Informasi Dunia Olah Raga Indonesia & Mancanegara Aktual Terpercaya
  • Sports Award - 2019

    Number #1 Sports News
  • Global Certificate

    ISO 9001:2019
  • Award Winning

    Berita Olah Raga Terbaik 2019
Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya - pasangan ganda putra termahal - idnsportsliga
By - Writter

Pasangan Ganda Putra dengan Pendapatan Tertinggi di 2020

Pasangan ganda putra, Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya menjadi pasangan ganda putra dengan penghasilan tertinggi 2020. Hal ini tidak lepas dari pencapaian mereka sepanjang tahun 2019.

The Minion jadi pasangan ganda putra termahal 2020

Pasangan berjuluk The Minions itu berhasil meraih delapan gelar juara mulai dari Malaysia Masters, Indonesia Masters, Indonesia Open, Japan Open, China Open, Denmark Open, French Open, hingga Fuzhou China Open. Sayangnya, Minions gagal berbicara banyak di turnamen pamungkas bertajuk BWF World Tour Finals. Di turnamen penutup kalender BWF itu, The Minions tersisih di babak semi final dari pasangan Jepang.

Marcus dan Kevin tercatat menerima masing-masing 245.316 dollar AS atau setara Rp 3,43 miliar dari total bonus yang diterima. Meski begitu Minions bukanlah pebulutangkis dengan raihan bonus tertinggi.

Urutan honor pemain Badminton Indonesia

Di urutan teratas ada pemain tunggal putra, Kento Momota yang meraup 500.900 dollar AS atau equivalen dengan Rp 7,1 Miliar. Dari daftar keseluruhan, Minions berada di belakang Chen Yu Fei (China), Tai Tzu Ying (China),  Zheng Si Wei (China),  Huang Ya Qiong (China), dan Akane Yamaguchi (Jepang).

Secara keseluruhan performa ganda putra Indonesia sepanjang tahun 2019 cukup memuaskan. Ditambah lagi dengan gelar juara World Tour Finals yang diraih pasangan senior, Mohamad Ahsan dan Hendra Setiawan.

“Sebagai pelatih saya bangga melihat mereka bisa berhasil di kerjuaraan akhir tahun ini. Boleh dibilang ini jadi kado natal yang manis lah buat saya,” tandas Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI, Herry Iman Pierngadi seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Sementara itu, Herry IP memberi catatan kepada Minions, terlebih karena dua kali kalah dari Hiroyuki Endo dan Yuta Watanabe di turnamen yang sama.

“Dengan dua kali kekalahan dari Endo/Watanabe di turnamen ini menurut saya penampilan Kevin/Marcus masih belum yang terbaik. Artinya mereka masih ada kelemahannya yang harus segera diperbaiki. Jadi kedepannya harus dikurangi kelemahan-kelemahannya dan itu jadi PR khusus buat saya sebagai pelatih mereka supaya bisa lebih baik lagi,” ungkap Herry IP.

Berikut 13 pebulu tangkis penerima hadiah terbanyak sepanjang 2019:

  1. Kento Momota (Jepang) – 506.900 dollar AS
  2. Chen Yu Fei (China) – 387.875 dollar AS
  3. Tai Tzu Ying (China) – 307.700 dollar AS
  4. Zheng Si Wei (China) – 263.200 dollar AS
  5. Huang Ya Qiong (China) – 263.200 dollar AS
  6. Akane Yamaguchi (Jepang) – 249.272 dollar AS
  7. Marcus Fernaldi Gideon (Indonesia) – 245.316 dollar AS
  8. Kevin Sanjaya Sukamuljo (Indonesia) – 245.316 dollar AS
  9. Chou Tien Chen (China Taipei) – 234.610 dollar AS
  10. Chen Qing Chen (China) – 216.131 dollar AS
  11. Jia Yi Fan (China) – 216.131 dollar AS
  12. Mohammad Ahsan – 200.230 dollar AS
  13. Hendra Setiawan – 200.230 dollar AS
Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon - idnsportsliga.com
By - Writter

Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon Kalah di Laga Kedua BWF World Tour Finals 2019

Pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon meraih hasil minior di laga kedua penyisihan Grup A BWF World Tour Finals 2019 di Guangzhou, China. Pasangan terbaik Indonesia ini menyerah dari pasangan Jepang, Hiroyuki Endo dan Yuta Watanabe. Bertarung tiga game, pertandingan yang berlangsung di Tianhe Gymnasium pada Kamis, 12 Desember 2019 itu berakhir dengan skor 11-21, 21-14, dan 11-21.

the minions - Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon - idnsportsliga.com

The Minions tumbang di laga kedua BWF World Tour Finals 2019

Pasangan Indonesia berjuluk The Minions mengawali pertandingan dalam situasi kurang meyakinkan. Keduanya sempat tertinggal cukup jauh di game pertama. Alhasil keduanya harus kehilangan game pertama.

Setelah bangkit di game kedua, performa The Minions tak bisa konsisten di game penentuan. Selain gagal mengembangkan permainan, The Minions selalu berada dalam tekanan pasangan Jepang itu sehingga akhirnya menyerah di game penentuan.

Kevin Sanjaya: “Lawan lebih siap…”

Usai pertandingan Kevin Sanjaya mengakui lawan lebih siap menghadapi pertandingan itu. Selain itu Kevin mengakui pasangan Jepang itu tampil lebih baik.

“Hari ini lawan lebih siap dari kami dan mainnya juga lebih baik,” beber Kevin Sanjaya seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Menurut Marcus Gideon, pasangan Jepang itu tampil lebih tenang. Mereka tak kerap membuang poin. Sebaliknya, pasangan Jepang mampu menguasai pertandingan dan melancarkan serangan demi serangan yang kerap berbuah poin. Longgarnya pertahanan menjadi alasan lain di balik kekalahan The Minions.

“Lawannya nggak gampang mati. Terus hari ini juga shuttlecock-nya lebih berat daripada kemarin. Dan tenaga kami juga banyak terkuras. Kami juga merasakan defend hari ini kurang rapat dan kalah rapat dari lawan. Selain itu, di akhir-akhir kami banyak mati sendiri,” beber Gideon.

Kemenangan ini sangat penting bagi Endo dan Watanabe. Mengantongi dua kemenangan membuat mereka memastikan satu tempat di babak semi final. Sementara itu The Minions harus bekerja keras di laga terakhir penyisihan grup. Keduanya wajib menang bila ingin lolos ke babak selanjutnya.

Marcus dan Kevin kembali menghadapi pasangan Jepang lainnya di laga terakhir penyisihan grup. Takeshi Kamura dan Keigo Sonoda akan menjadi lawan yang menentukan langkah mereka di ajang ini.

Menghadapi laga krusial ini, Kevin mengaku akan tampil maksimal.  Ia menyebut peluang selalu ada bagi kedua pasangan.

“Untuk besok kami akan berusaha melakukan yang terbaik saja. Yang pasti kami akan lakukan yang terbaik untuk besok. Karena peluang selalu ada untuk siapapun,” ungkap Minions.

Berbeda dengan Kevin dan Marcus, pasangan ganda putra senior, Mohamad Ahsan dan Hendra Setiawan berhasil mengantongi kemenangan kedua dan memastikan satu tiket babak semi final.

Jonatan Christie debut manis di final
By - Writter

Jonatan Christie Ukir Debut Manis di BWF World Tour Finals 2019

Jonatan Christie sukses mencatatkan debut manis di ajang BWF World Tour Finals 2019 yang tengah berlangsung di Guanzhou, China. Pemain tunggal putra Indonesia ini sukses menumbangkan Anders Antonsen di laga pertama penyisihan Grup A pada Rabu, 11 Desember 2019 lalu.

jojo - bwf - idnsportsliga.com

Bermain di Tianhe Gymnasium, Jojo, demikian sapaan pebulutangkis kelahiran Jakarta itu, memetik kemenangan dengan skor 23-21 dan 21-16 dalam waktu 53 menit. Usai pertandingan Jojo mengatakan kemenangan itu tidak lepas dari kecakapannya untuk mengatur strategi menghadapi perubahan arah angin.

Jonatan Christie berhasil mengukir debut termanis

“Hari ini kondisinya angin dan shuttlecock-nya sangat berbeda dengan sesi latihan kemarin. Jadi mau nggak mau saya harus lebih pintar ngatur-ngatur strateginya. Dari game pertama saya pilih lapangan yang menang angin dulu, karena power dan tenaganya masih ada, jadi bisa lebih fokus buat coba lebih menyerang. Puji Tuhan terbukti berhasil,” ungkap Jonatan Christie seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Sekalipun mampu memenangi laga dalam dua game, tidak mudah bagi Jojo untuk mengatasi perlawanan wakil Denmark itu. Jojo sempat memimpin jauh di awal game kedua, namun Antonsen berhasil memperkecil ketertinggalan. Hal ini tidak lepas dari perubahan strategi yang digunakan oleh lawannya itu.

Jojo: “Saya masih bisa atasi lawan…”

“Di game kedua saya masih bisa mengatasi permainan lawan. Tapi saya sempat sedikit nge-drop waktu posisi unggul 17-5, lawan langsung mengubah pola ke permainan cepat dan saya sempat agak kesusahan waktu itu. Tapi pelan-pelan saya bisa fokus lagi untuk ambil kemenangan,” sambungnya.

Kemenangan ini membuka peluang bagi Jojo untuk melangkah ke babak semi final. Di laga selanjutnya, ia akan ditantang pemain asal Taiwan, Wang Tzu Wei. Menurut Jojo ia akan berusaha untuk menjaga momentum terutama saat memimpin perolehan poin.

“Untuk besok, kalau sudah leading, sebisa mungkin tempo mainnya jangan sampai berubah. Kalau lawan mengubah tempo main, ya setidaknya saya harus bisa mengikuti. Pokoknya harus dijaga ritmenya dan harus lebih tenang lagi,” harap Jojo.

Selain itu Jojo mengatakan dirinya ingin lebih menikmati setiap pertandingan di ajang penutup tahun ini. Ia akan memperbaiki beberapa hal yang kurang maksimal di laga pertama.

“Saya mau coba untuk lebih menikmati penampilan pertama saya di world tour finals ini. Kalau ada kesempatan untuk menang ya kenapa tidak. Kalau dibilang puas, hari ini mungkin baru 60 persen puasnya, masih ada beberapa poin yang harus diperbaiki untuk pertandingan besok. Semoga besok bisa lebih baik penampilannya,” tegasnya.