Informasi Dunia Olah Raga Indonesia & Mancanegara Aktual Terpercaya
  • Sports Award - 2019

    Number #1 Sports News
  • Global Certificate

    ISO 9001:2019
  • Award Winning

    Berita Olah Raga Terbaik 2019
By - Writter

Timnas Indonesia Takluk dari Afghanistan

Timnas Indonesia meraih hasil minor dalam uji coba resmi yang digelar di Stadio Gloria, Antalya, Turki pada Selasa, 16 November 2021 malam WIB. Menghadapi timnas Afghanistan, skuad Garuda menyerah satu gol tanpa balas.

Timnas Indonesia Takluk dari Afghanistan

Afghanistan berhasil mencuri gol di menit akhir, tepatnya di menit ke-85. Gol ini dicetak oleh Omid Popalzay.

SITUS AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA IDNSLOT - CLUBPOKERONLINE

Indonesia yang ditangani Shin Tae-yong sejatinya mampu menguasai pertandingan. Evan Dimas dan kawan-kawan pun mengukir sejumlah peluang. Namun, hingga laga usai kebuntuan tetap tak tersapu dari skuat Merah-Putih.

Setelah pertandingan ini, Indonesia akan menghadapi Myanmar pada 25 November 2021 mendatang. Dua pertandingan terakhir ini menjadi bagian dari persiapan sebelum tampil di Piala AFF 2022 yang sempat tertunda karena pandemi COVID-19.

Shin Tae-yong kecewa dengan hasil tersebut. Pria asal Korea Selatan itu menilai timnya tak bisa menerapkan rencana yang sudah disusun sejak awal.

“Kita dapat hasil yang sangat disayangkan, harusnya bisa kita mendapatkan kemenangan. Kalau taktik memang tidak sesuai apa yang diinginkan saya,” beber Shin Tae-yong.

Selain itu, Shin menyoroti soal kebugaran para pemain. Ia menilai para pemain masih mengalami kelelahan setelah menjalani penerbangan dari Tanah Air.

Ia pun bertekad untuk mempersiapkan diri lebih baik saat menghadapi Myanmar.

“Ada jetlag juga jadi kondisi pemain tidak begitu baik. Tapi untuk pertandingan berikutnya melawan Myanmar kita harus mendapatkan kemenangan.”

Walau gagal memetik kemenangan, Shin melihat ada hal positif yang ditunjukkan tim Indonesia. Hal tersebut adalah daya juang untuk bertarung hingga laga usai.

“Semakin membaik tim ini sampai akhir pun mereka kejar terus jadi sangat yakin dengan pertandingan berikutnya,” tegasnya.

situs judi online terpercaya

Susunan pemain timnas Indonesia vs Afghanistan:

Timnas Indonesia: 22-M Riyandi (GK); 30-Elkan (7-Igbonefo 72′), 19-Fachruddin, 16-Arhan, 14-Asnawi; 13-Irianto, 6-Evan (17-Kadek 62′), 15-Kambuaya; 23-Dedik (21-Ezra 62′), 8-Witan, 10-Egy (2-Irfan 62′).
Cadangan: 26-Trisna (GK), 3-Edo, 5-Sagara, 20-Yudo, 9-Dewangga, 17-Kadek, 18-Ahmad, 24-Yabes, 7-Igbonefo, 11-Sandy, 2-Irfan, 21-Ezra. Pelatih: Shin Tae-yong.

Timnas Afghanistan: 1-Azizi (GK); 2-David, 21-Mukhammad, 4-Alikhil, 5-Adam, 16-Intezar; 6-Husin, 8-Noor; 9-Sadat, 10-Shayesteh, 12-Haidary. Cadangan: 23-Jaylen (GK), 11-Amiri, 13-Rahimi, 14-Kouhyar, 15-Zamani, 7-Zubayr, 17-Zazai, 19-Popalzay, 20-Hadid.

Pelatih: Anoush Dastgir.

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlineSlot Bonanza88.

Egy Maulana
By - Writter

Egy Maulana Cetak Gol, Indonesia Hantam Taiwan 3-0

Tim nasional Indonesia menuai hasil positif di pertandingan leg kedua babak play-off Kualifikasi Piala Asia 2023. Kembali menghadapi timnas Taiwan di Chang Arena, Buriram, Thailand, Senin, 11 Oktober 2021 malam WIB, skuad Garuda melibas lawannya tiga gol tanpa balas.

Egy Maulana

Tiga gol Indonesia disumbangkan oleh Egy Maulana Vikri, Ricky Kambuaya, dan Witan Sulaeman. Kemenangan ini melengkapi hasil positif Indonesia dalam duel kontra Taiwan. Di leg pertama di tempat yang sama beberapa waktu lalu, Indonesia juga meraih kemenangan, 2-1.

situs judi online terpercaya

Pelatih Indonesia, Shin Tae-yong melakukan sejumlah rotasi di laga ini. Ryuji Utomo, Adam Alis, dan Dedik Setiawan diturunkan.

Gol pertama dicetak Egy Maulana berawal dari umpan silang menyasar Dedik, namun justru bersarang di tiang jauh gawang Taiwan. Ini merupakan gol pertama Egy di level timnas senior.

Setelah gol di menit ke-27 itu, Indonesia semakin mendominasi. Indonesia berhasil menambah gol di babak kedua, tepatnya di menit ke-55. Berawal dari pergerakan Evan Dimas, bola yang dikirim ke kotak penalti tak mampu dihalau bek Taiwan. Si kulit bundar jatuh di kaki Ricky Kambuaya. Dengan tenang pemain muda asal Papua itu menggetarkawan gawang Taiwan.

Gol ketiga terjadi jelang bubaran. Berawal dari skema serangan balik cepat yang digagas Asnawi Mangkualam, Witan berhasil merobek gawang Taiwan sekaligus memastikan kemenangan Indonesia dengan agregat, 5-1. Indonesia pun lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Asia 2023.

“Saya sangat senang karena para pemain sudah bekerja keras dalam dua pertandingan ini. Jadi, untuk kedepannya pasti kemauan makin tinggi untuk pemain dan sepak bola Indonesia pastinya akan berkembang,” demikian komentar Shin Tae-yong usai pertandingan.

Sementara itu Egy tak terlalu peduli dengan torehan gol pertama berseragam timnas senior. Baginya yang terpenting adalah kemenangan tim.

“Terkait gol saya tidak terlalu masalah siapa yang mencetak, yang penting adalah tim meraih kemenangan. Karena kemenangan merupakan kerja keras satu tim bukan individu pemain,” beber Egy.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pecinta dan pendukung timnas Indonesia yang telah memberikan doa dan dukungan kepada kami. Nantinya kami ingin melangkah lebih jauh alias tidak hanya bermain di kualifikasi namun lolos ke putaran final Piala Asia 2023 mendatang,” tandas Egy yang kini merumput di mancanegara itu.

situs agen judi bandar taruhan togel slot poker domino qq casino online terpercaya

Susunan Pemain Taiwan versus Indonesia:

Taiwan: Shin Shin An; Hsieh Peng Long, Chen Ting Yang, Liang, Meng Hsin, Cheng Hao, Lin Cheng Yi; Emilio Estevez, Wu Yen Shu, Lin Ming Wei; Li Mao, Wu Chun Ching.

Indonesia: Muhammad Riyandi; Asnawi Mangkualam, Victor Igbonefo, Ryuji Utomo, Pratama Arhan; Rachmat Irianto, Ricky Kambuaya; Adam Alis, Evan Dimas, Egy Maulana Vikri; Dedik Setiawan.

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlineBig777.

Timnas Indonesia All England
By - Writter

Cerita Betapa Besar Dukungan Dubes RI untuk Timnas Indonesia di All England

Timnas Indonesia yang mengalami insiden dipaksa mundur dari ajang bulutangkis All England 2021 akhirnya dapat pulang ke Tanah Air, hari Minggu (21/3). Tadinya tim ini baru bisa kembali ke Indonesia setelah tanggal 23 Maret sesuai aturan yang diterbitkan NHS (National Health Service) Inggris, yaitu menjalani 10 hari karantina mandiri sejak tanggal 13 Maret saat berada dalam satu pesawat bersama orang yang positif mengidap Covid-19 dari Istanbul ke Birmingham.

Keputusan ini tidak lepas dari peran serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Inggris, Desra Percaya. Sejak insiden ini terjadi pada Rabu (17/3), Desra beserta jajarannya langsung aktif bergerak mencari solusi terbaik.

clubpokeronline - situs agen judi online terpercaya idnpoker

“Sebagaimana komitmen saya bahwa para atlet top Indonesia dari Birmingham harus pulang saat ini. Dan Alhamdulillah kita sudah dalam perjalanan ke London untuk nantinya tim terbang dari sana menuju Jakarta,” buka Desra seperti dilansir dari Omi88cc.

“Kami pastikan timnas Indonesia pulang dari ajang All England dengan tidak hanya aman, tapi juga bermartabat,” lanjutnya.

Sebagai Duta Besar, Desra menegaskan sudah menjadi kewajibannya untuk membantu siapapun yang sedang bermasalah di tempat ia bertugas.

“Intinya begini, sudah menjadi kewajiban saya sebagai duta besar dan saya juga didukung oleh teman-teman di KBRI, untuk memastikan kebutuhan teman-teman ini terpenuhi,” kata Desra.

Dihentikannya keikutsertaan tim Garuda dari ajang bulutangkis tertua itu juga membuat Desra merasa kecewa. Dia yakin bahwa PBSI dan Kemenpora tidak tinggal diam perihal ini.

“Saya sangat kagum dan sangat respect terhadap dukungan yang luar biasa dari fans badminton Indonesia. Saya juga salah satu fans yang kecewa, marah dan frustasi juga,” ungkap Duta Besar yang bertugas sejak 26 Oktober 2020 ini.

Sementara itu, Greysia Polii sebagai perwakilan atlet mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan penuh KBRI di masa-masa sulit ini.

“Kita sangat berterima kasih dan bersyukur karena kita akhirnya bisa pulang hari inj, setidaknya pulang lebih cepat ke Indonesia,” kata Greysia mewakili suara atlet.

Greysia juga menyebutkan bila dukungan yang diberikan benar-benar total hingga membuat tim yang sedang dirundung kesedihan tetap merasa nyaman.

“Dan supportnya itu bukan hanya melalui media atau ucapan saja, bahkan Pak Dubes menjemput kami ke hotel, dari London ke Birmingham dulu dan balik lagi ke London. Jadi kami benar-benar mendapat support baik secara moral dan membuat kami merasa tenang dan aman berada di Inggris ini,” puji Greysia.

Berita ini disponsori oleh Bola228Daftar SBOBET.

gregoria mariska vs tai tzu ying - www.idnsportsliga.com
By - Writter

Gregoria Tak Bisa Lewati Hadangan Tai Tzu Ying di All England

Gregoria Mariska Tunjung tak bisa berbuat banyak saat menghadapi Tai Tzu Ying di babak kedua All England 2020. Tunggal putri Indonesia ini kandas dari pemain Taiwan itu dalam dua game langsung dengan skor 20-22, 16-21.

Gregoria tak kuasa hadapi Tai Tzu Ying

Di babak pertama, Gregoria yang unggul 8-5 balik tersusul menjadi 10-14 dan 12-17. Gregoria sempat membuka peluang saat mengantongi lima poin beruntun dan merebut game poin lebih dulu 20-18. Sayang setelah posisi memimpin, Gregoria tak bisa memanfaatkan kesempatannya untuk merebut kemenangan. Langkahnya terkunci dan akhirnya kalah 20-22.

“Tadi game pertama sempat ketinggalan juga 10-14 terus akhirnya unggul 20-18. Yang terjadi setelah unggul itu kaya keulang lagi pertandingan-pertandingan sebelumnya, kerasanya tegang dan kaya nafsu sendiri. Pas ada bola enak, pengennya langsung matiin. Padahal kan kalau pemain bagus nggak bisa kaya gitu,” beber Gregoria seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Memasuki game kedua, penampilan Gregoria tak juga membaik. Setelah unggul 3-1, Gregoria terus tertinggal 6-12, 11-16 dan kalah 16-21.

Gregoria: “Dia lebih di atas saya…”

“Di game kedua saya merasa lebih nggak bisa menemukan permainan. Dia kaya jauh banget di atas. Tangannya dia kan bagus, pukulannya juga bagus, sementara saya pukulannya cuma satu arah. Jadi begitu dia merubah pukulan, sayanya terlambat,” sambungnya.

Lebih lanjut Gregoria menegaskan dirinya akan memetik pelajaran dari kekalahan ini. Pemain yang karib disapa Jorji itu mengatakan dirinya harus lebih fokus dan lebih tenang di lapangan pertandingan. Hal ini penting agar bisa main lebih lepas di lapangan pertandingan.

“Kedepannya saya harus lebih fokus dan lebih tenang. Kalau lebih tenang mungkin mainnya bisa lebih lepas,” sambungnya lagi.

Indonesia tanpa wakil dari tunggal putri

Dengan demikian babak perempat final tunggal putri akan berjalan tanpa wakil dari Indonesia. Selain tunggal putri, wakil tunggal putra Indonesia juga tak ada lagi di babak tersebut. Begitu juga dengan ganda putri.

Harapan Indonesia kini ada di sektor ganda putra dan ganda campuran. Kedua sektor itu masing-masing meloloskan dua wakil ke babak delapan besar.

Di nomor ganda campuran, harapan Indonesia kini ada pada Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja. Praveen/Melati mengalahkan Tan Kian Meng/Lai Pei Jing dari Malaysia sementara Hafiz/Gloria kandaskan Thom Gicquel/Delphine Delrue asal Perancis di babak kedua.

Selanjutnya di perempat final, Hafiz/Gloria akan bertemu Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (Thailand). Pertandingan ini menjadi tantangan tersendiri buat pasangan Indonesia tersebut, sebab empat kali bertemu, Hafiz/Gloria belum pernah menang dari Puavaranukroh/Taerattanachai.

all england 2020 - badminton timnas indonesia
By - Writter

Keok di All England, Pelatih Tunggal Putra Evaluasi Besar-besaran

Hasil tak mengenakkan ditorehkan sektor tunggal putra di ajang All England 2020. Alih-alih berbicara banyak, sektor ini justru harus kandas di babak-babak awal. Bahkan dua harapan Indonesia yakni Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie harus angkat koper di babak pertama. Sementara Shesar Hiren Rhustavito tak bisa mengatasi lawannya di babak kedua.

Hal ini membuat sektor ini mendapat sorotan. Sang pelatih, Hendry Saputra pun melakukan evaluasi mendasar atas hasil yang tak sesuai harapan tersebut.

Evaluasi pasca kekalahan di All England 2020

“Untuk Ginting, saya lihat dia merubah mainnya dari rally control jadi menyerang, karena mau cepat-cepat mematikan lawan. Sehingga banyak melakukan kesalahan dan mati sendiri. Itu diulang sampai sama poinnya. Selanjutnya dia hilang fokus dan kepercayaan diri. Bukan karena Ginting jelek mainnya, tapi dari perubahan cara mainnya yang salah. Jadinya rugi,” beber Hendry seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Di laga pembuka, Anthony Ginting langsung kalah dari Rasmus Gemke asal Denmark dengan skor 14-21, 18-21. Sementara itu Jonatan tak bisa berbuat banyak saat menghadapi Lee Zii Jia asal Malaysia. Jonatan kalah 15-21, 13-21.

“Evaluasi untuk Jonatan dan Ginting, ini di luar harapan saya. Pulang nanti mesti dilatih fokus dalam menerapkan strategi dan pukulannya, untuk bisa tepat penggunaannya. Di samping mental dan pikirannya yang saya lihat masih ragu-ragu mainnya. Mungkin terbeban harus menang hingga tidak fokus dengan apa yang harus dilakukan,” beber Hendry.

Hendry: “Performa Shesar masih perlu diasah”

Sementara untuk Shesar, meski kalah, Hendry mengakui peningkatan performa dari anak didiknya tersebut. Hanya saja masih perlu untuk terus diasah, terutama soal kesabaran di lapangan dan kekuatan fisiknya.

Shesar terhenti di babak dua, juga dari Gemke, dengan laga yang cukup panjang selama 77 menit. Shesar berhasil merebut game pertamanya, namun akhirnya kalah setelah bermain rubber game, dengan skor akhir 21-18, 13-21, 19-21.

“Untuk Vito, dia kurang sabar dan merubah mainnya waktu poinnya unggul. Sehingga banyak melakukan error sendiri. Tapi saya lihat sudah bagus mainnya. Tinggal harus ditingkatkan lagi kekuatan kakinya dan fisiknya, untuk bisa main dalam durasi yang cukup panjang,” tegas Hendry.

Seperti tunggal putra, begitu juga di tunggal putri. Tak ada wakil Indonesia di babak delapan besar setelah harapan satu-satunya Gregoria Mariska Tunjung tak bisa berbuat banyak saat menghadapi Tai Tzu Ying di babak kedua. Gregoria kalah dua game langsung dari pemain Taiwan itu dengan skor akhir 20-22 dan 16-21.

Shin Tae-yong Rilis Daftar Pemain Timnas Indonesia - idnsportsliga
By - Writter

Shin Tae-yong Rilis Daftar Pemain Timnas Indonesia

Pelatih tim nasional Indonesia, Shin Tae-yong baru saja merilis daftar pemain tim nasional Indonesia. Sebanyak 34 pemain masuk dalam daftar tersebut. Juru taktik asal Korea Selatan itu memasukan pemain pilihan yang berkompetisi di berbagai klub di tanah air dan mancanegara.

Selanjutnya sebanyak 34 pemain itu akan menjalani pemusatan latihan yang direncanakan dimulai pada 6 Februari hingga 16 Februari 2020.

Yanto tak masuk daftar Timnas Indonesia yang dirilis Shin Tae-yong

Sayangnya dalam daftar tersebut tidak ada nama Yanto Basna. Pemain ini ternyata tidak mendapat izin dari klubnya saat ini, PT Prachuap FC. Tak heran Yanto tak bisa bergabung dalam pemusatan latihan tersebut.

“Saya senang bisa dikasih kepercayaan lagi oleh pelatih baru untuk memperkuat timnas, tapi saya tidak bisa datang di pemusatan latihan kali ini,” beber Yanto

“Klub memang tidak melepas saya, apalagi ini bukan agenda FIFA. Ini sudah saya komunikasikan dengan PSSI dua hari lalu. Saya sudah berkomunikasi dengan PSSI terkait tidak bisa gabung. Liga di sini juga sudah mulai tanggal 15 (Februari),” sambungnya.

34 nama pemain yang dipanggil Shin Tae-yong untuk pemusatan latihan 9-16 Februari

  1. Andritany Ardhiyasa – Persija Jakarta
  2. Muhammad Riyandi – Barito Putera
  3. Nadeo Arga Winata – Bali United
  4. Muhammad Adi Satrio – PSMS Medan
  5. Alfeandra Dewangga Santosa – PSS Sleman
  6. Firza Andika – PSM Makassar
  7. Asnawi Mangkualam Bahar – PSM Makassar
  8. Pratama Arhan Alif Rifai – PSIS Semarang
  9. Irfan Jauhari – Bali United
  10. Andy Setyo Nugroho – Tira Persikabo
  11. Rudolof Yanto Basna – PT Prachuap FC
  12. Hansamu Yama Pranata – Persebaya Surabaya
  13. Ricky Fajrin Saputra – Bali United
  14. Fachruddin Wahyudi Aryanto – Madura United
  15. Bagas Adi Nugroho – Arema FC
  16. I Putu Gede Juni Antara – Bhayangkara FC
  17. Gavin Kwan Adsit – Bali United
  18. Sani Rizki Fauzi – Bhayangkara FC
  19. Muhammad Tahir – Persipura Jayapura
  20. Rizki Rizaldi Pora – Barito Putera
  21. Bayu Pradana Andriatmoko – Barito Putera
  22. TM Ichsan – Bhayangkara FC
  23. Osvaldo Ardiles Haay
  24. Zulfiandi – Madura United
  25. Septian David Maulana – PSIS Semarang
  26. Stefano Jantje Lilipaly – Bali United
  27. Rachmat Irianto – Persebaya Surabaya
  28. Irfan Haarys Bachdim – Bali United
  29. Febri Hariyadi – Persib Bandung
  30. Rizky Eka Pratama – PSM Makassar
  31. Saddil Ramdani – Bhayangkara FC
  32. Muhammad Rafli – Arema FC
  33. Illija Spasojevic – Bali United
  34. Lerby Eliandry Pong Babu – Bali United
tim bukutangkis indonesia - idnsportsliga
By - Writter

Baru Tiba di Filipina, Tim Bulutangkis Indonesia Langsung Jajal Arena Pertandingan

Tim Bulutangkis Indonesia tidak ingin berlama-lama untuk mencoba arena pertandingan turnamen Badminton Asia Team Championship (BATC) 2020 yang bertempat di Rizal Memorial Coliseum, Manila, Filipina. Tak berapa lama setelah mendarat di Filipina, tim Indonesia langsung menggelar latihan keesokan harinya.

Tes lapangan alaa Tim Bulutangkis Indonesia

Saat menjalani latihan hari pertama, tim Indonesia harus berhadapan dengan kondisi stadion yang belum seratus persen rampung. Hal ini membuat para pemain belum bisa melakukan adaptasi maksimal dengan kondisi lapangan termasuk arah angin dan pencahayaan.

Sebagaimana dikatakan manajer tim bulutangkis Indonesia, Susy Susanti, situasi tersebut tidak mengurangi semangat para pemain Indonesia untuk siap tempur. Mantan pebulutangkis nasional itu menegaskan timnya dalam kondisi siap tanding.

“Kondisi tim cukup baik, semua sehat, itu yang paling utama, yang paling penting. Kami harus benar-benar jaga. Hari ini pertama kali latihan di arena pertandingan, semua berjalan lancar. Yang paling utama itu memang kami fokus menjaga kesehatan atlet dan mereka bisa main maksimal,” beber Susy seperti dilansir dari Badmintonindonesia.org.

Pembatalan Gala Dinner

Selain itu Susy juga mengkonvirmasi batalnya salah satu agenda sebelum pertandingan yakni gala dinner. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kondisi para atlet di tengah merebaknya wabah virus corona.

“Iya, gala dinner batal, karena situasi lagi begini. Memang alangkah baiknya kalau tidak berkumpul dengan banyak orang, kami mesti protect diri, jaga diri dan selalu dalam kondisi baik,” sambung Susy.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, pada perhelatan kali ini, ada sejumlah negara yang batal tampil. Setidaknya ada dua negara yang tak ambil bagian yakni China dan Hong Kong. Hal ini tentu erat kaitannya dengan wabah virus corona.

Susi: “Kami sih siap saja…”

“Memang besok baru akan ditentukan, apakah ada re-draw, atau bagimana. Kami siap saja, situasi seperti ini kan ada yang bisa diuntungkan, ada yang dirugikan, namanya pertandingan dan situasinya begini, jadi ya kalau dari kami sih siap saja, mau lawan siapa pun,” beber Susy terkait kemungkinan untuk melakukan undian ulang menyusul absennya dua negara tersebut.

Berdasarkan hasil undian sebelumnya, tim putra Indonesia berada di Grup A bersama India dan Filipina. Indonesia menempati unggulan pertama dan berstatus juara bertahan. Sementara itu tim putri Indonesia berada di Grup Y. Tim putri Indonesia harus bersaing dengan tim kuat Thailand dan tuan rumah Filipina.

Indonesia menurunkan formasi terbaik. Segenap amunisi dikerahkan baik di sektor putra maupun putri termasuk para pemain andalan seperti Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, hingga ganda putra nomor satu dunia, Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Ditekuk Vietnam, Timnas U-23 Indonesia Gagal Raih Emas SEA Games 2019 - IDNSPORTSLIGA.COM
By - Writter

Ditekuk Vietnam, Timnas U-23 Indonesia Gagal Raih Emas SEA Games 2019

Tim nasional U-23 Indonesia harus kembali gagal raih medali emas SEA Games setelah di final SEA Games 2019 takluk dari tim nasional U-23 Vietnam. Pada pertandingan yang digelar di Stadion Rizal Memorial, Filipina, pada Selasa, 10 Desember 2019 malam WIB, skuad Garuda Muda takluk dari Vietnam tiga gol tanpa balas.

3 gol tanpa balas, Indonesia gagal raih emas SEA Games 2019

Trigol Vietnam dicetak oleh Doan Van Hau di menit ke-39 dan 59 serta satu gol dari Do Hung Dung di menit ke-73. Kekalahan ini membuat Indonesia harus puas meraih medali perak dari cabang olahraga bergengsi tersebut. Sementara itu bagi Vietnam kesukses ini menorehkan sejarah tersendiri bagi sepak bola negara tersebut. Ini menjadi kali pertama Vietnam meraih medali emas di ajang SEA Games, sekaligus mengawinkan medali emas cabang sepak bola, menyusul kesuksesan tim sepak bola putri.

Indonesia dan Vietnam menurunkan formasi terbaik di laga ini. Sejak menit awal kedua tim berusaha mengendalikan permainan. Indonesia tampil agresif sejak menit awal. Evan Dimas dan kawan-kawan langsung mengancam gawang Vietnam.

Vietnam gunakan strategi defensif

Namun demikian rapatnya barisan pertahanan Vietnam membuat skuad Garuda kesulitan untuk menciptakan peluang. Sebaliknya Vietnam justru mampu menciptakan momentum untuk memecah kebuntuan.

Berawal dari tendangan bebas Do Hung Dung, bola kemudian disambut oleh Doan Van Hau dengan tandukan mematikan yang tak mampu digagalkan Nadeo di bawah mistar gawang Indonesia. Vietnam pun memimpin satu gol di paruh pertama.

Di babak kedua, Indonesia berusaha meningkatkan intensitas serangan. Namun demikian Vietnam justru mampu mencetak dua gol untuk mengunci kemenangan dengan skor telak 3-0.

Kiper timnas Indonesia, Nadeo Argawinata angkat bicara usai pertandingan terkait performa timnas Indonesia. Menurutnya, Indonesia sudah tampil maksimal. Selain itu kegagalan ini menjadi pelajaran bagi mereka untuk menjadi lebih baik di turnamen-turnamen selanjutnya.

Nadeo: “Ini sebuah pembelajaran…”

“Satu pembelajaran bagi kita semua. Semoga ke depannya lebih baik. Mungkin hari ini kita kurang beruntung. Kita sudah berusaha maksimal dan tidak mau mengalah di sini. Jadi, saya rasa kami sudah maksimal, mungkin keberuntungan belum berpihak ke kita,” tegas Nadeo.

Susunan pemain timnas U23 Indonesia versus timnas U23 Vietnam

Timnas U23 Indonesia: 12-Nadeo Arga Winata; 14-Asnawi Mangkualam Bahar, 2-Andy Setyo Nugroho, 5-Bagas Adi Nugroho, 11-Firza Andhika; 7-Zulfiandi, 6- Evan Dimas Darmono (17- Syahrian Abimanyu 25′), 16-Sani Rizki (9-Muhammad Rafli 64′); 15-Saddil Ramdani, 8-Witan Sulaeman (10-Egy Maulana Vikri 46′), 20-Osvaldo Haay

Pelatih: Indra Sjafri

Timnas U23 Vietnam: 30-Nguyen Van Toan; 21-Nguyen Duc Chien (20-Nguyen Trong Hung 82′), 4-Ho Tan Tai, 5-Doan Van Hau, 3-Huynh Tan Sinh; 18-Nguyen Thanh Chung, 8-Nguyen Trong Hoang, 16-Do Hung Dung; 14-Nguyen Hoang Duc, 9-Ha Duc Chinh (12-Truong Van Thai Quy 70′), 22-Nguyen Tien Linh

Pelatih: Park Hang-seo

timnas U23 Indonesia vs timnas U-23 Vietnam - IDNSPORTSLIGA.COM
By - Writter

Komentar Indra Sjafri Jelang Hadapi Vietnam di Final SEA Games 2019

Tim nasional U-22 Indonesia selangkah lagi akan meraih medali emas cabang sepak bola SEA Games 2019. Hal ini dimungkinkan bila skuad Garuda Muda mampu mengalahkan tim nasional U-22 Vietnam di partai final yang akan digelar pada Selasa, 12 Desember 2019. Indra Sjafri memberikan tanggapan, bahwa sebelumnya Indonesia lolos ke final usai membungkam Myanmar dengan skor 4-2. Sementara itu Vietnam membungkam Kamboja.

Indra Sjafri: “Kami sudah siap…”

Pelatih timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri mengaku siap menghadapi laga ini. Sebelumnya Indonesia tergabung di grup berat bersama sederet tim kuat lainnya seperti juara bertahan Thailand.

“Sudah ditakdirkan Tuhan, jadi permintaan saya dikabulkan. Tinggal bagaimana berjuang nanti. Takdir baik untuk kita atau untuk dia. Dua pilihan di dunia ini. Kita juara apa dia yang juara. Niat baik, basmalah, usaha yang keras, dan doa. Doa dibantu masyarakat di tanah air,” tandas Indra.

Lebih lanjut mantan pelatih timnas U-19 Indonesia itu mengatakan timnya dalam kondisi siap tempur. Para pemain disebut berada dalam kondisi prima. Ia juga menepis anggapan bahwa timnya sedang berada dalam tekanan.

“Tidak ada. Kecil lah, Mau apa kita? Kalau mau stres itu sakaratul maut, tidak apa kita stress. Orang juga tidak stres kok (memikirkan) sakaratul maut. Ini hanya final SEA Games, kok harus stres,” sambungnya.

Tanggung jawab besar pada Timnas Senior

Bagi Indra Sjafri lolos ke babak final SEA Games 2019 adalah pencapaian tersendiri. Namun demikian pelatih yang pernah mempersembahkan gelar bersama timnas U-19 itu mengaku siap bila dirinya mendapat tanggung jawab menangani tim nasional senior. Saat ini kursi pelatih timnas senior sedang kosong menyusul pemecatan Simon McMenemy beberapa waktu lalu.

“Yang disampaikan itu tulis di koran kalau perlu di semua media di Indonesia. Tulis seperti itu (penjabaran karier Indra),” beber Indra.

Lebih lanjut Indra mengatakan bahwa dirinya sudah melewati berbagai proses sebagai pelatih dan sudah siap bila dipercaya memikul tanggung jawab tersebut.

“Indra Sjafri adalah pelatih yang punya proses yang baik dan sekarang siap untuk ditunjuk menjadi pelatih timnas (senior),” pungkasnya.

Berikut prediksi starting line up timnas U23 Indonesia versus timnas U-23 Vietnam

Timnas U-23 Indonesia: 12-Nadeo Arga Winata; 14-Asnawi Mangkualam Bahar, 2-Andy Setyo Nugroho, 5-Bagas Adi Nugroho, 11-Firza Andhika; 7-Zulfiandi, 6-Evan Dimas Darmono, 17-Syahrian Abimanyu, 15- Saddil Ramdani, 10-Egy Maulana Vikri, 20-Osvaldo Haay

Pelatih: Indra Sjafri

Timnas U-23 Vietnam: 1-Bui Tien Dung; 2-Do Thanh Thinh, 4-Ho Tan Tai, 5-Doan Van Hau, 3-Huynh Tan Sinh; 8-Nguyen Trong Hoang, 16-Do Hung Dung, 19-Nguyen Quang Hai; 14-Nguyen Hoang Duc, 9-Ha Duc Chinh, 22-Nguyen Tien Linh

Pelatih: Park Hong-seo

Indonesia gagal dapat emas dari tunggal putra - www.idnsportsliga.com
By - Writter

Dua Wakil Terhenti, Indonesia Gagal Dapat Medali dari Tunggal Putra di SEA Games 2019

Pasukan tunggal putra Indonesia gagal dapat medali emas SEA Games 2019

Indonesia harus menguburkan harapan di tunggal putra karena gagal dapat medali dari sektor tunggal putra SEA Games 2019. Hal ini disebabkan karena dua wakil terakhir yang turun di nomor ini terhenti langkahnya di babak perempat final. Keduanya adalah Shesar Hiren Rhustavito dan Firman Abdul Kholik.

Shesar tak kuasa melewati hadangan tunggal putra Singapura, Loh Kean Yew. Sementara itu Firman takluk dari pemain Thailand, Sitthikom Thammasin. Dengan demikian Indonesia tak mendapat medali dari nomor tunggal putra.

Tentu hasil ini cukup mengecewakan. Bahkan pelatih tunggal putra pelatnas PBSI, Hendry Saputra menyebut hasil tersebut di luar prediksinya.

Hendry: “Ini di luar prediksi…”

“Hasil ini di luar prediksi saya. Saya targetnya final dan syukur-syukur bisa juara. Tapi kondisi lapangan juga kan berpengaruh di pertandingan kali ini. Dan mereka juga kalahnya sama Singapura dan Thailand. Selain itu Jonatan dan (Anthony Sinisuka) Ginting juga tidak bisa diturunkan saat ini, karena ada perhitungan lain. Jadi hasil ini harus bisa diterima,” beber Hendry Saputra seperti dikutip dari badmintonindonesia.org.

Apa yang terjadi tahun ini berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya.  Pada perhelatan SEA Games 2017 di Malaysia, Indonesia meraih satu medali emas dan satu medali perunggu. Medali emas dipersembahkan oleh Jonatan Christie. Sementara itu medali perunggu diraih oleh Ihsan Maulana Mustofa.

“Memang ada pemain yang tipenya bisa mengatasi suatu hambatan di lapangan, termasuk angin, ada yang belum bisa. Nah mereka ini belum bisa. Padahal lawan kan juga merasakan hal yang sama. Jadi memang kedepannya perlu ada latihan khusus untuk menghadapi kesukaran di lapangan supaya lebih tenang,” sambung Hendry.

Shesar tidak tampil maksimal

Menurut Hendry, kekalahan Shesar di babak delapan besar tidak lepas dari performanya di lapangan pertandingan. Hendry menyebut Shesar tampil kurang tenang.

“Menurut saya Shesar kemarin kurang tenang saja. Jadi dia kurang bisa menggunakan struk yang tepat untuk mengatasi lawan. Ini jadi pelajaran buat mereka,” sambungnya.

Menyusul hasil penyelenggaraan kali ini, Hendry mengatakan ini akan menjadi pelajaran bagi mereka terkait pemain yang akan diturunkan. Hendry menyayangkan Shesar seharusnya bisa berbiacara banyak di ajang akbar tingkat ASEAN tersebut.

“Untuk SEA Games kedepannya jadi sudah tahu siapa yang akan diturunkan. Hasil ini di luar prediksi saya. Sebenarnya kalau dengan Shesar juga seharusnya sudah bisa,” tegasnya.

Sebelumnya Indonesia sudah mengamankan medali emas dari nomor beregu putra setelah di babak final berhasil mengalahkan Malaysia. Sementara itu di nomor beregu putri, Indonesia harus puas membawa pulang medali perak setelah ditundukkan Thailand dengan skor 1-3.

Timnas U-23 Indonesia melenggang ke semi final sea games - www.idnsportsliga.com
By - Writter

Bekuk Laos 4-0, Timnas U-23 Indonesia ke Semi Final SEA Games 2019

Laos ditekuk-lututkan dan Timnas U-23 Indonesia melenggang ke Semi Final SEA Games 2019

Timnas U-23 Indonesia akhirnya memastikan satu tempat di babak semi final cabang sepak bola SEA Games 2019. Hal ini ditentukan oleh kemenangan pada pertandingan terakhir Grup B menghadapi tim nasional U-23 Laos.

Pada pertandingan yang digelar di Stadion City of Imus, Filipina pada Kamis, 5 Desember 2019 itu, skuad Garuda Menang empat gol tanpa balas. Empat gol Indonesia dicetak oleh Saddil Ramdani di menit keempat, Osvaldo Haay di menit ke-46 dan 90+4, serta sepakan penalti Bagas Adi Nugroho di menit ke-72.

Timnas U-23 Indonesia kini hanya beda satu poin

Kemenangan ini membuat Indonesia mengemas total 12 poin dari lima pertandingan, berjarak satu poin dari Vietnam di posisi teratas. Vietnam di laga terakhir diimbangi Thailand. Sementara Thailand harus menguburkan harapan untuk mempertahankan medali emas setelah hanya mampu mengemas total 10 poin.

Pelatih Indonesia, Indra Sjafri menurunkan formasi terbaik. Sejak menit awal Indonesia langsung mencari kesempatan untuk memberikan tekanan kepada lawan. Tak butuh waktu lama bagi Indonesia untuk memecah kebuntuan.

Menit keempat Saddil sukses mengeksekusi sepakan penalti dekat gawang Laos. Gol ini membuat kedua tim semakin gencar menekan. Namun hingga babak pertama berakhir tak ada lagi gol tercipta.

Di babak kedua, Indonesia semakin gencar menekan. Hasilnya Indonesia berhasil menambah tiga gol untuk memastikan kemenangan dengan skor telak 4-0.

Indra: “Alhamdulillah…

Hasil ini meloloskan Indonesia dari grup sulit. Pelatih Indra Sjafri pun tak bisa menyembunyikan kegembiraan usai hasil tersebut.

“Alhamdulillah, malam hari ini target pertama kita yaitu lolos semifinal telah tercapai. Kami nanti akan melakukan gim lagi ditanggal 7 (Desember 2019),” tandas Indra Sjafri.

“Pertandingan hari ini, kita lakoni dengan sangat baik walaupun babak pertama sedikit kurang bagus dalam gim. Mungkin karena beberapa pemain sudah bermain beberapa kali, ada dua pemain yang masih cedera,” sambungnya.

Persiapan babak Semi Final

Mantan pelatih tim nasional U-19 itu mengatakan pihaknya kini bersiap untuk menghadapi babak semi final. Indonesia akan menghadapi Kamboja untuk memperebutkan satu tiket final.

“Neraka itu hanya ada di akhirat, di dunia nggak ada, yang ada hanya tantangan. Saya suka tantangan, tentu respon yang terbaik menghadapi tim-tim besar adalah tidak mempersiapkan diri asal-asalan, merekrut pemain yang berintegritas, konsistensi, dan punya cita-cita meraih emas,” tegasnya.

Susunan Starting Line-up Timnas U-23 Indonesia versus Timnas U-23 Laos

Timnas U23 Indonesia: 12-Nadeo Argawinata (PG), 2-Andy Setyo Nugroho, 4-Nurhidayat Haji Haris, 5-Bagas Adi Nugroho, 14-Asnawi Mangkualam bahar, 6-Evan Dimas, 7-Zulfiandi, 10-Egy Maulana Vikri (8-Witan Sulaeman 66′), 15-Saddil Ramdani, 17-Syahrian Abimanyu, 20-Osvaldo Ardiles Haay.

Pelatih: Indra Sjafri

Timnas U-23 Laos: 1-Thilavong Solasak (PG), 2.Chanthalangsy Bounphithak, 6-Phomvingsa Kittisak, 11-Loungleuang Keophouvong, 15-Aphixay Thanakhanty, 19-Kaharn Phetsivilay, 14-Somsavath Sophabmixay, 16-Somlith Sengvanny, 7-Souk Aphone, 9-Somxay Keohanam, 20-Bounlovongsa Vanna (13-Thanouthong Kietnalinglop (67′).

Pelatih: Moorthy Sundram