Informasi Dunia Olah Raga Indonesia & Mancanegara Aktual Terpercaya
  • Sports Award - 2019

    Number #1 Sports News
  • Global Certificate

    ISO 9001:2019
  • Award Winning

    Berita Olah Raga Terbaik 2019
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti
By - Writter

Tekuk Pasangan Junior, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti ke Final

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti berhasil melaju ke babak final Mola TV PBSI usai menaklukkan Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso dalam dua game langsung, 21-17, 21-17. Pertandingan semifinal berlangsung pagi ini di Pelatnas PBSI Cipayung.

Mengontrol ritme permainan di poin-poin akhir menjadi kunci kemenangan Praveen/Melati, sebaliknya Adnan/Mychelle masih belum bisa stabil mempertahankan keunggulan mereka. Adnan/Mychelle sering unggul di perolehan angka, tapi mereka akhirnya harus menyerah dari Praveen/Melati.

“Kami sudah tahu Adnan/Mychelle ini junior yang bisa tembus ke papan atas, pola mainnya menarik dan bagus, cepat. Mereka curi start dengan permainan cepat, tapi di pertengahan game pertama kami bisa antisipasi, kami bawa mereka ke permainan kami,” beber Praveen seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Senada dengan Praveen, Melati juga memuji penampilan Adnan/Mychelle yang merupakan junior mereka di pelatnas. Namun Melati juga menggarisbawahi hal yang mesti ditingkatkan oleh Adnan/Mychelle.

“Mereka mainnya rapi tapi masih banyak mati sendirinya. Sedangkan kami tadi unggul di poin-poin kritis, kami bisa ambil di situ,” ungkap Melati.

Laga semifinal di pool bawah mempertemukan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dengan Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow. Pemenang dari pertandingan ini akan berjumpa dengan Praveen/Melati di partai puncak.

“Dua-duanya punya potensi bagus, rangking mereka juga lumayan. Tapi kami sudah siapkan semua” ungkap Praveen soal laga final, seperti lansiran berita NOVA88 News.

Sebelumnya Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti melaju ke semifinal usai melewatkan pertandingan tiga game melawan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja. Juara all England ini menang dengan skor 15-21, 21-19, 21-18.

Praveen/Melati yang merupakan unggulan pertama, sempat kehilangan game pertama karena kalah start. Mereka banyak melakukan kesalahan-kesalahan sendiri dan ini bisa dimanfaatkan oleh Hafiz/Gloria.

“Di awal, kami tidak bisa langsung in ke permainan, jadi banyak ketekan terus oleh lawan. Selain itu banyak kesalahan-kesalahan yang seharusnya tidak kami lakukan,” ujar Praveen setelah pertandingan.

“Di perempat final ini lawannya lebih berat, Hafiz/Gloria sepantaran dengan kami. Kalau soal main memang lebih enak main tadi pagi, seperti Jordan bilang tadi, kami nggak bisa langsung in di awal permainan. Di game kedua baru dapat mainnya,” tandas Melati.

Sementara itu Praveen mengapresiasi kinjera Hafiz dan Gloria yang disebut sebagai pasangan yang ulet. Selain itu keduanya juga tidak mudah mati dan memiliki pertahanan yang bagus.

“Hafiz/Gloria adalah pasangan yang ulet, nggak gampang mati, pertahanan mereka bagus. Menghadapi mereka harus siap capek, siap reli panjang,” puji Praveen.

adnan Maulana - Mychelle Crhystine
By - Writter

Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Rebut Posisi Tiga PBSI Home Tournament

Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso menjadi juara ketiga ganda campuran Mola TV PBSI Home Tournament setelah mengalahkan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dengan rubber game, 21-15, 14-21, 22-20.

Seperti sudah diprediksi, duel kedua pasangan berlangsung begitu seru, Adnan/Mychelle yang unggul jauh di game pertama, mendapat perlawanan sengit di game kedua dari Rinov/Pitha. Di game ketiga, pertarungan berlangsung sengit hingga berakhir adu setting yang dimenangkan Adnan/Mychelle.

“Kami mainnya lebih yakin, waktu kedudukan 20-18 itu kami masih terlalu santai. Jadi waktu 20-20, kami lebih yakin lagi dan bisa menutup game,” beber Adnan seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Adnan/Mychelle mengaku puas dengan capaian mereka di posisi ketiga pada turnamen ini. Di perebutan juara ketiga, Adnan/Mychelle menundukkan Rinov/Pitha yang lebih diunggulkan.

“Waktu masuk lapangan harus langsung in dan nggak boleh lihat rangking lagi. Kalau ditanya puas atau tidak, ya 50-50, kami puas dengan hasil juara ketiga. Tapi kami masih harus banyak belajar terutama dari fokus dan mainnya yang harus lebih safe,” jelas Mychelle.

Mychelle menambahkan bahwa di pertandingan kali ini, ia kesulitan mendapat bola di area depan net. Rinov/Pitha sepertinya telah membaca pola permainan Adnan/Mychelle dan tahu ke mana harus mengarahkan bola di saat yang tepat.

“Tadi agak kagok juga karena saya nggak dapat bola di depan. Lawan sudah jagain banget soalnya, karena sudah sama-sama tahu ya,” tutur Mychelle.

Sementara itu, mengevaluasi penampilannya sepanjang turnamen ini, Adnan mengatakan bahwa ia harus bisa lebih stabil menjaga fokusnya.

“Buat saya, jaga fokus yang paling penting. Kalau sudah melakukan kesalahan juga jangan sampai down, jangan terlalu dipikirkan,” tegas Adnan.

Adnan/Michelle gagal ke final setelah ditaklukkan unggulan pertama Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Adnan Maulana/Mychelle menyerah dalam dua game langsung, 21-17, 21-17.

Mengontrol ritme permainan di poin-poin akhir menjadi kunci kemenangan Praveen/Melati, sebaliknya Adnan/Mychelle masih belum bisa stabil mempertahankan keunggulan mereka. Adnan/Mychelle sering unggul di perolehan angka, tapi mereka akhirnya harus menyerah dari Praveen/Melati.

“Kami sudah tahu Adnan/Mychelle ini junior yang bisa tembus ke papan atas, pola mainnya menarik dan bagus, cepat. Mereka curi start dengan permainan cepat, tapi di pertengahan game pertama kami bisa antisipasi, kami bawa mereka ke permainan kami,” beber Praveen usai menundukkan Adnan/Mychelle, seperti dilansir dari NOVA88 News.

Senada dengan Praveen, Melati juga memuji penampilan Adnan/Mychelle yang merupakan junior mereka di pelatnas. Namun Melati juga menggarisbawahi hal yang mesti ditingkatkan oleh Adnan/Mychelle.

By - Writter

Hafiz Faizal/Gloria Widjaja Masih Terlalu Tangguh Bagi Pasangan Junior

Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja tundukkan junior mereka, Teges Satriaji Cahyo Utomo/Indah Cahya Sari Jamil, dalam laga penyisihan grup D Mola TV PBSI Home Tournament. Sempat sengit di awal game pertama, Hafiz/Gloria akhirnya menang dua game langsung dengan skor 21-15, 21-10.

Setelah lama absen tanding, Hafiz/Gloria sempat canggung di awal pertandingan tadi. Namun mereka terus berkomunikasi untuk meningkatkan performa mereka di lapangan.

“Kalau strategi, sebetulnya sama saja seperti biasa di pertandingan. Tapi karena sudah lama tidak bertanding, jadi tadi diingat-ingat lagi kebiasaan-kebiasaan kami di lapangan. Kami juga sudah komunikasi untuk lebih siap dan jagain lagi di depan dan belakangnya, pokoknya bagaimana caranya kembalikan momen lagi di saat pertandingan,” beber Gloria usai laga.

Lebih lanjut pemain jangkung ini mengatakan sempat merasa aneh setelah lama tak bertanding. Ditambah lagi lawan yang harus dihadapi adalah rekan sendiri. Namun demikian keduanya berangsur-angsur bisa beradaptasi dengan keadaan.

“Awalnya merasa aneh karena baru kembali bertanding, lawannya teman sendiri, nggak ada penonton, dan lawan didampingi pelatih kami juga. Tapi lama-lama kami mulai terbiasa,” sambung Gloria.

Sementara itu Hafiz mengomentari terkait performa junior mereka. Menurutnya performa Teges dan Indah belum konsisten. Hal inilah yang dimanfaatkan Hafiz dan Gloria untuk mencuri poin.

“Teges/Indah masih belum konsisten menerapkan pola main mereka, sebetulnya mereka punya pola yang bagus, tapi mereka belum bisa tahan di pola itu. Kami banyak manfaatkan celah ini tadi,” ungkap Hafiz.

Unggulan pertama Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti mengatakan bahwa Hafiz/Gloria akan menjadi lawan terberat mereka di turnamen ini. Hafiz/Gloria pun mengatakan hal yang sama.

“Kami juga sama, Praveen/Melati adalah lawan terberat kami. Kami sudah sering ketemu dan hasilnya menang-kalah. Sebetulnya yang menentukan itu kesiapan di lapangan,” jawab Hafiz.

Dari lansiran berita Joker123 news, Gloria mengatakan pasangan Praveen dan melati sedang bagus. Namun demikian Gloria mengatakan segala sesuatu bisa saja terjadi di lapangan pertandingan.

“Mereka lebih diunggulkan, penampilan mereka pun sedang bagus. Tapi kita tidak pernah tahu apa yang terjadi di pertandingan, apa pun bisa terjadi,” ungkap Gloria.

Mola TV PBSI Home Tournament sesi sore akan dimainkan hari ini mulai pukul 15.00 WIB. Berikut daftar pertandingan selengkapnya:

Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati vs Ghifari Anandaffa Prihardika/Angelica Wiratama

Zacharia Josiahno Sumanti/Hediana Julimarbela vs Muhammad Yusuf Maulana/Lanny Tria Mayasari

Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow vs Teges Satriaji Cahyo Utomo/Indah Cahya Sari Jamil

Mola TV PBSI Home Tournament
By - Writter

Jawara All England Jadi Unggulan Pertama di PBSI Home Tournament

Mola TV PBSI Home Tournament di pekan kedua bakal menyajikan pertandingan sektor ganda campuran pelatnas PBSI. Berbeda dengan tim ganda putra yang telah diselenggarakan pekan ini, tim ganda campuran akan mempertandingkan sesama pemain pelatnas dengan pasangan tetapnya.

Praveen Jordan akan berduet dengan Melati Daeva Oktavianti dan menjadi favorit untuk memenangkan kompetisi ini. Jika melihat kekuatan di atas kertas dan hasil yang diraih keduannya, Praveen/Melati yang kini duduk di peringkat empat dunia, memang punya kans besar untuk merebut posisi teratas.

Akan tetapi, Praveen/Melati  yang merupakan pasangan juara All England, harus waspada dengan perlawanan rekan-rekan satu timnya. Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang dijagokan di posisi kedua, bukanlah lawan mudah buat Praveen/Melati. Begitu pula pemain-pemain muda seperti Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso atau pasangan junior Teges Satriaji Cahyo Hutomo/Indah Cahya Sari Jamil yang mungkin saja membuat kejutan.

Hal inilah yang melatarbelakangi kenapa pasangan di sektor ganda campuran tidak diacak seperti di sektor ganda putra.

“Kekuatan di ganda campuran cukup merata, masih banyak kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Pemain-pemain muda pun punya kesempatan untuk bisa mengalahkan yang di atas mereka peringkatnya, misalnya Teges/Indah, bukan berarti mereka tidak bisa mengalahkan yang lebih senior, mungkin saja,” kata Susy Susanti, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

“Praveen/Melati memang yang terbaik saat ini, tetapi ini bisa jadi ujian buat mereka. Apakah mereka jadi yang paling diunggulkan, lawannya teman sendiri, tetap bisa konsisten? Turnamen ini bisa jadi ajang ukur kemampuan buat Praveen/Melati, mereka harus latihan lebih keras, ditambah fokusnya dan yang penting konsisten, apakah mereka bisa melewati tantangan dari teman-teman sendiri?” lanjut Susy.

Sebanyak sebelas ganda campuran akan bertarung selama tiga hari, mulai Rabu (1/7) mendatang. Sebelas pasangan terbagi menjadi empat grup berdasarkan peringkat dunia masing-masing, dua pasangan terbaik dari tiap grup berhak untuk lolos ke perempat final.

Di perempat final, calon lawan para juara grup akan diundi lagi. Mereka yang sudah bertemu di penyisihan grup, bisa saja berjumpa lagi dengan lawan yang sama di perempat final, demikian dilansir dari NOVA88 sportsnews.

Berikut hasil undian ganda campuran Mola TV PBSI Home Tournament:

Grup A

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti

Andika Ramadiansyah/Marsheilla Gischa Islami

Grup B

Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso

Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati

Ghifari Anandaffa Prihardika/Angelica Wiratama

Grup C

Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari

Zacharia Josiahno Sumanti/Hediana Julimarbela

Muhammad Yusuf Maulana/Lanny Tria Mayasari

Grup D

Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja

Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow

Teges Satriaji Cahyo Hutomo/Indah Cahya Sari Jamil

Rian Ardianto/Daniel Marthin
By - Writter

Rian Ardianto/Daniel Marthin Finis di Posisi Tiga PBSI Home Tournament

Muhammad Rian Ardianto/Daniel Marthin berhasil menjadi juara III ganda putra Mola TV PBSI Home Tournament. Di laga kelima pagi ini, Rian/Daniel merebut kemenangan straight game atas Mohammad Ahsan/Leo Rolly Carnando dengan skor 21-19, 21-12.

Rian/Daniel merebut total tiga kemenangan dari total lima pertandingan. Sebagai sesama pemain belakang, di turnamen ini Rian/Daniel banyak mengasah pengalaman mereka untuk lebih aktif di depan net.

“Banyak pelajaran yang kami ambil, jadi pemain belakang atau depan itu ada plus-minusnya. Karena saya sudah biasa jadi pemain belakang, nggak begitu sering cari umpan, sekarang betul-betul berpikir cari cara untuk partner saya bisa menyerang,” beber Rian seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Sementara itu Daniel mengatakan di laga kali ini mereka harus menghadapi lawan yang bermain lob panjang. Situasi ini diakui justru menguntungkan mereka.

“Di awal permainan, lawan banyak main no lob panjang dan mereka dapat banyak poin dari permainan ini. Jadi kami coba cari peluang dengan ubah main ke no lob pendek dulu,” tambah Daniel.

Meskipun baru dipasangkan dan sama-sama berstatus smasher, namun duet Rian/Daniel di Mola TV PBSI Home Tournament ini tidaklah jelek. Keduanya membuktikan bahwa dua kekalahan di awal bisa dijadikan bahan introspeksi diri dan mereka pun bisa menjalankan instruksi pelatih.

“Daniel bermain cukup baik selama turnamen ini, yang perlu ditambahkan adalah sebagai pemain belakang, coba lebih inisiatif di permainan depan, jadi bisa cover di area depan juga. Saya juga masih terus belajar di bagian ini,” ungkap Rian memberikan evaluasi terhadap permainan mereka.

Sebagaimana diketahui dua dari tiga kemenangan Rian/Daniel di antaranya diraih atas Hendra Setiawan/Pramudya Kusumawardana Riyanto. Rian/Daniel membungkam lawannya itu dengan skor 21-12, 21-7.

Pasangan lainnya yang mereka kalahkan adalah Marcus Fernaldi Gideon/Muhammad Shohibul Fikri, lewat duel tiga game dengan skor 20-22, 21-19, 21-12.

“Sore ini kami mainnya lebih percaya diri, karena pagi tadi kami bisa menang untuk pertama kalinya. Lawan kami sore ini mainnya bagus, mereka tampil nothing to lose dan kami banyak mati sendiri di akhir game pertama,” beber Rian usai mengalahkan Marcus/Shohubul Fikri, dilansir dari SBOBET Indonesia.

Rian/Daniel yang merupakan sesama pemain belakang, mulai banyak inisiatif untuk lebih berani di depan net, seperti yang diinstruksikan oleh sang pelatih, Herry Iman Pierngadi. Pasangan senior-junior ini pun lebih percaya diri di lapangan karena bisa menerapkan pola main yang tepat untuk mereka.

By - Writter

Fajar Alfian Ungkap Kunci Kemenangan di Laga Pertama PBSI Home Tournament

Fajar Alfian/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan membeberkan kunci kemenangan mereka di pertandingan pertama Mola TV PBSI Home Tournament. Mereka berhasil mengunci perlawanan Muhammad Rian Ardianto/Daniel Marthin dalam dua game langsung dengan skor 21-15, 21-17.

Posisi Rian/Daniel yang merupakan sesama ‘tukang gebuk’ dimanfaatkan oleh Fajar/Yeremia. Fajar mengatakan ia selalu berupaya mengungguli permainan depan dan mengecoh permainan Rian/Daniel.

“Kami unggul di permainan net, bagaimana caranya saya harus cari cara supaya Yeremia bisa smash, karena power-nya dia kuat. Sedangkan Rian/Daniel sama-sama pemain belakang, tidak ada yang mengatur permainan mereka, tadi seperti sama-sama ingin ke area belakang lapangan dan bola depannya kurang siap,” beber Fajar seperti dilansir dari berita NOVA88.

Sementara itu Yeremia mengatakan kekalahan di game pertama membuat mereka tersentak. Keduanya pun berbalik menekan di game kedua. Hal ini membuat mereka mampu mengunci game kedua dan akhirnya mampu mempertahankan tren positif di game ketiga hingga mampu memenangi pertandingan.

“Setelah kalah di game pertama, lawan sepertinya tidak bisa keluar dari tekanan di game kedua. Jadi kami bisa menang straight game,” tambah Yeremia.

Namun Fajar/Yeremia mengakui bahwa Rian/Daniel punya power dan serangan yang kencang. Sejak awal permainan, Fajar/Yeremia sudah mewaspadai hal ini.

“Power mereka memang kuat, tapi karena kondisi bola yang kencang, sepertinya Rian/Daniel kurang bebas mau main bertahan,” lanjut Fajar.

Sementara itu duel antara Marcus Fernaldi Gideon/Muhammad Shohibul Fikri melawan Mohammad Ahsan/Leo Rolly Carnando akhirnya dimenangkan oleh Marcus/Fikri dengan skor 21-11, 14-21, 23-21.

Menang mudah di game pertama, Marcus/Fikri harus mengakui keunggulan Ahsan/Leo di game berikutnya. Saling susul menyusul angka terjadi di game ketiga. Ahsan/Leo yang awalnya unggul dalam perolehan angka, mendapat tekanan balik dari Marcus/Fikri.

Pertandingan lainnya yang mempertemukan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Moh. Reza Pahlevi Isfahani  dan Hendra Setiawan/Pramudya Kusumawardana Riyanto  dimenangi Kevin/Reza dengan skor 18-21, 21-13, 21-19.

Dengan selesainya laga ketiga antara Fajar/Yeremia, maka berakhir pula pertandingan sesi pagi di hari pertama Mola TV PBSI Home Tournament. Sore ini mulai pukul 15.00 WIB akan dimainkan sesi kedua.

Pertandingan sektor ganda putra di Mola TV PBSI Home Tournament menggunakan sistem round robin yang mempertemukan keenam pasangan. Urutan pemenang akan dilihat dari jumlah kemenangan terbanyak.

By - Writter

Marcus Gideon/Muhammad Fikri Jinakan Mohammad Ahsan/Leo Rolly

Laga kedua ganda putra di hari pertama Mola TV PBSI Home Tournament kembali berlangsung sengit. Duel antara Marcus Fernaldi Gideon/Muhammad Shohibul Fikri melawan Mohammad Ahsan/Leo Rolly Carnando akhirnya dimenangkan oleh Marcus/Fikri dengan skor 21-11, 14-21, 23-21.

Menang mudah di game pertama, Marcus/Fikri harus mengakui keunggulan Ahsan/Leo di game berikutnya. Saling susul menyusul angka terjadi di game ketiga. Ahsan/Leo yang awalnya unggul dalam perolehan angka, mendapat tekanan balik dari Marcus/Fikri.

Saat terjadi setting, kedua pasangan sempat terlihat tegang dan melakukan kesalahan sendiri. Smash Ahsan yang gagal melewati net menjadikan poin kemenangan diamankan Marcus/Fikri.

“Di game pertama mainnya cukup enak, tapi di game kedua konsentrasi saya agak buyar. Sering kecolongan dari servis lawan. Di game ketiga kami bisa mengatasi walaupun cukup ramai,” komentar Fikri soal pertandingan.

Sementara itu Marcus mengatakan lawan yang dihadapi hari ini memiliki keunggulan dalam hal servis. Servis yang diberikan lawan cukup menyulitkan mereka. Bahkan beberapa kali mereka harus kehilangan poin karena hal ini.

“Lawan kami memang unggul dari servis, servisnya menyerang dan susah dikembalikan. Beberapa kali kami kena di sini. Selain itu bang Ahsan kan serangan overhead-nya berbahaya, jadi kami harus siap defense dan siap untuk serang balik,” kata Marcus seperti dilansir dari berita SBOBET.

Kematangan Marcus di lapangan diakui Fikri banyak membantunya dalam melewati laga sengit ini. Meski sering berpasangan saat latihan di Pelatnas Cipayung, situasi yang terjadi saat kompetisi ternyata berbeda. Fikri mengatakan ia sering diingatkan oleh Marcus untuk menjaga fokus dan ketenangan.

“Walau sudah sering pasangan sama koh Sinyo (Marcus) di latihan, tapi di kompetisi ini rasanya beda. Ini seperti turnamen resmi. Tadi koh Sinyo banyak ingatkan saya untuk dijaga terus fokusnya dan lebih tenang menghadapi tekanan dari lawan,” beber Fikri.

Meski mengakui masih belum klop karena pasangan baru antara senior-junior, Marcus berharap ia dan Fikri bisa tampil bagus di kejuaraan ini dan merebut titel juara pertama. Marcus mengatakan kekuatan peserta di turnamen ini cukup merata. Ia pun senang melihat perkembangan positif para pemain muda.

“Saya merasa kekuatan ganda putra memang merata, bisa dilihat yang muda juga sudah memberi perlawanan. Menurut saya regenerasi di ganda putra ini bagus,” tutur Marcus.

Selain kedua pasangan ini, turut tampil di turnamen ini adalah duet antara Fajar Alfian dan Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan. Di pertandingan pertama mereka menghadapi Muhammad Rian Ardianto/Daniel Marthin.

By - Writter

Fajar Alfian/Yeremia Erich Belum Terkalahkan

Fajar Alfian/ Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan masih belum terkalahkan sepanjang turnamen Mola TV PBSI Home Tournament. Di laga keempat sore ini, Fajar/Yeremia mengalahkan Hendra Setiawan/ Pramudya Kusumawardana Riyanto dengan skor 23-21, 21-14.

Pertarungan kedua pasangan berlangsung sengit di game pertama hingga terpaksa terjadi setting. Satu serangan dari Fajar di depan net tak dapat dikembalikan dengan baik oleh Hendra. Kemenangan di laga sengit ini menjadi bekal buat Fajar/Yeremia di game kedua, mereka unggul jauh 11-6 di interval game kedua, terus memimpin hingga 16-9 dan akhirnya menang straight game 21-14.

“Di game pertama kami masih belum tahu permainan mereka, ketika bisa memenangkan game pertama, kami jadi lebih rileks di game kedua. Lawan kami cukup solid, terbukti di game pertama tidak mudah menembus pertahanan mereka,” beber Fajar seperti dilansir dari berita SBOBET.

Kemenangan ini membuat Fajar/Yeremia kian kokoh di posisi teratas. Fajar/Yeremia tak menduga mereka bisa mendapat hasil yang cukup baik di turnamen ini.

“Nggak nyangka karena lawannya bagus-bagus, banyak pemain-pemain senior yang jam terbangnya lebih banyak,” ungkap Yeremia.

Fajar/Yeremia hanya butuh satu kemenangan lagi untuk merebut gelar juara pertama. Akan tetapi lawan mereka di laga terakhir tidaklah mudah, yaitu Kevin Sanjaya Sukamuljo/Moh. Reza Pahlevi Isfahani yang juga belum terkalahkan. Kedua pasangan ini masih terus saling berkejaran menduduki posisi puncak klasemen.

“Kevin/Reza tampil bagus di turnamen ini. Kalau Kevin kan yang mengatur permainan, saya di depan harus duel sama dia dan jangan sampai kalah permainan depannya. Bagaimana caranya posisi kami menyerang lebih dulu. Kalau persiapan khusus tidak ada, yang penting masuk lapangan harus sudah siap,” beber Fajar.

Penampilan Muhammad Rian Ardianto/Daniel Marthin kian membaik di hari kedua Mola TV PBSI Home Tournament. Setelah kemarin menderita dua kekalahan, kali ini mereka tampil gemilang dan merebut dua kemenangan.

Di sesi pagi, Rian/Daniel memenangkan laga atas Hendra Setiawan/Pramudya Kusumawardana Riyanto dengan skor 21-12, 21-7. Sedangkan sore ini mereka menundukkan Marcus Fernaldi Gideon/Muhammad Shohibul Fikri, lewat duel tiga game dengan skor 20-22, 21-19, 21-12.

“Sore ini kami mainnya lebih percaya diri, karena pagi tadi kami bisa menang untuk pertama kalinya. Lawan kami sore ini mainnya bagus, mereka tampil nothing to lose dan kami banyak mati sendiri di akhir game pertama,” kata Rian soal permainan.

By - Writter

Fajar Alfian: Meski Tanding di Pelatnas, Atmosfer Turnamen Dapat Banget

Beraksi di turnamen internal pelatnas, pebulutangkis ganda putra Fajar Alfian merasa tengah bertanding di turnamen resmi. Fajar menyampaikan hal ini usai memenangkan pertandingan pertama bersama Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan di Mola TV PBSI Home Tournament.

Di sesi pagi ini, Fajar/Yeremia mengalahkan Muhammad Rian Ardianto/Daniel Marthin dalam dua game langsung dengan skor 21-15, 21-17.

“Saya merasa kompetisi ini terasa beda, walau tandingnya di Pelatnas Cipayung, tapi didesain seperti turnamen resmi. Atmosfernya dapet banget,” beber Fajar seperti dilansir dari bursa pertandingan NOVA88.

Fajar juga mengatakan bahwa persiapannya dan Yeremia jelang kompetisi ini juga cukup baik. Mereka latihan bersama dan saling mengingatkan untuk saling mempersiapkan diri sebelum bertanding.

“Kami saling ngingetin untuk makan dan minum vitamin untuk persiapan tanding. Jadi rasanya seperti lagi tanding di turnamen seperti biasanya. Kami lakukan ini supaya hasilnya maksimal saja,” lanjut Fajar.

Fajar juga bercerita mengenai antusias teman-temannya sesama atlet di luar negeri mengenai kompetisi ini.

“Saya kan posting di akun Instagram soal pertandingan ini, lalu banyak teman-teman sesama atlet dari luar (negeri) yang tanya mengenai home tournament ini. Mereka bilang luar biasa ya di Indonesia itu bulutangkis begitu dicintai,” sebut Fajar.

Selain memberi kesempatan kepada pemain-pemain muda untuk berduet dengan pemain senior, turnamen ini juga menjadi penyegaran buat pemain pelatnas yang telah lama absen bertanding.

“Kalau saya pribadi merasa turnamen ini bisa mengatasi kejenuhan selama ini, kami latihan di pelatnas dan tapi belum ada pertandingan. Selain itu, pemain-pemain muda bisa dapat pengalaman partneran sama yang lebih senior,” ungkap Fajar.

Mola TV PBSI Home Tournament disiarkan langsung secara ekslusif oleh Mola TV setiap hari Rabu, Kamis dan Jumat selama lima pekan. Pekan ini dimainkan nomor ganda putra, disusul dengan pertandingan tim ganda campuran, tunggal putra, ganda putri dan tunggal putri.

Sementara itu Muhammad Rian Ardianto yang berpasangan dengan Daniel Marthin berhasil merebut kemenangan perdana di Mola TV PBSI Home Tournament. Pada pertadingan sesi pagi di hari kedua, Rian/Daniel mengalahkan Hendra Setiawan/Pramudya Kusumawardana Riyanto dengan skor 21-12, 21-7.

Di hari pertama, Rian/Daniel takluk dari Fajar Alfian/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan dengan skor 15-21, 17-21. Di sesi sore, Rian/Daniel dikalahkan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Moh. Reza Pahlevi Isfahani dengan skor 14-21, 18-21.

Bermain lebih berani di bola-bola depan, menjadi kunci kemenangan Rian/Daniel. Mereka juga sudah mendapat banyak masukan dari pelatih Herry Iman Pierngadi dan Aryono Miranat usai kekalahan kedua kemarin.

“Di dua pertandingan sebelumnya kami masih belum ketemu pola mainnya, masih belum ada inisiatif di depan net. Kami masih saling tunggu dan banyak tertekan. Tapi di pertandingan sore sih sudah ada kemajuan dibanding pertandingan yang pagi, hari ini kami main lebih baik lagi,” beber Rian.

Dimulai Besok, Ini Jadwal Ganda Putra di PBSI Home Tournament
By - Writter

Dimulai Besok, Ini Jadwal Ganda Putra di PBSI Home Tournament

Mola TV PBSI Home Tournament akan dimulai besok, Rabu (24/6), dibuka dengan pertandingan sektor ganda putra. Sebanyak enam pasang ganda putra akan saling berhadapan satu sama lain dan mereka tidak akan berpasangan dengan pasangan tetap, tetapi pasangan dipilih berdasarkan hasil undian.

Hal ini dijelaskan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti, bahwa pertandingan akan lebih seru jika kekuatan tiga ganda putra utama dipisah. Tiga ganda putra terbaik Indonesia saat ini adalah Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, ketiga pasangan ini akan bermain dengan pasangan yang berbeda-beda.

“Pasangan dipisah memang pertimbangan dari pelatih, karena kekuatan ganda putra kan ada di tiga pasangan ini. Kami juga mau bantu pemain pelapis untuk menambah pengalaman mereka, yang senior juga bisa ‘gendong’ yang lebih muda. Pertandingan juga jadi lebih seru, suasananya beda dari biasanya,” kata Susy seperti dilansir dari Badmintonindonesia.org.

Dalam turnamen internal SBOBET ini Kevin akan berpasangan dengan Moh. Reza Pahlevi Isfahani, sedangkan Marcus bersama Muhammad Shohibul Fikri. Hendra yang biasa berpasangan dengan Ahsan, kali ini juga dipisah sementara, Hendra akan bermain dengan Pramudya Kusumawardana Riyanto, dan Ahsan bersama Juara Dunia Junior 2019, Leo Rolly Carnando.

Pasangan main Leo, Daniel Marthin, akan berduet dengan Rian. Sedangkan Fajar, pasangan tetap Rian, akan dipasangkan dengan Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan.

Berikut jadwal pertandingan lengkap ganda putra di Mola TV PBSI Home Tournament:

Rabu, 24 Juni 2020

08.30 WIB

Hendra Setiawan/ Pramudya Kusumawardana Riyanto vs Kevin Sanjaya Sukamuljo/Moh. Reza Pahlevi Isfahani

Followed by

Marcus Fernaldi Gideon/Muhammad Shohibul Fikri vs Mohammad Ahsan/Leo Rolly Carnando

Followed by

Fajar Alfian/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan vs Muhammad Rian Ardianto/Daniel Marthin

15.00 WIB

Hendra Setiawan/ Pramudya Kusumawardana Riyanto vs Mohammad Ahsan/Leo Rolly Carnando

Followed by

Muhammad Rian Ardianto/Daniel Marthin vs Kevin Sanjaya Sukamuljo/Moh. Reza Pahlevi Isfahani

Followed by

Marcus Fernaldi Gideon/Muhammad Shohibul Fikri vs Fajar Alfian/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan

Kamis, 25 Juni 2020

08.30 WIB

Hendra Setiawan/ Pramudya Kusumawardana Riyanto vs Muhammad Rian Ardianto/Daniel Marthin

Fajar Alfian/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan vs Mohammad Ahsan/Leo Rolly Carnando

Marcus Fernaldi Gideon/Muhammad Shohibul Fikri vs Kevin Sanjaya Sukamuljo/Moh. Reza Pahlevi Isfahani

15.00 WIB

Hendra Setiawan/ Pramudya Kusumawardana Riyanto vs Fajar Alfian/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan

Marcus Fernaldi Gideon/Muhammad Shohibul Fikri vs Muhammad Rian Ardianto/Daniel Marthin

Mohammad Ahsan/Leo Rolly Carnando vs Kevin Sanjaya Sukamuljo/Moh. Reza Pahlevi Isfahani

Jumat, 26 Juni 2020

08.30 WIB

Hendra Setiawan/ Pramudya Kusumawardana Riyanto vs Marcus Fernaldi Gideon/Muhammad Shohibul Fikri

Fajar Alfian/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan vs Kevin Sanjaya Sukamuljo/Moh. Reza Pahlevi Isfahani

Muhammad Rian Ardianto/Daniel Marthin vs Mohammad Ahsan/Leo Rolly Carnando

Richard Mainaky
By - Writter

Perhitungan Poin Olimpiade Baru Dimulai Tahun Depan, Ini Komentar Pelatih Ganda Campuran

Badminton World Federation (BWF) telah mengumumkan ketentuan terbaru mengenai kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 yang akan dilangsungkan pada 23 Juli – 8 Agustus 2021. Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan solusi yang adil dalam sistem kualifikasi. Amendemen ini telah disetujui oleh International Olympic Comittee (IOC). Selain itu, terdapat juga perubahan kualifikasi di Parlimpiade 2020 yang juga telah disetujui oleh International Paralympic Committee (IPC).

Sekretaris Jenderal BWF, Thomas Lund, mengatakan bahwa ketentuan-ketentuan ini diambil lewat proses yang cukup sulit serta komunikasi intensif bersama Komisi Atlet guna memastikan bahwa penyesuaian ketentuan olimpiade ini berlaku adil bagi semua atlet.

Keputusan BWF ini pun mendapat komentar dari pelatih ganda campuran PP PBSI, Richard Mainaky. Menurut Richard tahun ini bisa dijadikan sebagai kesempatan pemanasan untuk mempersiapkan diri menghadapi perebutan poin olimpiade.

“Tahun ini sebenarnya masih belum jelas. Ada kemungkinan batal juga karena wabah ini kita tidak tahu sampai kapan (berakhirnya). Tapi kami tetap persiapkan. Jadi dari awal Juni itu saya bilang ke asisten pelatih, Nova (Widianto), ada program dan harus jalan,” beber Richard seperti dilansir dari Detik.com.

Lebih lanjut mantan pemain nasional itu mengatakan dalam situasi seperti saat ini para pemain belum bisa menjalani latihan secara maksimal. Ia pun meragukan kepastian turnamen yang akan digelar tahun ini mengingat pandemi Corona atau Covid-19 belum berakhir.

Untuk itu ia meminta anak didiknya untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai momen untuk menjalani latihan secara individu, terutama meningkatkan aspek yang belum maksimal.

“Akan tetapi latihan di masa pandemi ini latihan fisiknya tak bisa lama-lama karena terkait dengan kondisi imunitas atlet. Jadi saya bilang ke Nova untuk fokus ke individu saja. Seperti Melati (Daeva Oktavianti) perkuat defense-nya. Lalu Praveen fokus kebugaran fisik dan jaga berat badan, begitupun dengan Gloria defense-nya masih perlu diperkuat,” sambungnya.

Terkait situasi yang ada ia mengatakan pihaknya akan terus melakukan adaptasi. Ia pun menyambut baik sejumlah turnamen yang direncanakan akan digelar tahun ini. Baginya turnamen-turnamen itu bisa menjadi ajang pemanasan setelah para pemain vakum selama beberapa bulan terakhir.

“Kita memang tidak tahu seperti apa (kebijakan yang harus dilakukan) karena ada wabah ini, akan ada new normal segala. Tapi saya yakin step by step kami bisa atasi dan adaptasi. Jadi turnamen level 300 itu sebagai pemanasan menuju level 500 sampai 1000. Karena anak-anak butuh pertandingan setelah sekian lama vakum. Ya mudah-mudahan tidak ada pembatalan lagi. Supaya 2021 langsung tancap gas karena pas perhitungan kualifikasi Olimpiadenya,” pungkasnya.

Ini Klarifikasi BWF Atas Pemberian Poin untuk China dan Hong Kong
By - Writter

Ini Klarifikasi BWF Atas Pemberian Poin untuk China dan Hong Kong

Badminton World Federation (BWF) akhirnya memberikan klarifikasi atas keputusan pemberian poin bagi tim Tiongkok dan Hong Kong dalam kejuaraan Badminton Asia Mixed Team Championships 2021 (BAMTC).

Kedua tim ini diberikan poin karena tidak dapat mengikuti turnamen Badminton Asia Team Championships 2020 (BATC) di Manila, Filipina, karena peraturan pembatasan perjalanan yang diberlakukan pemerintah Filipina terkait wabah Covid-19.

Keputusan ini sempat membuat beberapa negara mengajukan keberatan karena dianggap tidak fair. Poin BAMTC yang didapat Tiongkok dan Hong Kong mencakup nomor ganda campuran. Sedangkan peserta BATC 2020 tidak mendapat poin dari nomor ganda campuran karena format pertandingan yang dimainkan adalah format Piala Thomas dan Uber yang hanya memainkan nomor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra dan ganda putri.

Dalam klarifikasinya, BWF menyatakan bahwa Tiongkok dan Hong Kong akan mendapat poin dari BAMTC 2021 tetapi tidak pada nomor ganda campuran karena nomor ini tidak dimainkan pada BATC 2020.

“Ini adalah keputusan yang fair untuk semua, memang ini yang kami inginkan yaitu kejelasan bahwa nomor ganda campuran tidak akan dihitung. Karena negara lain juga tidak dapat poin dari ganda campuran di BATC 2020,” beber Bambang Roedyanto, Kasubid Hubungan Internasional PP PBSI sepeti dilansir dari badmintonindonesia.org.

“Setahu saya selain Indonesia, tim Malaysia juga sempat mengajukan pertanyaan serupa kepada BWF. Kami hanya ingin memastikan bahwa keputusannya adil untuk semua,” tambah Rudy.

Rudy mengatakan bahwa saat ini BWF juga tengah menggodok aturan tentang jumlah turnamen wajib yang harus diikuti atlet. Wabah Covid-19 membuat banyak negara peserta mengalami keterbatasan dalam pengaturan perjalanan dan lain sebagainya, maka pengaturan ulang mandatory tournament ini dipandang sebagai hal yang cukup krusial.

“BWF akan membuat aturan mengenai ini (jumlah turnamen wajib), tapi sampai saat ini masih belum ada informasi lagi, keputusan resmi akan diumumkan lebih lanjut oleh BWF, kita tunggu saja,” tutur Rudy yang juga menjabat sebagai Chair of Event Committee Badminton Asia Confederation.

Berdasarkan peraturan yang dikeluarkan BWF, mereka yang berada di peringkat 15 besar di nomor tunggal dan peringkat 10 besar di nomor ganda, diwajibkan untuk mengikuti turnamen-turnamen berikut:

  • BWF World Tour Finals (level 1)
  • Tiga dari total tiga turnamen di level 2 (BWF World Tour Super 1000)
  • Lima dari total lima turnamen di level 3 (BWF World Tour Super 750)
  • Empat dari total tujuh turnamen di level empat (BWF World Tour Super 500)

 

PB Exist Juara Pembangunan Jaya
By - Writter

Tumbangkan Tuan Rumah, PB Exist Juara Pembangunan Jaya

PB Exist mencatatkan sejarah tersendiri di kancah bulu tangkis nasional. Klub tersebut sukses menahbiskan diri sebagai yang terbaik di ajang Pembangunan Jaya 2019. Pada pertandingan final yang digelar di GOR Jaya Raya, PB Exist sukses membungkam tuan rumah PB Jaya Raya dengan skor 3-1.

Sekalipun berstatus tim tamu, PB Exist mampu menampilkan permainan luar biasa. Tim ini mampu mengawali pertandingan dengan baik dengan merebut angka pertama melalui pasangan ganda putra Crisandy Santosa/Enzo Ramadhan Satriyadi yang menumbangkan andalan tuan rumah, Muhammad Nendi Novatino/Teges Satriaji Cahyo Hutomo dalam dua game langsung dengan skor akhir 21-19, 21-19.

Tunggal putri Siti Sarah Azzahra membuat PB Exist menggandakan keunggulan usai membungkam Maharani Sekar Batari, juga dua game langsung, 21-9, 21-9. Muhammad Sultan Nurhabibullah Mayang sempat memperkecil ketertinggalan setelah mengalahkan tunggal putra PB Exist Muhammad Akbar Firdaus dengan straight set 15-21, 13-21.

Pasangan ganda putri Jesita Putri Miantoro dan Melani Mamahit akhirnya menyumbangkan poin kemenangan bagi PB Exist setelah mencatatkan kemenangan atas Lanny Tria Mayasari dan Tryola Nadia melalui pertarungan ketat tiga game dengan skor akhir 17-21, 21-14, 21-18.

Usai pertandingan para pemain PB Exist tak kuasa menyembunyikan kegembiraan. Seperti dikatakan Jesita Putri, dirinya sangat senang karena bisa menyumbang poin untuk kemenangan PB Exist.

“Kami bersyukur bisa menyumbang angka untuk tim dan keluar sebagai juara. Kemenangan ini kami persembahkan untuk klub kami,” beber Jesita seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Sementara itu Melani Mamahit mengatakan mereka terus berjuang meski sempat tertinggal. Ia mengakui mereka harus berjuang lebih keras di game penentu.

Hasil lengkap pertandingan final Pembangunan Jaya Cup 2019, PB Exist vs PB Jaya Raya, 3-1 :
Ganda putra :
– Crisandy Santosa/ Enzo Ramadhan Satriyadi vs Muhammad Nendi Novatino/ Teges Satriaji Cahyo Hutomo vs Crisandy Santosa/ Enzo Ramadhan Satriyadi 21-19, 21-19
Tunggal putri :
– Siti Sarah Azzahra vs Maharani Sekar Batari 21-9, 21-9
Tunggal putra :
– Muhammad Akbar Firdaus vs Muhammad Sultan Nurhabibullah Mayang 15-21, 13-21
Ganda putri :
– Jesita Putri Miantoro/ Melani Mamahit vs Lanny Tria Mayasari/ Tryola Nadia 17-21, 21-14, 21-18
Ganda campuran :
– Muhammad Yusuf MaulanaPutri Larasati vs Moh Rezky AlfarezNahla Aufa Dhia Ulhaq – Tidak dipertandingkan
Hasil lengkap pertandingan perebutan posisi ketiga Pembangunan Jaya Cup 2019, PB Djarum Kudus vs Team 16 Malaysia, 3-0 :
Ganda putra :
– Asghar Herfanda/Rian Canna Varo vs Demond Anthony Samin; Fong Kuo Yoong 22-20, 21-16
Tunggal putri :
– Aisyah Sativa Fatetani vs Arena Satu Samin 21-12, 21-11
Tunggal putra :
– Muhammad Aldo Apriyandi vs Shaarveen Muniandy 23-25, 21-11, 21-17
Ganda putri :
– Helena Ayu Puspitasari/ Jovika Vandaria Ester Matiho vs Ho Lo Ee/ Loh Zhi Wei – Tidak dipertandingkan
Ganda campuran :
– Dwiki Rafian Restu/Metya Inayah Cindiani vs Goh Shuen Tong/Quinton Yap Rung En – Tidak dipertandingkan

Tontowi Ahmad
By - Writter

PBSI Klarifikasi Status Magang Tontowi Ahmad

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti memberikan penjelasan terkait status magang Tontowi Ahmad. Pemain spesialis ganda campuran ini baru saja mengundurkan diri dari pelatnas terhitung Senin, 18 Mei 2020 dengan status terakhir sebagai pemain magang.

Setelah pasangan main Tontowi, Liliyana Natsir, memutuskan untuk mengundurkan diri di awal 2018, Tontowi kemudian dipasangkan dengan pemain muda Winny Oktavina Kandow. Bersama Winny, Tontowi diberikan kesempatan untuk bersaing dengan pasangan ganda campuran lainnya untuk memperebutkan tiket ke Olimpiade Tokyo 2020.

Di tahun 2019, Tontowi/Winny mengikuti 19 turnamen dan hasil akhirnya poin rangking mereka masih terlalu jauh untuk lolos kualifikasi olimpiade. Mereka masih belum bisa melampaui dua ganda campuran Indonesia yang peringkatnya lebih tinggi yaitu Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Waktu promosi dan degradasi awal tahun 2020, Kepala Pelatih Ganda Campuran PBSI Richard Mainaky melaporkan bahwa Winny akan dipasangkan kembali bersama partner sebelumnya yaitu Akbar Bintang Cahyono.

“Otomatis kan kalau kembali berpasangan dengan Akbar, berarti Winny tidak berpasangan lagi sama Tontowi dan situasi ini membuat Tontowi sementara itu belum ada pasangan main,” beber Susy Susanti seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Lebih lanjut Susy mengatakan dalam situasi seperti itu PBSI tetap memberikan kesempatan kepada Tontowi dengan memberikan status Magang karena belum memiliki pasangan tetap.

“Namun di situasi seperti itu, PBSI tetap memberikan kesempatan kepada Tontowi, tetapi dengan status SK (Surat Keputusan) Magang, karena belum punya pasangan tetap,” lanjut Susy.

Susy menjelaskan bahwa saat itu Tontowi memang sudah ada rencana untuk berpasangan dengan Apriyani Rahayu, namun belum ada kepastian mengenai rencana ke depannya, apalagi di ganda putri, Apriyani bersama Greysia Polii telah lolos ke Olimpiade Tokyo 2020.

Di tengah kondisi ini, PBSI masih memberikan kesempatan pengiriman ke turnamen-turnamen untuk Tontowi, namun seluruh program pengiriman tentunya harus disertai dengan target yang jelas. Masih menggantungnya soal pasangan main serta target ini membuat PBSI memberikan SK Magang kepada Tontowi dengan kesempatan empat kali try out. Apabila hasilnya baik, maka akan ada reward berupa extra try out untuk Tontowi, hal ini juga berlaku bagi semua atlet pelatnas.

Susy mengatakan bahwa di tahun 2020, PBSI harus bijak dalam mengatur prioritas hingga anggaran pengiriman pemain terutama bagi mereka yang diprogramkan untuk Olimpiade Tokyo 2020.

gregoria mariska vs tai tzu ying - www.idnsportsliga.com
By - Writter

Gregoria Tak Bisa Lewati Hadangan Tai Tzu Ying di All England

Gregoria Mariska Tunjung tak bisa berbuat banyak saat menghadapi Tai Tzu Ying di babak kedua All England 2020. Tunggal putri Indonesia ini kandas dari pemain Taiwan itu dalam dua game langsung dengan skor 20-22, 16-21.

Gregoria tak kuasa hadapi Tai Tzu Ying

Di babak pertama, Gregoria yang unggul 8-5 balik tersusul menjadi 10-14 dan 12-17. Gregoria sempat membuka peluang saat mengantongi lima poin beruntun dan merebut game poin lebih dulu 20-18. Sayang setelah posisi memimpin, Gregoria tak bisa memanfaatkan kesempatannya untuk merebut kemenangan. Langkahnya terkunci dan akhirnya kalah 20-22.

“Tadi game pertama sempat ketinggalan juga 10-14 terus akhirnya unggul 20-18. Yang terjadi setelah unggul itu kaya keulang lagi pertandingan-pertandingan sebelumnya, kerasanya tegang dan kaya nafsu sendiri. Pas ada bola enak, pengennya langsung matiin. Padahal kan kalau pemain bagus nggak bisa kaya gitu,” beber Gregoria seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Memasuki game kedua, penampilan Gregoria tak juga membaik. Setelah unggul 3-1, Gregoria terus tertinggal 6-12, 11-16 dan kalah 16-21.

Gregoria: “Dia lebih di atas saya…”

“Di game kedua saya merasa lebih nggak bisa menemukan permainan. Dia kaya jauh banget di atas. Tangannya dia kan bagus, pukulannya juga bagus, sementara saya pukulannya cuma satu arah. Jadi begitu dia merubah pukulan, sayanya terlambat,” sambungnya.

Lebih lanjut Gregoria menegaskan dirinya akan memetik pelajaran dari kekalahan ini. Pemain yang karib disapa Jorji itu mengatakan dirinya harus lebih fokus dan lebih tenang di lapangan pertandingan. Hal ini penting agar bisa main lebih lepas di lapangan pertandingan.

“Kedepannya saya harus lebih fokus dan lebih tenang. Kalau lebih tenang mungkin mainnya bisa lebih lepas,” sambungnya lagi.

Indonesia tanpa wakil dari tunggal putri

Dengan demikian babak perempat final tunggal putri akan berjalan tanpa wakil dari Indonesia. Selain tunggal putri, wakil tunggal putra Indonesia juga tak ada lagi di babak tersebut. Begitu juga dengan ganda putri.

Harapan Indonesia kini ada di sektor ganda putra dan ganda campuran. Kedua sektor itu masing-masing meloloskan dua wakil ke babak delapan besar.

Di nomor ganda campuran, harapan Indonesia kini ada pada Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja. Praveen/Melati mengalahkan Tan Kian Meng/Lai Pei Jing dari Malaysia sementara Hafiz/Gloria kandaskan Thom Gicquel/Delphine Delrue asal Perancis di babak kedua.

Selanjutnya di perempat final, Hafiz/Gloria akan bertemu Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (Thailand). Pertandingan ini menjadi tantangan tersendiri buat pasangan Indonesia tersebut, sebab empat kali bertemu, Hafiz/Gloria belum pernah menang dari Puavaranukroh/Taerattanachai.

all england 2020 - badminton timnas indonesia
By - Writter

Keok di All England, Pelatih Tunggal Putra Evaluasi Besar-besaran

Hasil tak mengenakkan ditorehkan sektor tunggal putra di ajang All England 2020. Alih-alih berbicara banyak, sektor ini justru harus kandas di babak-babak awal. Bahkan dua harapan Indonesia yakni Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie harus angkat koper di babak pertama. Sementara Shesar Hiren Rhustavito tak bisa mengatasi lawannya di babak kedua.

Hal ini membuat sektor ini mendapat sorotan. Sang pelatih, Hendry Saputra pun melakukan evaluasi mendasar atas hasil yang tak sesuai harapan tersebut.

Evaluasi pasca kekalahan di All England 2020

“Untuk Ginting, saya lihat dia merubah mainnya dari rally control jadi menyerang, karena mau cepat-cepat mematikan lawan. Sehingga banyak melakukan kesalahan dan mati sendiri. Itu diulang sampai sama poinnya. Selanjutnya dia hilang fokus dan kepercayaan diri. Bukan karena Ginting jelek mainnya, tapi dari perubahan cara mainnya yang salah. Jadinya rugi,” beber Hendry seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Di laga pembuka, Anthony Ginting langsung kalah dari Rasmus Gemke asal Denmark dengan skor 14-21, 18-21. Sementara itu Jonatan tak bisa berbuat banyak saat menghadapi Lee Zii Jia asal Malaysia. Jonatan kalah 15-21, 13-21.

“Evaluasi untuk Jonatan dan Ginting, ini di luar harapan saya. Pulang nanti mesti dilatih fokus dalam menerapkan strategi dan pukulannya, untuk bisa tepat penggunaannya. Di samping mental dan pikirannya yang saya lihat masih ragu-ragu mainnya. Mungkin terbeban harus menang hingga tidak fokus dengan apa yang harus dilakukan,” beber Hendry.

Hendry: “Performa Shesar masih perlu diasah”

Sementara untuk Shesar, meski kalah, Hendry mengakui peningkatan performa dari anak didiknya tersebut. Hanya saja masih perlu untuk terus diasah, terutama soal kesabaran di lapangan dan kekuatan fisiknya.

Shesar terhenti di babak dua, juga dari Gemke, dengan laga yang cukup panjang selama 77 menit. Shesar berhasil merebut game pertamanya, namun akhirnya kalah setelah bermain rubber game, dengan skor akhir 21-18, 13-21, 19-21.

“Untuk Vito, dia kurang sabar dan merubah mainnya waktu poinnya unggul. Sehingga banyak melakukan error sendiri. Tapi saya lihat sudah bagus mainnya. Tinggal harus ditingkatkan lagi kekuatan kakinya dan fisiknya, untuk bisa main dalam durasi yang cukup panjang,” tegas Hendry.

Seperti tunggal putra, begitu juga di tunggal putri. Tak ada wakil Indonesia di babak delapan besar setelah harapan satu-satunya Gregoria Mariska Tunjung tak bisa berbuat banyak saat menghadapi Tai Tzu Ying di babak kedua. Gregoria kalah dua game langsung dari pemain Taiwan itu dengan skor akhir 20-22 dan 16-21.

tim bukutangkis indonesia - idnsportsliga
By - Writter

Baru Tiba di Filipina, Tim Bulutangkis Indonesia Langsung Jajal Arena Pertandingan

Tim Bulutangkis Indonesia tidak ingin berlama-lama untuk mencoba arena pertandingan turnamen Badminton Asia Team Championship (BATC) 2020 yang bertempat di Rizal Memorial Coliseum, Manila, Filipina. Tak berapa lama setelah mendarat di Filipina, tim Indonesia langsung menggelar latihan keesokan harinya.

Tes lapangan alaa Tim Bulutangkis Indonesia

Saat menjalani latihan hari pertama, tim Indonesia harus berhadapan dengan kondisi stadion yang belum seratus persen rampung. Hal ini membuat para pemain belum bisa melakukan adaptasi maksimal dengan kondisi lapangan termasuk arah angin dan pencahayaan.

Sebagaimana dikatakan manajer tim bulutangkis Indonesia, Susy Susanti, situasi tersebut tidak mengurangi semangat para pemain Indonesia untuk siap tempur. Mantan pebulutangkis nasional itu menegaskan timnya dalam kondisi siap tanding.

“Kondisi tim cukup baik, semua sehat, itu yang paling utama, yang paling penting. Kami harus benar-benar jaga. Hari ini pertama kali latihan di arena pertandingan, semua berjalan lancar. Yang paling utama itu memang kami fokus menjaga kesehatan atlet dan mereka bisa main maksimal,” beber Susy seperti dilansir dari Badmintonindonesia.org.

Pembatalan Gala Dinner

Selain itu Susy juga mengkonvirmasi batalnya salah satu agenda sebelum pertandingan yakni gala dinner. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kondisi para atlet di tengah merebaknya wabah virus corona.

“Iya, gala dinner batal, karena situasi lagi begini. Memang alangkah baiknya kalau tidak berkumpul dengan banyak orang, kami mesti protect diri, jaga diri dan selalu dalam kondisi baik,” sambung Susy.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, pada perhelatan kali ini, ada sejumlah negara yang batal tampil. Setidaknya ada dua negara yang tak ambil bagian yakni China dan Hong Kong. Hal ini tentu erat kaitannya dengan wabah virus corona.

Susi: “Kami sih siap saja…”

“Memang besok baru akan ditentukan, apakah ada re-draw, atau bagimana. Kami siap saja, situasi seperti ini kan ada yang bisa diuntungkan, ada yang dirugikan, namanya pertandingan dan situasinya begini, jadi ya kalau dari kami sih siap saja, mau lawan siapa pun,” beber Susy terkait kemungkinan untuk melakukan undian ulang menyusul absennya dua negara tersebut.

Berdasarkan hasil undian sebelumnya, tim putra Indonesia berada di Grup A bersama India dan Filipina. Indonesia menempati unggulan pertama dan berstatus juara bertahan. Sementara itu tim putri Indonesia berada di Grup Y. Tim putri Indonesia harus bersaing dengan tim kuat Thailand dan tuan rumah Filipina.

Indonesia menurunkan formasi terbaik. Segenap amunisi dikerahkan baik di sektor putra maupun putri termasuk para pemain andalan seperti Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, hingga ganda putra nomor satu dunia, Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Hendra Setiawan dan Mohamad Ahsan - the daddies - www.idnsportsliga.com
By - Writter

Indonesia Raih Satu Gelar dari BWF World Tour Finals 2019

Indonesia sukses raih satu gelar dari BWF World Tour Finals 2019. Pasangan senior ganda putra, Hendra Setiawan dan Mohamad Ahsan menjadi penyelamat wajah Indonesia di turnamen akhir tahun itu.

Pasangan senior berjuluk The Daddies itu sukses menjungkalkan pasangan Jepang, Hiroyuki Endo dan Yuta Watanabe. Hendra dan Ahsan menang dua game langsung dengan skor akhir 24-22 dan 21-19.

The Daddies sukseskan timnas Indonesia raih satu gelar di BWF World Tour Finals

Usai pertandingan Ahsan mengaku sangat bersyukur dengan hasil tesebut. Ia mengatakan gelar tersebut di luar harapan dan target mereka.

the daddies badminton indonesia - www.idnsportsliga.com

“Alhamdulillah, pastinya sangat bersyukur karena sudah diberi gelar juara yang banyak. Amazing-lah buat kami. Dapat gelar juara di turnamen ini di luar ekspektasi kami,” beber Ahsan seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Hal senada disampaikan Hendra Setiawan. Hendra bahkan menyebut tahun ini menjadi salah satu tahun terbaik bagi mereka.

“Pastinya bersyukur dan senang, tahun ini benar-benar luar biasa buat kami. Ini jadi gelar juara penutup akhir tahun yang luar biasa. Tapi setelah ini, kami harus lebih siap lagi untuk tahun depan. Dan itu yang menurut kami lebih penting,” sambungnya.

Ahsan: “Ini gelar pertama…”

Ini bukan merupakan gelar pertama bagi mereka dari ajang tersebut. Keduanya sudah dua kali meraih podium tertinggi masing-masing di Malaysia pada 2013 dan di Dubai pada 2015.

“Kami cukup puas dengan penampilan secara keseluruhan dari mulai awal tahun sampai hari ini. Tapi puasnya hanya untuk tahun ini saja. Kami masih harus menghadapi tahun berikutnya,masih banyak turnamen-turnamen kedepan,” sambung Ahsan.

Terkait pertandingan final, Ahsan mengatakan keduanya sempat kewalahan meladeni permainan pasangan Jepang. Di game kedua, mereka sempat tertinggal, namun berhasil mengejar dan berbalik unggul.

“Di pertandingan ini, sebenarnya mereka lebih berani ngadu dan nggak terlalu banyak buka, jadi tadi kami sempat kewalahan juga. Dan waktu kami tertinggal di game kedua, kami pikir pertandingan ini belum selesai dan masih ada kesempatan untuk mengejar. Jadi kami coba cari jalan keluar satu per satu untuk mendapatkan poin. Ternyata Alhamdulillah bisa dan menang,” lanjut Ahsan.

Berikut hasil lengkap final BWF World Tour Finals 2019

MS – Kento Momota (Jepang) vs Anthony Sinisuka Ginting (Indonesia) 17-21, 21-17, 21-14.

MD – Mohammad Ahsan/ Hendra Setiawan (Indonesia) vs iroyuki Endo/Yuta Watanabe (Jepang) 24-22, 21-19

XD – Zheng Siwei/Huang Yaqiong (CHN) vs Wang Yilyu/Huan Donping (CHN) 21-14, 21-14

WD – Chen Qingchen/Jia Yifan (CHN) vs Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara (JPN) 21-14, 21-10

WS – Chen Yufei (CHN) vs Tai Tzu Ying (TPE) 12-21, 21-12, 21-17

performa anthony ginting - www.idnsportsliga.com
By - Writter

Pelatih Tunggal Putra Puas dengan Performa Ginting di BWF World Tour Finals

Kepala Pelatih Tunggal Putra, Hendry Saputra puas dengan performa Anthony Sinisuka Ginting di ajang BWF World Tour Finals 2019. Anak asuh Hendry Saputra itu mengakhiri kompetisi penutup tahun dengan status runner up.

anthony ginting - idnsportsliga.com

Menurut Hendry, mencapai babak final merupakan pencapaian tersendiri. Hasil akhir di partai final itu tergantung banyak faktor.

Hendry: “Saya puas dengan performa Ginting…”

“Kalau berbicara hasil saya rasa untuk tunggal putra sudah oke. Kami sudah sampai final, nggak ada yang lebih tinggi lagi. Tinggal pilihannya juara atau runner up,” beber Hendry Saputra seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Pada turnamen yang digelar di Guangzhou, China ini langkah Ginting menuju tanggal juara dihadang  Kento Momota. Ginting menyerah dari pemain asal Jepang itu usai bertarung selama tiga game dengan skor akhir 21-17, 17-21 dan 14-21.

Hendry menyebut kekalahan Ginting di partai final bukan karena alasan fisik dan teknik. Ia melihat masalah di kaki Ginting sangat mempengaruhi performanya.

“Secara keseluruhan penampilan Ginting sudah oke. Di game pertama dia oke, begitu juga di game kedua. Secara kualitas sangat bisa mengimbangi, bahkan unggul di pertandingan tadi. Tapi kalau saya perhatikan di pertandingan tadi, sepertinya kendala Ginting ada di kaki, bukan dari tenaga, teknik atau yang lainnya. Jadi memang tadi di game ketiga itu pergerakan kakinya sudah nggak bisa maksimal,” sambungnya.

Ginting diminta latih kekuatan kaki

Karena itu Hendry meminta semua pihak untuk menerima hasil tersebut. Setelah ini ia mengatakan pekerjaan rumah yang harus dikerjakan ginting adalah meningkatkan kekuatan kakinya.

“Saya rasa kita harus terima hasil ini, karena memang Ginting juga sudah berjuang dengan sangat maksimal dan bagus sekali penampilannya. Jadi pekerjaan rumahnya, setelah kejuaraan ini, harus lebih ditingkatkan dan dilatih lagi kekuatan kakinya,” lanjutnya.

Performa Ginting juga mendapat apresiasi dari Momota. Menurut pemain nomor satu dunia itu, Ginting tampil baik dan performanya semakin meningkat.

“Ginting terus dan terus menjadi lebih baik. Begitupun dengan hari ini, dia bermain sangat baik sekali. Saya melihat ada sesuatu yang berbeda dari dia. Setelah juara ini, masih ada turnamen-turnamen berikutnya. Dan saya sendiri tentunya harus siap untuk pertandingan selanjutnya, apalagi kalau harus bertemu Ginting lagi,” beber Momota.

Jojo jadi wakil di tunggal putra

Selain Ginting, di sektor tunggal putra Indonesia juga diwakili oleh Jonatan Christie. Sayangnya langkah Jonatan terhenti di babak penyisihan grup setelah menuai dua kekalahan dan satu kemenangan.

jojo - jonathan christie - idnsportsliga

“Kalau untuk Jonatan, saya lihat memang kondisinya kurang prima saat turun dikejuaraan ini. Selain itu, memang harus diakui juga, dengan kondisi lapangan yang seperti ini, hanya ada beberapa pemain saja yang bisa mengatasi dan menguasainya. Jonatan salah satu pemain yang cukup kesulitan dengan kondisi seperti ini. Kondisi seperti ini juga cukup berpengaruh untuk para pemain,” komentar Hendry terkait performa Jojo, sapaan akrab Jonatan Christie.

Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon - idnsportsliga.com
By - Writter

Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon Kalah di Laga Kedua BWF World Tour Finals 2019

Pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon meraih hasil minior di laga kedua penyisihan Grup A BWF World Tour Finals 2019 di Guangzhou, China. Pasangan terbaik Indonesia ini menyerah dari pasangan Jepang, Hiroyuki Endo dan Yuta Watanabe. Bertarung tiga game, pertandingan yang berlangsung di Tianhe Gymnasium pada Kamis, 12 Desember 2019 itu berakhir dengan skor 11-21, 21-14, dan 11-21.

the minions - Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon - idnsportsliga.com

The Minions tumbang di laga kedua BWF World Tour Finals 2019

Pasangan Indonesia berjuluk The Minions mengawali pertandingan dalam situasi kurang meyakinkan. Keduanya sempat tertinggal cukup jauh di game pertama. Alhasil keduanya harus kehilangan game pertama.

Setelah bangkit di game kedua, performa The Minions tak bisa konsisten di game penentuan. Selain gagal mengembangkan permainan, The Minions selalu berada dalam tekanan pasangan Jepang itu sehingga akhirnya menyerah di game penentuan.

Kevin Sanjaya: “Lawan lebih siap…”

Usai pertandingan Kevin Sanjaya mengakui lawan lebih siap menghadapi pertandingan itu. Selain itu Kevin mengakui pasangan Jepang itu tampil lebih baik.

“Hari ini lawan lebih siap dari kami dan mainnya juga lebih baik,” beber Kevin Sanjaya seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Menurut Marcus Gideon, pasangan Jepang itu tampil lebih tenang. Mereka tak kerap membuang poin. Sebaliknya, pasangan Jepang mampu menguasai pertandingan dan melancarkan serangan demi serangan yang kerap berbuah poin. Longgarnya pertahanan menjadi alasan lain di balik kekalahan The Minions.

“Lawannya nggak gampang mati. Terus hari ini juga shuttlecock-nya lebih berat daripada kemarin. Dan tenaga kami juga banyak terkuras. Kami juga merasakan defend hari ini kurang rapat dan kalah rapat dari lawan. Selain itu, di akhir-akhir kami banyak mati sendiri,” beber Gideon.

Kemenangan ini sangat penting bagi Endo dan Watanabe. Mengantongi dua kemenangan membuat mereka memastikan satu tempat di babak semi final. Sementara itu The Minions harus bekerja keras di laga terakhir penyisihan grup. Keduanya wajib menang bila ingin lolos ke babak selanjutnya.

Marcus dan Kevin kembali menghadapi pasangan Jepang lainnya di laga terakhir penyisihan grup. Takeshi Kamura dan Keigo Sonoda akan menjadi lawan yang menentukan langkah mereka di ajang ini.

Menghadapi laga krusial ini, Kevin mengaku akan tampil maksimal.  Ia menyebut peluang selalu ada bagi kedua pasangan.

“Untuk besok kami akan berusaha melakukan yang terbaik saja. Yang pasti kami akan lakukan yang terbaik untuk besok. Karena peluang selalu ada untuk siapapun,” ungkap Minions.

Berbeda dengan Kevin dan Marcus, pasangan ganda putra senior, Mohamad Ahsan dan Hendra Setiawan berhasil mengantongi kemenangan kedua dan memastikan satu tiket babak semi final.