning

    Berita Olah Raga Terbaik 2019
Indonesia Targetkan 2 Gelar di BWF World Tour Finals 2020
By - Writter

Indonesia Targetkan 2 Gelar di BWF World Tour Finals 2020

Skuad Indonesia kembali melanjutkan perjuangan dalam laga penutup Leg Asia, yaitu BWF World Tour Final 2020. Mereka akan mulai bertanding Rabu (27/1), di Impact Arena, Bangkok. Indonesia mengincar dua gelar dari empat sektor.

Sembilan wakil Indonesia di empat sektor akan bertarung untuk memperebutkan gelar juara. Mereka adalah Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra), Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (ganda putra), Greysia Polii/Apriyani Rahayu (ganda putri), Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja (ganda campuran).

Melihat hasil undian pemain yang dilakukan Selasa (26/1) pagi waktu setempat, Ginting berada di grup A yang diisi oleh pemain-pemain unggulan. Seperti Viktor Axelsen (Denmark), Chou Tien Chen (Chinese Taipei), dan Lee Zii Jia (Malaysia).

Sementara di grup B, terdiri dari Anders Antonsen (Denmark), Wang Tzu Wei (Chinese Taipei), Kidambi Srikanth (India), dan Ng Ka Long Angus (Hong Kong).

Melihat hasil undian tersebut, lawan yang dihadapi Ginting memang berat. Untuk itu Ginting akan berusaha yang terbaik dan fokus dari awal sampai akhir pertandingan.

“Undian memang lebih berat dibandingkan grup yang satunya, tapi masing-masing pemain punya kesempatan yang sama selama kita bisa menikmati permainan dan memberikan yang terbaik. Jadi untuk minggu ini saya ingin lebih menikmati setiap pertandingan dan memberikan yg terbaik yg saya punya. Dan menjaga fokus saya dari awal sampai akhir,” kata Ginting seperti dilansir dari Maxbet338.

Menurut sang pelatih, Irwansyah, Ginting harus berjuang keras untuk bisa lolos ke semifinal. Terutama ketika menghadapi Viktor Axelsen yang sebelumnya juara berturut-turut pada Yonex Thailand Terbuka dan Toyota Thailand Terbuka. Jangan lupakan pula Chou Tien Chen yang menjadi semifinalis di kedua turnamen itu. Sedangkan Ng Ka Long Angus adalah finalis di Yonex Thailand Terbuka.

“Lawan-lawan Ginting berdasarkan hasil undian grup BWF World Tour Final, memang termasuk kelas berat dan kuat semua. Itu karena Ginting bukan pemain unggulan dan hanya pemain urutan ke delapan. Pada dua turnamen sebelumnya, sebenarnya persiapan Ginting sudah bagus sekali. Tapi hasilnya tidak sesuai dengan yang kita inginkan,” tutur Irwansyah, pelatih tunggal putra.

Lebih lanjut ia mengatakan Ginting tetap memiliki peluang. Dengan kerja keras tunggal putra terbaik Indonesia itu bisa memetik hasil positif.

“Peluangnya, untuk lolos dari grup A, insya’Allah bisa. Tetapi dia harus bekerja keras dan yang lebih penting Ginting bisa bermain dengan relax, all out dan enjoy saja. Target pertamanya adalah lolos dari penyisihan grup,” tambah Irwansyah.

Milwaukee Bucks Tumbangkan Atlanta Hawks 129-115
By - Writter

Milwaukee Bucks Tumbangkan Atlanta Hawks 129-115

Milwaukee Bucks berhasil memetik kemenangan pada laga NBA yang digelar Senin, 25 Januari 2021. Menghadapi Atlanta Hawks di Fiserv Forum, Bucks menang 129-115. Ini menjadi kemenangan pertama setelah dua kekalahan beruntun.

Di kuarter pertama dan kedua, Bucks langsung mengunci keunggulan atas Hawks. Memasuki kuarter ketiga, Hawks coba untuk mengejar ketertinggalan tersebut. Akan tetapi, di kuarter keempat, mereka kembali lengah sehingga kemenangan pun menjadi milik Bucks.

Giannis Antetokounmpo mencuri perhatian. Ia menyumbang 27 poin dan 14 rebound bagi Bucks.  Antetokounmpo membuat delapan assist. Bobby Portis menambahkan 21 poin, dan Khris Middleton menambah 19 poin untuk Milwaukee.

Sementara itu di kubu Atlanta, De’Andre Hunter mencetak poin tertinggi dalam kariernya 33. John Collins menyumbang 30 poin.

Kekalahan Hawks ini tentu tidak lepas dari absennya dua pemain kunci. Pencetak poin terbanyak Trae Young sedang mengalami masalah pada punggungu. Selain itu center Clint Capela bermasalah dengan tangan kananya.

Perubahan lineup Atlanta, yang diumumkan selama pemanasan sebelum pertandingan, sangat mengejutkan kedua tim.

“Kami benar-benar melakukan penelusuran kami untuk Atlanta kemarin. Kami menghabiskan banyak waktu di Trae Young. Dia salah satu pemain muda elit di liga, tetapi Anda harus menyesuaikan,” ungkap pelatih Bucks Mike Budenholzer seperti kutipan berita sports dari VIPBet88.

Penyerang Bucks Torrey Craig mengenakan penutup wajah setelah absen dalam sembilan pertandingan karena mengalami patah tulang hidung pada 27 Desember di New York Knicks. Dia mengumpulkan empat poin dalam 13 menit.

“Itu bagus baginya untuk mendapatkan beberapa menit … mulai menemukan jalannya dalam pengaturan permainan.  Tentu saja dia seseorang yang sangat kami hargai,” ungkap Budenholzer.

Hunter dan Collins berusaha untuk mengisi kekosongan skor karena ketidakhadiran Young. Collins memasukkan enam dari sembilan lemparan tiga angka. Hunter membuat 13 dari 21 tembakan dari lapangan.

”Dia hanya mencoba membuat kita pergi. Anda lihat bola masuk dan Anda merasakan sedikit dan kami membutuhkan setiap bagiannya,” ungkap pelatih Hawks Lloyd Pierce tentang Hunter.

“Saya pikir di kuarter ketiga intensitas kami cukup rendah, ” kata Jrue Holiday, yang mencetak 15 poin.

Bagi Milwaukee kemenangan ini amat penting setelah kekalahan beruntun dari Nets dan Lakers. Tak heran kemenangan ini pun disambut gembira oleh kubu Milwaukee. Holiday mengatakan bahwa kemenangan ini membuat mereka bisa lepas dari beberapa pertandingan yang sulit.

“Senang rasanya mendapatkan perasaan itu kembali, perasaan menang itu.  Kami mengalami beberapa pertandingan yang sulit,” ungkap Holiday.

Pasangan Muda Indonesia Berkembang di Thailand Open 2021
By - Writter

Pasangan Muda Indonesia Berkembang di Thailand Open 2021

Selain Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, pada turnamen seri Thailand Open 2021 kali ini, Indonesia juga mengirim tiga pasangan muda. Yaitu Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana, dan Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan.

Herry Iman Pierngadi, pelatih ganda putra, menyebut penampilan ketiga pasangan pelapis ini cukup baik selama bertanding di Impact Arena, Bangkok tersebut. Mereka dinilai memiliki harapan. Padahal ini merupakan debut mereka di turnamen level super 1000.

“Mereka pertama kali turun di super 1000, tapi bisa melawan dan oke mainnya. Jadi di satu sisi, ada harapan dengan tiga pasangan-pasangan muda ini. Mulai kelihatan hasil latihan mereka, bisa bersaing dengan lawan-lawan negara lain juga,” jelas Herry seperti dilansir dari IDNSPORTS.

“Jadi ada dua sisi. Memang satunya gagal, yang satunya ada harapanlah,” sambungnya.

Pada seri pertama Yonex Thailand Terbuka pekan lalu, Leo/Daniel mampu mengalahkan seniornya, Fajar/Rian di babak kedua, 16-21, 21-17, 22-20. Sayang, langkah mereka dihentikan Goh V. Shem/Tan Wee Kiong asal Malaysia di babak semifinal dengan skor 19-21, 10–21.

Sedangkan pada seri kedua ini, di babak pertama Fikri/Bagas menyingkirkan juara All England 2016, Vladimir Ivanon/Ivan Sozonov dari Rusia dengan rubber game 21-15, 16-21, 21-13. Namun di babak kedua, mereka tersingkir oleh Mark Lamsfuss/Marvin Seidel asal Jerman dua game langsung, 16-21, 15-21.

Sementara Pramudya/Yeremia, pada babak pertama seri kedua mengalahkan pasangan Prancis, Eloi Adam/Julien Maio, 21-14, 21-16. Kemudian dikalahkan kompatriotnya, Ahsan/Hendra di babak kedua, 18-21, 18-21.

Melihat hasil tersebut, menurut Herry, ketiga pasangan muda binaannya ini sudah menunjukkan hasil latihan yang diharapkan. Apalagi, selama 10 bulan vakum dari pertandingan, mereka telah banyak melakukan sparing dengan para seniornya.

“Itu hasil selama 10 bulan lebih sparing dan latihan bersama dengan pemain-pemain top 10 yang ada di Indonesia. Seperti Kevin/Marcus, Ahsan/Hendra, dan Fajar/Rian,” sebut Herry.

Bagi sang pelatih, bukan kemenangan yang menjadi tujuan utama dalam debut pertama mereka ini. Setidaknya, pola permainan sudah terbentuk pada ketiga pasangan pelapis.

“Saya sih tidak selalu melihat menang atau kalahnya. Saya melihat cara mereka bermain, pola mereka bermain sudah terbentuk, sudah sesuai dengan apa yang kita harapkan. Tinggal nanti ditambahin jam pertandingan dan ada beberapa teknik yang harus diperbaiki,” ucap Herry mengevaluasi.

Selama jalannya pertandingan, Herry kerap mengingatkan ketiga pasangan untuk menerapkan apa yang sudah dilatih. Rupanya, sang pelatih ini ingin anak asuhannya agar lebih menghargai proses yang mereka lakukan selama 10 bulan latihan.

Arsenal, Juara Bertahan Piala FA Tersisih karena Gol Bunuh Diri
By - Writter

Arsenal, Juara Bertahan Piala FA Tersisih karena Gol Bunuh Diri

Arsenal harus menerima kekalahan pahit di putaran empat Piala FA. Menghadapi Southampton pada Sabtu, 23 Januari 2021 di St Mary’s Stadium, The Gunners takluk satu gol tanpa balas. Tragisnya, gol tunggal kemenangan Soton itu lahir dari gol bunuh diri Gabriel Magelhaes di paruh pertama.

Gol bunuh diri itu terjadi di menit ke-23. Berawal dari umpan Kyle Walker-Peters ke bagian tengah, bola justru mengenai kaki Magalhaes dan berbelok arah. Bernd Leno yang berada di bawah mistar gawang tim tamu pun tak kuasa menahan laju bola masuk ke gawangnya.

Hasil ini lebih dari cukup memupuskan harapan mereka untuk mempertahankan trofi. Sementara itu kemenangan ini mengantar Southampton ke putaran kelima.

Di laga ini Arsenal tidak diperkuat striker andalannya, Pierre-Emerick Aubameyang. Menurut pelatih Arsenal, Mikel Arteta, pemain 31 tahun itu meminta izin untuk mengurus persoalan pribadi.

“Saya tak tahu. Dia perlu menyelesaikan persoalan itu, kita akan melihat bagaimana perkembangan situasinya,” beber Arteta, seperti dilansir berita sports Doyantoto.

“Kami ada di sini dan kami harus mendukungnya, dan dia perlu meluangkan waktu selama yang dibutuhkan, karena itulah prioritasnya saat ini,” sambungnya.

Kekalahan ini tentu membuat kubu Arsenal kecewa. Arteta mengatakan timnya harus menelan pil pahit dengan cara yang menyedihkan. Tersingkir karena gol bunuh diri bukan sesuatu yang bisa diterima dengan mudah.

“Sangat sedih harus tersingkir dari kompetisi ini. Kecewa tersingkir dan kebobolan dengan cara itu. Kami punya masalah di babak pertama dan melakukan kesalahan sendiri akibat high-press yang mereka terapkan,” tandasnya.

Ia mengatakan timnya seharusnya bisa mencetak gol di laga itu. Di babak kedua, misalnya, timnya memiliki beberapa kesempatan emas.

“Di babak kedua kami punya dua atau tiga peluang bagus, tapi tidak cukup. Ini pertandingan yang seimbang. Di babak pertama, mereka memenangi banyak bola kedua.”

Beberapa pergantian pemain yang dilakukan cukup ampuh meningkatkan intensitas serangan. Hanya saja dominasi yang tercipta tidak berbanding lurus dengan gol yang bisa mereka cipta.

“Di babak kedua kami menambah kualitas di lapangan. Kami menjadi lebih dominan dan menciptakan peluang-peluang, tapi itu tak cukup,” tandas mantan asisten pelatih Pep Guardiola itu.

Susunan Pemain Southampton versus Arsenal:

Southampton (4-4-2): Forster; Bertrand, Stephens, Bednarek, Walker-Peters; Walcott, Ward-Prowse, Diallo, Armstrong; Adams (Nlundulu 78′), Ings (Long 85′)

Pelatih: Ralph Husenhuttl

Arsenal (4-2-3-1): Bernd Leno; Soares, Gabriel, Holding, Hector Bellerin (Alexandre Lacazette 72′); Granit Xhaka, Elneny (Thomas 56′); Martinelli (Saka 58′), Willian, Nicolas Pepe; Eddie Nketiah.

Pelatih: Mikel Arteta

Greysia Polii/Apriyani Rahayu Jumpa Musuh Bebuyutan di Semi Final
By - Writter

Greysia Polii/Apriyani Rahayu Jumpa Musuh Bebuyutan di Semi Final

Usai mengalahkan wakil Denmark, Greysia Polii/Apriyani Rahayu merebut tiket semifinal turnamen bulutangkis Toyota Thailand Terbuka 2021, Jumat (22/1). Pasangan andalan Merah-Putih ini menang dalam dua gim melawan Alexandra Boje/Mette Poulsen dengan skor 21-9, 21-17.

Pertandingan yang berlangsung di Impact Arena, Bangkok, diselesaikan dalam waktu 40 menit. Meski menang dan melaju ke semifinal, Apriyani tetap mengakui kemampuan lawan.

“Dalam pertandingan tadi, dari awal kita memang sudah menyiapkan untuk tidak mau over confidence dan tidak mau juga seperti meremehkan lawan. Karena kan mereka juga punya kemampuan,” ucap Apriyani seperti dilansir dari SBOBET88.

Lebih lanjut Apriyani mengatakan bahwa mereka tetap mengalami kesulitan. Apalagi lawan yang dihadapi juga berpengalaman bermain di sektor ganda campuran.

“Kesulitan pasti ada, karena mereka juga masih bisa memukul dengan baik. Boje itu kan pemain ganda campuran juga, jadi pasti punya kualitas,” tambahnya.

Mengikuti dua turnamen beruntun sekaligus tentu membutuhkan fisik yang prima. Apalagi di tengah kondisi pandemi Covid-19. Menurut Apriyani, kunci utama untuk bisa terus menjaga performa adalah berkat semangat juang dan menerapkan pola hidup sehat.

“Sekarang kondisinya masih fight, tepatnya masih sehat-sehat saja. Kita masih menjaga dengan vitamin, makan, pola istirahat yang baik. Jadi memang tidak terlalu berpikir nanti habis pertandingan event pertama nih, terus ada event kedua, harus bagaimana kondisinya, tidak berpikir ke situ sih,” ungkap Apriyani.

Fokus menjalani satu demi satu menjadi cara yang dipilih oleh sang juara Yonex Thailand Terbuka 2021 ini. Pastinya melakukan dengan maksimal, untuk mendapat hasil yang terbaik, apalagi untuk debut setelah vakum sejak Maret tahun lalu.

“Aku sih berpikirnya yang sekarang saja. Kalau memang sekarang bisa menghasilkan yang terbaik, ya kenapa tidak. Fokus menenangkan pikiran dan tetap lebih menguatkan diri sendiri,” kata Apriyani.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa selama ini mereka sudah mendapatkan waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri. Kekosongan pertandingan selama 10 bulan membuat mereka berbenah.

“Dari kemarin juga sudah libur 10 bulan, itu sudah waktu yang sangat amat lama untuk kita memperbaiki apa yang kurang. Pas balik sini kita pasti lebih fresh, seperti masih excited karena sudah lama tidak ada pertandingan,” tuturnya.

Selanjutnya keduanya akan berebut tiket final dengan musuh bebuyutan asal Korea yang dihadapi di semi final Yonex Thailand Open pekan lalu. Untuk keenam kalinya Greysia/Apriyani akan bertemu dengan wakil Korea Selatan, Lee So-hee/Shin Seung-chan. Rekor pertemuan mereka adalah 4-1 untuk wakil Merah-Putih.

Adnan Maulana/Mychelle Bandoso
By - Writter

Langkah Adnan Maulana/Mychelle Bandoso Kandas di Tangan Malaysia

Pasangan ganda campuran Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso harus menghentikan langkah di babak kedua turnamen bulutangkis Toyota Thailand Terbuka 2021, Kamis (21/1). Lagi-lagi, pasangan muda Indonesia ini kalah dari wakil Malaysia yang juga mengalahkannya pada pertandingan Yonex Thailand Terbuka 2021, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying.

Digelar di Impact Arena, Bangkok, pertandingan berdurasi 35 menit tersebut berakhir dengan skor 18-21, 15-21. Sementara pada pertemuan perdana sebelumnya, meskipun kalah di babak pertama, perbedaan skor lebih tipis, yaitu 20-22, 18-21.

“Permainan saya kurang sabar, terlalu buru-buru dan malah jadi banyak mati sendiri di gim kali ini. Jadi kurang puas, karena seharusnya bisa lebih baik dari ini. Kalau dari segi permainan menurut saya lebih baik di Yonex Thailand Terbuka sebelumnya,” ungkap Adnan seperti dilansir dari berita SBOBET88.

Menurut Nova Widianto, pelatih ganda campuran, target Adnan/Mychelle belum tercapai di series Thailand kali ini, karena sejak awal mereka dibebani masuk hingga perempatfinal. Kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah cukup besar.

“Target Adnan/Michelle itu delapan besar. Jadi mereka harus tembus mengalahkan pemain unggulan untuk melaju ke delapan besar dan ternyata belum berhasil. Sehingga pada dua turnamen ini targetnya belum tercapai. Masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diperbaiki,” jelas Nova.

Dengan kalahnya Adnan/Mychelle, skuad Merah-Putih pada sektor ganda campuran hanya menyisakan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang melaju ke perempatfinal. Pada babak kedua ini, Hafiz/Gloria menang atas Joshua Hurlburt-Yu/Josephine Wu (Kanada), 21-17, 21-8.

Sementara pasangan andalan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti tersingkir di babak pertama oleh pemain Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue,  14-21, 21-9, 21-13. Nova menilai pasangan tersebut tak bisa tampil maksimal seperti saat menjadi juara All England.

“Hasil Jordan/Meli tidak maksimal di dua pertandingan ini. Kendala permaianan juga masih sama, banyak membuang poin gampang. Tapi yang kelihatan dari komunikasi dan gregetnya kurang. Kita tidak masalah hasil, asal main sudah maksimal,” ungkap Nova.

Meski vakum berlaga sejak pandemi Covid-19, Maret 2020, hal itu tidak bisa menjadi alasan kekalahan para pemain. Inilah yang menjadi tugas untuk para pelatih untuk membenahi. Pasalnya situasi tersebut terjadi pada semua pemain tanpa terkecuali. Ia mengakui bahwa hasil tersebut mengecewakan.

“Lama tidak bertanding dan karantina di sini tidak bisa menjadi alasan, karena semua pemain juga mengalami. Evaluasi sementara, semua yang sudah kalah selama dua turnamen ini hasilnya mengecewakan. Tapi ini tetap menjadi tanggung jawab kita sebagai pelatih,” tutur Nova.

Fikri/Bagas Tekuk Juara All England 2016
By - Writter

Fikri/Bagas Tekuk Juara All England 2016

Babak pertama turnamen bulutangkis Toyota Thailand Terbuka 2021 membawa keberuntungan bagi pasangan ganda putra Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana. Lewat rubber game, Fikri/Bagas sukses mengalahkan Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov asal Rusia, 21-15, 16-21, 21-13.

Pertandingan yang digelar di Impact Arena, Bangkok, Rabu (20/1) ini juga sekaligus pertemuan perdana mereka.

“Alhamdulillah hari ini kami bisa menang. Di gim pertama kami bisa mengontrol permainan karena menang angin. Jadi menyerangnya lebih enak, juga lawan banyak melakukan kesalahan sendiri,” ucap Fikri seperti dilansir dari Joker338.

Kekalahan pada gim kedua, membuat Fikri/Bagas mengubah pola permainannya, hingga akhirnya bisa menaklukan Ivanov/Sozonov, sang juara All England 2016 tersebut.

“Gim kedua kami kalah angin, jadi lebih berat bolanya. Dari awal sulit keluar dari tekanan. Gim ketiga, coba mengubah pola bermain dengan lebih berani bermain no lob dan harus memegang permainan depannya. Sempat tertinggal juga, tapi akhirnya bisa membalikan keadaan dan menang,” jelas Fikri.

Menurut Fikri, percaya diri menjadi kunci bagi kemenangan untuk melawan pasangan semifinalis All England 2020 tersebut.

“Kuncinya tadi lebih percaya diri lagi sama lebih berani saja dan mengurangi membuat kesalahan sendiri. Lawan juga tidak mudah kan mereka pernah jadi juara All England,” kata Fikri.

“Sebelum masuk lapangan, Koh Herry bilang jangan mikirin menang atau kalah, main saja yang bagus harus lebih percaya diri sama berani menunjukkan semangat mudanya,” tambahnya.

Nasib berbeda dialami sejumlah pemain Indonesia. Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto belum mampu mengalahkan Ben Lane/Sean Vendy asal Inggris.

Pertandingan yang berlangsung selama 43 menit tersebut berakhir bagi kemenangan pasangan Inggris. Fajar/Rian takluk dengan perbedaan skor tipis, 18-21, 19-21.

“Tadi main tidak bisa keluar dari tekanan lawan dan tekanan dari diri sendiri. Mainnya tidak bisa relaks. Banyak yang harus diperbaiki sih, mulai dari service terus, juga defend, dan keyakinan diri sendri harus bisa meelawan,” ungkap Rian.

Lebih lanjut ia mengatakan hasil ini memang tak sesuai harapan. Hanya saja mereka tak mau larut dalam kekecewaan dan segera bangkit kembali.

“Kurang baik hasilnya, tetapi harus bisa melewatinya jangan sampai down. Harus bisa bangkit lagi,” tambahnya.

Nasib sama juga dialami Ruselli Hartawan yang tersingkur di babak pertama. Dia dikalahkan Yeo Jia Min asal Singapura, dengan skor 20-22, 18-21.

Kekalahan juga dialami Jonatan Christie. Lewat pertarungan rubber game 75 menit, Jojo ditaklukkan wakil India, Prannoy Haseena Sunil Kumar, 21-18, 16-21, 21-23.

fiba asia
By - Writter

Indonesia Jadi Tuan Rumah FIBA Asia Cup 2021

Indonesia mendapat kepercayaan dari Federasi Bola Basket Asia untuk menjadi tuan rumah turnamen FIBA Asia Cup 2021. Informasi ini disampaikan oleh FIBA Asia di laman resminya. Putaran final akan digelar pada 16-28 Agustus 2021.

Ini akan menjadi ajang unjuk gigi bagi tim bola basket tanah air. Pasalnya sebanyak 16 tim terbaik dari Asia/Oseania akan berlaga. Selain itu ini menjadi persiapan menuju penyelenggaraan Piala Dunia Basket 2023.

“Ini akan menjadi beberapa tahun yang menyenangkan bagi bola basket Indonesia. Mereka menjadi tuan rumah Piala Asia FIBA 2021 dan tuan rumah Piala Dunia Bola Basket FIBA 2023. Ini adalah langkah maju yang besar untuk mengembangkan bola basket di negara ini,” kata Presiden FIBA Asia Sheikh Saud Ali Al Thani seperti dilansir dari Pragmatic Play.

Mendapat kepercayaan itu tentu sebuah kehormatan dan kebanggaan. Sebagaimana dikatakan Ketua PP Perbasi, Danny Kosasih.

“Kami sangat bangga menjadi tuan rumah Piala Asia FIBA di Jakarta tahun depan, ini adalah platform yang sangat baik bagi Indonesia untuk menampilkan potensi bola basketnya,” tandas Danny Kosasih.

Lebih lanjut Danny mengatakan ini menjadi kesempatan mempersiapkan diri menjadi tuan rumah turnamen akbar pada 2023 nanti. Di ajang itu Indonesia akan menjadi tuan rumah bersama Jepang dan Filipina. Selain itu, ini menjadi ajang pembelajaran bagi tim basket tanah air sebelum tampil di pentas dunia.

“Ini juga akan membantu kita mempersiapkan diri untuk Piala Dunia Bola Basket FIBA 2023, baik sebagai penyelenggara maupun tim nasional,” sambungnya.

Penetapan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Asia FIBA, Indonesia sudah dipastikan lolos ke putaran final. Karena itu keikutsertaan skuad Merah Putih di babak kualifikasi hanya formalitas belaka. Namun bagi Indoneisa ini menjadi kesempatan untuk mematangkan persiapan sekaligus mengukur kekuatan lawan.

“Jadi sejak ditetapkan jadi tuan rumah, kami harus tetap menjalankan kualifikasi. Memang sudah pasti lolos bersama Bahrain dan Lebanon. Namun untuk Indonesia, kami jalankan sebagaimana kualifikasi,” ungkap manajer timnas basket Indonesia, Fareza Tamrella.

Lebih lanjut Tamrella mengatakan, “Kalau (kami masuk) peringkat satu atau dua (kualifikasi) kami tidak ikut playoff. Tetapi kalau peringkat tiga kami tetapi ikut playoff. Kendati pun amit-amit peringkat empat, ya tetap masuk, tidak perlu ikut playoff.”

Saat ini tim basket Indonesia sedang menjalani kualfikasi. Sementara ini Indonesia berada di urutan ketiga klasemen Grup A yang dihuni tim-tim kuat seperti Filipina, Korea Selatan, dan Thailand.

“Sebenarnya ini dijadikan ajang uji coba untuk persiapan menuju FIBA Asia. Dalam delapan bulan ini kami persiapan optimal lah,” tandas Fareza.

Dapat Satu Gelar di Thailand Open 2021, Begini Evaluasi PBSI
By - Writter

Dapat Satu Gelar di Thailand Open 2021, Begini Evaluasi PBSI

Satu dari tiga turnamen Leg Asia 2021 yang diadakan di Thailand, Bangkok, telah usai. Berlangsung di Impact Arena selama 12-17 Januari, turnamen bertajuk Yonex Thailand Open ini, skuad Indonesia berhasil meraih gelar juara pada sektor ganda putri. Greysia Polii/Apriyani Rahayu memenangkan pertandingan final atas wakil tuan rumah Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai, 21-15, 21-12.

Menurut Kabid Binpres PP PBSI, Rionny Mainaky, hal ini cukup baik sebagai debut pertama setelah pandemi.

“Secara menyeluruh hasil dari Yonex Thailand Open cukup baik, kami berhasil dapat satu gelar, satu runner up dan dua semifinalis. Apalagi ini turnamen pertama setelah 10 bulan tidak bertanding,” ungkap Riony seperti dilansir dari Joker Gaming.

Sebaliknya pada sektor ganda campuran yang diwakili oleh Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti kalah dari wakil tuan rumah, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai, 3-21, 22-20, 18-21. Di tunggal putra, langkah Anthony Sinisuka Ginting terhenti di semifinal oleh Viktor Axelsen (Denmark), 19-21, 21-13, 13-21.

“Di ganda campuran Praveen/Melati memang seharusnya bisa menang tapi mungkin adaptasi dengan lapangan pertandingan belum maksimal. Di tunggal putra, Ginting sudah bermain bagus tapi memang belum beruntung,” sebut Rionny.

Beradaptasi dengan kondisi saat pandemi memang tidak mudah. Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) dan Federasi Bulutangkis Thailand (BAT) cukup serius dalam menerapkan protokol kesehatan ketat. Mereka menggunakan sistem gelembung yang harus dijalani oleh seluruh peserta yang terlibat.

“Tidak mudah anak-anak menjalani turnamen di masa pandemi ini, protokol kesehatan yang ketat membuat mereka canggung walau tidak sampai stress. Kasus positif Covid-19 di tengah turnamen kemarin membuat peraturan berubah lagi, kami jadi tidak boleh keluar walau karantina sudah 14 hari. Tapi beruntungnya sejak awal di pelatnas PBSI memberlakukan karantina sehingga anak-anak sudah terbiasa,” kata Rionny.

Perjuangan tim Merah Putih di Bangkok belum berakhir. Mereka akan menghadapi turnamen kedua di arena yang sama. Namun demikian mereka masih harus menjalankan protokol kesehatan termasuk menjalani swab tes.

“Hari ini kami melaksanakan swab test lagi lalu kembali berlatih untuk turnamen berikutnya. Kondisi anak-anak sementara ini oke dan sehat. Memang kondisi fisik beberapa pemain yang main di semifinal dan final agak kelelahan tapi kami tim pelatih dan ofisial terus menjaga kondisinya,” tambahnya.

Untuk turnamen selanjutnya, Toyota Thailand Terbuka akan digelar pada 19-24 Januari. Skuad Indonesia kembali lakukan pesiapan untuk dapatkan hasil yang maksimal.

“Persiapannya yang terpenting adalah mengembalikan dulu kebugaran, menjaga asupan gizi agar mereka tetap sehat dan tidak stress. Setelah itu saya berharap semuanya bisa tampil lebih maksimal dari minggu lalu. Yang sudah bagus dipertahankan, yang belum semoga bisa lebih baik. Target ya sebisa mungkin tambah satu gelar lagi,” pungkas Rionny.

Greysia Polii/Apriyani Rahayu
By - Writter

Greysia Polii/Apriyani Rahayu Juara Thailand Open Super 1000

Pasangan ganda putri andalan Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu memenangkan pertandingan final atas wakil tuan rumah Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai, pada ajang bulutangkis pembuka tahun 2021, Yonex Thailand Terbuka, Minggu (17/1).

Dengan kemenangan ini, Greysia/Apri menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang meraih juara pada debut pertama setelah pandemi yang digelar di Impact Arena, Bangkok tersebut.

Greysia/Apri bertarung dengan gigih dan penuh semangat. Wakil Merah-Putih ini membutuhkan waktu 52 menit untuk menghentikan langkah wakil Negara Gajah Putih tersebut dengan skor 21-15, 21-12. Hal ini juga merupakan kemenangan pertama Indonesia di sektor ganda putri dalam kelas super 1000.

“Sungguh luar biasa bagi kami berdua dan kami ingin berterima kasih kepada Tuhan, bahwa kami memiliki kesempatan untuk berada di sini dan memenangkan kejuaraan ini. Kami datang dengan fokus, siap untuk pertandingan ini dan ingin memberikan yang terbaik,” ungkap Greysia seperti dilansir dari JOker388.

Meskipun Jongkolphan/Rawinda membuka laga dengan memimpin 1-0, tak lama kemudian dibalas oleh smes Apriyani, 1-1. Sempat tertinggal 1-3, Greysia/Apriyani akhirnya sanggup mengimbangi skor menjadi 3-3, 4-4, dan 5-5. Persaingan keduanya sangat ketat, penampilan Greysia/Apriyani terlihat sangat siap dan maksimal.

Greysia Polii/Apriyani Rahayu

Kegagalan lawan mengembalikan pukulan, mengakhiri rally panjang menjadi 6-5. Hingga mendekati interval pertama, skor masih terus berimbang. Akhirnya Greysia/Apri mampu unggul 11-9 dalam 12 menit.

“Kami mengambil poin demi poin hari ini. Ketika kami mengambil set pertama, kami mengatakan sisanya akan menyusul. Seperti yang saya katakan dari babak pertama, kami hanya ingin menang,” kata Greysia.

Perlawanan Jongkolphan/Rawinda terhenti pada skor 10-17. Reli panjang 65 pukulan berakhir 18-11 karena shuttlecock pukulan Jongkolphan/Rawinda jatuh di luar arena permainan. Sempat mengejar hingga 15-19, gim pertama yang berdurasi 26 menit itu berakhir 21-15 untuk pasangan Merah-Putih.

Pada gim kedua, smes Apriyani mengawali skor 1-0. Kerjasama Greysia/Apriyani mampu menahan lawan terkunci hingga skor 5-0. Meski pada interval kedua, Jongkolphan/Rawinda hanya mampu mengejar 2 poin menjadi 11-2 dalam waktu 10 menit.

Lagi-lagi Greysia/Apriyani mengunci skor lawan hingga 17-5, Jongkolphan/Rawinda masih berusaha mengejar ketertinggalan hingga 19-10. Match point 20-10 didapat setelah pukulan kecil Apriyani yang tak terbalas. Bola pukulan Greysia/Apriyani yang melebar dua kali memberi kesempatan Jongkolphan/Rawinda menambah poin menjadi 20-12.

Smes Greysia akhirnya menghantarkan pasangan unggulan kelima ini menjadi juara atas tuan rumah. Tangisnya pun pecah. Inilah tangisan kegembiraan Greysia/Apriyani atas kemenangan pertama di turnamen pembuka setelah vakum akibat pandemi Covid-19.

Kemenangan Greysia/Apriyani ini seolah membalas kegagalan kompatriotnya di ganda campuran, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang kalah rubber dari wakil tuan rumah, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai, 3-21, 22-20, 18-21.

chelsea
By - Writter

Chelsea Menang Tipis Atas 10 Pemain Fulham

Chelsea mencatatkan kemenangan atas Fulham dengan skor tipis 1-0 saat kedua tim bertemu di pekan ke-19 Liga Primer Inggris pada Minggu, 17 Januari 2021 dini hari WIB. Gol tunggal kemenangan Chelsea dicetak oleh Mason Mount di menit ke-78.

Kemenangan tipis ini sangat berarti bagi The Blues. Tambahan tiga poin membuat perolehan poin mereka menjadi 29. Chelsea pun naik ke posisi ketujuh. Sementara itu bagi Fulham, hasil negatif ini membuat mereka kian terpuruk di papan bawah. Fulham berada di posisi ke-18 dengan tabungan total 12 angka.

Chelsea mencatatkan kemenangan ini tak lepas dari keunggulan jumlah pemain sejak akhir babak pertama. Pelanggaran bek Fulham, Antonee Robinson terhadap Cesar Azpilicueta membuat Fulham harus kehilangan pemain tersebut. Wasit langsung mengganjari pemain tersebut dengan kartu merah.

Chelsea Menang Tipis Atas 10 Pemain Fulham

Walau unggul jumlah pemain, tidak mudah bagi tim besutan Frank Lampard untuk memecah kebuntuan. Baru di menit ke-78, Chelsea berhasil menggetarkan gawang lawan. Berawal dari aksi Ben Chilwell, bola sepakannya sempat ditepis Areola. Bola muntah tak disia-siakan Mount untuk mencatatkan namanya di papan skor.

“Tentu saja rasanya menyenangkan mendapatkan kemenangan. Ini tidak mudah dengan performa kami di liga akhir-akhir ini. Fulham kemudian semakin mempersulitnya,” beber Frank Lampard, seperti dilansir dari berita Jokerwin123.

Lebih lanjut Lampard mengatakan timnya mengawali pertandingan dengan baik. Mereka mampu mendominasi laga. Namun tidak gampang bagi mereka untuk mencetak gol meski unggul jumlah pemain.

“Kami memulai permainan dengan baik, banyak menguasai bola bola, tapi tak muda melawan 10 pemain. Kami tak menyerah dan mendapatkan apa yang harusnya kami dapatkan.”

Mantan pemain timnas Inggris itu yakin dengan kualitas para pemainnya. Hal ini membuatnya tak terlalu terkejut mereka mampu meraih poin sempurna.

“Saya percaya pada kualitas para pemain. Ada keyakinan kami akan mendapat gol karena kami terus menyerang. Ini tentang kesabaran saat kami mengalirkan bola dan kami bisa melakukannya,” pungkasnya.

Susunan Pemain Fulham versus Chelsea:

Fulham: Alphonse Areola; Ola Aina (Joe Bryan 83′), Joachim Andersen, Tosin Adarabioyo; Kenny Tete, Bobby De Cordova-Reid (Aboubakar Kamara 83′), Harrison Reed, Andre-Frank Zambo Anguissa, Antonee Robinson; Ivan Cavaleiro (Joshua Onomah 79′), Ademola Lookman.

Pelatih: Scott Parker

Chelsea: Edouard Mendy; Cesar Azpilicueta, Antonio Rudiger, Thiago Silva, Ben Chilwell; Mateo Kovacic, Jorginho (Tammy Abraham 66′), Mason Mount; Hakim Ziyech (Callum Hudson-Odoi 75′), Olivier Giroud (Timo Werner 75′), Christian Pulisic.

Pelatih: Frank Lampard

Gabung Brooklyn Nets, James Harden Buka Suara
By - Writter

Gabung Brooklyn Nets, James Harden Buka Suara

James Harden akhirnya tampil di media untuk pertama kalinya sejak bergabung dengan Brooklyn Nets. Ia tegas membantah narasi bahwa dia tidak menghormati mantan rekan satu timnya, sambil menjelaskan alasannya meninggalkan Houston Rockets.

“Saya tidak menghormati siapa pun. Orang-orang itu baru saja sampai di Houston. Saya sudah lama ada di sana. Saya telah melalui semua pasang surut dengan organisasi itu, dan saya tidak menghormati siapa pun,” beber Harden dilansir dari Joker338.

“Saya baru saja berkomentar bahwa tim secara keseluruhan tidak cukup baik untuk bersaing memperebutkan gelar. Dan tahap dalam karier saya di mana saya sekarang, itulah yang akan saya sukai. Jadi, saya tidak mencoba untuk tidak menghormati siapa pun, terutama kepada organisasi. Seperti yang saya katakan, saya senang berada di sini di Brooklyn, bersemangat untuk memulai yang baru.”

Harden bergabung dengan Nets, setelah mengakhiri masa sembilan tahun yang brilian di Houston. Keputusan Harden ini tentu tidak lepas dari hasil yang diderita timnya. Puncaknya saat timnya menyerah 117-100 dari Los Angeles Lakers.

Usai laga itu Harden angkat bicara. Ia menilai timnya tampil kurang mengesankan. Ia sendiri menegaskan telah melakukan yang terbaik untuk membantu tim.

“Kami tidak cukup baik. Saya benar-benar telah melakukan semua yang saya bisa. Situasi ini gila. Itu adalah sesuatu yang menurut saya tidak bisa diperbaiki. “

Komentar itu mengundang komentar pedas dari rekan setim, DeMarcus Cousins. Cousins mengatakan, “Rasa tidak hormat dimulai jauh sebelum wawancara apa pun. Ini sama sekali tidak adil bagi orang-orang lain di ruang ganti.”

“Tetapi ketika Anda memiliki orang-orang tertentu dalam campuran yang tidak ingin membeli semuanya, akan sulit untuk melakukan sesuatu yang istimewa, untuk melakukan sesuatu yang baik sebagai tim bola basket,” timpal point guard Houston John Wall.

Situasi semakin buruk. Pelatih Rockets Stephen Silas membebaskan Harden dari latihan hari Rabu di Toyota Center. Ia mengatakn bahwa pernyataan Harden sulit untuk didengar.

Harden pun mengakui penyesalan atas insiden menjelang kepergiannya itu. Namun ia menegaskan bahwa keputusannya untuk pergi, “tujuan utamanya adalah mendapatkan tempat di mana saya bisa bersaing, dan di sinilah saya di Brooklyn. Saya tidak punya apa-apa selain cinta dan rasa hormat untuk organisasi itu, kota itu, dan semua yang pernah dilakukannya untuk saya dan keluarga saya. Banyak rasa hormat. “

Hadirnya Harden membuat Nets kini memiliki tiga pemain dengan bakat NBA All-Star bersama Kevin Durant dan Kyrie Irving.

Hendra-Ahsan Susul Anthony Ginting ke Perempatfinal Thailand Open
By - Writter

Hendra/Ahsan Susul Anthony Ginting ke Perempatfinal Thailand Open

Bukan hanya tiket babak perempatfinal turnamen Yonex Thailand Terbuka 2021 yang sudah di tangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Pasangan berjuluk The Daddies ini juga menunjukkan performa menuju penampilan terbaik seperti sebelum pandemi.

Penampilan apik tersebut ditunjukkan Hendra/Ahsan di babak kedua ajang berhadiah total 1 juta dolar AS itu ketika mengatasi perlawanan pasangan India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty. Ganda unggulan kedua ini bermain lebih baik saat bertarung di Impact Arena, Bangkok, Kamis, 14 Januari 2021.

Adaptasi dengan kondisi angin di arena, konsentrasi, cara bermain, dan mengatasi tekanan, sudah jauh lebih baik. Performa Hendra/Ahsan layaknya mereka sebelum vakum akibat pandemi. Memang masih melakukan kesalahan, tetapi relatif sedikit. Berkat performa seperti itu, Hendra/Ahsan menang 21-19, 21-17 dalam waktu 34 menit.

“Hari ini kondisi kami sangat baik, tapi di pertandingan masih banyak melakukan kesalahan sendiri. Semoga besok lebih baik saat melawan Korea Selatan,” sebut Hendra seperti dilansir dari Spbo live.

Menyangkut strategi bermain, Hendra mengakui sempat kecolongan di awal gim. Mereka kalah start duluan. “Tadi di awal gim kami kalah start, jadi mereka ambil inisiatif duluan menyerang. Padahal ini yang kami paling waspadai. Setelah itu kami mencoba bermain dengan pola yang kami siapkan, bagaimana menurunkan bola dulu dan bermain sabar,” terang Hendra.

“Menurut saya, pasangan India ini bagus sekali. Serangannya bagus, smashnya kencang dan cepat. Jadi bagaimana kami bermain untuk meredam mereka tadi,” tambah Hendra.

Di babak perempatfinal, Jumat (15/1), Hendra/Ahsan bakal bersua unggulan ketujuh, Choi Solgyu/Seo Seung-jae (Korea Selatan). Rekor pertemuan adalah 1-0 buat wakil Negeri Ginseng yang terjadi di final Hong Kong Terbuka 2019.

Performa lebih menjajikan juga ditampilkan Anthony Sinisuka Ginting. Pemain berusia 25 tahun ini juga bermain lebih rancak untuk mengantarkannya ke babak delapan besar. Ginting sukses menekuk pemain muda tuan rumah, Kunlavut Vitidsarn, 21-16, 21-19.

“Puji Tuhan hari ini bisa menyelesaikan pertandingan dengan tidak ada kurang satu apapun. Juga bisa menembus perempatfinal,” ujar Ginting.

Di gim pertama saya bisa mengendalikan permainan, pola yang saya mau, berhasil dimainkan. Di gim kedua Kunlavut mulai berani mengambil inisiatif permainan, saya sempat terbawa irama dia. Selain itu, saya juga banyak melakukan kesalahan sendiri. Beruntung di akhir saya bisa lebih siap dan fokus,” cerita Ginting.

Dengan berbekal kemenangan itu, Ginting di babak perempatfinal siap berjibaku dengan Rasmus Gemke asal Denmark. Rekor pertemuan adalah 1-0 untuk Gemke yang mengungguli Ginting pada turnamen All England 2020.

By - Writter

Diskors BWF 12 Tahun, Pemain Indonesia Ini Enggan Banding

Meskipun tidak melakukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), bukan berarti pebulutangkis Putri Sekartaji mengakui dirinya bersalah seperti yang diputuskan oleh Federasi Bulutangkis Dunia (BWF). Dia tetap menolak dihukum karena dirinya hanya menjadi korban.

Diskors BWF 12 Tahun, Pemain Indonesia Ini Enggan Banding

Keputusan Putri ini berbeda dengan dua rekannya, Agripinna Prima Rahmanto Putra dan Mia Mawarti yang memilih mengajukan banding ke Pengadilan CAS. Pada Senin, 11 Januari 2021 mereka bertiga menemui Wakil Sekretaris Jenderal PP PBSI, Edi Sukarno di Pelatnas Bulutangkis, Cipayung, Jakarta Timur. Sebagai warga PBSI, mereka hadir untuk meminta bantuan dan perlindungan kepada induk organisasi tepok bulu yang memayunginya.

Sesuai surat BWF, memori banding ke CAS tersebut berlaku selama 21 hari sejak surat keputusan tersebut diterima PP PBSI per tanggal 5 Januari 2021. Artinya batas akhir banding tersebut tanggal 26 Januari nanti.

“Terus terang, saya ini korban dari perbuatan Hendra Tandjaya. Saya juga tidak bertaruh atau melakukan rekayasa hasil pertandingan seperti yang dituduhkan BWF. Seperti Agri dan Mia, saya juga korban perbuatan Hendra,” beber Putri seperti dilansir dari Joker123.

Oleh BWF, pemain kelahiran Jakarta, 29 April 1995 ini divonis sangat berat. Yaitu, 12 tahun skorsing tidak boleh terlibat di bulutangkis dan ditambah denda sebesar 12.000 dolar AS atau sekitar Rp 170 juta.

Hanya, seperti Mia, dirinya disangkakan melakukan pengaturan skor bulutangkis saat bertanding di turnamen Selandia Baru Terbuka 2017. Ketika berduet bersama Hendra tampil di nomor ganda campuran, dirinya pun tidak tahu kalau sebenarnya Hendra telah berniat melakukan perbuatan yang mencederai sportivitas dengan merekayasa hasil pertandingan.

Saat itu, dirinya tetap bermain sepenuh hati di tengah lapangan. Putri mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya. Sebaliknya, rekannya tersebut sering melakukan kesalahan demi kesalahan yang elementer. Memukul shuttlecock keluar atau nyangkut net.

Selama di Selandia Baru, Putri mengaku menerima uang sebesar Rp14 juta dari Hendra. Dirinya pun tidak berprasangka buruk terhadap partnernya di tengah lapangan itu. Sebab, dia mengira uang dari Hendra yang bertindak sebagai ofisial tersebut adalah uang saku untuknya selama bertanding di Negeri Kiwi tersebut.

Sebelumnya saat Putri tampil di nomor ganda putri bersama Mia, Hendra yang berperan sebagai ofisial malah bertindak lebih konyol lagi. Hendra meminta wasit menghentikan pertandingan. Alasannya Mia cedera dan tak bisa meneruskan pertandingan. Padahal Mia menyebut dirinya fit dan tidak cedera.

“Ternyata, dalam chat di handphone Hendra yang kemudian disita BWF, uang yang saya terima tersebut dianggap BWF sebagai uang hasil taruhan. Padahal, terus terang saya tidak tahu menahu dengan Hendra yang melakukan judi atau pengaturan hasil pertandingan. Inilah yang membuat BWF menghukum berat saya,” sebut pebulutangkis berusia 25 tahun ini.

Laga Pembuka Thailand Open Tak Mudah Bagi Pemain Indonesia
By - Writter

Laga Pembuka Thailand Open Tak Mudah Bagi Pemain Indonesia

Selalu tidak mudah di partai pembuka. Nasib itu dialami pebulutangkis Indonesia yang kembali bertarung di turnamen Yonex Thailand Terbuka 2021 setelah vakum sejak Maret tahun silam dari kompetisi, menyusul pandemi Covid-19 yang melanda di banyak negara.

Tak heran, penampilan para pemain Skuad Garuda di Impact Arena, Bangkok, Selasa, 12 Januari, belum in betul. Apalagi, turnamen berhadiah total 1 juta dolar AS ini juga merupakan kalender pembuka BWF di tahun ini.

Mereka sepertinya membutuhkan adaptasi yang lebih cepat lagi setelah absen sekitar 10 bulan dari pertandingan. Baik yang lolos ke babak kedua atau yang terganjal di partai perdana, langkahnya selalu tidak mudah saat mereka melakoni pertandingan perdana.

“Memang sudah lama pemain tidak bertanding, tetapi bukan ini yang menjadi kendala. Pemain belum cepat berdaptasi dengan lapangan yang berpendingin ruangan dan ada hembusan angin. Hal ini yang membuat permainan mereka belum maksimal di babak pembuka, baik yang kalah maupun menang. Kita berharap, besok mereka bisa lebih in dan lebih lepas mainnya,” tutur Kabid Binpres PP PBSI, Rionny Mainaky seperti dilansir dari klikwin88.

Perlu penyesuaian itu terlihat pada kekalahan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaya. Mereka belum bisa langsung in ketika memulai pertandingan. Dampaknya mereka dijegal Satwiksairaj Rankireddy/Ashwini Ponnappa (India), 11-21, 29-27, 16-21.

“Untuk gim pertama tadi, kita kalah start. Pola kita terserang terus karena lebih banyak bertahan. Faktor kalah angin dan menang angin juga sangat berpengaruh. Gim kedua, kami ubah dan beruntung bisa mengejar poin dan menang. Sayang di gim ketiga kami sudah ketinggalan,” kata Gloria.

Sementara itu Hafiz Faizal mengatakan meraka mengawali pertandingan dengan lambat. Situasi membaik di game kedua. Namun situasi justu kembali memburuk di set penentuan.

“Kami main terlalu pelan, startnya lambat di gim pertama. Masuk lapangan seperti masih mencari-cari bentuk permainan, masih meraba-raba. Pada gim kedua sudah mulai menemukan pola, kami main lebih baik, lebih nyerang tapi di gim ketiga balik lagi seperti di gim pertama. Kalah start, mainnya lambat lagi,” timpal Hafiz.

Kekalahan juga diderita Gregoria Mariska Tunjung. Pemain berusia 21 tahun ini takluk kepada Sung Ji-hyun asal Korea Selatan. Meski menang 21-15 di gim pertama, Jorji, sapaan akrab Gregoria, gagal mempertahankan konsistensi permainan dan kalah 15-21 dan 14-21 pada dua gim selanjutnya.

“Sebetulnya tidak begitu susah. Cuma tadi saya masih kurang tenang dan banyak melakukan kesalahan sendiri,” ucap Jorji, sapaan akrab Gregoria.

yonex thailand
By - Writter

Thailand Open Dimulai, Rionny: Pemain Sudah Siap Tempur

Pebulutangkis Indonesia menyatakan siap tempur untuk berlaga di turnamen Yonex Thailand Terbuka 2021 yang mulai berlangsung di Impact Arena, Bangkok, Selasa, 12 Januari, hari ini. Adaptasi yang berjalan mulus dan semangat pemain untuk kembali bertanding, menjadi modal utama demi merebut sukses di turnamen yang masuk kategori super 1000 tersebut.

“Para pemain sudah siap tempur. Mereka seperti sudah tidak sabar untuk bertanding kembali setelah sejak Maret tahun lalu vakum tidak bertanding. Anak-anak juga dalam kondisi baik tidak ada yang sakit,” ujar Rionny Mainaky, Kabid Binpres PP PBSI seperti dilansir dari dewapoker sports.

Turnamen Yonex Thailand Terbuka 2021 merupakan salah satu dari tiga ajang yang bakal berlangsung simultan di Ibukota Negeri Gajah Putih itu. Kejuaraan pembuka tahun 2021 dan berkategori BWF Super 1000 ini dihelat pada 12-17 Januari.

Sepekan selanjutnya dengan level yang sama berlangsung turnamen Toyota Thailand Terbuka (19-24 Januari). Selain itu, bagi delapan pemain atau pasangan terbaik akan melanjutkan bertarung di Final BWF World Tour 2020 (27-31 Januari).

Sebagai persiapan terakhir, Skuad Garuda hari Senin siang menjalani latihan terakhir di arena yang akan menjadi tempat berlaga. Meskipun hanya 75 menit, pemain menunjukkan semangat dan antusias untuk menghadapi kejuaraan.

“Siang ini latihan lagi di main hall utuk adaptasi lapangan, antisipasi arah angin, dan kondisi lapangan. Semua siap untuk menunjukkan performa terbaik,” tambah Rionny, yang merangkap pelatih tunggal putri.

Sebagai bagian dari upaya menjaga pemain dari pandemi Covid-19, setelah berlatih, pemain kembali menjalani swab test PCR. Ini merupakan tes usap ketiga sejak kedatangan mereka di Bangkok tanggal 4 Januari silam.

Dituturkan oleh Manajer Tim Aryono Miranat, dirinya melihat para pemain sudah tidak sabar mengayun raket. Pemain seperti rindu untuk berlaga kembali.

“Saya lihat ada semangat dari para pemain. Semoga hasilnya nanti juga memuaskan,” tegas Aryono yang juga asisten pelatih ganda putra ini.

Para pemain seperti Jonatan Christie dan Ribka Sugiarto pun menyebut ingin menampilkan performa terbaiknya. Apalagi sudah lama tidak berkompetisi.

“Karena ini pertandingan resmi lagi setelah sembilan bulan tidak tanding, pastinya yang pertama harus tampil berani dan percaya dirinya juga harus ditingkatkan,” ujar Jojo.

Sedangkan Ribka menyebut, persoalan adaptasi di tengah lapangan dengan adanya hembusan angin harus segera diatasi. “Insya Allah lancar, cuma mungkin masih adaptasi dengan hembusan anginnya saja,” kata Ribka, pemain ganda putri.

Sayang dari hasil undian di ganda putra, dua pasangan Indonesia harus bertemu di babak awal.

Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan bersua juniornya Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan. Setali tiga uang, Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana ditantang kompatriotnya, Daniel Marthin/Leo Rollycarnando.

skuad garuda - bulutangkis
By - Writter

Kisah Skuad Garuda Latihan Perdana di Arena Thailand Open

Skuad Garuda memulai latihan perdana di tempat yang bakal menjadi arena pertarungan pebulutangkis terbaik pada tiga turnamen Leg Asia yang berlangsung di Bangkok, Thailand. Dipimpin Kabid Binpres PP PBSI Rionny Mainaky, sebanyak 27 pemain terbaik Merah-Putih menjalani proses adaptasi dengan Impact Arena, Minggu, 10 Januari 2021 pagi.

“Latihan pertama di arena pertandingan ini kita gunakan sebagai proses adaptasi bagi pemain. Maklum, latihan sebelum-sebelumnya hanya di tempat latihan. Kondisi para pemain juga baik dan latihan bisa jalan dengan baik. Konsentrasi anak anak pun lumayan baik,” sebut Rionny seperti dilansir dari Sbobetmobile.

Seperti selama tinggal di hotel dan tempat latihan sebelumnya, protokol kesehatan yang diterapkan panitia tetap harus dijalani para pemain saat berada di Impact Arena. Mulai dari cek suhu, cuci tangan, bermasker, dan menjaga jarak.

“Pesan panitia jelas, tidak boleh berkeliaran hingga sampai hall dan masuk lapangan. Selesai latihan pun kita harus langsung naik bis balik hotel. Kita juga dilarang berinteraksi dengan tim dari negara lain,” kata Rionny.

Selama latihan sesi pagi, tim Indonesia bisa menggunakan tiga lapangan di arena pertandingan. Selain itu juga disediakan dua lapangan di tempat latihan. Latihan dimulai pukul 09.00 waktu setempat. Latihan sesi kedua berlangsung di tempat latihan pada sore hari mulai pukul 14.30.

Menurut Tim Manajer Aryono Miranat, kondisi lapangan berangin karena menggunakan pengatur suhu ruangan. “Diharapkan para pemain bisa segera beradaptasi dengan lapangan, terutama arah angin dan juga shuttlecock yang akan digunakan dalam pertandingan nanti,” ujar Aryono.

“Seperti di negara lain, selalu kendalanya paling angin saja sih. Tetapi semuanya tetap masih normal,” komentar Hendra Setiawan, pemain ganda putra.

Selama 75 menit berlatih, semua pemain antusias dan bersemangat. Tampak Anthony Sinisuka Ginting bertanding melawan rekannya, Jonatan Christie dan Shesar Hiren Rhustavito. Hal serupa dijalani pemain tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung dan Ruselli Hartawan.

Di lapangan lain, para pemain ganda putra juga bergairah menjajal lapangan. Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan bertanding menghadapi kompatriotnya, Muhammad Rian Ardianto/Fajar Alfian. Sempat juga digelar latihan Rian/Fajar dikeroyok Muhammad Shohibul Fikri, Bagas Maulana, dan Pramudya Kusumawardana.

“Kita mencoba tempat pertandingan, sekaligus untuk mengetahui arah angin. Mana lapangan yang menang dan yang kalah angin. Ini untuk adaptasi. Karena ada lima pasangan, kalau main dua lawan dua terus, ada pasangan yang tidak main. Jadi variasi dua lawan tiga. Semua pemain bisa mencoba bermain di tempat pertandingan,” tutur kepala pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi.

Scott McTominay Antar Man United ke Putaran Empat Piala FA
By - Writter

Scott McTominay Antar Man United ke Putaran Empat Piala FA

Manchester United berhasil memetik kemenangan di putaran ketiga Piala FA. Setan Merah sukses menyingkirkan Watford di Stadion Old Trafford pada Minggu, 10 Januari 2021 dini hari WIB. United menang satu gol tanpa balas berkat gol tunggal Scott McTominay.

Gol Tominay yang terjadi melalui sundulan kepala itu akhirnya meloloskan United ke putaran keempat. Setan Merah menyusul langkah sejumlah kontestan seperti Arsenal, Everton, Leicester City, dan Liverpool.

Gol semata wayang tuan rumah terjadi di awal pertandingan, tepatnya di menit kelima. Gol ini berawal dari uman Alex Telles yang dilanjutkan dengan tandukan mematikan oleh McTominay.

Menorehkan gol penting itu membuat McTominay banjir pujian. Salah satunya datang dari sang pelatih, Ole Gunnar Solskjaer.

“Scott menjalani musim yang sangat baik. Dia menjadi lebih-lebih berbahaya. Kita tahu, dia bisa menjadi pemain tengah box-to-box,” beber Solskjaer.

“Dia seharusnya bisa mencetak lebih banyak di saat set-play sebelum ini karena dia merupakan monster. Saya sangat senang dia mencetak gol,” sambungnya.

Salah satu keunggulan pemain berposisi gelandang itu adalah kemampuan fisiknya. Pelatih asal Norwegia itu menilai pemain berusia 24 tahun itu memiliki keunggulan fisik.

“Scott adalah salah satu dari dua pemain yang tak pernah berhenti berlari. Mereka lari, lari, dan terus lari. Kami tahu bahwa ini akan menjadi laga yang menuntuk kebugaran dan fisik. Ini adalah penampilan yang luar biasa.”

Dalam bahasanya, Solskjar menyebut Scott sebagai seorang monster dalam hal fisik. Hal ini dikarenakan kemampuan fisik pemain tersebut yang sangat prima.

“Scott adalah monster dalam hal fisik. Dia melakukan semua pekerjaannya setiap hari. Dia tidak pernah mengabaikan apapun dan kini mendapatkan hadiahnya,” tegasnya.

Selain itu, Solskjaer yakin pemain tersebut bisa semakin berkembang. Potensi yang dimilikinya membuatnya bisa ikut berkontribusi saat menyerang, demikian dilansir dari SBOmobile sports.

“McTominay seharusnya mencetak lebih banyak pada set-play sebelumnya karena dia adalah manusia monster. Saya sangat senang dia mendapatkan gol itu,” pungkasnya.

Susunan Pemain Manchester United versus Watford:

Manchester United (4-2-3-1): Dean Henderson; Brandon Williams, Axel Tuanzebe, Eric Bailly [45′ Maguire], Alex Telles; Scott McTominay, Donny van de Beek; Daniel James [69′ Rashford], Juan Mata, Jesse Lingard [80′ Matic]; Mason Greenwood [69′ Martial].

Pelatih: Ole Gunnar Solskjaer

Watford (4-4-2): Daniel Bachmann; Marc Navarro, Francisco Sierralta, William Troost-Ekong [76′ Wilmot], Adam Masina [58 Ngakia]; Philip Zinckernagel [76′ Hungbo], Nathaniel Chalobah [85′ Philippe], Will Hughes, Ismaila Sarr [48′ Sema]; Joao Pedro, Andre Gray.

Pelatih: Xisco Munoz

tim bulutangkis indonesia - thailand
By - Writter

Di Tengah Protokol Ketat, Begini Cara Pebulutangkis Indonesia Atasi Kejenuhan

Para pebulutangkis Indonesia yang tengah mengikuti tiga turnamen secara beruntun di Bangkok, Thailand hingga akhir Januari, sudah mengantisipasi soal kejenuhan. Maklum selama sebulan mereka harus tinggal di “gelembung” yang membatasi aktivitasnya.

Ternyata begitu banyak cara yang dilakukan pemain Skuad Garuda selama tinggal hampir sepekan di Ibukota Negeri Gajah Putih tersebut. Apalagi sesuai aturan panitia setempat, untuk memutus rantai penularan pandemi Covid-19, para pemain hanya tinggal sendirian di kamar.

Dengan kondisi seperti ini, pemain dituntut harus pintar-pintar mencari kesibukan sendiri di kamar. Hal ini dilakukan untuk membuang kejenuhan dan kebosanan yang bakal menghinggapi.

Sejak kedatangan di Bangkok, Senin, 4 Januari silam, kegiatan para pemain bisa dibilang lebih banyak tinggal di kamar Hotel Novotel Bangkok Impact, tempat menginap. Mereka juga dilarang ke luar arena yang sudah ditentukan. Sementara jadwal latihan pun terbatas dan berlangsung singkat.

“Mau tidak mau pemain harus mencari kegiatan sendiri agar tidak bosan dan jenuh, selama sendirian di kamarnya masing-masing,” sebut Bambang Roedyanto, Kabid Luar Negeri PP PBSI, seperti dilansir dari berita maxbet338.

Selama berada di kamar, pemain seperti Fajar Alfian memilih kegiatan yang santai dan tidak menguras fisik. Dia misalnya memilih membaca buku. Selain itu, dia juga bisa nonton youtube atau melakukan panggilan video dengan keluarga dan teman di Tanah Air.

Uniknya, buku yang dibaca bukan novel atau komik. “Buku yang saya baca itu buku menu makanan. Hahaha,” sebut Fajar.

Partner Fajar di lapangan, Muhammad Rian Ardianto, menyebutkan bahwa pada waktu hari pertama, dia menghabiskan karantina dengan latihan ringan di kamar. Untuk membunuh kebosanan, dia juga bermain game online dan nonton film lewat saluran netflix.

“Di hari berikutnya rasanya tidak terlalu jenuh, karena sudah menjalani latihan dua kali dalam satu hari. Seusai latihan, paling saya hanya sebentar bermain game atau nonton, sisanya untuk makan dan istirahat,” cerita Rian.

Pemain tunggal putri, Gregoria Mariska Tunjung, selama di Bangkok, dia menyebut tak ubahnya tinggal di asrama Pelatnas Cipayung. Setelah latihan, dia lebih banyak menghabiskan waktu di kamar dengan menonton televisi. Apalagi, di saluran televisi di kamarnya, begitu banyak tayangan film bagus.

“Karena kita mendapat dua sesi latihan pagi dan sore hari, setelah itu benar-benar bebas sampai malam. Jadi tidak banyak waktu juga untuk beraktivitas karena harus istirahat. Apa yang saya jalani ini sebetulnya kurang lebih hampir sama seperti di asrama,” kata Gregoria.

Tim Indonesia Bebas Corona dan Siap Tampil di Thailand Open
By - Writter

Tim Indonesia Bebas Corona dan Siap Tampil di Thailand Open

Thailand Open 2020 BWF World Tour Super 1000 tak lama lagi akan digelar. Bukan cuma para peserta, panitia pelaksana juga sudah memersiapkan segala sesuatunya dengan sangat maksimal, terutama soal protokol kesehatan.

Seri Asia 2020 ini diketahui menerapkan sistem gelembung dan setiap romongan yang ambil bagian, harus lebih dulu menjalani karantina. Hingga saat ini, sebanyak 824 pihak yang terlibat, termasuk 216 atlet di dalamnya, dinyatakan bebas dari Korona dan siap berlaga.

“Seri Asia di Bangkok, yang akan dimulai pekan depan, menerima peningkatan dengan semua 824 peserta dalam gelembung karantina Zona Hijau dan dinyatakan negatif untuk COVID-19. Zona Hijau terdiri dari pemain dan rombongannya serta semua pemangku kepentingan yang bersentuhan langsung dengan mereka, seperti wasit, hakim garis, personel dari BWF, Asosiasi Bulutangkis Thailand, staf medis dan kru produksi TV,” tulis pernyataan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) seperti dilansir dari Pragmatic Play.

Lebih lanjut pihak Federasi Bulutangkis Dunia itu mengatakan pihaknya meminta semua pesreta untuk tetap menyerahkan hasil tes negatif di masing-masing negara sebelum berangkat ke Bangkok.

“Semua peserta Zona Hijau internasional diminta untuk tetap menyerahkan hasil tes negatif di negara mereka sendiri sebelum berangkat ke Bangkok dan kemudian diuji lagi di Bangkok saat masuk ke karantina hotel,” sambung BWF.

Diketahui, tim bulutangkis Indonesia sendiri sudah menjalani sesi latihan di kompleks Impact Arena. Setiap aktivitas yang dilakukan, tak pernah luput dari protokol kesehatan yang sangat ketat.

“Pemain sekarang diizinkan untuk berlatih di bawah protokol keamanan dan kesehatan yang ketat. Tindakan karantina akan diberlakukan selama periode observasi wajib 14 hari, termasuk selama pementasan YONEX Thailand Open. Tes COVID-19 yang lebih rutin akan diikuti dengan protokol keamanan yang ketat untuk tetap berlaku hingga akhir Seri Asia.”

Manajer Tim Indonesia, Aryono Miranat menilai penerapan protokol kesehatan oleh panitia pelaksana terasa berlebihan, namun rupanya tidak lantas menyurutkan semangat kompetisi Hendra Setiawan dkk.

“Anak-anak semua dalam kondisi baik. Meskipun begitu, di tengah penerapan sejumlah aturan protokol kesehatan yang menurut saya terasa berlebihan, saya lihat para pemain begitu semangat. Ini nilai positifnya. Memang seperti terlihat aneh. Tetapi panitia rupanya benar-benar mau menjaga kesehatan dan keselamatan semua pemain dari virus Covid-19,” beber Aryono.

Sementara itu Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rionnya Mainaky mengatakan bahwa tiga turnamen seri Asia 2020 yang bakal berlangsung di Bangkok, Thailand mulai 12 hingga 31 Januari 2021 ini, bakal menjadi ajang tolok ukur bagi para pebulutangkis Indonesia.

“Sekarang di setiap turnamen diwajibkan untuk karantina, jadi di dua turnamen di Thailand ini ada yang mau kami lihat secara keseluruhan,” beber Rionny Mainaky.