Informasi Dunia Olah Raga Indonesia & Mancanegara Aktual Terpercaya
  • Sports Award - 2019

    Number #1 Sports News
  • Global Certificate

    ISO 9001:2019
  • Award Winning

    Berita Olah Raga Terbaik 2019
Jonatan Christie Taklukkan Anthony Ginting
By - Writter

Jonatan Christie Taklukkan Anthony Ginting di Simulasi Piala Thomas dan Uber

Jonatan Christie membuka jalan untuk tim Rajawali di pertandingan pertama Mola TV PBSI Thomas & Uber Cup Simulation 2020. Tim Rajawali sementara unggul 1-0 atas tim Garuda setelah Jonatan menghentikan perlawanan Anthony Sinisuka Ginting dengan skor 21-17, 17-21, 21-14.

Usai pertandingan pemain yang karib disapa Jojo mengatakan pertandingan ini tak ubahnya latihan tanpa penonton. Ia menilai laga itu tidak mudah dan berjalan sesuai prediksi semula.

“Ini seperti latihan game, saya anggap seperti latihan tapi ditonton, latihan yang cukup baik untuk persiapan ke Thomas Cup. Saya tahu pertandingan ini tidak akan mudah, akan berlangsung lama,” beber Jonatan seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Jonatan yang sudah unggul jauh 10-4 kemudian tersusul Anthony yang balik memimpin 11-10 di interval game pertama. Namun kesalahan demi kesalahan yang dilakukan Anthony membuat Jonatan bisa mengembalikan rasa percaya dirinya dan kembali unggul jauh hingga game point 20-17, Jonatan merebut game pertama.

Anthony balik melesat di game kedua dengan memimpin jauh 8-4. Pertandingan masih berlangsung sengit di game kedua, Jonatan sempat mendekat 8-9 namun akhirnya kembali tertinggal dan kehilangan game kedua. Pada game penentuan, Jonatan dengan meyakinkan mengunci permainan Anthony.

Lebih lanjut pemain asal Jakarta itu mengatakan dirinya sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk menghadapi turnamen simulasi ini. Secara khusus ia mempersiapkan fisik dan strategi untuk menghadapi Ginting.

“Saya sudah persiapkan dari fisik maupun strategi, karena kalau sudah capek, beda lagi strateginya. Dari awal game sampai poin 11 adalah poin yang sangat penting,” lanjutnya.

Menurutnya Ginting adalah lawan yang sulit ditaklukan. Selain itu Ginting memiliki pukulan mematikan dan memiliki serangan yang bagus.

“Tadi kami bermain cukup baik, saling jual beli serangan. Kita semua tahu Anthony punya serangan yang bagus dan pukulan mematikan. Kalau strategi, saya harus lebih siap defense-nya, kalau defense tembus, bikin Anthony percaya diri, lawannya malah nggak percaya diri,” sambungnya, seperti dilansir dari berita Situs QQ.org.

Menurut Jonatan kemenangan yang ia raih membuat timnya memiliki harapan untuk bisa memetik kemenangan di laga-laga selanjutnya.  Ia menilai kemenangan tersebut membuat Fajar dan Rian makin bersemangat.

“Setelah ini Fajar/Rian akan turun, saya rasa kemenangan di game pertama akan membuat mereka lebih percaya diri karena timnya sudah unggul,” tutur Jonatan.

Di partai kedua, ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dari tim Rajawali tengah bertanding menghadapi Daniel Marthin/Leo Rolly Carnando.

KARONO
By - Writter

Karono Kunci Kemenangan Tim Rajawali

Satu pengembalian Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay yang gagal melewati net menjadi penentu kemenangan Karono yang membela tim Rajawali di ajang Mola TV PBSI Thomas & Uber Cup Simulation 2020. Kemenangan Karono atas Ikhsan dengan skor 21-18, 21-17 memastikan kemenangan tim Rajawali atas Garuda dengan skor sementara 3-0.

Dua poin sebelumnya disumbang tunggal putra Jonatan Christie dan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Meski menang straight game, Karono mendapat perlawanan sengit dari Ikhsan. Bahkan Ikhsan sempat unggul di game kedua dan hampir memaksa Karono memainkan game ketiga.

Usai pertandingan Karono angkat bicara. Pemain muda ini mengatakan persaingan di antara kedua berjalan ketat, termasuk saat latihan. Namun di laga ini ia merasa lebih unggul terutama fisik. Ia menyebut kondisi Ikhsan kurang fit.

“Sebenernya kalau di latihan, kami memang imbang dan sering ramai mainnya. Tapi di pertandingan tadi saya merasa lebih unggul dari segi fisik, karena Ikhsan kan dari kemarin kurang fit juga,” ujar Karono seperti dilansir dari Sportsbook.news.

Lebih lanjut ia mengatakan meski keduanya sering bertemu namu ada hal berbeda antara bermain saat latihan dan saat pertandingan seperti ini. Selain itu ini menjadi pengalaman pertama baginya di nomor beregu.

Ia mengaku sempat tegang di awal. Namun setelah timnya memimpin 2-0, ia mulai merasa lebih tenang.  Apalagi ini pertandingan beregu yang mana saling mempengaruhi.

“Rasanya memang beda kalau main di pertandingan beregu dan perorangan. Ini pengalaman pertama saya main di pertandingan beregu, ada rasa tegang di awal. Tapi setelah tim saya unggul 2-0, rasa tegangnya mulai berkurang,” sambungnya.

Kemenangan pertama dan kedua bagi tim tersebut dipersembahkan oleh tunggal putra Jonathan Christie yang sukses mengalahkan Anthony Sinisuka Ginting, serta pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhamad Rian Ardianto. Dua kemenangan itu membuatnya lebih percaya diri.

“Mainnya jadi lebih percaya diri setelah kemenangan Jonatan dan Fajar/Rian di partai sebelumnya,” lanjut Karono.

Meskipun telah memastikan kemenangan, namun partai keempat dan kelima tetap akan dimainkan. Simulasi ini menggunakan format setengah kompetisi di mana keempat grup akan saling bertarung dan memainkan kelima partai, juara akan ditentukan dari jumlah kemenangan terbanyak.

Di partai keempat, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Rambitan akan menghadapi Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri.  Sementara itu tim Garuda yang menelan kekalahan di tiga partai pertama tetap mengejar kemenangan di dua partai selanjutnya.

Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya - pasangan ganda putra termahal - idnsportsliga
By - Writter

Pasangan Ganda Putra dengan Pendapatan Tertinggi di 2020

Pasangan ganda putra, Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya menjadi pasangan ganda putra dengan penghasilan tertinggi 2020. Hal ini tidak lepas dari pencapaian mereka sepanjang tahun 2019.

The Minion jadi pasangan ganda putra termahal 2020

Pasangan berjuluk The Minions itu berhasil meraih delapan gelar juara mulai dari Malaysia Masters, Indonesia Masters, Indonesia Open, Japan Open, China Open, Denmark Open, French Open, hingga Fuzhou China Open. Sayangnya, Minions gagal berbicara banyak di turnamen pamungkas bertajuk BWF World Tour Finals. Di turnamen penutup kalender BWF itu, The Minions tersisih di babak semi final dari pasangan Jepang.

Marcus dan Kevin tercatat menerima masing-masing 245.316 dollar AS atau setara Rp 3,43 miliar dari total bonus yang diterima. Meski begitu Minions bukanlah pebulutangkis dengan raihan bonus tertinggi.

Urutan honor pemain Badminton Indonesia

Di urutan teratas ada pemain tunggal putra, Kento Momota yang meraup 500.900 dollar AS atau equivalen dengan Rp 7,1 Miliar. Dari daftar keseluruhan, Minions berada di belakang Chen Yu Fei (China), Tai Tzu Ying (China),  Zheng Si Wei (China),  Huang Ya Qiong (China), dan Akane Yamaguchi (Jepang).

Secara keseluruhan performa ganda putra Indonesia sepanjang tahun 2019 cukup memuaskan. Ditambah lagi dengan gelar juara World Tour Finals yang diraih pasangan senior, Mohamad Ahsan dan Hendra Setiawan.

“Sebagai pelatih saya bangga melihat mereka bisa berhasil di kerjuaraan akhir tahun ini. Boleh dibilang ini jadi kado natal yang manis lah buat saya,” tandas Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI, Herry Iman Pierngadi seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Sementara itu, Herry IP memberi catatan kepada Minions, terlebih karena dua kali kalah dari Hiroyuki Endo dan Yuta Watanabe di turnamen yang sama.

“Dengan dua kali kekalahan dari Endo/Watanabe di turnamen ini menurut saya penampilan Kevin/Marcus masih belum yang terbaik. Artinya mereka masih ada kelemahannya yang harus segera diperbaiki. Jadi kedepannya harus dikurangi kelemahan-kelemahannya dan itu jadi PR khusus buat saya sebagai pelatih mereka supaya bisa lebih baik lagi,” ungkap Herry IP.

Berikut 13 pebulu tangkis penerima hadiah terbanyak sepanjang 2019:

  1. Kento Momota (Jepang) – 506.900 dollar AS
  2. Chen Yu Fei (China) – 387.875 dollar AS
  3. Tai Tzu Ying (China) – 307.700 dollar AS
  4. Zheng Si Wei (China) – 263.200 dollar AS
  5. Huang Ya Qiong (China) – 263.200 dollar AS
  6. Akane Yamaguchi (Jepang) – 249.272 dollar AS
  7. Marcus Fernaldi Gideon (Indonesia) – 245.316 dollar AS
  8. Kevin Sanjaya Sukamuljo (Indonesia) – 245.316 dollar AS
  9. Chou Tien Chen (China Taipei) – 234.610 dollar AS
  10. Chen Qing Chen (China) – 216.131 dollar AS
  11. Jia Yi Fan (China) – 216.131 dollar AS
  12. Mohammad Ahsan – 200.230 dollar AS
  13. Hendra Setiawan – 200.230 dollar AS
Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon - idnsportsliga.com
By - Writter

Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon Kalah di Laga Kedua BWF World Tour Finals 2019

Pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon meraih hasil minior di laga kedua penyisihan Grup A BWF World Tour Finals 2019 di Guangzhou, China. Pasangan terbaik Indonesia ini menyerah dari pasangan Jepang, Hiroyuki Endo dan Yuta Watanabe. Bertarung tiga game, pertandingan yang berlangsung di Tianhe Gymnasium pada Kamis, 12 Desember 2019 itu berakhir dengan skor 11-21, 21-14, dan 11-21.

the minions - Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon - idnsportsliga.com

The Minions tumbang di laga kedua BWF World Tour Finals 2019

Pasangan Indonesia berjuluk The Minions mengawali pertandingan dalam situasi kurang meyakinkan. Keduanya sempat tertinggal cukup jauh di game pertama. Alhasil keduanya harus kehilangan game pertama.

Setelah bangkit di game kedua, performa The Minions tak bisa konsisten di game penentuan. Selain gagal mengembangkan permainan, The Minions selalu berada dalam tekanan pasangan Jepang itu sehingga akhirnya menyerah di game penentuan.

Kevin Sanjaya: “Lawan lebih siap…”

Usai pertandingan Kevin Sanjaya mengakui lawan lebih siap menghadapi pertandingan itu. Selain itu Kevin mengakui pasangan Jepang itu tampil lebih baik.

“Hari ini lawan lebih siap dari kami dan mainnya juga lebih baik,” beber Kevin Sanjaya seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Menurut Marcus Gideon, pasangan Jepang itu tampil lebih tenang. Mereka tak kerap membuang poin. Sebaliknya, pasangan Jepang mampu menguasai pertandingan dan melancarkan serangan demi serangan yang kerap berbuah poin. Longgarnya pertahanan menjadi alasan lain di balik kekalahan The Minions.

“Lawannya nggak gampang mati. Terus hari ini juga shuttlecock-nya lebih berat daripada kemarin. Dan tenaga kami juga banyak terkuras. Kami juga merasakan defend hari ini kurang rapat dan kalah rapat dari lawan. Selain itu, di akhir-akhir kami banyak mati sendiri,” beber Gideon.

Kemenangan ini sangat penting bagi Endo dan Watanabe. Mengantongi dua kemenangan membuat mereka memastikan satu tempat di babak semi final. Sementara itu The Minions harus bekerja keras di laga terakhir penyisihan grup. Keduanya wajib menang bila ingin lolos ke babak selanjutnya.

Marcus dan Kevin kembali menghadapi pasangan Jepang lainnya di laga terakhir penyisihan grup. Takeshi Kamura dan Keigo Sonoda akan menjadi lawan yang menentukan langkah mereka di ajang ini.

Menghadapi laga krusial ini, Kevin mengaku akan tampil maksimal.  Ia menyebut peluang selalu ada bagi kedua pasangan.

“Untuk besok kami akan berusaha melakukan yang terbaik saja. Yang pasti kami akan lakukan yang terbaik untuk besok. Karena peluang selalu ada untuk siapapun,” ungkap Minions.

Berbeda dengan Kevin dan Marcus, pasangan ganda putra senior, Mohamad Ahsan dan Hendra Setiawan berhasil mengantongi kemenangan kedua dan memastikan satu tiket babak semi final.

Jonatan Christie debut manis di final
By - Writter

Jonatan Christie Ukir Debut Manis di BWF World Tour Finals 2019

Jonatan Christie sukses mencatatkan debut manis di ajang BWF World Tour Finals 2019 yang tengah berlangsung di Guanzhou, China. Pemain tunggal putra Indonesia ini sukses menumbangkan Anders Antonsen di laga pertama penyisihan Grup A pada Rabu, 11 Desember 2019 lalu.

jojo - bwf - idnsportsliga.com

Bermain di Tianhe Gymnasium, Jojo, demikian sapaan pebulutangkis kelahiran Jakarta itu, memetik kemenangan dengan skor 23-21 dan 21-16 dalam waktu 53 menit. Usai pertandingan Jojo mengatakan kemenangan itu tidak lepas dari kecakapannya untuk mengatur strategi menghadapi perubahan arah angin.

Jonatan Christie berhasil mengukir debut termanis

“Hari ini kondisinya angin dan shuttlecock-nya sangat berbeda dengan sesi latihan kemarin. Jadi mau nggak mau saya harus lebih pintar ngatur-ngatur strateginya. Dari game pertama saya pilih lapangan yang menang angin dulu, karena power dan tenaganya masih ada, jadi bisa lebih fokus buat coba lebih menyerang. Puji Tuhan terbukti berhasil,” ungkap Jonatan Christie seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Sekalipun mampu memenangi laga dalam dua game, tidak mudah bagi Jojo untuk mengatasi perlawanan wakil Denmark itu. Jojo sempat memimpin jauh di awal game kedua, namun Antonsen berhasil memperkecil ketertinggalan. Hal ini tidak lepas dari perubahan strategi yang digunakan oleh lawannya itu.

Jojo: “Saya masih bisa atasi lawan…”

“Di game kedua saya masih bisa mengatasi permainan lawan. Tapi saya sempat sedikit nge-drop waktu posisi unggul 17-5, lawan langsung mengubah pola ke permainan cepat dan saya sempat agak kesusahan waktu itu. Tapi pelan-pelan saya bisa fokus lagi untuk ambil kemenangan,” sambungnya.

Kemenangan ini membuka peluang bagi Jojo untuk melangkah ke babak semi final. Di laga selanjutnya, ia akan ditantang pemain asal Taiwan, Wang Tzu Wei. Menurut Jojo ia akan berusaha untuk menjaga momentum terutama saat memimpin perolehan poin.

“Untuk besok, kalau sudah leading, sebisa mungkin tempo mainnya jangan sampai berubah. Kalau lawan mengubah tempo main, ya setidaknya saya harus bisa mengikuti. Pokoknya harus dijaga ritmenya dan harus lebih tenang lagi,” harap Jojo.

Selain itu Jojo mengatakan dirinya ingin lebih menikmati setiap pertandingan di ajang penutup tahun ini. Ia akan memperbaiki beberapa hal yang kurang maksimal di laga pertama.

“Saya mau coba untuk lebih menikmati penampilan pertama saya di world tour finals ini. Kalau ada kesempatan untuk menang ya kenapa tidak. Kalau dibilang puas, hari ini mungkin baru 60 persen puasnya, masih ada beberapa poin yang harus diperbaiki untuk pertandingan besok. Semoga besok bisa lebih baik penampilannya,” tegasnya.