Informasi Dunia Olah Raga Indonesia & Mancanegara Aktual Terpercaya
  • Sports Award - 2019

    Number #1 Sports News
  • Global Certificate

    ISO 9001:2019
  • Award Winning

    Berita Olah Raga Terbaik 2019
Greysia Polii
By - Writter

Greysia Polii Mundur dari Simulasi Piala Uber 2020

Pemain ganda putri Greysia Polii terpaksa tidak ambil bagian dalam gelaran Mola TV PBSI Thomas & Uber Cup Simulation 2020. Greysia batal tampil karena sedang sakit flu. Hal ini dikonfirmasi oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti.

Posisi Greysia akan digantikan oleh pemain muda Meilysa Trias Puspita Sari. Mundurnya Greysia juga menyebabkan adanya perubahan komposisi ganda putri di tim Banteng.

Dengan demikian tandem Greysia Polii yakni Apriyani Rahayu akan berpasangan dengan Amallia Cahaya Pratiwi. Sementara itu Rachel Allessya Rose yang sebelumnya berpasangan dengan Amallia akan berpasangan dengan Meilysa Trias Puspita Sari.

“Greysia tidak bisa ikut simulasi karena sedang sakit flu. Apriyani akan berpasangan dengan Amallia (Cahaya Pratiwi), sedangkan Rachel (Allessya Rose) yang tadinya berpasangan dengan Amallia, dipasangkan dengan Meilysa Trias Puspita Sari,” kata Susy seperti dilansir dari superbull.org.

Sementara itu Kepala Pelatih Ganda Putri PBSI, Eng Hian, mengatakan bahwa dengan mundurnya Greysia, otomatis fokus utamanya bergeser ke pasangan juara Mola TV PBSI Home Tournament 2020, Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti, karena Apriyani dipasangkan dengan Amallia yang merupakan pemain muda.

“Fokusnya sekarang ke Fadia/Ribka, apakah mereka bisa tampil konsisten seperti di home tournament?” ujar Eng saat diwawancara.

Eng juga menjelaskan bahwa persiapan yang dilakukan tim ganda putri kurang lebih sama dengan persiapan jelang turnamen biasanya. Volume dan intensitas latihan disesuaikan dengan kebutuhan para pemain. Fokusnya tentu sebagai persiapan untuk menghadapi putaran final Piala Uber.

“Persiapan seperti biasa kalau mau ke turnamen, volume dan intensitas latihannya disesuaikan dengan kebutuhan pemain. Judulnya kan simulasi, jadi memang ini jadi kesempatan buat kami dalam mempersiapkan diri dan uji coba jelang Piala Uber,” pungkasnya.

Simulasi Piala Uber kali ini akan mempertandingkan empat grup dengan format setengah kompetisi. Tim Banteng, Rajawali, Harimau dan Garuda akan saling bertemu dalam pertandingan yang berlangsung pada 9-11 September 2020. Tim dengan jumlah kemenangan terbanyak lah yang akan menang.

Berikut jadwal pertandingan hari pertama Mola TV PBSI Thomas & Uber Cup Simulation 2020:

Rabu, 9/9/2020

08.30 WIB

Banteng vs Harimau

Ruselli Hartawan vs Putri Kusuma Wardani

Apriyani Rahayu/Amallia Cahaya Pratiwi vs Febriana Dwipuji Kusuma/Putri Syaikah

Choirunnisa vs Asty Dwi Widyaningrum

Meilysa Trias Puspita Sari/Rachel Allessya Rose vs Agatha Imanuella/Nita Violina Marwah

Ester Nurumi Tri Wardoyo vs Bilqis Prasista

15.00 WIB

Garuda vs Rajawali

Gregoria Mariska Tunjung vs Fitriani

Febby Valencia Dwijayanti Gani/Yulfira Barkah vs Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti

Stephanie Widjaja vs Saifi Rizka Nur Hidayah

Jesita Putri Miantoro/Lanny Tria Mayasari vs Melani Mamahit/Tryola Nadia

Aisyah Sativa Fatetani vs Komang Ayu Cahya Dewi

Jonatan Christie Taklukkan Anthony Ginting
By - Writter

Jonatan Christie Taklukkan Anthony Ginting di Simulasi Piala Thomas dan Uber

Jonatan Christie membuka jalan untuk tim Rajawali di pertandingan pertama Mola TV PBSI Thomas & Uber Cup Simulation 2020. Tim Rajawali sementara unggul 1-0 atas tim Garuda setelah Jonatan menghentikan perlawanan Anthony Sinisuka Ginting dengan skor 21-17, 17-21, 21-14.

Usai pertandingan pemain yang karib disapa Jojo mengatakan pertandingan ini tak ubahnya latihan tanpa penonton. Ia menilai laga itu tidak mudah dan berjalan sesuai prediksi semula.

“Ini seperti latihan game, saya anggap seperti latihan tapi ditonton, latihan yang cukup baik untuk persiapan ke Thomas Cup. Saya tahu pertandingan ini tidak akan mudah, akan berlangsung lama,” beber Jonatan seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Jonatan yang sudah unggul jauh 10-4 kemudian tersusul Anthony yang balik memimpin 11-10 di interval game pertama. Namun kesalahan demi kesalahan yang dilakukan Anthony membuat Jonatan bisa mengembalikan rasa percaya dirinya dan kembali unggul jauh hingga game point 20-17, Jonatan merebut game pertama.

Anthony balik melesat di game kedua dengan memimpin jauh 8-4. Pertandingan masih berlangsung sengit di game kedua, Jonatan sempat mendekat 8-9 namun akhirnya kembali tertinggal dan kehilangan game kedua. Pada game penentuan, Jonatan dengan meyakinkan mengunci permainan Anthony.

Lebih lanjut pemain asal Jakarta itu mengatakan dirinya sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk menghadapi turnamen simulasi ini. Secara khusus ia mempersiapkan fisik dan strategi untuk menghadapi Ginting.

“Saya sudah persiapkan dari fisik maupun strategi, karena kalau sudah capek, beda lagi strateginya. Dari awal game sampai poin 11 adalah poin yang sangat penting,” lanjutnya.

Menurutnya Ginting adalah lawan yang sulit ditaklukan. Selain itu Ginting memiliki pukulan mematikan dan memiliki serangan yang bagus.

“Tadi kami bermain cukup baik, saling jual beli serangan. Kita semua tahu Anthony punya serangan yang bagus dan pukulan mematikan. Kalau strategi, saya harus lebih siap defense-nya, kalau defense tembus, bikin Anthony percaya diri, lawannya malah nggak percaya diri,” sambungnya, seperti dilansir dari berita Situs QQ.org.

Menurut Jonatan kemenangan yang ia raih membuat timnya memiliki harapan untuk bisa memetik kemenangan di laga-laga selanjutnya.  Ia menilai kemenangan tersebut membuat Fajar dan Rian makin bersemangat.

“Setelah ini Fajar/Rian akan turun, saya rasa kemenangan di game pertama akan membuat mereka lebih percaya diri karena timnya sudah unggul,” tutur Jonatan.

Di partai kedua, ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dari tim Rajawali tengah bertanding menghadapi Daniel Marthin/Leo Rolly Carnando.

KARONO
By - Writter

Karono Kunci Kemenangan Tim Rajawali

Satu pengembalian Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay yang gagal melewati net menjadi penentu kemenangan Karono yang membela tim Rajawali di ajang Mola TV PBSI Thomas & Uber Cup Simulation 2020. Kemenangan Karono atas Ikhsan dengan skor 21-18, 21-17 memastikan kemenangan tim Rajawali atas Garuda dengan skor sementara 3-0.

Dua poin sebelumnya disumbang tunggal putra Jonatan Christie dan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Meski menang straight game, Karono mendapat perlawanan sengit dari Ikhsan. Bahkan Ikhsan sempat unggul di game kedua dan hampir memaksa Karono memainkan game ketiga.

Usai pertandingan Karono angkat bicara. Pemain muda ini mengatakan persaingan di antara kedua berjalan ketat, termasuk saat latihan. Namun di laga ini ia merasa lebih unggul terutama fisik. Ia menyebut kondisi Ikhsan kurang fit.

“Sebenernya kalau di latihan, kami memang imbang dan sering ramai mainnya. Tapi di pertandingan tadi saya merasa lebih unggul dari segi fisik, karena Ikhsan kan dari kemarin kurang fit juga,” ujar Karono seperti dilansir dari Sportsbook.news.

Lebih lanjut ia mengatakan meski keduanya sering bertemu namu ada hal berbeda antara bermain saat latihan dan saat pertandingan seperti ini. Selain itu ini menjadi pengalaman pertama baginya di nomor beregu.

Ia mengaku sempat tegang di awal. Namun setelah timnya memimpin 2-0, ia mulai merasa lebih tenang.  Apalagi ini pertandingan beregu yang mana saling mempengaruhi.

“Rasanya memang beda kalau main di pertandingan beregu dan perorangan. Ini pengalaman pertama saya main di pertandingan beregu, ada rasa tegang di awal. Tapi setelah tim saya unggul 2-0, rasa tegangnya mulai berkurang,” sambungnya.

Kemenangan pertama dan kedua bagi tim tersebut dipersembahkan oleh tunggal putra Jonathan Christie yang sukses mengalahkan Anthony Sinisuka Ginting, serta pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhamad Rian Ardianto. Dua kemenangan itu membuatnya lebih percaya diri.

“Mainnya jadi lebih percaya diri setelah kemenangan Jonatan dan Fajar/Rian di partai sebelumnya,” lanjut Karono.

Meskipun telah memastikan kemenangan, namun partai keempat dan kelima tetap akan dimainkan. Simulasi ini menggunakan format setengah kompetisi di mana keempat grup akan saling bertarung dan memainkan kelima partai, juara akan ditentukan dari jumlah kemenangan terbanyak.

Di partai keempat, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Rambitan akan menghadapi Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri.  Sementara itu tim Garuda yang menelan kekalahan di tiga partai pertama tetap mengejar kemenangan di dua partai selanjutnya.

tim garuda - badminton indonesia
By - Writter

Tim Garuda Amankan Posisi Runner-up

Kemenangan tunggal putra Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay membuat posisi runner up diamakan oleh tim Garuda. Dalam pertandingan yang berlangsung di Pelatnas Cipayung, Ikhsan mengalahkan Firman Abdul Kholik dengan skor 21-16, 21-15. Kedudukan sementara tim Garuda vs tim Harimau 3-0. Titel juara sudah dipastikan milik tim Rajawali.

Turun sebagai penentu kemenangan tim, Ikhsan mendapat banyak pengalaman berharga di turnamen beregu ini.

“Pasti rasanya senang bisa menyumbang angka dan membawa tim Garuda jadi runner up,” kata Ikhsan usai laga seperti dilansir dari bandar bola.sports-news.

Lebih lanjut Ikhsan mengatakan dirinya mendapat banyak pelajaran, terutama posisinya sebagai pemain di partai penentu. Ia pun mulai belajar untuk mengatasi dan mengatur berbagai tantangan dan tekanan.

“Ini jadi pelajaran buat saya kalau turun di partai penentu, sudah tahu tegangnya bagaimana. Jadi sudah bisa mengatur,” lanjutnya.

Menghadapi Firman yang lebih senior, Ikhsan mencoba untuk bermain lebih lepas dan berani mengeluarkan kemampuannya. Firman yang merupakan pemain kidal tentu punya kebiasaan- kebiasaan yang berbeda dari pemain lainnya, namun karena sudah sering latihan bersama di pelatnas, Ikhsan sudah mengantisipasi hal ini.

“Tadi saya mencoba untuk tidak mati sendiri, menambah kecepata dan lebih berani. Lawan kan lebih senior, pasti lebih banyak pengalaman. Kalau ditanya sudah puas dengan capaian saya, saya belum puas. Saya harus meningkatkan speed dan stamina saya,” ungkap Ikhsan.

Ikhsan mengaku tampil lebih lepas karena tim Garuda sudah lebih dulu unggul 2-0 lewat kemenangan Anthony Sinisuka Ginting dan pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.

“Sudah unggul 2-0 itu pasti berpengaruh banget, saya jadi partai penentu. Kalau sudah memimpin, yang selanjutnya lebih enak, nggak ada beban. Sebaliknya yang lagi ketinggalan pasti ada beban,” kata Ikhsan usai laga.

Terkait strategi, ia mengatakan dirinya sudah mempersiapkan sejak awal. Ia berusaha untuk fokus sejak awal pertandingan. Ia pun berusaha untuk bermain lebih lepas dan tidak sampai terbebani dengan laga melawan pemain yang lebih senior.

“Strategi sudah disiapkan dari awal, saya fokus ke pola main dulu. Kaki saya kan kemarin sempat cedera, otomatis ada rasa trauma. Tadi saya coba main lebih berani dan lebih lepas,” ungkap pemain asal PB Djarum ini.

Meskipun tim Garuda sudah memastika kemenanngan, dua partai selanjutnya tetap akan dimainkan untuk penghitungan poin. Saat ini ganda putra perwakilan tim Banteng, M. Reza Pahlevi Isfahani/Sabar Karyaman Gutama tengah bertanding melawan Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri dari tim Garuda.

Tim Rajawali dan tim Harimau
By - Writter

Ganda Putra Tentukan Kemenangan Tim Rajawali Atas Harimau

Ganda putra Pramudya Kusumawardhana/Yeremia Erich Yoche Rambitan menjadi penentu kemenangan tim Rajawali atas tim Harimau. Dalam pertandingan hari kedua Mola TV PBSI Thomas & Uber Cup Simulation 2020, Pramudya/Yeremia berhasil mengalahkan Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Amri Syahnawi dengan skor 21-18, 21-13.

Tim Rajawali memastikan kemenangan atas tim Harimau dengan skor sementara 3-1. Ini adalah kemenangan kedua yang telah dikantongi tim Rajawali. Pada laga pertama kemarin, tim Rajawali menaklukkan tim Garuda dengan skor 4-1.

Usai pertandingan Pramydia mengatakan dirinya merasa senang bisa memetik kemenangan. Apalagi kini posisi timnya semakin aman di tabel klasemen sementara.

“Perasaannya pasti senang bisa menyumbang angka dari pertandingan kemarin, istilahnya tim kami sudah agak aman, tinggal satu pertadingan lagi,” ujar Pramudya seperti dilansir dari Maxbet sports-news.

Di game kedua, Pramudya/Yeremia bisa lebih mengontrol pergerakan Wahyu/Amri karena mereka menjalankan strategi yang berbeda dari game pertama. Di game pertama, demikian Pramudya, keduanya lebih banyak mengarahkan bola ke belakang. Situasi ini berubah di game kedua, yang mana mereka lebih sering bermain di depan net.

“Wahyu/Amri sama-sama pemain belakang, di game pertama kami banyak arahkan bola ke belakang, jadi mereka sudah siap dan sudah terbiasa. Di game kedua, kami lebih banyak main di depan net,” jelas Pramudya.

Yeremia mengatakan keduanya sudah mengantisipasi pola permainan lawan. Menghadapi pola seperti itu, keduanya pun bermain lebih menyerang. Hal ini tentu membuat lawan kerepotan saat bertahan dan mengantisipasi serangan mereka.

“Lawan kami hari ini banyak mengarahkan bola ke atas, saya dan Pram memang sudah ngomong dari sebelum tanding, supaya kalau begini, kami lebih banyak menyerang, jadi mereka nggak enak defense-nya,” jawab Yeremia.

Pramudya/Yeremia tampil solid di dua pertandingan selama simulasi. Pada laga sebelumnya melawan Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri dari tim Garuda, kemenangan juga diraih Pramudya/Yeremia dengan skor 22-20, 13-21, 21-17.

Yeremia menegaskan keduanya memiliki perbedaan dibanding lawannya. Salah satu yang mencolok adalah keduanya bermain lebih kompak dan solid ketimbang lawannya.

“Kami unggul di kekompakan di lapangan,” kata Yeremia ketika ditanya keunggulan sebagai pasangan. Sementara Pramudya menambahkan kalau dari segi teknik, ia dan Yeremia unggul dari kecepatan dan akurasi bola-bola sambungan mereka.

Berikut hasil pertandingan hari kedua sesi pagi antara tim Rajawali vs Harimau (3-2):

– Jonatan Christie vs Chico Aura Dwi Wardoyo 21-19, 13-21, 14-21

– Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto vs Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon 21-18, 21-17

– Karono vs Firman Abdul Kholik 21-14, 21-10

– Pramudya Kusumawardhana/Yeremia Erich Yoche Rambitan vs Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Amri Syahnawi 21-18, 21-13

– Bobby Setiabudi vs Christian Adinata 13-21, 21-15, 19-21

Piala Thomas dan Uber 2020
By - Writter

Persaingan Ketat Bakal Warnai Simulasi Piala Thomas dan Uber 2020

Sebanyak empat tim putra dan empat tim putri akan bertarung di ajang Mola TV PBSI Thomas & Uber Simulation 2020. Jelang perhelatan Piala Thomas & Uber 2020 di Aarhus, Denmark, pada 3-11 Oktober mendatang, PP PBSI menggelar simulasi agar pemain bisa mempersiapkan diri.

Simulasi akan digelar di Pelatnas PBSI Cipayung, dimulai dengan simulasi Piala Thomas pada 1-3 September 2020, dilanjutkan dengan simulasi Piala Uber pada 8-10 September 2020.

Di simulasi Piala Thomas, akan ada empat grup yang bertanding dengan sistem setengah kompetisi. Keempat grup akan bertarung saling bertarung untuk memperebutkan posisi teratas. Tim dengan nilai kemenangan terbanyak akan keluar sebagai juara. Sistem yang sama juga berlaku di simulasi Piala Uber.

Pembagian dilakukan berdasarkan penilaian bersama tim pelatih. Keempat grup diatur agar merata sehingga persaingan bakal berjalan ketat. Hal ini tentu penting untuk mengasah dan menguji kemampuan para pemain.

“Pembagian pemain dilakukan berdasarkan penilaian bersama tim pelatih. Kami mengatur agar keempat grup punya kekuatan yang imbang. Misalnya satu grup punya ganda dengan rangking tertinggi, maka di grup itu tidak akan ada pemain tunggal yang rangkingnya paling tinggi juga,” ungkap Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti seperti dilansir dari agen bola news.

Lebih lanjut mantan ratu bulu tangkis dunia itu mengatakan pembagian grup ini menunjukkan tingkat persaingan yang bakal ketat. Ia pun tak bisa memprediksi siapa yang akan menjadi juara. Kekuatan setiap tim merata sehingga akan menghadirkan persaingan yang ketat.

“Melihat pembagian grup, akan sulit untuk memperkirakan siapa juaranya. Karena kekuatannya bisa dibilang merata. Pemilihan tunggal dan ganda ketiga pun tetap kami pertimbangkan agar merata semua,” lanjut Susy.

Mola TV PBSI Thomas & Uber Cup Simulation 2020 menawarkan hadiah sebesar Rp. 100 juta untuk tim pemenang, serta Rp. 50 juta untuk tim runner up.

Satu tim terdiri dari tujuh pemain yang terdiri dari tiga pemain tunggal dan dua pasang pemain ganda. Serta dua pelatih yang terdiri dari pelatih tunggal dan pelatih ganda. Dalam satu tim, tunggal pertama hingga tunggal ketiga dan ganda pertama serta ganda kedua sudah ditentukan, jadi susunan pemain yang turun sudah bisa dipastikan karena tim tidak dapat mengubah urutan pemain atau merombak pasangan ganda yang mereka miliki.

Berikut daftar tim unggulan dan pemain yang akan beraksi di Mola TV PBSI Thomas & Uber Simulation 2020:

Thomas

  1. Rajawali
  2. Banteng
  3. Harimau
  4. Garuda

Uber

  1. Banteng
  2. Garuda
  3. Rajawali
  4. Harimau
tontowi ahmad
By - Writter

Tontowi Ahmad Jalin Kerja Sama dengan Brand Lokal Ternama

Kendati telah mengundurkan diri dari Pelatnas PBSI di Cipayung, Mei lalu, komitmen Tontowi Ahmad terhadap kemajuan perkembangan bulutangkis di Tanah Air tidak pernah surut. Kini dengan menggandeng perusahaan perlengkapan olahraga Indonesia, Flypower, peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 itu bertekad ingin memajukan produk dalam negeri agar dapat bersaing dengan produk sejenis mancanegara.

Dukungan Tontowi terhadap Flypower tersebut diwujudkan dalam bentuk ikatan kerjasama. Owi, sapaan akrab pemain kelahiran Banyumas, 18 Juli 1987 ini telah menandatangani kontrak kerjasama bersama Flypower dengan durasi kontrak selama dua tahun dan bisa diperpanjang lagi.

Penandatangan kesepakatan kerjasama atau MoU itu dilakukan oleh Owi bersama Direktur Utama PT Flypowerindo, Hariyanto Arbi pada Rabu, 29 Juli 2020.

“Dengan bangga saya mengikat kerjasama dengan Flypower. Alasan utama saya bergabung bersama Flypower karena ingin mengangkat produk-produk dalam negeri agar dapat bersaing di mancanegara. Selain itu, saya melihat kualitas produk Flypower juga tidak kalah dibandingkan dengan produk bulutangkis yang ada saat ini,” ujar Owi seperti dilansir dari Joker388 sportifo.

Dijelaskan oleh Hariyanto Arbi, pihaknya mengucapkan terima kasih karena pemain kelas dunia dengan prestasi hebat seperti Owi bersedia mengikat kerja sama dengan Flypower yang merupakan perusahaan perlengkapan olahraga Indonesia. Ini menunjukkan bagaimana komitmen Owi dalam ikut mendukung pengembangan produk nasional.

“Terima kasih kepada Owi yang sudah mempercayai dan mendukung Flypower. Kepercayaan Owi ini tentu menambah semangat kami untuk terus berkembang. Ini seperti tagline kami, Flypower dari Indonesia mendunia,” papar Hari, sapaan akrab Hariyanto Arbi.

Menurut Owi, pemain yang bersama Liliyana Natsir telah mengukir banyak prestasi besar seperti, tiga kali beruntun menyabet gelar juara All England 2012, 2013, 2014, serta juara Kejuaraan Dunia 2013 di Guangzhou, China dan 2017 di Glasgow, Skotlandia itu, dirinya sangat mendukung agar produk-produk dalam negeri bisa berkembang di pasar internasional. Kini sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada perbulutangkisan Tanah Air yang telah membesarkannya, Owi pun siap membawa Flypower lebih berkembang lagi di panggung bulutangkis internasional.

“Saya sangat mendukung agar produk-produk Flypower makin go internasional. Ini sebagai bentuk rasa nasionalisme saya dengan mencintai produk-produk nasional. Harapannya, dengan nama yang saya miliki, Flypower pun makin mendunia,” harap ayah dua anak itu.

Ke depan, seperti dijelaskan oleh Hari, Owi akan lebih banyak berperan dalam pengembangan produk-produk Flypower. Dengan berbekal segudang pengalaman sebagai pebulutangkis, Owi akan lebih banyak dilibatkan dalam pengembangan produk perlengkapan bulutangkis, khususnya dalam pembuatan raket, sepatu, dan produk lainnya.

Tim Uber Indonesia 2020
By - Writter

Undian Piala Thomas dan Uber 2020: Tim Uber Indonesia di Grup Neraka

Badminton World Federation (BWF) telah merilis hasil undian Piala Thomas dan Uber 2020. Proses pengundian ditayangkan secara langsung oleh BWF dari Kuala Lumpur, Malaysia, pada hari ini pukul 14.00 WIB.

Tim putra Indonesia yang diunggulkan di tempat pertama, menempati grup A bersama Malaysia, Belanda dan Inggris. Sedangkan tim Uber Indonesia yang ada di posisi kelima daftar unggulan, menempati grup B bersama Korea, bersama Korea, Malaysia dan Australia.

Mengomentari hasil undian, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti mengatakan bahwa baik tim Thomas maupun Uber punya peluang untuk menjuarai grup. Jika melihat materi pemain, tim Thomas Indonesia lebih berpeluang besar untuk merajai grup A.

“Kami fokus awalnya ke babak delapan besar dulu. Kami punya kans, kami mau membawa pulang Piala Thomas kembali ke Indonesia. Lawan-lawan di grup tidak mudah untuk dihadapi, namun kami tetap optimis,” ujar Susy kepada Badmintonindonesia.org.

Lebih lanjut Susy mengatakan Malaysia merupakan tim yang harus diwaspadai di Piala Thomas kali ini. Meski begitu Indonesia tak boleh meremehkan tim-tim lain.

“Malaysia harus diwaspadai di grup A. Kalau melihat kekuatan di atas kertas, kami lebih unggul dari Belanda dan Inggris, namun kami harus siap dan tidak boleh menanggap enteng lawan,” lanjut Susy.

Sementara itu, tim Uber Indonesia harus bekerja keras untuk menjadi juara grup B. Pasalnya Indonesia berada satu grup dengan tim Korea yang cukup kuat, terutama di sektor ganda putri.

“Korea memang kuat, tapi saya rasa peluang tetap ada. Melawan Malaysia dan Australia juga tidak boleh lengah, karena di pertadingan beregu, apapun bisa terjadi. Yang penting para pemain bisa menjaga fokus dan harus fight di lapangan,” tuturnya seperti dilansir dari SBOBET Badminton-news.

Sebanyak 16 tim Piala Thomas dan 16 tim Piala Uber akan bertanding memperebutkan lambang supremasi beregu putra dan beregu putri paling bergengsi ini. Putaran final Piala Thomas dan Uber rencananya akan dihelat di Aarhus, Denmark, pada pada 3-11 Oktober mendatang. Kejuaraan ini akan berlangsung di Ceres Arena.

Berikut hasil undian grup Piala Thomas dan Uber 2020:

Piala Thomas

Grup A

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Belanda
  • Inggris

Grup B

  • Tiongkok
  • Taiwan
  • Australia
  • Perancis

Grup C

  • Denmark
  • India
  • Jerman
  • Algeria

Grup D

  • Jepang
  • Korea
  • Thailand
  • Kanada

Piala Uber

Grup A

  • Jepang
  • Taiwan
  • Mesir
  • Spanyol

Grup B

  • Korea
  • Indonesia
  • Australia
  • Malaysia

Grup C

  • Thailand
  • Denmark
  • Skotlandia
  • Kanada

Grup D

  • Tiongkok
  • India
  • Perancis
  • Jerman
Badminton World Federation
By - Writter

BWF Batalkan Empat Turnamen di Bulan September

Federasi Bulu Tangkis Dunia atau Badminton World Federation (BWF) mengumumkan pembatalan empat turnamen yang rencananya akan bergulir di bulan September 2020. Keempat turnamen tersebut adalah Taipei Open (1-6 September), Korea Open (8-13 September), China Open (15-20 September) dan Japan Open 2020 (22-27 September).

Setelah pandemi Covid-19 mewabah di seluruh dunia, BWF membatalkan turnamen-turnamen internasional, turnamen terakhir yang berlangsung adalah All England 2020 pada Maret lalu. Kemudian BWF mengumumkan dimulainya kembali turnamen pada Agustus 2020, namun turnamen-turnamen di bulan Agustus 2020 juga terpaksa dibatalkan akibat pendemi yang belum mereda.

“Keputusan pembatalan turnamen-turnamen ini demi menjaga kesehatan pemain, penonton, volunteers dan anggota asosiasi. Kami sangat kecewa karena harus membatalkan beberapa turnamen, namun keselamatan semua pihak yang terlibat adalah hal yang paling penting saat ini,” ujar Thomas Lund, Sekretaris Jenderal BWF seperti dilansir dari media sports Link NOVA88.

Dalam rilis yang dimuat di situs resmi BWF, Lund menyatakan apresiasinya atas usaha dan kerja keras para anggota asosiasi dalam proses ini, dengan kesabaran dan komitmen kepada BWF. Juga atas dukungan para pecinta bulutangkis dan partner BWF.

Hingga saat ini BWF terus mengupayakan agar turnamen dapat bergulir kembali, namun tetap menerapkan protokol kesehatan yang berlaku sesuai dengan ketentuan dari World Health Organization (WHO), otoritas kesehatan setempat serta peraturan perjalanan domestik maupun internasional.

Pengurus Pusat PBSI memberikan tanggapan soal keputusan pembatalan turnamen-turnamen ini. Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto mengatakan bahwa turnamen-turnamen di bulan September sedianya menjadi ajang pemanasan bagi pemain jelang perhelatan Piala Thomas dan Uber 2020 di Aarhus, Denmark, pada 3-11 Oktober mendatang.

“Sebetulnya sangat disayangkan, ini adalah hal yang merugikan buat dunia bulutangkis, khususnya untuk atlet. Tapi di sisi lain kami bisa mengerti karena pandemi ini belum teratasi di negara-negara lain. Seperti contohnya di Jepang dan Tiongkok yang mengalami second wave Covid-19,” ujar Budiharto.

Sementara itu, hingga saat ini status penyelenggaraan Piala Thomas dan Uber masih tetap berjalan sesua jadwal. BWF masih belum memberikan informasi apapun terkait penyelenggaraan perebutan dua lambanng supremasi bergengsi tersebut.

“Secara prinsip, memang kami harus menunggu keputusan BWF mengenai kepastian Piala Thomas dan Uber. Untuk tetap mempersiapkan atlet, kami akan tetap melangsungkan simulasi. Simulasi ini penting untuk mengukur sejauh mana kesiapan dan kondisi atlet jelang Piala Thomas dan Uber,” jelas Budiharto.

Mola TV PBSI Home Tournament
By - Writter

Sukses dengan Home Tournament, PBSI Akan Gelar Turnamen ala Piala Thomas dan Uber

PBSI baru saja sukses menggelar turnamen Mola TV PBSI Home Tournament. Berangkat dari kesuksesan itu, PBSI akan kembali menggelar kejuaraan serupa, kali ini dengan format beregu Piala Thomas dan Uber.

Tim Indonesia dinilai perlu wadah untuk melatih kesiapan jelang perebutan supremasi bergengsi tersebut. Piala Thomas dan Uber 2020 rencananya akan digelar di Aarhus, Denmark, pada 3-11 Oktober 2020.

Sebagaimana disampaikan Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto, saat ini Federasi Bulu Tangksi Dunia atau BWF sedang menggodok protokol kesehatan terkait turnamen tersebut bersama pihak tuan rumah. Sementara itu pihaknya belum juga mendapat kepastian terkait penyelenggaraan turnamen-turnamen lain. Dengan demikian saat ini PBSI berkonsentrasi pada persiapan Piala Thomas dan Uber.

“Saat ini BWF (Badminton World Federation) sedang dalam proses bersama tuan rumah terkait protokol kesehatan yang harus dilalui atlet. Kebetulan kami juga belum dapat kepastian lagi mengenai kejuaraan-kejuaraan resmi dari BWF oleh karena itu kami perlu simulasi untuk mematangkan kesiapan pemain kami,” beber Budiharto seperti dilansir dari NOVA88 Sports.

Persiapan pemain di turnamen beregu memang berbeda dengan turnamen perorangan. Dalam turnamen beregu, para atlet perlu memperkuat kekompakan, rasa percaya satu sama lain, teamwork dan sebagainnya. Penyelenggaraan simulasi dinilai tepat untuk pemanasan jelang Piala Thomas dan Uber.

Simulasi Piala Thomas dan Uber akan dilangsungkan di Pelatnas Cipayung pada awal September 2020. Para pemain akan dikelompokkan ke dalam beberapa grup dengan menggunakan format setengah kompetisi.

Sebagaimana diketahui penyelenggaraan PBSI Home Tournament diakhiri dengan sektor tunggal putri. Di nomor ini gelar juara diraih oleh Gregoria Mariska Tunjung yang sukses mengatasi perlawanan juniornya, Putri Kusuma Wardani. Di partai final Gregoria menang straight set dengan skor 21-17, 21-10.

Kemenangan ini sekaligus membayar kekalahan Gregoria atas Putri di penyisihan grup M. Saat itu Gregoria takluk dalam tiga game dengan skor 23-25, 22-20, 11-21.

Sementara itu juara ketiga diraih oleh Saifi Rizka Nur Hidayah. Saifi berhasil mengatasi perlawanan  Asti Dwi Widyaningrum dengan skor 16-21, 21-11, 21-14.

Kekalahan di game pertama tak membuat Saifi patah semangat. Ia mengubah strategi dengan mempercepat permainan dan berhasil mengunci pergerakan Asti di game kedua dan game ketiga.

Pemain kelahiran 24 Desember 2002 ini tak menyangka dirinya bisa meraih peringkat ketiga di ajang Mola TV PBSI Home Tournament mengingat statusnya sebagai pemain muda yang belum lama bergabung di pelatnas Cipayung.

Selamat kepada para pemenang!

Gregoria Mariska Tunjung
By - Writter

Balas Dendam, Gregoria Juara Tunggal Putri

Gregoria Mariska Tunjung berhasil menjadi jawara di ajang Mola TV PBSI Home Tournament usai mengalahkan juniornya, Putri Kusuma Wardani. Di partai final yang berlangsung di Pelatnas Cipayung, Gregoria menang dua game langsung dengan skor 21-17, 21-10.

Bermain taktis, Gregoria membuat Putri tak dapat kesempatan untuk mengembangkan permainan. Terutama di game kedua, di mana Putri semakin di bawah tekanan. Penempatan-penempatan Gregoria di sudut lapangan, kali ini sulit untuk dijangkau oleh Putri.

Kemenangan ini sekaligus membayar kekalahan Gregoria atas Putri di penyisihan grup M. Saat itu Gregoria takluk dalam tiga game dengan skor 23-25, 22-20, 11-21.

Usai pertandingan Gregoria mengatakan dirinya sudah bertekad untuk tampil maksimal di laga final. Ia tak ingin kalah lagi seperti di pertemuan sebelumnya di babak penyisihan.

“Dari pertama saya nggak mau kalah karena di pertemuan terakhir kalah dan kelihatan sekali saya habis. Hari ini saya sudah siap capek, karena tadi pagi kan tanding juga,” ungkap Gregoria usai laga seperti dilansir dari The Sports JOKER123.

Gregoria lolos ke babak final setelah mengalahkan pemain junior, Saifi Rizka Nur Hidayah dengan skor 21-16, 21-13. Sedangkan Putri mengalahkan Asti Dwi Widyaningrum di babak semifinal dengan skor 21-15, 21-18.

Gregoria menegaskan dirinya tidak ingin terbebani dengan target juara. Sekalipun menguras fisik, ia tetap berjuang. Ia pun puas dengan hasil tersebut.

“Saya nggak memikirkan hasil, badan pun rasanya sudah remuk, jadi tanggung kalau mainnya nggak maksimal. Puji Tuhan saya cukup puas dengan hasil di sini, cuma ada beberapa catatan untuk ke depannya. Kalau lawan pemain junior, saya masih kewalahan mengatur rasa tegang dan mentalnya,” sambungnya.

Unggulan pertama ini mengatakan bahwa ajang ini menjadi patokan untuknya dalam mengukur sejauh mana kesiapannya menuju turnamen resmi. Ia menilai turnamen ini benar-benar mengukur sejauh mana kondisi fisik para pemain. Apalagi setelah lama vakum tanpa pertandingan mereka diharuskan memainkan dua pertandingan dalam sehari.

“Evaluasinya terutama dari segi fisik, jarang kan main sehari dua kali. Tidak mudah untuk mencapai kondisi fisik seperti itu, jadi harus ditingkatkan lagi,” pungkas Gregoria.

Sebelumnya Gregoria melangkah ke partai puncak dengan mengandaskan perlawanan Saifi Rizka Nur Hidayah. Gregoria menang dua game langsung dengan skor 21-16, 21-13.

Peringkat ketiga tunggal putri Mola TV PBSI Home Tournament diraih oleh Saifi Rizka Nur Hidayah setelah mengalahkan Asti Dwi Widyaningrum dengan skor 16-21, 21-11, 21-14.

Putri Kusuma W
By - Writter

Komentar Putri Kusuma Usai Takluk dari Gregoria di Partai Final

Putri Kusuma Wardani mengatakan bahwa Gregoria Mariska Tunjung, lebih siap saat tampil di babak final Mola TV PBSI Home Tournament. Gregoria berhak atas gelar juara setelah mengalahkan Putri dalam dua game langsung dengan skor 21-17, 21-10.

Kemenangan Putri di babak penyisihan grup M atas Gregoria sebetulnya menjadi modal untuknya dalam menghadapi Gregoria di laga final. Akan tetapi Gregoria pun telah melakukan evaluasi atas kekalahannya sehingga ia tampil lebih siap dari pertemuan sebelumnya.

“Kak Gregoria lebih siap dan lebih mengontrol jalannya permainan. Sedangkan saya seperti cuma menerima-menerima saja,” ujar Putri usai laga seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Lebih lanjut ia mengatakan dirinya tidak tampil maksimal seperti pertemuan sebelumnya. Di laga final ini ia terlihat lebih berhati-hati dan kadang tidak yakin dengan permainannya.

“Tidak seperti di pertemuan sebelumnya, kali ini saya lebih hati-hati dan nggak yakin dengan permainan saya sendiri,” lanjut Putri.

Finis di posisi kedua merupakan sebuah capaian yang cukup baik bagi Putri yang merupakan unggulan kelima. Penampilannya sepanjang Mola TV PBSI Home Tournament kali ini cukup baik, salah satunya adalah dengan menundukkan pemain-pemain yang lebih senior darinya seperti Gregoria, Fitriani dan Asti Dwi Widyaningrum.

Meski gagal menjadi juara, Putri tetap senang dengan hasil ini. Ia mengaku banyak mendapat pengalaman dari turnamen ini, terutama saat mengalahkan pemain-pemain senior.

“Saya banyak dapat pengalaman dari home tournament ini. Saya bisa melawan pemain yang lebih senior, oh begini ya rasanya main melawan senior,” kata Putri, seoerti dilansir dari media sports SBOBET Indonesia.

Secara keseluruhan Putri puas dengan penampilannya. Hanya saja ia tak puas dengan penampilannya di babak final.

“Sebetulnya saya puas dengan penampilan saya secara keseluruhan selama turnamen ini, tapi untuk di final tadi saya nggak puas,” tegas Putri.

Putri Kusuma Wardani melangkah ke partai final turnamen ini dengan meyakinkan. Ia melenggang ke final setelah mengalahkan Asti Dwi Widyaningrum dalam dua game langsung dengan skor 21-15, 21-18 dalam waktu 50 menit.

Selain Putri, pemain-pemain muda seperti Saifi Rizka Nur Hidayah, Ester Nurumi Tri Wardoyo dan Komang Ayu Cahya Dewi juga menunjukkan performa yang cukup baik di gelaran Mola TV PBSI Home Tournament.

Penampilan Putri terbilang semakin membaik. Ia merupakan salah satu penyumbang kemenangan bagi tim junior Indonesia dalam merebut Piala Suhandinata di ajang World Junior Championships 2019 di Kazan, Rusia.

Asti Dwi Widyaningrum
By - Writter

Asti Dwi Widyaningrum Tembus Perempat Final

Asti Dwi Widyaningrum merebut tiket perempat final tunggal putri Mola TV PBSI Home Tournament setelah mengalahkan Choirunnisa yang merupakan unggulan keempat. Kemenangan straight game 21-12, 21-15 membuat Asti menjadi runner up di grup N dan berhak untuk lolos ke perempat final.

Kemenangan pertama di penyisihan diraih Asti setelah mengalahkan Yasnita Enggira Setiawan dengan skor 21-12, 19-21, 21-16. Peringkat teratas grup N diraih Ester Nurumi Tri Wardoyo yang tak terkalahkan selama penyisihan grup dan telah mengamankan tiga kemenangan. Peringkat ketiga dan keempat di grup N ditempati oleh Choirunnisa dan Yasnita.

“Saya bermain sabar, nggak buru-buru. Saya usahakan nggak mati sendiri. Kalau sudah dapat kesempatan baru menyerang,” kata Asti soal penampilannya melawan Choirunnisa seperti dilansir dari media sports Indonesia – agen bola.

Lebih lanjut Asti yang merupakan unggulan keenam mengatakan lawan yang dihadapi hari ini memiliki serangan yang bagus. Hanya saja ia menilai lawannya tersebut tampil kurang maksimal.

“Kak Choi punya serangan yang bagus, tapi hari ini sepertinya lagi nggak enak mainnya, saya jadi lebih mudah dapat poin. Kemarin waktu kalah dari Ester, saya banyak mati sendiri, jadi kalahnya bukan karena dimatikan, sekarang saya coba main lebih safe, ” lanjut Asti yang merupakan unggulan keenam.

Asti mengatakan tim pelatih menargetkan dirinya untuk bisa lolos ke babak empat besar. Namun Asti melanjutkan bahwa di home tournament ini pemain-pemain junior banyak yang tampil bagus dan tantangan bukan hanya datang dari para senior tetapi juga pemain junior.

Sementara itu Saifi Rizka Nur Hidayah berhasil lolos dari penyisihan grup O tunggal putri Mola TV PBSI Home Tournament. Usai mengalahkan Tasya Farahnailah dengan skor 21-18, 21-12, Saifi berada di peringkat kedua klasemen grup O. Hanya dua peringkat teratas di tiap grup yang berhak atas tiket perempat final.

Saifi harus berjuang keras di game pertama saat melawan Tasya. Namun di game kedua ia unggul jauh dari Tasya dan menang dengan skor cukup telak. Hal ini dikatakan Saifi karena ia terjebak di pola permainan Tasya yang banyak bermain reli di game pertama.

“Saya terbawa pola main lawan yang temponya lebih lambat dan banyak reli. Sedangkan saya tipe pemain menyerang, saya agak kesulitan di game pertama. Makanya di game kedua sebisa mungkin saya mempercepat permainan dari awal, saya nggak mau kebawa main lawan lagi,” kata Saifi usai laga.

Agatha/Yulfira
By - Writter

Agatha/Yulfira Mundur, Greysia Polii/Febby Valencia ke Semi Final

Agatha Imanuela/Yulfira Barkah tak dapat melanjutkan laga perempat final ganda putri Mola TV PBSI Home Tournament. Pada game kedua melawan Greysia Polii/Febby Valencia Dwijayanti Gani, Agatha mengalami kram pada kaki kiri dan akhirnya menyerah dalam kedudukan 19-21, 8-12.

Duel kedua pasangan sebetulnya sangat seru di game pertama, Agatha/Yulfira bahkan sempat memimpin perolehan angka. Namun Greysia/Febby lebih unggul di poin-poin akhir. Agatha sempat meminta pertolongan dokter pertandingan untuk menyemprotkan penahan rasa sakit, namun ia tetap melanjutkan pertandingan.

Saat ingin mengambil bola di bagian kanan belakang lapangan, Agatha lalu terjatuh dan meringis kesakitan. Pertandingan akhirnya terpaksa dihentikan, Agatha/Yulfira retired, Greysia/Febby memastikan satu tempat di semifinal.

“Mereka mainnya hari ini bagus, kami adu strategi dari awal. Adu reli juga karena siapa yang lebih tahan, dia yang bisa memenangkan poin,” ungkap Greysia usai laga seperti dilansir dari media sports SBOBET Indonesia.

Lebih lanjut pemain senior itu mengatakan mereka sempat tak menyangka bahwa Agatha mengalami cedera. Mereka terus fokus untuk mencari poin.

“Sebetulnya nggak kelihatan (kalau Agatha cedera), waktu kedudukan 7-6 dia minta break. Tapi kami tetap tidak mau kendor karena Agatha kram, kami tetap fokus untuk cari poin,” lanjut Greysia.

Di babak semifinal, Greysia/Febby akan berhadapan dengan Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Ribka/Fadia yang merupakan unggulan pertama, melaju ke semifinal dengan mengalahkan Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi dengan skor 21-11, 21-19.

“Bola-bola mereka lebih matang, kami harus siap, nothing to lose dan harus fokus,” komentar Greysia soal semifinal.

Sebelumnya Greysia Polii/Febby Valencia Dwijayanti Gani mengalahkan Melani Mamahit/Tryola Nadia dalam dua game langsung dengan skor 21-16, 23-21. Kemenangan ini mengantar Greysia/Febby ke posisi pertama grup K.

Pada babak penyisihan sebelumnya, Greysia/Febby memenangkan pertandingan atas Kelly Larissa/Savira Nurul Husnia dengan skor 21-10, 21-9.

Greysia/Febby nyaris kehilangan game kedua saat mereka tertinggal 17-20. Namun pertahanan rapat yang ditunjukkan Greysia/Febby membuat Melani/Tryola akhirnya keteteran.

“Penyebabnya dari pergerakan kami, banyak buang bola, banyak mati sendiri. Ini membuat lawan jadi lebih aktif dan percaya diri kami menurun,” kata Greysia soal permainan.

Sebagai pemain yang lebih senior, Greysia juga beradaptasi dengan Febby yang jauh lebih muda. Jadi tak hanya di dalam lapangan, Febby dan Greysia sama-sama saling menyesuaikan dengan pribadi masing-masing. Hal ini membuat komunikasi mereka di lapangan tetap terjaga.

“Kami tetap jaga komunikasi. Saya sudah pernah seumur Febby tapi Febby belum pernah seumur saya. Jadi saya adaptasi dengan gaya bicara dia, dan dia bisa belajar dari saya dengan melihat kehidupan saya di asrama,” ungkap Greysia.

Ribka Sugiarto
By - Writter

Unggulan Pertama, Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Tak Kesulitan di Penyisihan

Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti berhasil menang straight game atas Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi dalam penyisihan grup I ganda putri Mola TV PBSI Home Tournament. Pasangan unggulan pertama ini menang dengan skor 23-21,21-13.

Duel kedua pasangan ini berlangsung begitu ketat di game pertama. Febriana/Amallia yang sempat tertinggal, bisa membalikkan keadaan dan memimpin 19-18. Namun Ribka/Fadia tampil lebih tenang dan mengamankan poin-poin kritis. Poin kemenangan di game pertama diraih Ribka/Fadia lewat satu dropshot Ribka ke tengah lapangan yang gagal dikembalikan Febriana.

Ribka/Fadia memegang kendali permainan di game kedua, Febriana/Amallia sulit mengembangkan permainan mereka dan tertinggal jauh hingga 3-10 dan akhirnya menyerah dalam dua game.

“Di game pertama, kami masih menyesuaikan dengan permainan lawan. Mereka sudah tahu permainan kami karena sama-sama latihan bareng, jadi bagaimana caranya kami kontrol lawan duluan, nggak mau keserang duluan,” ungkap Ribka pada SBOBET Indonesia usai pertandingan.

Lebih lanjut Ribka mengatakan keduanya berusaha tenang meski sempat ketinggalan di game pertama. Dalam situasi seperti itu Ribka berusaha untuk memberikan arahan kepada Fadia untuk bermain bertahan.

“Waktu ketinggalan di game pertama, kami lebih tenang. Saya bilang ke Fadia, main defense dulu, mereka juga bisa mati kok, kami kuatkan defense dulu, lawan malah melakukan kesalahan sendiri,” lanjut Ribka.

Kedua pasangan berhak untuk lolos ke perempat final karena di grup I hanya ada dua wakil. Kemenangan hari ini membuat Ribka/Fadia berhak atas titel juara grup, sedangkan Febriana/Amallia sebagai runner up grup.

“Peluang tetap sama kuat karena lawannya teman sendiri. Seperti tadi tanding pertama langsung ramai. Jadi menurut saya peluangnya 50-50,” kata Fadia saat ditanya soal peluangnya sebagai unggulan pertama di home tournament kali ini.

Sementara itu pasangan Melani Mamahit/Tryola Nadia akan berhadapan dengan Greysia Polii/Febby Valencia Dwijayanti Gani dalam perebutan juara grup J ganda putri Mola TV PBSI Home Tournament. Melani/Tryola memenangkan laga penyisihan pertama sore ini melawan Kelly Larissa/Savira Nurul Husnia dengan skor 21-16, 21-18.

Melani/Tryola sempat tertinggal 9-13 di game kedua, hal ini terjadi karena mereka terlalu buru-buru ingin mematikan lawan sehingga ini menjadi bumerang untuk mereka.

“Di game kedua kami mainnnya jadi agak buru-buru, terlalu ingin mematikan lawan malah jadi mati sendiri,” kata Melani.

Menghadapi Greysia/Febby di perebutan juara grup, Melani/Tryola akan bermain lepas tanpa beban. Dari segi pengalaman, Greysia/Febby tentu lebih matang dari Melani/Tryola. Home Tournament kali ini dimanfaatkan Melani/Tryola untuk mengukur sejauh mana permainan mereka.

Apriyani Rahayu/Mychelle Chrystine Harus Kerja Keras di Laga Pertama
By - Writter

Apriyani Rahayu/Mychelle Chrystine Harus Kerja Keras di Laga Pertama

Pasangan Apriyani Rahayu/Mychelle Chrystine Bandaso harus bekerja keras di laga pertama penyisihan grup K ganda putri Mola TV PBSI Home Tournament. Keduanya harus berjuang tiga game untuk mengalahkan Meilysa Trias Puspitasari/Rachel Allesya Rose.

Duel kedua pasangan ini berlangsung seru, Meilysa/Rachel memaksa Apriyani/Mychelle yang lebih senior untuk bertanding tiga game dengan skor akhir 21-16, 21-23, 21-14.

Di game kedua, Meilysa/Rachel memberikan perlawanan sengit dengan menyamakan kedudukan 19-19. Pasangan muda ini bahkan balik memimpin dengan kedudukan game point 20-19. Satu bola tanggung yang disambar Mychelle membuat Apriyani/Mychelle menyamakan kedudukan 20-20 dan terjadi adu setting.

Akan tetapi, Meilysa/Rachel bermain cukup rapi di poin-poin kritis, pengembalian Mychelle yang terlalu memanjang ke arah belakang lapangan membuat Meilysa/Rachel merebut poin kemenangan dan mencuri game kedua. Game ketiga didominasi Apriyani/Mychelle, setelah unggul jauh 15-10, mereka akhirnya memenangkan pertandingan.

“Di game pertama kami masih mencari-cari bola sambungannya, masih menyesuaikan dengan tipe shuttlecock yang baru kami pakai. Kami kelepasan di game kedua dan mati-mati sendiri, sempat bingung di bola sambungannya,” beber Apriyani seperti dilansir dari media sports NOVA88.

Lebih lanjut Apriyani mengatakan mereka mendapat masukan dari pelatih ganda putri, Eng Hian untuk mempercepat tempo pertandingan. Masukan tersebut ternyata sangat bermanfaat bagi mereka sehingga mampu memenangi game penentuan.

“Waktu di game ketiga, koh Didi (Eng Hian) ngasih tahu temponya dipercepat lagi, nggak bisa lambat, makanya kami bisa ambil game ketiga,” lanjutnya.

Sementara itu Mychelle menilai lawan yang dihadapi bermain tanpa beban. Status lebih senior membuat keduanya tampil maksimal tanpa memiliki beban tersendiri.

“Lawan mungkin tidak ada beban karena lebih junior dari kami. Mereka tampil all out, sedangkan kami keteteran di game kedua,” kata Mychelle.

Apriyani/Mychelle merupakan pasangan dadakan. Di turnamen resmi, Apriyani yang berpasangan dengan Greysia Polii adalah ganda putri andalan Indonesia dan bertengger di peringkat delapan dunia. Di Mola TV PBSI Home Tournament, Greysia/Apriyani tidak dimainkan bersama, Greysia dipasangkan dengan pemain muda Febby Valencia Dwijayanti Gani.

Sedangkan Apriyani awalnya dipasangkan dengan Putri Larasati, namun Putri mengalami cedera lutut kiri dan batal tampil, sehingga tim ganda putri harus ‘meminjam’ Mychelle dari tim ganda campuran. Mychelle yang merupakan pemain kidal, fokus di ganda campuran, berpasangan dengan Adnan Maulana.

“Mychelle pemain kidal, memang suka bingung, apalagi kalau bola di tengah, siapa yang ambil ya? Posisi tangan kami sama-sama di dekat bola. Memang ada kesulitan karena biasanya sama kak Greysia yang sama-sama bermain dengan tangan kanan. Tapi kami sudah mulai adaptasi, banyak belajar, kami juga saling komunikasi,” tutur Apriyani.

Putri Kusuma
By - Writter

Menang Dua Game, Putri Kusuma ke Partai Final

Dalam dua game langsung, Putri Kusuma Wardani pastikan tiket final tunggal putri Mola TV PBSI Home Tournament. Putri melenggang ke final setelah mengalahkan Asti Dwi Widyaningrum dengan skor 21-15, 21-18 dalam waktu 50 menit.

Di game pertama Putri terus mengontrol jalannya pertandingan. Asti sebetulnya juga tampil baik, namun Putri sudah mengantisipasi bola-bola Asti yang menyulitkan, sehingga dapat dikembalikan dengan baik.

Pada game kedua, Putri yang sempat tertinggal, akhirnya menyamakan kedudukan dan balik memimpin. Putri tak ingin game ketiga dimainkan, ia tak mau mengulangi kesalahan-kesalahan di pertandingan sebelumnya.

“Di game pertama, kontrol permainan ada di saya. Tapi saya agak kendor di game kedua, sedangkan lawan lebih cepat mainnya,” kata Putri usai laga seperti dilansir dari media Agen Bola.

Lebih lanjut Putri mengatakan dirinya mengubah permainan di awal game kedua. Namun pelatih memintanya untuk kembali ke pola sebelumnya.

“Pada awal game kedua, saya mengubah permainan, tapi kemudian pelatih mengatakan untuk kembali ke pola di game pertama, di mana kontrol permainan ada di saya. Saya akan kesulitan kalau dikontrol lawan,” sambungnya.

Di babak final, Putri akan berhadapan dengan pemenang antara Gregoria Mariska Tunjung atau Saifi Rizka Nur Hidayah. Putri mengatakan peluang di final cukup terbuka.

“Peluang ada, di final saya akan berhadapan dengan kak Gregoria dan Saifi yang cukup imbang. Di final saya nggak mau mikir menang-kalah, kalah tidak apa-apa tapi inginnya ya menang,” kata Putri.

Sementara itu Gregoria Mariska Tunjung berhasil melaju ke babak semifinal usai memenangi duel sengit menghadapi Ruselli Hartawan dengan skor 19-21, 21-13, 21-17 dalam waktu 54 menit.

Tertinggal di game pertama, Gregoria membalas di game kedua. Ruselli tampil antiklimaks di game kedua dan banyak melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak perlu. Sementara Gregoria terus melancarkan serangan ke pertahanan Ruselli dengan dropshot silang yang mematikan.

“Di game pertama saya masih tegang karena kekalahan tadi pagi, masih takut main lepas. Di poin 11 ke atas baru mulai menemukan permainan. Di game ketiga sebetulnya sudah lumayan habis tapi lebih maksa, jangan sering buang poin karena dapat poinnya susah,” jelas Gregoria.

Di penyisihan grup M pagi ini, Gregoria dikalahkan juniornya, Putri Kusuma Wardani dengan skor 23-25, 22-20, 11-21. Bermain sabar menjadi kunci kemenangan Gregoria di babak perempat final.

“Pemain muda main lebih lepas, seperti Putri tadi. Saya harus siap misalnya sudah unggul atau sudah enak mainnya, jangan lengah malah jadi rugi,” tutur pemain asal klub Mutiara Cardinal Bandung ini.

Greysia Polii dan Apriyani Rahayu
By - Writter

Greysia Polii dan Apriyani Rahayu Dipisah di PBSI Home Tournament

Mola TV PBSI Home Tournament telah memasuki pekan keempat. Setelah menyajikan pertandingan sektor ganda putra, ganda campuran dan tunggal putra, pekan ini giliran sektor ganda putri yang akan bertanding.

Sama seperti sektor lainnya, sektor ganda putri akan bertanding dengan sistem setengah kompetisi. Sebelas pasang ganda putri dibagi ke dalam empat grup dan akan memperebutkan peringkat dua terbaik di setiap grup untuk lolos ke babak perempat final.

Mola TV PBSI Home Tournament ganda putri akan dimainkan mulai besok, Rabu (15/7) hingga Jumat (17/7) mulai pukul 08.30 WIB untuk sesi pagi, dilanjutkan lagi pukul 15.00 WIB untuk sesi sore.

Kepala Pelatih Ganda Putri PP PBSI Eng Hian mengatakan bahwa Mola TV PBSI Home Tournament ini menjadi ajang uji coba untuk pemain ganda putri dalam mempersiapkan diri jelang turnamen resmi. Bertanding di home tournament membuat pemain bisa merasakan atmosfer pertandingan.

“Manfaatnya tentunya bagus, sudah lebih dari empat bulan tidak bertanding. Pelatih berharap mereka bisa manfaatkan home tournament ini sebagai pengganti turnamen. Bisa dapat aura kompetisinya juga,” beber Eng seperti dilansir dari Bandar Bola Sports.

Lebih lanjut Eng mengatakan turnamen internal ini menjadi kesempatan bagi para pemain untuk membuktikan diri layak dikirim ke turnamen-turnamen resmi. Ini adalah kesempatan seleksi untuk tampil di berbagai kejuaraan. Ia pun berharap hal ini bisa memacu para pemain untuk menampilkan permainan terbaik.

“Untuk tim ganda putri, home tournament ini bisa dibilang tempat seleksi yang nantinya berpengaruh ke pengiriman ke turnamen resmi. Semoga ini bisa membuat mereka terpacu,” ungkap Eng.

Eng juga berkomentar mengenai pasangan andalan Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang dipisah di home tournament ini. Kualitas permainan mereka yang dinilai masih di atas ganda putri lainnya membuat Eng harus memisahkan Greysia/Apriyani.

Menurut Eng bila tetap dipasangkan atau tidak dipisahkan maka tidak ada sasaran lebih. Keduanya tetap akan mendominasi dan hampir pasti menjadi juara. Untuk itu ia memutuskan untuk memisahkan mereka agar bisa memberikan pengalaman kepada pasangannya.

Apa yang dikatakan Eng tentu benar. Bila pasangan ganda putri terbaik Indonesia ini tidak dipisahkan sementara maka hampir pasti pertandingan tidak akan berjalan menarik. Keduanya sudah pasti mampu mengatasi perlawanan rekan-rekannya.

“Kalau dipasangkan juga untuk apa? Tidak ada poinnya. Jadi lebih baik dipisah untuk memberikan pengalaman pada pasangannya. Kami mau beri kesempatan kepada pemain lain untuk mengalahkan Greysia dan Apriyani walau sudah terpisah. Kalau Greysia/Apriyani tetap dipasangkan, pertandingan jadi tidak menarik,” pungkas Eng.

Tundukan Shesar Vito, Ginting Segel Gelar Juara
By - Writter

Tundukan Shesar Vito, Ginting Segel Gelar Juara

Anthony Sinisuka Ginting membuktikan masih menjadi yang terbaik di ajang Mola TV PBSI Home Tournament. Pemain tunggal putra unggulan pertama ini keluar sebagai juara setelah mengalahkan Shesar Hiren Rhustavito dengan dua game langsung, 21-19, 21-15.

Tak hanya di final, Anthony tampil cukup baik di semua pertandingannya sepanjang Mola TV PBSI Home Tournament. Ia bahkan tak pernah kehilangan satu game pun. Menikmati setiap permainannya menjadi kunci bagi Anthony untuk tampil cemerlang.

“Puji Tuhan saya bisa menyelesaikan turnamen ini dengan baik. Kuncinya, coba menikmati permainan meskipun ini home tournament, tapi saya anggap seperti turnamen resmi, apalagi sudah hampir empat bulan tidak ada turnamen. Dari pikiran, mental dan semuanya disiapin banget,” beber Ginting usai laga seperti dilansir dari SBOBET Sports-news.

Anthony sempat tertinggal di awal game pertama, namun pelan-pelan ia mulai menyusul dan balik mengungguli Shesar. Anthony pun bisa meredam serangan-serangan Shesar yang cukup tajam.

“Waktu ketinggalan itu saya terburu-buru mau dapat poin, mau menyerang tapi pertahanan Shesar sudah siap,” sambung Ginting.

Lebih lanjut Ginting mengatakan dirinya berusaha untuk mengontrol pergerakan dan memaksimalkan lebar lapangan dengan akurasi pukulannya. Selain itu ia juga berusaha mengindari jangan sampai memberikan peluang kepada Shesar yang bertipe menyerang.

“Dari permainan depan netnya jangan sampai ketinggalan. Saya lebih mengontrol pergerakan dia dan maksimalkan perhitungan dari panjang lebar lapangan untuk akurasi pukulan saya. Jangan sampai Shesar netting dan pengembalian saya ke atas, dia kan pemain menyerang, jadi saya berusaha meredam semua kelebihan dia,” beber Anthony.

Meskipun tampil cemerlang di turnamen ini, Anthony tetap mengevaluasi performanya dan mempersiapkan diri lebih baik lagi jelang turnamen resmi.

“Saya harus kurangi kesalahan sendiri, mental dan fokus yang paling utama. Dari pertandingan pertama sampai final ini, masih banyak bola-bola saya yang nggak seharusnya mati malah mati. Kalau fokus hilang sedikit bisa banyak poin yang hilang,” ujar Anthony.

Sementara itu, Shesar mengatakan bahwa Anthony lebih taktis dan efisien dalam melakukan serangan. Hal ini membuatnya kesulitan. Padahal di game pertama dirinya sempat memimpin namun ia akhirnya kehilangan fokus membuat Ginting mampu mengejar dan berbalik unggul.

“Di game pertama saya sudah memimpin dan kehilangan fokus, saya kurang disiplin dan gampang memberi bola serangan buat Anthony. Di game kedua saya mau mempercepat permainan tapi saya kurang taktis dibanding Anthony,” ucap Shesar.

Greysia Polii/Febby Valencia Dwijayanti Rebut Posisi Tiga
By - Writter

Greysia Polii/Febby Valencia Dwijayanti Rebut Posisi Tiga

Greysia Polii/Febby Valencia Dwijayanti Gani amankan posisi ketiga di ajang Mola TV PBSI Home Tournament usai menundukkan Jesita Putri Miantoro/Lanny Tria Mayasari. Duel kedua pasangan ini dimenangkan Greysia/Febby dengan skor 21-15, 21-8.

Greysia/Febby sempat ketinggalan jauh di game pertama. Namun dengan kesabaran dan kematangan di lapangan, Greysia/Febby balik unggul dan mengunci pertahanan Jesita/Lanny. Di game kedua, Jesita/Lanny benar-benar tidak bisa berkutik, mereka tertinggal jauh hingga 4-13 dan akhirnya menyerah dua game langsung.

Usai pertandingan Febby mengatakan penampilan mereka masih kurang optimal. Meski begitu ia senang bisa berpasangan dengan pemain senior yakni Greysia Polii. Sebagai pasangan dadakan hal ini tidak terbilang buruk.

“Kami merasa masih kurang maksimal, tapi kami tetap menunjukkan yang terbaik. Saya senang bisa berpasangan dengan kak Greysia yang lebih senior, apalagi sebagai pasangan dadakan hasilnya cukup baik,” beber Febby seperti dilansir dari media sports SBOBET.

Sementara itu Greysia mengatakan ada sejumlah hal yang harus diperbaiki. Mereka akan mengevaluasi penampilan sehingga bisa dibenahi secara baik saat latihan nanti.

“Memang masih banyak yang perlu dievaluasi dari permainan kami. Tapi ke depannya kami tahu mau latihan apa, tahu harus berbuat apa di pertandingan resmi nanti,” sebut Greysia.

Greysia juga menuturkan bahwa ajang Mola TV PBSI Home Tournament banyak memberi manfaat untuknya dan tim ganda putri.

“Saya senang bisa ada di sini (home tournament), ada hawa pertandingan yang saya dapat. Saya mau lihat kemampuan adik-adik, bagaimana mereka di pertandingan. Kami jarang ketemu di turnamen. Jadi ajang ini bagus untuk tim ganda putri,” jelas Greysia.

Greysia juga mengaku senang bisa berpasangan dengan pemain muda. Apalagi usia mereka terpaut sangat jauh.

“Dipasangkan dengan yang lebih muda adalah kesenangan dan kehormatan buat saya. Saat usia saya 15 tahun, mereka baru lahir, ha ha ha,” canda Greysia.

Sebagai pemain paling senior di ganda putri, Greysia berpesan kepada pemain muda untuk terus menjaga motivasi dan memperbaiki diri. Selain itu ia meminta para pemain muda untuk tahan banting dalam setiap situasi.

“Semua punya potensi tapi waktu masuk level senior bukan teknik lagi yang utama tapi lebih ke kemauan. Bagaimana menghadapi kekalahan kemenangan, itu yang diuji. Nanti akan ada seleksi alam, kita harus tahan banting di latihan, di kehidupan di asrama dan di pertandingan,” lanjut pemain asal klub Jaya Raya ini.