Informasi Dunia Olah Raga Indonesia & Mancanegara Aktual Terpercaya
  • Sports Award - 2019

    Number #1 Sports News
  • Global Certificate

    ISO 9001:2019
  • Award Winning

    Berita Olah Raga Terbaik 2019
By - Writter

Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan ke Final India Open 2022

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan sukses mencapai babak final India Open 2022. Pasangan senior berjuluk “The Daddies” itu menyingkirkan wakil Malaysia Ong Yew Sin/Teo Ee Yi di babak semifinal.

Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan ke Final India Open 2022

Pasangan nomor dua dunia menang dua gim langsung pada pertandingan yang digelar di K.D. Jadhav Indoor Hall, New Delhi, Sabtu (15/1/2022) dengan skor 21-15 21-18.

situs judi online terpercaya - clubpokeronline idn slot

Dalam keterangannya usai pertandingan, Hendra mengatakan mereka berusaha mengambil inisiatif menyerang.

“Kami tahu, Ong/Teo sedang dalam permainan terbaik makanya tadi kami coba menyerang duluan. Kebetulan bolanya juga kencang,” beber Hendra melansir siaran pers Humas PP PBSI.

Keputusan tersebut gayung bersambut dengan strategi yang diterapkan pasangan muda Malaysia itu. Situasi ini justru menguntungkan “The Daddies.”

“Mereka juga ternyata tidak berani bermain defend jadi lebih enak buat kami untuk mengendalikan permainan,” sambung Hendra.

“The Daddies” berharap bisa mencapai klimaks di India sekaligus menjadi awal yang manis di tahun yang baru.

“Kami berharap semoga tahun ini bisa lebih baik dari tahun kemarin,” harap Hendra.

Hendra mengatakan mereka melakoni persiapan yang cukup panjang sebelum tampil di India. Sebagaimana diketahui “The Daddies” menjadi satu dari dua wakil Indonesia yang terjun di turnamen ini.

“Di India ini, mungkin lebih ke persiapannya yang lumayan lama. Kami ada dua minggu latihan jadi kondisi sudah bagus,” tegas Hendra.

Selanjutnya “The Daddies” akan berduel dengan jagoan tuan rumah di partai pamungkas.

Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty yang menempati unggulan kedua akan berduel dengan unggulan pertama untuk menciptakan final ideal di nomor ganda putra.

Hendra mengatakan mereka akan menerapkan pola permainan yang sama sambil melihat kondisi di lapangan.

“Besok kami akan terapkan pola main kami lagi sambil lihat di lapangan kondisinya seperti apa,” ungkap Hendra.

Sebelumnya “The Daddies” melangkah ke semifinal dengan mengalahkan pasangan Norwegia, Torjus Flaatten/Vegard Rikheim dalam dua gim 21-12, 21-14.

“The Daddies” bermain menyerang sehingga tidak memberikan kesempatan kepada lawan untuk mengembangkan permainan sendiri.

“Hari ini kami bermain fokus, tidak lengah karena belum pernah bertemu. Jadi harus waspada dengan permainan mereka,” ungkap Ahsan.

Terus menyerang dan menjaga fokus terbukti mampu mengantar mereka ke semifinal untuk bertemu dengan unggulan ketiga dari Malaysia.

“Kunci kemenangan tadi adalah terus menekan dan tidak boleh memberi kesempatan mereka untuk berkembang,” sambungnya.

situs agen judi poker online terpercaya idnpoker

“The Daddies” terakhir kali bertemu Ong/Teo di babak 32 besar French Open 2019. Kala itu, Ahsan/Hendra menanga rubber game 12-21, 21-19, 21-19.

“Pertemuan terakhir kami memang sudah lama yaitu di tahun 2019. Tetapi sekarang saya lihat mereka permainannya lebih rapih,” ungkap Ahsan.

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlineDaftar IDN Poker.

By - Writter

Hendra/Ahsan Melaju, Tommy Sugiarto Tersisih dari India Open

Pemain ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan sukses melewati hadangan pertama di India Open 2022. Menghadapi wakil tuan rumah Prem Singh Chouhan/Rajesh Verma, pasangan senior yang karib disapa The Daddies itu berhasil memetik kemenangan dengan skor 21-18 dan 21-10.

Hendra/Ahsan Melaju, Tommy Sugiarto Tersisih dari India Open

Kemenangan di turnamen Super 500 yang berlangsung di K.D.Jadhav Indoor Hall, New Delhi itu mengantar unggulan pertama itu ke babak selanjutnya.

situs judi online terpercaya - clubpokeronline idn slot

Sebagaimana keterangan Hendra Setiawan dalam rilis dari PBSI, ia mengatakan mereka masih harus beradaptasi di pertandingan pertama. Setelah lama tidak bertanding laga ini menjadi kesempatan untuk mengembalikan kebugaran fisik.

“Hari ini pertandingan pertama, jadi harus adaptasi dulu. Soalnya ada angin sedikit,” beber Hendra.

Selain itu ini menjadi kesempatan untuk melemaskan otot-otot tubuh agar pergeraka menjadi lebih baik.

“Terus juga untuk lebih enakin pergerakan badan kita dulu,” sambungnya.

Di pertandingan selanjutnya Hendra/Ahsan akan menghadapi wakil tuan rumah lainnya yakni Chakraboty/Kapil Chaudary. Chakraboty/Kapil Chaudary lolos ke babak kedua usai memenangi perang saudara menghadapi Shashwat Dalal/Satinder Malik, 21-17, 21-18.

Kembali menghadapi wakil tuan rumah, Hendra menegaskan mereka akan meningkatkan fokus. Ia sadar lawan yang dihadapi di babak-babak selanjutnya akan semakin berat.

“Untuk lusa mungkin kami harus lebih menambah fokusnya. Pasalnya, semakin hari semakin susah pasti lawannya. Jadi harus lebih siap lagi lusa,” beber Hendra.

Nasib berbeda dialami Tommy Sugiarto. Pemain tunggal putra ini takluk di babak pertama saat menghadapi wakil Malaysia, Tze Yong Ng.

Pemain yang kini berada di peringkat 28 BWF itu menyerah usai bertarung tiga gim dengan skor akhir 16-21, 21-14, 5-21. Kekalahan atas pemain berperingkat 60 BWF itu membuat Indonesia kini hanya bergantung pada Hendra/Ahsan.

Sebagaimana diketahui pandemi COVID-19 masih melanda India. Bahkan pihak penyelenggaran mengkonfirmasi temuan kasus positif. Hal ini membuat Hendra/Ahsan khawatir sekaligus pasrah.

situs agen judi poker online terpercaya idnpoker

“Sekarang saya pasrah saja karena sudah di sini tapi tetap protokol kesehatannya dijaga seketat mungkin apalagi bila sedang di hall. Lebih banyak di kamar saja usai tanding bila tidak ada keperluan mendesak,” beber Hendra.

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlinePokerIDN.

Jonatan Christie - BWF Tour
By - Writter

Dapat Bonus Usai Juara Piala Thomas, Jonatan Christie Siap Wujudkan Janjinya

Tim bulu tangkis Indonesia yang sukses menjuarai Piala Thomas 2020 mendapat bonus dari pemerintah Indonesia sebesar Rp 10 miliar. Bonus tersebut diberikan kepada induk organisasi tepok bulu di Tanah Air yakni PBSI.

Dapat Bonus Usai Juara Piala Thomas, Jonatan Christie Siap Wujudkan Janjinya

Salah satu pemain tunggal putra yang ikut mengantar Indonesia ke tangga juara, Jonatan Christie pun angkat bicara. Atlet kelahiran Jakarta itu mengucap syukur dan terima kasih kepada pemerintah.

situs agen judi poker online terpercaya idnpoker

“Puji Tuhan, terimakasih bapak Jokowi dan bapak Menpora atas penghargaan untuk kami para atlet. Dan bersyukur cabor-cabor lain juga mendapatkan penghargaan yang layak untuk mereka semua,” beber Jojo, sapaan akrab Jonatan di akun instagramnya.

Tidak sampai di situ. Jojo juga mewujudkan janjinya untuk memberikan separuh dari bonus yang akan ia terima kepada para mantan atlet yang mengalami kekurangan.

“Beberapa waktu lalu saya sempat bernazar jika saya mendapatkan penghargaan yang datang dari pemerintah dan sesuai pembagian yang saya dapatkan nanti, saya ingin memberikan 50 persen dari penghargaan yang saya dapatkan untuk para mantan atlet yang mungkin sekarang hidupnya berkekurangan atau tidak seberuntung kami semua para atlet zaman sekarang.”

Jojo pun meminta bantuan warganet untuk menginformasikan kepadanya sosok mantan atlet yang patut mendapatkan bantuan.

“Tolong kalau ada yang tahu siapa orangnya dan tahu harus menghubungi ke mana, boleh tolong tulis di kolom komentar di bawah ya. Dan kalau boleh sertakan juga masa aktif beliau dan prestasinya selama menjadi atlet ketika mewakili Indonesia di kancah internasional.”

Bonus itu diserahkan Kemenpora melalui persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) dan diterima oleh Ketua Umum PP PBSI, Agung Firman Sampurna di Wisma Kemenpora, Jakarta, Senin, 27 Desember 2021.

Agung Firman mengatakan hadiah tersebut merupakan bentuk motivasi bagi para atlet maupun organisasi cabang olahraga.

“Penghargaan ini merupakan pelecut, pemicu, baik bagi atlet maupun organisasi cabang olahraga yang melakukan pembinaan,” beber Agung melansir Antara.

“Bagi atlet, penghargaan adalah insentif untuk menstimulasi, memperkuat tekad dan semangat untuk menjaga, membina dan meningkatkan prestasi tersebut,” sambungnya.

Dalam keterangannya, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta mengatakan pemberian bonus tersebut terlambat dari jadwal awal. Hal ini tersebab revisi anggaran 2021 karena pandemi Covid-19.

“Dalam sebuah perencanaan anggaran penghargaan memang kami tidak berhasil merencanakan bonus kepada tim Piala Thomas karena memang ditengok rekam jejak selama lebih dari lima tahun maka Dirjen Anggaran tidak bisa menganggarkan bonus ini karena memang berdasarkan data ternyata tidak ada target ke sana.”

“Dan Alhamdulillah pada 2021 akhir Desember ini kami dapat limpahan revisi dan kami segera melakukan revisi ini akhir tahun.”

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlineIDN Slot Online.

Situs agen judi online terpercaya clubpokeronline idnslot

An Se-young dan Dechapol/Sapsiree Sapu Bersih Indonesia Badminton Festival (IBF) 2021
By - Writter

An Se-young dan Dechapol/Sapsiree Sapu Bersih Indonesia Badminton Festival (IBF) 2021

Rangkaian Indonesia Badminton Festival (IBF) 2021 sudah berakhir. BWF World Tour Finals yang berakhir pada Minggu, 5 Desember 2021 adalah pamungkas.

An Se-young dan Dechapol/Sapsiree Sapu Bersih Indonesia Badminton Festival (IBF) 2021

Dari tiga turnamen yang digelar di Nusa Dua, Bali, sejumlah pebulutangkis sukses sapu bersih. Tunggal putri Korea Selatan, An Se-young dan pasangan ganda campuran Thailand Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai berhasil mencuri perhatian.

SITUS AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA IDNSLOT - CLUBPOKERONLINE

An Seyoung meraih gelar ketiga secara beruntun usai mengalahkan Pusarla Venkata Sindhu dari India dalam dua gim 21-16, 21-12 dalam tempo 39 menit.

Juara Indonesia Masters 2021 dan Indonesia Open 2021 itu mengaku senang bisa meraih hat-trick di Bali.

“Senang bisa menuai sukses hat-trick di sini. Kemenangan ini adalah peningkatan prestasi saya,” ujar Seyoung usai laga.

Pebulutangkis 21 tahun itu mengakui sudah melewati berbagai tantangan selama tiga pekan terakhir.

“Setiap pemain pasti punya kesulitan sendiri. Harus punya kemampuan dan persiapan untuk tampil terbaik,” bebernya.

Ia enggan termakan anggapan kesuksesannya lantaran ketidakhadiran sejumlah pemain top seperti Chen Yu Fei dari China atau Tai Tzu Ying (Taiwan).

“Saya tidak bisa memilih lawan. Ini adalah tahapan belajar dan bila tiba saatnya bertemu mereka, harus dihadapi.”

Sementara itu bagi Sindhu hasil antiklimaks ini membuatnya kecewa. Namun demikian, ia sudah berjuang maksimal.

“Saya kecewa dengan hasil ini. Tapi senang rasanya bisa bertemu An dalam laga dan suasana yang berbeda,” ungkap Sindhu

Sindhu mengakui An adalah pemain yang ulet dan sulit dimatikan.

“An adalah pemain yang ulet dan sulit dimatikan. Perlu kemampuan fisik dan mental lebih untuk meladeni permainannya di lapangan,” tegasnya.

Tiga gelar juga diraih Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai. Ganda campuran Thailand itu menumbangkan wakil Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino, dua gim langsung 21-19, 21-11 dalam pertandingan berdurasi 40 menit untuk memastikan hat-trick gelar.

“Kami sangat senang bisa menang di sini. Perasaan yang luar biasa dan sulit diungkapkan,” ujar Bass, sapaan Dechapol usai pertandingan.

Sementara itu tandemnya yang karib dipanggil Popor mengakui kemenangan tersebut tidak lepas dari kerja keras mereka dan tim pelatih.

“Kemenangan ini adalah hasil kerja keras kami dan pelatih. Semua membuat kami yakin untuk bertanding dan menang,” ungkap Popor.

Bass mengatakan keduanya sukses melewati tekanan pemain Jepang. Keduanya bisa mengantisipasi serangan Watanabe/Higashino.

“Kuncinya kami menekan sejak awal dan lawan terlambat untuk membalikkan keadaan. Kami sempat hilang fokus di gim awal, tapi cepat diantisipasi,” tambahnya.

Popor mengatakan keduanya melakukan persiapan selama tiga bulan sebelum terbang ke Bali.

situs judi online terpercaya

“Persiapan yang kami lakukan sudah tiga bulan lalu. Untuk sukses di Bali, kami hanya lakukan peregangan, pemulihan fisik, dan melakukan latihan biasa saja.”

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlinePoker Online.

The Minions Jadi Wakil Semata Wayang Indonesia di Final BWF World Tour Finals 2021
By - Writter

The Minions Jadi Wakil Semata Wayang Indonesia di Final BWF World Tour Finals 2021

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon aka The Minions menjadi wakil semata wayang Indonesia di final BWF World Tour Finals 2021.

The Minions Jadi Wakil Semata Wayang Indonesia di Final BWF World Tour Finals 2021

Pasangan ganda putra berjuluk The Minions itu melangkah ke final usai mengalahkan peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 asal Taiwan, Lee Yang/Wang Chi-Lin.

SITUS AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA IDNSLOT - CLUBPOKERONLINE

The Minions menang usai bertarung tiga gim 18-21, 23-21, 21-17 pada Sabtu, 4 Desember 2021 di Nusa Dua, Bali.

“Mereka bermain dengan tenaga yang cukup banyak, saat bermain terlihat tenaganya kencang banget,” beber Marcus usai pertandingan seperti siaran pers PBSI.

Lebih lanjut Marcus mengatakan ia dan Kevin sudah menampilkan yang terbaik untuk membendung pasangan asal Taiwan itu.

“Kami sudah mencoba melakukan yang terbaik pada laga ini,” sambungnya.

Hal senada dikatakan Kevin. Menurutnya, Lee/Wang tampil lebih baik ketimbang saat penyisihan grup. Saat itu, The Minions menang straight set 23-21 dan 21-19 dalam waktu 22 menit.

“Saya juga merasa bahwa mereka lebih baik dari pertemuan sebelumnya. Kami hanya ingin bermain mengeluarkan permainan yang terbaik pada setiap pertandingannya,” aku Kevin.

Pertandingan ini sempat diwarnai protes Lee/Wang di gim ketiga dalam kedudukan 15-13. Pukulan lawan sempat mengenai Marcus sebelum keluar dari bidang permainan.

Namun, protes tersebut tak diindahkan sang pengadil pertandingan. Wasit tetap memberi poin kepada The Minions.

“Sebenarnya mengenai saya, saya sudah bilang kepada wasit kalau kok terkena saya. Tetapi, wasit tetap pada keputusannya. Masa’ poin dibatalkan,” ungkap Marcus.

Selanjutnya The Minions akan menghadapi pasangan Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi di partai puncak pada Minggu (5/12). Hoki/Kobayashi ke partai final usai mengalahkan pasangan Malaysia Ong Yew Sin/Teo Ee Yi, dengan skor 21-18, 21-15.

Nasib berbeda dialami pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Pasangan juara Olimpiade Tokyo 2021 itu terhenti di babak semifinal usai menyerah dari pasangan Jepang, Nami Matsuyama/Chiharu Shida.

Bertarung di Nusa Dua, Bali, Sabtu, 4 Desember 2021 pagi WIB, Greys/Apri takluk usai bertarung rubber game 21-14, 13-21, dan 23-21 dalam waktu lebih dari satu jam.

“Kami masih tidak menyangka saja bisa kalah. Karena kami sudah tampil semaksimal yang kami bisa,” ungkap Greysia usai laga.

Namun demikian, pemain senior itu tak menampik bahwa hasil pertandingan berbeda dari yang diyakini itu. Yang bisa dilakukan saat ini adalah mengevaluasi permainan untuk pertandingan selanjutnya.

“Tetapi inilah kenyataannya. Kami harus menerima dan menjadi evaluasi bersama pelatih untuk ke depannya,” sambungnya.

situs judi online terpercaya

Greys tak menampik ada aspek-aspek tertentu dari keduanya yang harus menjadi bahan evaluasi. Konsistensi dan mental harus terus dibenah.

“Konsistensi kami yang kurang. Untuk itu, kami segera lakukan perbaikan fisik dan mental serta konsistensi dalam menterang perlu diperbaiki,” ungkap Greys.

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlineAgen Poker Online Indonesia.

Kevin Sanjaya/Marcus Gideon Juara, Praveen/Melati Runner-up Hylo Open 2021
By - Writter

Marcus Gideon/Kevin Sanjaya Sukses Balas Dendam Atas Lee Yang/Wang Chi-Lin

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon memetik kemenangan di laga pertama fase Grup A BWF World Tour Finals 2021. Juara Indonesia Open 2021 itu berhasil membalas kekalahan atas wakil Taiwan, Lee Yang/Wang Chi-Lin dalam dua gim 23-21, 21-19.

Marcus Gideon/Kevin Sanjaya Sukses Balas Dendam Atas Lee Yang/Wang Chi-Lin

Pertandingan yang digelar di Nusa Dua, Bali, Rabu (1/12/2021) berlangsung tak sampai satu jam. Ganda putra nomor satu dunia bermain apik sejak awal. Keduanya bisa meredam lawannya yang berstatus peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020.

SITUS AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA IDNSLOT - CLUBPOKERONLINE

Usai pertandingan, Marcus Gideon mengatakan kemenangan tersebut patut disyukuri. Keduanya mengakui tidak mudah menghadapi pasangan Taiwan itu.

“Hari ini kami bersyukur bisa memenangkan pertandingan. Kami tahu lawan juga bagus, tetapi kami bermain lebih tenang dan mengatur strategi. Kami di laga ini bersusah payah memenangkan pertandingan,” beber Marcus melansir siaran pers Humas PP PBSI.

Kemenangan ini selain menjadi awal yang baik bagi The Minions, sekaligus menjadi pembalasan atas kekalahan yang diderita di panggung Olimpiade Tokyo. Saat tiu The Minions kalah rubber game 18-21, 21-15, dan 21-15.

“Kami tidak memikirkan rekor sebelumnya, kami hanya mau fokus di turnamen kali ini dan memberikan yang terbaik,” tandas Kevin.

Kemenangan ini tentu menjadi modal penting bagi The Minions untuk menghadapi laga selanjutnya. Keduanya akan menghadapi pasangan India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, Kamis (2/12).

The Minions tetap menargetkan kemenangan. Untuk itu, Kevin mengatakan mereka akan menjaga fokus dan konsentrasi.

“Kami mau tetap fokus karena di grup ini persaingannya sangat sulit dan mau setiap laganya,” ungkap Kevin.

Berbeda dengan The Minions, ganda putra pelapis Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan belum mampu mengukir kemenangan.

Pasangan debutan di panggung elite ini kembali takluk di laga kedua penyisihan grup. Kali ini keduanya takluk dari wakil Malaysia, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi dengan skor 21-12, 11-21, 18-21 dari Ong/Teo dalam tempo 56 menit.

“Pertandingan hari ini sangat melelahkan, kami mengeluarkan banyak stamina di gim pertama,” ungkap Yere usai pertanidngan.

Yere mengatakan keduanya berpeluang memetik kemenangan pertama. Sayangnya, mereka gagal memanfaatkan peluang di gim kedua.

“Sayang, di gim kedua kami kurang fokus, fisik kami sudah mulai terkuras. Akibatnya kami kalah lagi di pertandingan kali ini,” sambungnya.

Selain aspek fisik, Pram mengakui mental keduanya belum teruji untuk menghadapi kompetisi sebesar ini.

“Kami sejatinya memiliki rasa percaya diri bisa menang. Stamina kami kalau dilihat sama-sama capai dengan mereka. Tinggal siapa yang kuat di lapangan yang bisa memenangkan pertandingan,” kata Pram.

Walau belum meraih kemenangan di penyisihan Grup B, Pram mengakui keduanya mendapatkan banyak pelajaran dari dua laga yang sudah dijalani.

situs judi online terpercaya

Pram/Yere masih memiliki kesempatan untuk meraih kemenangan. Kesempatan itu terjadi saat melakoni laga pamungkas grup menghadapi wakil Prancis, Christo Popov/Toma Junior Popov pada Jum`at (3/12/2021).

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlineAgen Poker Online Terpercaya.

Indonesia Loloskan 4 Wakil ke BWF World Tour Finals 2021
By - Writter

Indonesia Loloskan 4 Wakil ke BWF World Tour Finals 2021

Indonesia akhirnya bisa mengirim empat wakil ke turnamen BWF World Tour Finals 2021 yang akan berlangsung di Nusa Dua, Bali pada 1-5 Desember nanti.

Indonesia Loloskan 4 Wakil ke BWF World Tour Finals 2021

Keempat atlet tersebut adalah Greysia Polii/Apriyani Rahayu untuk nomor ganda putri, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan (ganda putra), dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (ganda campuran).

SITUS AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA IDNSLOT - CLUBPOKERONLINE

Pramudya/Yeremia adalah debutan di turnamen ini. Pasangan muda ini memastikan satu tiket ke turnamen elit yang hanya diikuti delapan pemain atau pasangan terbaik di setiap nomor berkat kemenangan Kevin/Marcus atas Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dari India di babak semifinal Indonesia Open 2021 pada Sabtu (27/11/2021).

Dalam keterangannya, Pramudya mengaku senang dengan pencapaian tersebut. Keduanya pun berjanji akan berjuang maksimal di turnamen penutup kalender BWF World Tour itu.

“Yang pasti senang bisa masuk BWF World Tour Finals, ini kesempatan untuk kami dan akan berusaha semaksimal mungkin memanfaatkan peluang ini,” beber Pramudya.

Peluang Pramudya/Yeremia sebenarnya bisa ditutup oleh Rankireddy/Shetty seandainya keduanya bisa mengalahkan Marcus/Kevin beberapa hari lalu.

Namun, wakil India itu takluk di babak empat besar sehingga perolehan poin mereka tak cukup menggusur Pramudya/Yeremia.

Dalam perhitungan akhir, Pramudya/Yere menempati posisi keenam “road to Bali” dengan raihan total 31.820 poin. Keduanya berada satu tingkat di depan pasangan India yang mengemas total 31.610 poin.

Pram dan Yere pun tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Marcus dan Kevin yang sudah membantu membuka jalan mereka ke World Tour Finals.

“Terima kasih banyak untuk Koh Sinyo (Marcus) sama Mas Kevin,” tandas Pramudya.

Sementara itu di posisi teratas sektor ganda campuran ditempati Marcus/Kevin. Juara Indonesia Open 2021 itu mengantongi total 47.700 poin.

Dari sektor ganda putri, Greysia/Apriyani lolos ke BWF World Tour Finals 2021 berkat kesuksesannya memboyong medali emas Olimpiade Tokyo 2020. Federasi Bulu Tangkis Dunia memberikan kuota khusus bagi pemenang medali emas Olimpiade untuk bisa bermain di BWF World Tour Finals 2021, tanpa proses kualifikasi poin.

situs judi online terpercaya

Lalu di nomor ganda campuran, ada Praveen/Melati yang menempati posisi kedelapan kualifikasi dengan perolehan 29.710 poin.

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlineBandar Poker Indonesia.

By - Writter

Komentar Greysia Polii/Apriyani Usai Gagal Juara Indonesia Open 2021

Ganda putri nomor satu Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu gagal mencapai klimaks di Indonesia Open 2021. Bermain di kandang sendiri, juara Olimpiade Tokyo 2020 itu takluk di partai final.

Komentar Greysia Polii/Apriyani Usai Gagal Juara Indonesia Open 2021

Bertanding di Nusa Dua, Bali, pada Minggu, 28 November 2021, Greys/Apri takluk dari pasangan Jepang, Nami Matsuyama/Chiharu Shida dalam pertarungan hampir satu jam.

SITUS AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA IDNSLOT - CLUBPOKERONLINE

Greys/Apri sebenarnya lebih diunggulkan. Namun demikian unggulan kedua ini harus mengakui kemenangan unggulan empat dari Negeri Sakura itu.

Usai pertandingan, Greys/Apri mengaku tidak kecewa dengan kekalahan tersebut. Seperti dikatakan Greys keduanya justru menjadikan kekalahan tersebut sebagai pelecut bagi mereka untuk menjadi lebih baik di turnamen berikutnya.

“Kami pernah merasakan menang dan sekarang merasakan kalahnya, kami tidak kecewa dan tidak merasa sedih. Tapi kami ingin terus berjuang dengan maksimal di kemudian hari,” tandas Greysia Polii.

Kedua pasangan memperlihatkan pertarungan yang sengit. Set pertama bahkan sempat diwarnai reli-reli panjang nan melelahkan. Bahkan sempat terjadi reli dengan 192 pukulan sekaligus menjadi yang terlama di tu turnamen Super 1000 ini.

Apri menambahkan keduanya sudah berusaha maksimal untuk tidak memberikan kesempatan kepada lawan untuk mendapatkan angka.

“Tadi sudah sangat ketat dan mereka jarang melakukan kesalahan, dan mereka juga jarang mati. Kami akui itu. Kalau reli panjang ya seperti gitu, sudah capek tapi harus selalu fokus dengan pukulan. Rasanya seperti mau pecah,” beber Apri.

Greys mengakui tidak mudah menghadapi para pemain Jepang. Mereka dikenal ulet dan pantang menyerah. Selain itu para pemain dari Negeri Sakura juga memiliki mental yang tangguh. Untuk mengalahkan mereka harus dalam kondisi terbaik.

“Jepang itu lawan yang ulet, mereka bukan hanya kuat tenaga tapi juga mental. Kami secara fisik harus dalam keadaan yang benar-benar fit,” sambung Greysia.

Setelah ini Greysia dan Apriyani akan mempersiapkan diri menghadapi turnamen BWF World Tour Finals 2021 yang akan berlangsung pada 1-5 Desember nanti.

Keduanya menjadi satu dari empat wakil Indonesia yang lolos ke turnamen penutup tahun itu.

situs judi online terpercaya

Berikut hasil lengkap final Indonesia Open 2021:

Tunggal Putri – An Seyoung (Korea Selatan) vs Ratchanok Intanon (Thailand) 21-17, 22-20

Ganda Putri – Nami Matsuyama/Chiharu Shida (Jepang) vs Greysia Polii/Apriyani Rahayu (Indonesia) 21-19, 21-19

Ganda Campuran – Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (Thailand) vs Yuta Watanabe/Arisa Higashino (Jepang) 21-12, 21-13

Ganda Putra – Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (Indonesia) vs Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang) 21-14, 21-18

Tunggal Putra – Viktor Axelsen (Denmark) vs Loh Kean Yew (Singapura) 21-13, 9-21, 21-13

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlineBandar Poker Online Terpercaya.

Hadapi Pasangan Inggris, Minions Menang Mudah di Laga Perdana Olimpiade Tokyo
By - Writter

Tekuk Wakil Malaysia, The Minions ke Semifinal Indonesia Open 2021

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo melangkah ke babak semifinal Indonesia Open 2021. Pasangan berjuluk The Minions itu berhasil membungkam wakil Malaysia, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi dalam pertarungan tiga gim dengan skor 14-21, 21-14, 21-16 dalam waktu 52 menit, di Nusa Dua, Bali, pada Jumat, 26 November 2021.

Tekuk Wakil Malaysia, The Minions ke Semifinal Indonesia Open 2021

Kevin mengakui tidak mudah bagi mereka menyingkirkan pasangan Malaysia itu. Unggulan pertama ini memuji wakil Negeri Jiran itu sudah memberikan perlawanan berarti.

SITUS AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA IDNSLOT - CLUBPOKERONLINE

“Pastinya hari ini lagi-lagi pertandingan yang tidak gampang. Lawan bermain sangat baik dan kita kehilangan gim pertama,” beber Kevin.

Marcus mengakui pula keduanya cukup kewalahan dengan permainan cepat lawannya. Walau kondisi fisik mereka belum pulih sepenuhnya keduanya tidak menjadikan hal itu sebagai alasan.

“Memang, lawan pada awal-awal bermain cepat sekali, kita juga secara tenaga belum bisa 100 persen. Tapi, itu bukan alasan juga sih,” beber Marcus.

Untuk meladeni lawannya yang bermain cepat sejak awal, The Minions berusaha tampil tenang dan tidak terpancing untuk bermain terburu-buru.

“Lawan memang menekan dari awal. Kita juga memang tidak buru-buru sekali, tidak mau cepat-cepat, karena tenaganya juga belum maksimal,” beber Marcus.

Selanjutnya pasangan nomor satu dunia ini akan menghadapi Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty untuk memperebutkan satu tiket final. Wakil India itu ke semifinal usai menekuk pasangan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin dari Malaysia dua gim langsung 21-19, 21-19.

Pertandingan semifinal akan digelar di tempat yang sama pada Sabtu, 27 November 2021. Kevin mengatakan keduanya akan berusaha tampil maksimal agar bisa melangkah ke partai pamungkas.

“Kita berusaha semaksimal dulu saja sih. Apa pun hasilnya kita syukuri. Siapa pun lawannya harus kita hadapi. Siapa pun itu, kita harus siap untuk melakukan yang terbaik,” tegas Kevin.

Sementara itu, satu-satunya harapan Indonesia di sektor ganda campuran harus terhenti di babak delapan besar.

Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja menyerah dari pasangan Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Bøje dalam duel bertempo 60 menit dengan skor akhir 21-14, 11-21, 18-21.

“Sebenarnya, kami sudah menemukan pola permainannya, tetapi kembali lagi kesabaran dan kurang kontrol. Konsisistensi kami belum solid,” beber Gloria.

Sejumlah pekerjaan rumah yang harus dibenahi diakui pula oleh Hafiz. Selain soal mental dan fisik, keduanya harus bisa mengatasi berbagai tantangan.

“Memang hari ini harus lebih kuat dari biasanya, karena kalau bermain dengan performa biasa saja, tidak bakal bertahan,” ujar Hafiz.

Walau gagal ke semifinal, Gloria bersyukur keduanya bisa tembus ke babak perempatfinal turnamen level Super 1000 itu.

situs judi online terpercaya

Sebelumnya, Christiansen/Bøje sepanjang berhasil membungkam sejumlah wakil tuan rumah. Pada babak pertama, keduanya mengalahkan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari 21-14 13-21 21-16. Christiansen/Bøje kemudian menyingkirkan unggulan kedua Praveen Jordan Melati Daeva Oktavianti 23-21 21-14.

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlinePoker Online.

Greysia Polii/Apriyani Rahayu Dapat Bonus dari Jaya Raya dan Pemda DKI
By - Writter

Greysia/Apriyani Melaju, Indonesia Tanpa Wakil Ganda Campuran di Semifinal Indonesia Open 2021

Hasil berbeda diraih sejumlah wakil Indonesia di babak perempat final Indonesia Open 2021 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, pada Jumat, 26 November 2021. Pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu berhasil mengantongi tiket semi final turnamen level Super 1000 itu usai melewati pertarungan panjang menghadapi ganda putri Jepang, Mayu Matsumoto/Ayako Sakuramoto. Duel kedua pasangan ini berlangsung selama 76 menit dengan skor akhir 21-16, 12-21, 21-18.

Greysia/Apriyani Melaju, Indonesia Tanpa Wakil Ganda Campuran di Semifinal Indonesia Open 2021

Tidak mudah bagi Greys/Apri yang berstatus unggulan dua untuk meraih tiket ke empat besar. Apri mengatakan di balik pertarungan yang melelahkan itu keduanya sukses menjaga komunikasi dan kepercayaan satu pada yang lain.

SITUS AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA IDNSLOT - CLUBPOKERONLINE

“Bersyukur kami bisa menang. Kuncinya adalah komunikasi dan percaya satu dengan Greysia,” beber Apri.

Pasangan peraih medali emas ganda putri Olimpiade Tokyo 2020 itu mengakui lawan yang dihadapi memiliki stamina yang tangguh. Mereka pun sudah mengantisipasi sebelumnya sehingga keduanya benar-benar menyiapkan fisik.

“Memang kami sudah persiapkan sebelum tampil di pertandingan ini. Kami fokus pada persiapan stamina,” sambung Apriyani.

Pasangan berbeda generasi ini sebenarnya mampu mengawali pertandingan dengan baik. Usai merebut gim pertama, keduanya kerap melakukan kesalahan sendiri di set kedua.
“Kami jadi sering mati sendiri dan tidak cepat mengantisipasi setiap tekanan,” aku Apri.

Greys mengatakan di gim penentuan keduanya berusaha untuk menjaga fokus dan mengurangi kesalahan sendiri. Sementara itu di sisi berbeda stamina pasangan Jepang mulai terkuras.

“Kami coba saja terus dan berusaha untuk tidak mati sendiri. Fisik mereka memang kuat,” beber Greys.

Di babak selanjutnya, Greys/Apri akan menghadapi pasangan Thailand Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai.

Untuk mempersiapkan pertandingan ini, keduanya akan segera memulihkan kondisi fisik.
“Kita kerjakan satu per satu saja. Belum memikirkan laga lainnya. Kami mau berikan penampilan terbaik. Sekarang kami mau pemulihan fisik dulu untuk besok. Siapa pun lawannya kami harus siap,” tegas Greys.

Nasib berbeda dialami pasangan ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja. Harapan terakhir Indonesia dari nomor ganda campuran ini takluk dari pasangan Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Bøje.

Hafiz/Gloria adalah pasangan Indonesia ketiga yang ditekuk pasangan non-unggulan tersebut.

Christiansen/Bøje harus berjuang lebih dari 60 menit untuk mengalahkan Hafiz/Gloria dengan skor akhir 21-14, 11-21, 18-21.

“Hari ini permainan kita kurang sabar. Sebenarnya bisa memberikan perlawan, tetapi terburu-buru untuk balik serang. Pertahanan juga tidak konsisten. Ada kesempatan menyerang, malah akhirnya melakukan kesalahan sendiri,” beber Gloria usai laga.

situs judi online terpercaya

Gloria mengatatakan mereka tidak memiliki persiapan khusus menghadapi pasangan Denmark itu. Mereka belum pernah bertemua sebelumnya. Hanya saja ia mengakui keduanya kurang sabar dan pertahanan masih mudah ditembus lawan.

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlineGame Poker Online.

Kevin Sanjaya/Marcus Gideon Gagal Pertahankan Gelar Indonesia Masters
By - Writter

Kevin Sanjaya/Marcus Gideon Gagal Pertahankan Gelar Indonesia Masters

Indonesia gagal meraih gelar di Indonesia Masters 2021. Turnamen level 750 itu berakhir di Nusa Dua, Bali, Minggu, 21 November 2021.

Kevin Sanjaya/Marcus Gideon Gagal Pertahankan Gelar Indonesia Masters

Satu-satunya harapan Indonesia di partai final adalah Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Sayangnya, ganda putra nomor satu dunia berjuluk “Minions” itu takluk usai bertarung tiga gim 11-31, 21-17, 19-21.

SITUS AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA IDNSLOT - CLUBPOKERONLINE

The Minions yang berstatus juara bertahan menyerah dari pasangan Jepang Hoki/Kobayashi dalam pertarungan berdurasi 58 menit.

Pasangan Jepang mengatakan mereka bermain tanpa beban. Ini menjadi kunci mereka bisa meredam unggulan pertama itu.

“Hari ini kami bermain tanpa strategi khusus, kami memang sudah pernah kalah 10 kali saat berjumpa Marcus/Kevin. Kami kemudian mempelajari kesalahan kami dan kelemahan mereka sehingga mempraktikkannya di pertandingan kali ini,” beber Kobayashi.

Jepang tampil sebagai juara umum dengan memborong tiga gelar. Ganda putri Jepang, Nami Matsuyama/Chiharu Shida meraih gelar usai mengalahkan duet non-unggulan asal Korea Selatan, Jeong Na Eun/Kim Hye Jeong, dengan skor 21-9, 21-11.

“Pertandingan tadi sebenarnya sangat ketat dan lawan memberikan permainan yang bagus,” ujar Shida.

Shida mengatakan mereka berusaha bermain lambat dan sabar untuk menghadapi lawannya.

“Mereka bermain lambat dan reli panjang. Kami harus sabar meladeni mereka,” tambahnya.

Di babak semifinal, keduanya mengalahkan pasangan Thailand. “Pemain Thailand dikenal tangguh dan cepat. Kami baru sekali lawan Jeong/Kim, jadi sempat tidak fokus saat bermain,” tandas Nami.

Selain itu, Jepang juga mengunci gelar di nomor tunggal putra. Kento Momota yang menjadi unggulan pertama berhasil mencapai klimeks dengan mengalahkan Anders Antonsen asal Denmark dalam dua gim 21-17, 21-11.

situs judi online terpercaya

Berikut Hasil Final Indonesia Masters 2021:

Ganda Campuran

Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taeraittanachai (Thailand) vs Tang Chun Man/Tse Ying Suet (Hong Kong) 21-11, 21-12

Tunggal Putri

An Seyoung (Korea Selatan) vs Akane Yamaguchi (Jepang) 21-17, 21-19
Ganda Putra

Marcus Gideon/Kevin Sanjaya (Indonesia) vs Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang) 11-21, 21-17, 19-21

Ganda Putri

Jeong Na Eun/Kim Hye Jeong (Korea Selatan) vs Nami Matsuyama/Chiharu Shida (Jpn) 21-9, 21-11.

Tunggal Putra

Kento Momota (Jepang) vs Anders Antonsen (Denmark) 21-17, 21-11

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlinePoker Online.

By - Writter

Kevin Sanjaya/Marcus Gideon Juara, Praveen/Melati Runner-up Hylo Open 2021

Indonesia meraih satu gelar dari Hylo Open 2021. Ganda putra nomor satu dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon memenangi “perang saudara” menghadapi junior mereka Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, pada babak final di Saarbrucken, Jerman, Minggu (7/11/2021) malam WIB.

Kevin Sanjaya/Marcus Gideon Juara, Praveen/Melati Runner-up Hylo Open 2021

“The Minions” meraih gelar turnamen BWF Super 500 ini usai membukukkan kemenangan straight set 21-14, 21-19 dalam tempo 34 menit.

SITUS AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA IDNSLOT - CLUBPOKERONLINE

Bagi unggulan pertama itu, gelar ini merupakan gelar pertama mereka sepanjang tahun ini. Tak heran usai pertandingan Kevin mengaku bersyukur bisa “pecah telur” gelar di tahun ini.

“Puji Tuhan bersyukur, senang bisa juara lagi. Di sini kami coba manfaatkan situasi karena pemain top yang hadir tidak banyak, lalu main enjoy saja dan nothing to lose karena memang sudah pasti lelah,” beber Kevin seperti dilansir dari Badminton Indonesia.

Sementara itu, pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti gagal mencapai klimaks. Sebagai unggulan dua, Praveen/Melati tak bisa mengalahkan unggulan pertama dari Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerartanachai.

Praveen/Melatih menyerah dua gim langsung 20-22, 14-21 dalam pertandingan berdurasi 42 menit.

Selain gagal menambah koleksi gelar Indonesia, bagi Praveen/Melati ini merupakan kekalahan keempat secara beruntun dari total enam kekalahan dalam 10 pertemuan di antara mereka.

Sebelumnya, ganda campuran yang pernah meraih gelar All England itu takluk dari lawannya asal Thailand yang karib disapa Bass/Popor itu di semifinal Denmark Open 2021 pada Oktober lalu.

Secara keseluruhan, Thailand sukses keluar sebagai juara umum dengan meraih dua gelar. Selain dari ganda campuran, Thailand juga berjaya di nomor tunggal putri.

Sementara itu dua gelar lainnya diraih Singapura (tunggal putra) dan Jepang (ganda putri).

situs judi online terpercaya

Berikut hasil lengkap final Hylo Open 2021:

WD – Chisato Hoshi/Aoi Matsuda (JPN) vs Rin Iwanaga/Kie Nakanishi (JPN) 22-20, 21-18

MD – Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (1/INA) vs Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin (INA) 21-14, 21-19

WS – Busanan Ongbamrungphan (5/THA) vs Yeo Jia Min (SIN) 21-10, 21-14

XD – Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (1/THA) vs Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (2/INA) 22-20, 21-14

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlineIDN Poker Online.

Tekuk Denmark 3-1, Indonesia Hadapi China di Final Piala Thomas 2020
By - Writter

Tekuk Denmark 3-1, Indonesia Hadapi China di Final Piala Thomas 2020

Langkah tim putra Indonesia di Piala Thomas 2020 terus diayun. Skuat Garuda sukses melangkah ke partai final usai menyingkirkan tuan rumah Denmark, 3-1.

Tekuk Denmark 3-1, Indonesia Hadapi China di Final Piala Thomas 2020

Pertandingan yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Sabtu (16/10/2021) mengantar Indonesia ke partai final ke-20 di pentas turnamen beregu putra itu.

situs judi online terpercaya

Indonesia sudah 13 kali keluar sebagai juara. Namun, gelar juara terakhir diraih 19 tahun lalu saat menjadi juara di Guangzhou, China, 2002 silam. Saat itu, Indonesia mengalahkan Malaysia di partai final dengan skor tipis, 3-2.

Tiga poin kemenangan Indonesia di pertandingan ulangan final Piala Thomas 2016 disumbangkan oleh Jonatan Christie, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Ganda putra nomor satu dunia yang dijuluki Minions berhasil mengatasi perlawanan Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen, 21-13, 10-21, 21-15.

Jonatan Christie memenangi duel panjang berdurasi lebih dari 90 menit menghadapi Anders Antonsen dengan skor akhir 25-23, 15-21, 21-16.

Fajar/Rian kemudian menjadi penentu usai memetik kemenangan mudah atas Mathias Christiansen/Frederik Søgaard, 21-14, 21-14.

Indonesia sempat tertinggal di “match” pertama saat Anthony Sinisuka Ginting harus mengakui keunggulan pemain nomor dua BWF, Viktor Axelsen. Ginting yang berada di posisi empat BWF takluk straight game, 9-21 dan 15-21.

“Saya sudah bermain menyerang, tetapi kadang tidak tembus dan malah membuat kesalahan. Saya sudah berusaha maksimal. Tapi memang ke depannya saya harus lebih sabar lagi dalam menyerang, untuk dapat poin,” komentar Ginting pasca-pertandingan berdurasi 46 menit seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Sementara itu, Axelsen tetap memberikan apresiasi kepada Ginting. Ia tak menyangka pertandingan akan diakhiri dengan kontroversi raket Ginting yang dianggap melewati net.

“Bukan cara yang saya inginkan untuk memenangkan pertandingan. Saya tidak tahu apakah itu fault atau tidak. Terima kasih kepada Ginting untuk pertandingannya dan untuk para penggemar bulu tangkis atas semua dukungannya,” demikian kicau Axelsen di akun twitter tak lama setelah memenangi laga.

Indonesia akan menghadapi China di partai pamungkas. China lolos ke final usai mengalahkan Jepang, 3-1. China yang tidak diperkuat beberapa pemain andalan akan memburu gelar ke-11.

situs agen judi bandar taruhan togel slot poker domino qq casino online terpercaya

Berikut ini hasil lengkap semifinal Thomas Cup 2020, pada Sabtu (16/10/2021) malam.

INDONESIA vs DENMARK (3-1)

[MS-1] Anthony Sinisuka Ginting vs Viktor Axelsen (9-21, 15-21)

[MD-1] Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo vs Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (21-13, 10-21, 21-15)

[MS-2] Jonatan Christie vs Anders Antonsen (25-23, 15-21, 21-16)

[MD-2] Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto vs Mathias Christiansen/Frederik Søgaard (21-14, 21-14)

[MS-3] Shesar Hiren Rhustavito vs Hans-Kristian Solberg Vittinghus (-tidak dipertandingkan-)

CHINA vs JEPANG (3-1)

[MS-1] Shi Yu Qi vs Kento Momota (20-22, 5-20/retired)

[MD-1] He Ji Ting/Zhou Hao Dong vs Takuro Hoki/Yuta Watanabe (21-17, 7-21, 21-16)

[MS-2] Li Shi Feng vs Kanta Tsuneyama (21-17, 21-15)

[MD-2] Liu Cheng/Wang Yi Lyu vs Akira Koga/Taichi Saito (21-11, 22-20)

[MS-3] Weng Hong Yang vs Kenta Nishimoto (-tidak dipertandingkan-)

Revans atas Malaysia, Indonesia ke Semi Final Piala Thomas 2020
By - Writter

Revans atas Malaysia, Indonesia ke Semi Final Piala Thomas 2020

Tim putra Indonesia mencatatkan hasil meyakinkan di babak perempat final Piala Thomas 2020. Menghadapi Malaysia di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, pada Jumat, 15 Oktober 2021, skuat Garuda menang dengan skor telak, 3-0.

Revans atas Malaysia, Indonesia ke Semi Final Piala Thomas 2020

Kemenangan ini mengantar Hendra Setiawan dan kawan-kawan ke babak semi final. Selanjutnya, mereka akan menghadapi tuan rumah Denmark untuk memperebutkan satu tiket final. Pemenang di laga ini akan berduel dengan pemenang antara Jepang kontra China.

situs judi online terpercaya

Tiga poin kemenangan tim Merah-Putih disumbangkan oleh Anthony Ginting, Marcus Gideon/Kevin Sanjaya, dan Jonatan Christie. Sementara itu Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang dijadwalkan bertemu Goh Sze Fei/Nur Izzuddin serta duel Shesar Hiren Rhustavito versus Leong Jun Hao tak dimainkan.

Ginting yang kini berada di ranking 5 BWF membutuhkan waktu 51 menit untuk menang 21-15 dan 21-17 atas Lee Zii Jia. Kemenangan ini sekaligus balasan atas kekalahannya di perempat final Piala Sudirman 2021 beberapa waktu lalu.

“Puji syukur saya bisa menyelesaikan pertandingan dengan baik dan tanpa cedera. Saya bisa menyumbang angka. Dari awal saya diminta pelatih lebih agresif. Hanya saja uutuk mendapatkan angka saya harus siap capek,” ungkap Ginting usai laga seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Lebih lanjut, pemain kelahiran Cimahi, Jawa Barat itu mengaku mempersiapkan diri secara khusus menghadapi pertandingan ini.

“Saya lebih fokus dari gim pertama dan sudah dapat polanya. Cuma saya harus memaksa diri siap capek karena Lee juga bagus. Kekalahan saya di Piala Sudirman lalu bukan menjadi trauma,” sambung peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020.

Marcus Gideon/Kevin Sanaya pun sukses menjalankan misi serupa. Minions sukses membungkam Aaron Chia/Soh Wooi Yik dalam permainan rubber game. Kemenangan ini sekaligus memutuskan rentetan kemenangan beruntung pasangan muda Malaysia itu mulai dari Olimpiade Tokyo hingga Piala Sudirman 2021.

Jonatan Christie mengalahkan Ng Tze Yong untuk mengunci kemenangan bagi Indonesia. Jojo yang berada di posisi tujuh BWF menang 14-21, 21-19, 21-16 atas lawannya yang kurang diunggulkan itu.

situs agen judi bandar taruhan togel slot poker domino qq casino online terpercaya

Berikut ini hasil lengkap pertandingan 8 besar Thomas Cup 2021 pada Jumat (15/10/2021).

Indonesia vs Malaysia 3-0

Denmark vs India 3-1

Thailand vs China 0-3

Korea Selatan vs Jepang 2-3

Berikut ini hasil pertandingan Indonesia vs Malaysia dalam laga perempat final Piala Thomas 2021 pada Jumat (15/10/2021) di Ceres Arena, Aarhus, Denmark.

Anthony Sinisuka Ginting vs Lee Zii Jia 21-15 dan 21-17 (1-0)

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo vs Aaron Chia/Soh Wooi Yik 21-17, 16-21, dan 21-15 (2-0)

Jonatan Christie vs Ng Tze Yong 14-21, 21-19, 21-16

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto vs Goh Sze Fei/Nur Izzuddin (tidak main)

Shesar Hiren Rhustavito vs Leong Jun Hao (tidak main)

Berita ini disponsori oleh Clubpokeronline4D Singapore Pools.

Indonesia Turunkan Pemain Muda di Piala Thomas dan Piala Uber 2020
By - Writter

Tekuk Taiwan 3-2, Tim Thomas Indonesia ke Perempat Final sebagai Juara Grup

Tim putra Indonesia memetik hasil sempurna di fase grup A Piala Thomas 2020. Setelah membungkam Aljazair dan Thailand, giliran Taiwan yang dikalahkan di partai pamungkas di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Rabu, 13 Oktober 2021.

Tekuk Taiwan 3-2, Tim Thomas Indonesia ke Perempat Final sebagai Juara Grup

Indonesia menang dengan skor 3-2 sekaligus lolos ke babak perempat final sebagai juara Grup A. Sementara itu, Thailand yang melibas Aljazair 5-0 menemani Indonesia sebagai runner-up. Dengan demikian, Taiwan mengikuti jejak Aljazair, angkat koper dari turnamen beregu ini.

situs judi online terpercaya

Penentu kemenangan Indonesia adalah Shesar Hiren Rustavito yang mengalahkan pemain Taiwan Chi Yu Jen dengan skor 16-21, 21-18, 21-19 dalam waktu 1 jam 15 menit.

Sebelumnya Taiwan memaksa skor sama kuat 2-2 setelah Lu Cing Yao/Yang Po Han terlibat pertarungan ketat dengan pasangan senior-junior, Mohammad Ahsan/Daniel Marthin.
Ahsan/Daniel kalah usai bertarung tiga gim, 20-22, 21-17, dan 21-23 bertempo 1 jam 18 menit.

Sebelumnya, tunggal kedua, Jonatan Christie yang turun di partai ketiga mengalahkan Wang Tzu Wei. Jonatan yang biasa disapa Jojo menang dalam dua set langsung, 21-17 dan 21- 13 dalam waktu 50 menit.

Sebelumnya Lee Yang/Wang Chi Lin membuat Taiwan menyamakan kedudukan 1-1 usai mengalahkan Fajar Alfian/Rian Ardianto dalam tiga set 26-28,21-16,14-21 yang berlangsung 1 jam 4 menit.

Di pertandingan pertama, Anthony Ginting mengalahkan Chou Tien Chen dengan skor 22-20, 21-16 dalam waktu 50 menit.

Kemenangan ini tidak lepas dari persiapan matang tim Indonesia menghadapi “big match.” Seperti dikatakan manajer tim Indonesia Eddy Prayitno sebelum pertandingan, pihaknya begitu mewaspadai Taiwan yang dihuni juara Olimpiade Tokyo 2020.

“Tidak mudah memang menghadapi Taiwan yang didukung peraih emas ganda putra Olimpiade (Lee Yang/Wang Chi Lin). Di sana juga ada pemain tunggal Chou Tien Chen. Meski begitu, kita harus kerja keras dan menerapkan strategi yang tepat untuk mengalahkan mereka,” beber Eddy.

Selain itu, Kabid Binpres PBSI, Rionny Mainaky membeberkan sejumlah tantangan non-teknis di lapangan pertandingan.

“Dengan bola yang lambat, tidak mungkin lawan akan terus mengandalkan kekuatan dan kecepatan. Oleh karena itu, strategi permainan pasangan ganda yang akan kita mainkan harus bisa meredam dan mengajak main lambat. Serangan-serangan Lee/Wang tentu tidak secepat seperti di Olimpiade Tokyo,” beber Rionny.

“Harus berjuang maksimal, semangat, ulet, sabar dan siap capek. Selain itu, harus tahu kapan bertahan dan kapan menyerang balik, harus tepat momentumnya. Yang tidak kalah penting, yaitu harus siap adu mental,” tegas mantan pelatih tim nasional Jepang itu.

Berikut ini hasil pertandingan Indonesia vs Taiwan dalam laga terakhir penyisihan Grup A Piala Thomas 2021 pada Rabu (13/10/2021) di Ceres Arena, Aarhus, Denmark.

situs agen judi bandar taruhan togel slot poker domino qq casino online terpercaya

Tunggal Pertama

Anthony Sinisuka Ginting vs Chou Tien Chen 22-20 dan 21-16 (1-0)

Ganda Pertama

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto vs Lee Yang/Wang Chi-Lin 26-28, 21-16, dan 14-21 (1-1)

Tunggal Kedua

Jonatan Christie vs Wang Tzu Wei 21-17 dan 21-13 (2-1)

Ganda Kedua

Mohammad Ahsan/Daniel Marthin vs Lu Ching Yao/Yang Po Han 20-22, 21-17, 21-23 (2-2)

Tunggal Ketiga

Shesar Hiren Rhustavito vs Chi Yu Jen 16-21, 21-18, dan 21-19 (3-2)

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlineKing88bet.

Tekuk Jepang 3-1, China Raih Gelar ke-12 di Piala Sudirman
By - Writter

Tekuk Jepang 3-1, China Raih Gelar ke-12 di Piala Sudirman

China terus menunjukkan dominasinya di Piala Sudirman. Negeri Tirai Bambu baru saja mengunci trofi Piala Sudirman 2021. Turnamen beregu campuran edisi ke-17 ini digelar di Energia Areena, Vantaa, Finlandia, Minggu, 3 Oktober 2021.

Tekuk Jepang 3-1, China Raih Gelar ke-12 di Piala Sudirman

Di partai final, China mengalahkan Jepang dengan skor cukup telak, 3-1. Bagi China, ini merupakan gelar ke-12 di Piala Sudirman sejak pertama kali dipertandingkan di Istora Senayan Jakarta, 1989 silam.

situs judi online terpercaya

Sementara itu, Jepang gagal menorehkan prestasi untuk menjadi juara. Jepang masih belum bisa mengakhiri penantiannya untuk mengikuti jejak sejumlah tim seperti Indonesia, Korea Selatan, dan China sebagai jawara.

Menariknya, pertandingan final ini menjadi ulangan final edisi sebelumnya. Saat itu, Jepang takluk dengan skor lebih mencolok, 0-3.

Kemenangan China ditentukan oleh ganda putra, tunggal putra, dan ganda putri. Sementara itu, Jepang sempat mencuri kemenangan di nomor tunggal putri.

Di partai pertama He Jiting/Zhou Haodong berhasil mengalahkan ganda putra Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dalam pertarungan ketat tiga gim, 21-17, 14-21, dan 21-16.

Jepang mampu menyamakan kedudukan setelah tunggal putri, Akane Yamaguchi berhasil mengalahkan Chen Yufei. Duel kedua pemain hanya berlangsung dua gim, 21-19 dan 21-16.

Dua partai selanjutnya berhasil diamankan China. Kento Momota, tunggal putra nomor satu dunia sekaligus kapten tim Jepang gagal menyumbang poin. Menghadapi Shi Yuqi, Momota menyerah dalam pertarungan rubber game, 21-13, 8-21, dan 21-12.

Usai pertandingan Momota membantah bahwa kelelahan menjadi faktor kekalahannya.

“Saya kewalahan dengan kemampuan menyerang lawan saya, itu sebabnya saya kalah. Saya tidak terlalu lelah, tetapi saya tidak dapat menemukan cara untuk menang,” beber Momota seperti dilansir dari bwfbadminton.com.

situs agen judi bandar taruhan togel slot poker domino qq casino online terpercaya

Shi, merayakan momen terbaiknya setelah kembali dari cedera yang dideritanya pada Juli 2019, berjanji untuk menjadi lebih baik daripada sebelum cedera.

“Saya membiarkan game kedua berjalan untuk memulihkan napas,” kata Shi.

“Saya harus menghemat semua energi saya untuk game ketiga. Saya dalam kondisi 90 persen dari yang terbaik. Menang adalah hal yang hebat, tetapi tujuan saya bukan untuk kembali ke level saya sebelumnya – saya akan mencapai 120 persen dari itu!”

Di partai ketiga, sekaligus penentuan bagi China, pasangan ganda putri Chen Qingchen/Jia Yifan berhasil mengatasi Jepang yang turunkan pasangan dadakan, Mayu Matsumoto/Misaki Matsumoto.

Chen/Jia menang dua gim langsung dengan skor 21-17 dan 21-16, sekaligus mengunci kemenangan China.

Hasil final Piala Sudirman 2021: China vs Jepang (3-1)

Ganda Putra

He Ji Ting/Zhou Hao Dong vs Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (21-17, 14-21, dan 21-16)

Tunggal Putri

Chen Yu Fei vs Akane Yamaguchi (19-21 dan 16-21)

Tunggal Putra

Shi Yu Qi vs Kento Momota (21-13, 8-21, dan 21-12)

Ganda Putri

Chen Qing Chen/Jia Yi Fan vs Mayu Matsumoto/Misaki Matsumoto (21-17 dan 21-16)

Ganda Campuran

Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping vs Yuta Watanabe/Arisa Higashino (Tidak Bermain)

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlineSlot88 Login.

By - Writter

Curhat Ribka Sugiarto/Sifi Fadia Usai Debut di Piala Sudirman 2021

Pasangan ganda putri Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti langsung menjalani debut di laga perdana Piala Sudirman XVII/2021. Ribka/Fadia dipercaya mengisi pos ganda putri saat Indonesia berhadapan dengan NBFR (National Badminton Federation of Russia), Minggu (26/9) sore di Energia Areena, Vantaa, Finlandia.

Curhat Ribka Sugiarto/Sifi Fadia Usai Debut di Piala Sudirman 2021

Ribka/Fadia membayar kepercayaan itu dengan sebuah kemenangan straight game, 21-13, 21-15 atas Evgeniya Kosetskaya/Ekaterina Malkova, sekaligus membawa tim Garuda unggul 4-0.

situs judi online terpercaya

“Rasanya bangga berada di tim ini dan langsung dipercaya untuk turun di pertandingan pertama,” kata Fadia seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

“Kami juga selalu mau kasih yang terbaik,” sambung Ribka.

Saat Ribka/Fadia turun bertanding, kondisi tim Indonesia sudah memastikan kemenangan. Tetapi mereka mengatakan hal itu malah membuatnya lebih termotivasi untuk dapat juga menyumbang poin.

“Kami tadi malah lebih termotivasi, melihat senior-senior berjuang di lapangan. Jadi rasanya memang tidak mau kalah,” ujar Fadia.

“Di awal gim kami memang sempat tegang. Tetapi setelah itu kami bisa mengontrol permainan. Kalau dipercaya lagi kami harus lebih siap dan bisa cepat adaptasi kondisi lapangan dan lawan,” jelas Ribka.

Ribka/Fadia yang sudah mengoleksi gelar Indonesia Masters 2019 Super 100 ini sedang disiapkan menjadi suksesor Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Oleh sebab itu, mereka bertekad untuk selalu tampil all out dan tanpa beban.

“Kemarin saat dikasih tahu akan main hari ini kami tentu saja senang. Kami bertekad untuk terus tampil maksimal,” ucap Ribka.

Fadia mengatakan juara Olimpiade Tokyo itu meminta mereka untuk bermain tenang dan tanpa terbebani.

“Kak Greysia juga menyampaikan pesan untuk bermain nothing to lose dan memberikan yang terbaik. Itu benar-benar menambah semangat kami,” tutup Fadia.

Secara umum, menurut Kabid Binpres PP PBSI Rionny Mainaky, penampilan pemain sudah berada di jalur yang tepat. Menurutnya, permainan anak-anak tadi sudah bagus dan tidak mengecewakan.

“Semua bisa fokus dan tampil penuh semangat. Pertandingan di ganda putra dan ganda campuran memang cukup ketat, tetapi mereka bisa mengatasinya,” tutur Rionny.

“Untuk besok melawan Kanada, saya berharap tim bisa bermain lebih baik lagi. Kami memang belum tentukan nama, tapi siapa saja yang diturunkan itu pasti yang siap dan terbaik,” kata Rionny.

situs agen judi bandar taruhan togel slot poker domino qq casino online terpercaya

Ditambahkan Rionny, Skuad Garuda tidak boleh memandang sebelah mata lawan, kendati di laga pembuka Kanada dikalahkan Denmark dengan 0-5. “Kita tidak mau remehkan Kanada. Fokus harus bagus, pemanasan juga harus bagus. Semoga kita bisa meraih kemenangan lagi,” tegas Rionny.

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlineBandar Togel 4D Terpercaya.

 

By - Writter

Indonesia Menang 5-0 Atas Rusia di Laga Pertama Piala Sudirman 2021

Lewat laga menegangkan, terutama di gim kedua Piala Sudirman 2021, pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti akhirnya menyempurnakan kemenangan Indonesia. Berkat kemenangan 21-15, 27-25 atas Rodion Alimov/Alina Davletova, Skuad Garuda pun unggul 5-0 atas tim National Badminton Federation of Russia.

Indonesia Menang 5-0 Atas Rusia di Laga Pertama Piala Sudirman 2021

Dalam laga penyisihan Grup C kejuaraan bulutangkis memperebutkan Piala Sudirman XVII/2021 yang mentas di Energia Areena, Vantaa, Finlandia, Minggu (26/9) malam, Praveen/Melati sebenarnya mengawali laga dengan nyaman. Tidak tampak ketegangan di wajah mereka.

situs judi online terpercaya

Maklum, ketika Praveen/Melati turun bertanding di partai kelima atau terakhir, Indonesia sudah unggul 4-0 atas Rusia. Meskipun begitu, juara All England 2020 tetap ngotot untuk memenangi laga.

Serangan dan pertahanannya memang solid. Permainan depan Melati dan gedoran Praveen dari sektor belakang juga efektif menghasilkan angka. Meski sempat mendapat perlawanan ketat hingga skor 16-14, wakil Indonesia itu akhirnya memenangi pertandingan gim pertama dengan 21-15.

Cerita jadi berubah di gim kedua. Wakil Merah-Putih ini dipaksa harus memerah keringat lebih banyak. Banyak kesalahan dilakukan Praveen/Melati yang menguntungkan lawan. Perbedaan poinnya pun demikian mepet.

Sempat terjadi setting sejak poin 20-20. Laga ini pun membuat sport jantung kubu Indonesia yang ingin menang sempurna dan tidak ingin sampai kehilangan satu gim pun.

Berkat ketenangan dan pengalaman segudang, Praveen/Melati akhirnya menang 27-25. Keberhasilan ini pun sekaligus memastikan Indonesia menang 5-0 atas Rusia.

“Tadi kami tetap bermain ngotot, walau tim Indonesia sudah menang 4-0. Selain ingin menyumbang poin, kami juga ingin cepat menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan,” tutur Praveen, usai pertarungan selama 41 menit seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Praveen maupun Melati sejatinya ingin memanfaatkan laga perdana untuk meraup sebanyak mungkin pengalaman. Mereka pun ingin mendapatkan atmosfer pertandingan. Hal tersebut akan sangat berguna untuk mendukung permainan lebih optimal pada laga berikutnya.

“Bila nanti diturunkan lagi, kami pun jadi sudah benar-benar siap,” kata Ucok, sapaan karib Praveen. Secara umum, menurut Kabid Binpres PP PBSI Rionny Mainaky, penampilan pemain sudah berada di jalur yang tepat. Menurutnya, permainan anak-anak tadi sudah bagus dan tidak mengecewakan.

“Semua bisa fokus dan tampil penuh semangat. Pertandingan di ganda putra dan ganda campuran memang cukup ketat, tetapi mereka bisa mengatasinya,” tutur Rionny.

“Untuk besok melawan Kanada, saya berharap tim bisa bermain lebih baik lagi. Kami memang belum tentukan nama, tapi siapa saja yang diturunkan itu pasti yang siap dan terbaik,” kata Rionny.

situs agen judi bandar taruhan togel slot poker domino qq casino online terpercaya

Hasil Indonesia vs National Badminton Federation of Russia (5-0):
Tunggal Putra: Anthony Sinisuka Ginting vs Ivan Sozonov, 21-8, 21-8
Tunggal Putri: Gregoria Mariska Tunjung vs Anastasia Shapovalova, 21-14, 21-13
Ganda Putra: Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamulyo vs Ivan Sozonov/Vladimir Ivanov, 21-17, 21-18
Ganda Putri: Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti vs Evgeniya Kosetskaya/Ekaterina Malkova, 21-13, 21-15
Ganda Campuran: Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti vs Rodion Alimov/Alina Davletova, 21-15, 27-25

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlineBandar Togel 4D.

By - Writter

Indonesia Turunkan Pemain Muda di Piala Thomas dan Piala Uber 2020

Hanya selang satu pekan setelah Piala Sudirman 2021 rampung digelar, ajang Piala Thomas & Uber 2020 akan bergulir di Aarhus, Denmark, 9-17 November mendatang. Sejatinya ajang ini dilangsungkan tahun lalu tapi ditunda karena pandemi Covid-19.

Indonesia Turunkan Pemain Muda di Piala Thomas dan Piala Uber 2020

Tim Indonesia dipastikan membawa beberapa pemain muda untuk mengisi line-up nya, baik di tim Thomas maupun tim Uber. Pemain-pemain muda ini akan bekerjasama dengan para seniornya untuk mengembalikan piala yang sudah lama tidak kembali ke Tanah Air.

situs agen judi bandar taruhan togel slot poker domino qq casino online terpercaya

Deretan pemain muda tersebut di antaranya kakak beradik Chico Aura Dwi Wardoyo dan Ester Nurumi Tri Wardoyo, Leo Rolly Carnando, Daniel Marthin, Putri Syaikah hingga Jesita Putri Miantoro. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky membeberkan alasannya.

“Dasar pemilihan, intinya dari performa di turnamen-turnamen terakhir juga kami evaluasi dari latihan-latihan mereka. Secara individu mereka yang paling siap dan mumpuni. Saya pastikan mereka siap untuk bertarung dan bukan hanya bertarung tapi mereka juga siap menyumbangkan poin untuk tim,” jelas Rionny seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Rionnya yang juga merangkap pelatih tunggal putri mengaku para pemain muda menunjukkan hasil yang baik selama latihan.

“Pemain-pemain muda ini kalau saya lihat di latihan memang sudah sangat baik, mereka sangat termotivasi untuk memberikan yang terbaik. Nanti mereka juga akan menyusul ke Denmark baru bergabung dengan tim di sana. Selama persiapan di Indonesia, saya sudah perintahkan tim pelatih untuk lebih menyiapkan lagi dengan program-program yang ketat. Saya berharap mereka bisa ambil ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya,” lanjutnya.

KLAIM BONUS SLOT - clubpokeronline

Rionny mengerti, sebagai pemain-pemain debutan, tekanan dan rasa minder akan ada di pundak mereka. Oleh karena itu, adik kandung dari Richard Mainaky itu berusaha untuk menguatkan mental anak asuhnya itu.

“Supaya mereka tidak minder karena pertama kali ikut di ajang beregu, saya juga sudah meminta mereka dalam beberapa minggu terakhir ini untuk sparring bersama senior-seniornya. Saya juga sering mengingatkan mereka secara pribadi apa saja tekanan yang ada di dalam tim dan bagaimana mengantisipasinya. Ini untuk memperkuat mental mereka,” kata Rionny.

Berikut daftar lengkap tim Piala Thomas & Uber Indonesia:

Tim Thomas
1. Anthony Sinisuka Ginting
2. Jonatan Christie
3. Shesar Hiren Rhustavito
4. Chico Aura Dwi Wardoyo
5. Marcus Fernaldi Gideon
6. Kevin Sanjaya Sukamuljo
7. Mohammad Ahsan
8. Hendra Setiawan
9. Fajar Alfian
10. Muhammad Rian Ardianto
11. Leo Rolly Carnando
12. Daniel Marthin

Tim Uber
1. Gregoria Mariska Tunjung
2. Putri Kusuma Wardani
3. Nandini Putri Arumni
4. Ester Nurumi Tri Wardoyo
5. Greysia Polii
6. Apriyani Rahayu
7. Siti Fadia Silva Ramadhanti
8. Ribka Sugiarto
9. Nita Violina Marwah
10. Putri Syaikah
11. Febby Valencia Dwijayanti Gani
12. Jesita Putri Miantoro

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlineTogel Toto Macau.

By - Writter

Greysia/Apriyani Belum Fit, Fadia/Ribka Jadi Andalan di Piala Sudirman 2021

Jelang Piala Sudirman 2021, pasangan ganda putri peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 Greysia Polii/Apriyani Rahayu belum mendapatkan kembali kondisi fisik yang prima. Hal ini disebabkan karena waktu persiapan yang singkat sebelum menghadapi turnamen beregu campuran itu.

Greysia/Apriyani Belum Fit, Fadia/Ribka Jadi Andalan di Piala Sudirman 2021

Pelatih ganda putri Eng Hian pun mempersiapkan ganda putri kedua, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto untuk mengambil peran lebih besar di Piala Sudirman nanti.

situs agen judi online terpercaya di Indonesia

Untuk itu pelatih yang karib disapa Didi itu mulai fokus membenahi pasangan tersebut. Kabar baiknya, kekurangan di daya tahan yang menjadi PR besar Fadia/Ribka selama ini pun sudah mulai teratasi.

“Di Piala Sudirman ini, saya lebih fokus mempersiapkan Fadia/Ribka untuk bisa diberikan tanggung jawab, memikul tanggung jawab. Kalau dibilang belum siap, di atas kertas memang belum siap tapi kalau saya melihat kesiapan mereka dari latihan itu sudah cukup bagus. Jadi nanti kita lihat kondisinya, Greys/Apri akan lebih diutamakan tapi kalau memang memungkinkan saya akan memaksimalkan Fadia/Ribka,” jelas Didi seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Lebih lanjut Didi mengatakan untuk mengatasi kekurangan pasangan itu, pihaknya akan mengubah pola permainan menjadi lebih lambat.

“Selama ini kekurangan Fadia/Ribka adalah di daya tahan untuk bermain dengan durasi yang agak lama. Memang dari pola permainan kita ubah, mungkin akan lebih lambat tapi dari sisi kebutuhan untuk fisik dan stamina sudah banyak kemajuan. Tapi kembali lagi, kalau hanya latihan tanpa dicoba di pertandingan tidak akan kelihatan. Nanti kita coba uji di pertandingan,” katanya lagi.

Ditemui di tempat yang sama, Greysia mengungkapkan kondisinya saat ini. Walau belum fit, Greysia bertekad untuk tetap memberikan penampilan terbaik bila diturunkan nanti. Greysia yang sudah memberi sinyal pensiun berharap tim Indonesia bisa membawa pulang Piala Sudirman tahun ini.

“Persiapan so far so good. Memang secara fisik saya harus meningkatkan lagi di sisa waktu ini tapi secara mental saya dan Apri sudah siap tanding. Mempersiapkan semua yang terbaik dulu. Jujur kondisi lutut saya selepas Olimpiade masih ada efeknya, sekarang masih dalam pemulihan. Dengan kondisi seperti ini saya mau jalani saja, memberikan yang maksimal untuk tim,” ungkap Greysia.

Lebih lanjut pemain senior itu berharap tim Indonesia makin kompak, tidak hanya para pemain tetapi juga ofisial dan para pengurus.

“Harapan saya pertama tim ini bisa kompak dulu, bukan hanya atletnya tapi juga ofisial dan pengurusnya. Karena kalau kita kompak pasti ada semangat dan energi tambahan saat kita bertanding. Lalu, semoga saya bisa memberikan yang terbaik, seperti yang saya selalu bilang selama saya masih dikasih kesempatan sampai saya menyatakan berhenti, saya akan melakukan itu dengan sebaik mungkin. Terakhir, semoga tim Indonesia bisa bawa gelar juara dari sana,” harapnya.

Piala Sudirman 2021 digelar pada 26 September – 3 Oktober di Finlandia. Skuad Merah-Putih akan melakoni laga pertama kontra Rusia pada 26 September.

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlineSitus Poker Slot Online.