Informasi Dunia Olah Raga Indonesia & Mancanegara Aktual Terpercaya
  • Sports Award - 2019

    Number #1 Sports News
  • Global Certificate

    ISO 9001:2019
  • Award Winning

    Berita Olah Raga Terbaik 2019
arsenal kampiun
By - Writter

Bungkam Chelsea, Arsenal Kampiun Piala FA

Arsenal akhirnya keluar sebagai juara Piala FA musim ini. Di partai final yang berlangsung di Stadion Wembley pada Sabtu, 1 Agustus 2020 malam WIB, The Gunners sukses membungkam Chelsea dengan skor 2-1.

Sepasang gol Arsenal diborong oleh Pierre-Emerick Aubameyang masing-masing di menit ke-28 dan 67. Sementara itu satu-satunya gol Chelsea dicetak oleh Christian Pulisic di menit kelima.

Bagi Arsenal kemenangan ini menegaskan mereka sebagai raja Piala FA. Selain itu trofi yang diraih ini membuka jalan bagi mereka untuk langsung tampil di Liga Europa musim depan.

Sementara itu bagi Chelsea, kegagalan ini menjadi pukulan tersendiri. Ditambah lagi tim tersebut seperti sudah jatuh tertimpa tangga lagi, setelah dua pemain andalannya harus mengalami cedera. Kedua pemain itu adalah sang kapten Cesar Azpilicueta dan striker, Christian Pulisic.

Usai laga pelatih Frank Lampard mengatakan dirinya belum bisa memastikan cedera kedua pemain itu. Tentu cedera kedua pemain utama itu menjadi pukulan jelang menghadapi Bayern Muenchen di leg kedua babak 16 besar Liga Champions Eropa pada 8 Agustus 2020 nanti.

“Saya tidak tahu kadar cederanya, tapi saya tahu cedera hamstring yang menimpa Azpi dan Christian. Mereka harus dipindai dan diperiksa dalam beberapa hari ke depan. Mereka jelas tidak akan fit untuk pekan depan,” beber Lampard, seperti dilansir media bandar bola sports-news.

Tidak hanya kedua pemain itu. Pemain lainnya yakni Pedro juga mengalami cedera. Pemain yang akan meninggalkan Stamford Birdge musim ini mengalami masalah pada bahunya.

“Pedro, saya percaya itu bisa saja dislokasi bahu tapi jangan terlalu buru-buru menyimpulkan. Saya belum menemuinya karena dia dibawa pergi, jadi ini adalah akhir yang mengecewakan karena itu mungkin akan jadi pertandingan terakhirnya untuk Chelsea,” sambuang Lampard.

Menurut Lampard cedera ini menjadi kado pahit perpisahan mantan pemain Chelsea itu. Ia pun mengaku kecewa dengan cedera yang dialami pemain asal Spanyol itu.

“Dia sudah jadi pelayan yang luar biasa dan saya kecewa untuknya,” tegas Lampard.

Susunan pemain Arsenal versus Chelsea:

Arsenal (3-4-3): Emiliano Martinez, Rob Holding, David Luiz (87′ Sokratis P.), Kieran Tierney (90′ S. Kolasinac); Hector Bellerin, Dani Ceballos, Granit Xhaka, Ainsley Maitland-Niles; Nicolas Pepe, Alexandre Lacazette (82′ E. Nketiah), Pierre-Emerick Aubameyang.

Pelatih: Mikel Arteta

Chelsea (3-4-3): Willy Caballero; Cesar Azpilicueta (35′ A. Christensen), Kurt Zouma, Antonio Rudiger (78′ C. Hudson-Odoi); Reece James, Jorginho, Mateo Kovacic, Marcos Alonso; Mason Mount (78′ R. Barkley), Olivier Giroud (78′ T. Abraham), Christian Pulisic (49′ Pedro).

Pelatih: Frank Lampard

Tim Uber Indonesia 2020
By - Writter

Undian Piala Thomas dan Uber 2020: Tim Uber Indonesia di Grup Neraka

Badminton World Federation (BWF) telah merilis hasil undian Piala Thomas dan Uber 2020. Proses pengundian ditayangkan secara langsung oleh BWF dari Kuala Lumpur, Malaysia, pada hari ini pukul 14.00 WIB.

Tim putra Indonesia yang diunggulkan di tempat pertama, menempati grup A bersama Malaysia, Belanda dan Inggris. Sedangkan tim Uber Indonesia yang ada di posisi kelima daftar unggulan, menempati grup B bersama Korea, bersama Korea, Malaysia dan Australia.

Mengomentari hasil undian, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti mengatakan bahwa baik tim Thomas maupun Uber punya peluang untuk menjuarai grup. Jika melihat materi pemain, tim Thomas Indonesia lebih berpeluang besar untuk merajai grup A.

“Kami fokus awalnya ke babak delapan besar dulu. Kami punya kans, kami mau membawa pulang Piala Thomas kembali ke Indonesia. Lawan-lawan di grup tidak mudah untuk dihadapi, namun kami tetap optimis,” ujar Susy kepada Badmintonindonesia.org.

Lebih lanjut Susy mengatakan Malaysia merupakan tim yang harus diwaspadai di Piala Thomas kali ini. Meski begitu Indonesia tak boleh meremehkan tim-tim lain.

“Malaysia harus diwaspadai di grup A. Kalau melihat kekuatan di atas kertas, kami lebih unggul dari Belanda dan Inggris, namun kami harus siap dan tidak boleh menanggap enteng lawan,” lanjut Susy.

Sementara itu, tim Uber Indonesia harus bekerja keras untuk menjadi juara grup B. Pasalnya Indonesia berada satu grup dengan tim Korea yang cukup kuat, terutama di sektor ganda putri.

“Korea memang kuat, tapi saya rasa peluang tetap ada. Melawan Malaysia dan Australia juga tidak boleh lengah, karena di pertadingan beregu, apapun bisa terjadi. Yang penting para pemain bisa menjaga fokus dan harus fight di lapangan,” tuturnya seperti dilansir dari SBOBET Badminton-news.

Sebanyak 16 tim Piala Thomas dan 16 tim Piala Uber akan bertanding memperebutkan lambang supremasi beregu putra dan beregu putri paling bergengsi ini. Putaran final Piala Thomas dan Uber rencananya akan dihelat di Aarhus, Denmark, pada pada 3-11 Oktober mendatang. Kejuaraan ini akan berlangsung di Ceres Arena.

Berikut hasil undian grup Piala Thomas dan Uber 2020:

Piala Thomas

Grup A

  • Indonesia
  • Malaysia
  • Belanda
  • Inggris

Grup B

  • Tiongkok
  • Taiwan
  • Australia
  • Perancis

Grup C

  • Denmark
  • India
  • Jerman
  • Algeria

Grup D

  • Jepang
  • Korea
  • Thailand
  • Kanada

Piala Uber

Grup A

  • Jepang
  • Taiwan
  • Mesir
  • Spanyol

Grup B

  • Korea
  • Indonesia
  • Australia
  • Malaysia

Grup C

  • Thailand
  • Denmark
  • Skotlandia
  • Kanada

Grup D

  • Tiongkok
  • India
  • Perancis
  • Jerman
guardiola dan klopp
By - Writter

Lewandowski: Klopp Punya Dua Wajah

Pada salah satu kesempatan Robert Lewandowski angkat bicara terkait sosok pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. Menurut pemain depan Bayern Muenchen itu, Klopp adalah salah satu pelatih favoritnya.

“Kurasa… Juergen klopp, dan setelahnya Pep Guardiola. 100 persen,” beber Lewandowski.

Tidak hanya itu, ia juga menilai Klopp mempunyai dua wajah. Kedua wajah tersebut menampakkan diri dalam kepribadiannya sebagai seorang ayah di satu sisi dan seorang pelatih dan manajer di sisi lain.

“[Klopp] punya dua wajah. Anda bisa tahu kalau dia itu baik seperti seorang ayah, tapi yang kedua dia seperti seorang pelatih, seorang manajer. Dia bisa mengatakan apapun kepada Anda — dan aku tidak sedang membicarakan tentang hal-hal baik saja — tentang hal-hal buruk juga.”

Lewandowski mengakui kehebatan Klopp. Hal ini dilihat dari penampilan dan prestasi Liverpool di atas lapangan pertandingan. Lewandowski pun tak segan mengakui kehebatan Klopp baik sebagai seorang manajer mapun seorang manusia.

“Performa dia sebagai seorang pelatih itu menakjubkan, tapi tidak hanya sebagai seorang pelatih saja melainkan juga seorang manusia,” lanjutnya.

Pujian kepada Klopp juga datang dari Pep Guardiola. Selain Klopp, Guardiola adalah juga pelatih top. Bahkan pencapaian Guardiola dari sisi gelar jauh lebih banyak dari Klopp.

Guardiola sendiri mengakui kehebatan Klopp. Dalam 11 kali pertemuannya dengan Klopp di pentas Liga Primer Inggris, Guardiola yang menangani Manchester City menelan lima kekalahan, dua hasil seri, dan empat kali kemenangan.Dilansir dari media SBOBET, Guardiola menyebut Klopp sebagai rival tersulit untuk dihadapi.

“Jika Anda bertanya kepada saya yang siapa rival paling sulit untuk saya hadapi, itu adalah Liverpool. Tahun-tahun pertama ketika saya tiba di Inggris, Liverpool sedikit lebih lemah dari sekarang dan Real Madrid lebih kuat. Sekarang, Liverpool ini adalah tersulit yang pernah saya temui dalam karier kepelatihan saya,” tandas Guardiola.

Lebih lanjut Guardiola mengatakan menghadapi Liverpool besutan Klopp, lawan harus bisa keluar dari tekanan dan jangan sampai membiarkan tim tersebut menguasai pertandingan. Guardiola menyebut Liverpool sebagai tim yang aktif dan memiliki kecepatan.

“Kalau Anda membiarkan mereka menguasai permainan, mereka akan mengurung Anda di daerah pertahanan dan Anda tidak bisa melarikan diri. Ketika Anda mendominasi permainan, mereka berlari ke mana saja seperti tidak ada orang lain. Mereka sangat cepat bergeraknya,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, Guardiola yang menghadirkan sejumlah prestasi bersama Barcelona, mengakui Liverpool sebagai tim yang kuat secara strategi dan memiliki mental yang kuat.

conte dipecat
By - Writter

Isu Pemecatan Conte Jelang Liga Europa Bergulir

Saat ini nama pelatih Inter Milan, Antonio Conte santer dikabarkan akan ditendang dari kursi pelatih. Rumor ini semakin kencang terdengar jelang pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Europa. Inter Milan akan menghadapi Getafe pada 6 Agustus 2020 dini hari WIB nanti.

Isu pemecatan ini disinyalir akibat serangan yang dilancarkan mantan pelatih Chelsea itu terhadap jajaran manajemn Internazionale Milan.

“Kami harus makan kotoran selama berbulan-bulan dan mendapat perlindungan nol. Masalah saya adalah bahwa saya memiliki visi, saya melihat jalan yang harus kami ambil dan saya tahu apa yang perlu kami lakukan. Saya melihat suatu hari wawancara yang diberikan Luciano Spalletti di Inter. Kami sekarang di tahun 2020 dan tidak ada yang berubah,” beber Conte.

Lebih lanjut pelatih asal Italia itu mengatakan ia sangat menyayangkan bila tidak ada perubahan yang terjadi.

“Saya bisa menjadi penangkal petir untuk tahun pertama, tetapi jika Mereka tidak belajar dan terus membuat kesalahan yang sama, maka itu gila. Saya ingin benar-benar jelas bahwa saya tidak berbicara tentang pasar transfer atau para pemain. Saya mau membuat ini menjadi sangat jelas.”

Ia berharap agar tim mengalami perkembangan di semua aspek baik di dalam maupun di luar lapangan. Ia pun ingin bertemu dengan presiden klub.

“Kami harus tumbuh dan berkembang di semua bidang, termasuk di luar lapangan, dan klub besar harus lebih melindungi para pemainnya. Kami akan membahas semuanya pada akhir musim, saya harus bertemu Presiden dan dia di Cina sekarang,” tegasnya.

Inter Milan akan menghadapi Getafe di Stadion Veltins Arena. Pertandingan ini bisa dibilang menjadi penentu nasib pelatih asal Italia itu. Untuk itu Conte mengatakan dirinya akan mengerahkan segenap kemampuan untuk memetik kemenangan.

“Kami harus melakukan yang terbaik dan tidak menyesal. Kita tak tahu sejauh mana performa terbaik akan membawa kami, tapi yang terpenting tidak ada penyesalan,” lanjutnya.

Conte mengakui pertandingan kontra Getafe tidak akan berjalan mudah. Ia mengakui klub La Liga itu sebagai lawan yang tangguh.

“Kami di sini, kami siap, kami tahu ini akan menjadi laga sulit menghadapi lawan yang tangguh. Ini bisa juga menjadi permainan yang kotor dan kami harus siap ‘kotor’, tetapi tim telah mencapai tingkat kedewasaan untuk menghadapi jenis permainan seperti ini,” sambungnya menjawab SBOBET sports-news.

Conte sendiri masih terikat kontrak hingga 2022 mendatang. Pelatih yang sudah menangani banyak klub top itu sudah menegaskan untuk menuntaskan proyek yang telah dirancang untuk Inter dalam tiga tahun ke depan.

“Saya berkomitmen untuk proyek tiga tahun dengan Inter,” pungkasnya.

zidane - pelatih terbaik
By - Writter

Kalahkan Klopp dan Guardiola, Zidane Jadi Pelatih Terbaik Dunia

Zinedine Zidane baru saja dinobatkan sebagai pelatih terbaik dunia. Pelatih Real Madrid ini mengalahkan sejumlah pelatih top seperti Jurgen Klopp (Liverpool) dan Pep Guardiola (Manchester City).

Penobatan Zidane sebagai pelatih terbaik di dunia diberikan oleh koran bergengsi Prancis, L’Equipe. Salah satu alasan dibalik kemenangan Zidane tidak lepas dari keberhasilannya mengantar Real Madrid menjadi juara La Liga Spanyol musim ini.

“Dia [Zidane] adalah seorang pelatih yang memiliki pengalaman melatih satu klub, dan cukup jarang kalah,” ungkap L’Equipe.

Lebih lanjut koran tersebut menyebut penghargaan tersebut tidak lepas dari pencapaian Zidane bersama Madrid di pentas Liga Champions Eropa. Ia menjadi pelatih dengan pencapaian fantastis yakni sukses mengantar El Real menjuarai Liga Champions tiga kali secara beruntun sejak 2016 hingga 2018.

“Seorang pelatih yang sudah melakukan hal yang tidak bisa dilakukan seorang pun dari para pendahulunya, memenangi tiga Liga Champions beruntun [2016, 2017, 2018], yang mampu kembali mengikuti kejayaannya sendiri dan mempertanyakan segalanya untuk menjadi seorang juara Spanyol baru dengan Real Madrid pada bulan lalu.”

Pada posisi kedua, di belakang Zidane, ada Jurgen Klopp. Pencapaian Klopp musim ini adalah mengantar Liverpool mengakhiri puasa gelar Liga Inggris dalam tiga puluh tahun terakhir. Seperti dilansir SBOBET sports-news, Guardiola tercatat berhasil mengantar City menjadi juara Piala Liga Inggris.

“Guardiola memiliki sesuatu yang lain, dogma dia, riset permanen dia, keahlian dia dalam permainan kolektif, konstruksi yang bikin pusing, konsistensi dia (198 poin dalam dua musim dari 2017 sampai 2019), tapi dia tidak memiliki segalanya, dan memilih dua bek-bek tengahnya sebagai penyerang-penyerang dia atau pemain-pemain tengah dia,” tulis L’Equipe lebih lanjut.

Sementara itu media Spanyol, Marca coba membandingkan pencapaian Zidane dan Guardiola. Marca menulis Guardiola memiliki periode terbaik bersama Barcelona yang mana mampu meraih satu trofi dalam setiap 18 pertandingan, sementara itu Zidane meraih satu trofi dalam 19 pertandingan.

“Tapi jika fokus pada periode terbaiknya di Camp Nou, Pep meraih satu trofi dalam setiap 18 pertandingan, mengungguli rivalnya itu,” tulis Marca.

“Guardiola unggul dalam hal persentase kemenangan dalam pertandingannya, setelah berjaya dalam 73,8 persen dari 639 laga yang ia tangani, cuma kalah 74 kali. Sementara si sosok Prancis tidak ketinggalan jauh dengan rata-rata kemenangan 67,14 persen, kalah 26 kali dari total 210 laga.”

Nah, menurut anda, siapa di antara Zidane, Klopp, dan Guardiola yang lebih pantas untuk menyandang status pelatih terbaik di dunia?

sevilla vs roma | idnsportsliga
By - Writter

Singkirkan AS Roma, Sevilla ke Perempat Final Liga Europa

Sevilla sukses meraih satu tiket ke babak perempat final Liga Europa. Tim asal Spanyol itu berhasil menyingkirkan AS Roma. Pada pertandingan leg kedua babak 16 besar yang digelar di Schauinsland-Reisen-Arena, Duisburg, Jerman, Jumat, 7 Agustus 2020 dini hari WIB, Sevilla sukses memetik kemenangan dua gol tanpa balas.

Kemenangan ini mengantar Sevilla ke babak delapan besar untuk menghadapi klub Inggris, Wolverhampton Wanderers yang sukses menyisihkan klub Yunani, Olympiacos.

Sepasang gol Sevilla di laga ini dicetak oleh Sergio Regu dan Youssef En-Nesyri. Gol pertama di menit ke-21 berawal dari aksi ciamik Reguilon yang melakukan penetrasi dari tengah lapangan. Dilansir dari SBOBET News, gol kedua tercipta di penghujung babak pertama, tepatnya di menit ke-44. Gol En-Nesyri terjadi berkat assist Ocampos.

Pelatih AS Roma, Paulo Fonseca angkat bicara usai laga. Ia menilai kekalahan timnya sulit dijelaskan. Meski begitu ia menerima semua tanggung jawab.

“Sulit untuk menemukan penjelasan untuk ini sekarang, tetapi saya harus bertanggung jawab total. Saya akan membuat pilihan yang sama lagi. Tim ini memenangkan hampir semua pertandingan kami baru-baru ini, kami bermain bagus dalam sistem ini dan tidak ada alasan untuk berubah. Jika saya berubah bentuk sekarang, itu tidak akan menjadi pilihan yang rasional,” beber Fonseca.

Fonseca mengakui timnya memang harus menerima kekalahan. Ia mengakui Sevilla bermain lebih baik.

“Sulit untuk diterima, tetapi kami harus menerima kenyataan. Kami kalah melawan tim yang lebih baik,” sambungnya.

Sementara itu penyerang AS Roma, Edin Dzeko melayangkan kritik kepada sang pelatih. Sang kapten menilai kekalahan ini tidak lepas dari taktik yang digunakan sang pelatih.

“Mereka menekan kami. Kami ingin memainkan bola dan itu ternyata tak mungkin. Mereka memiliki sepasang operan dan juga memainkan bola panjang langsung ke depan,” beber Dzeko.

“Mungkin kami tak memperhatikan bahwa tak mungkin untuk memainkannya dari belakang, dan seharusnya kami menggunakan dia sebagai target man untuk waktu lama, tetapi kami mencobanya selama 90 menit,” sambung Dzeko.

Susunan pemain Sevilla versus AS Roma:

Sevilla (4-3-3): Yassine Bounou; Jesus Navas, Jules Kounde, Diego Carlos, Sergio Reguilon; Ever Banega, Fernando, Joan Jordan; Lucas Ocampos, Youssef En-Nesyri, Suso.

Cadangan: Tomas Vaclik, Sergi Gomez, Munir El Haddadi, Sergio Escudero, Luuk de Jong, Oliver Torres, Franco Vazquez, Jose Mena, Jose Lara, Javi Diaz, Genaro Rodriguez, Pablo Perez Rico.

Pelatih: Julen Lopetegui

AS Roma (3-4-3):  Pau Lopez; Gianluca Mancini, Ibanez, Aleksandar Kolarov; Bruno Peres, Amadou Diawara, Bryan Cristante, Leonardo Spinazzola; Nicolo Zaniolo, Edin Dzeko, Henrikh Mkhitaryan.

Cadangan: Lorenzo Pellegrini, Diego Perotti, Gonzalo Villar, Cengiz Under, Davide Santon, Nikola Kalinic, Federico Fazio, Carles Perez, Matteo Cardinali, Riccardo Calafiori, Antonio Mirante, Justin Kluivert.
Pelatih: Paulo Fosenca

Badminton World Federation
By - Writter

BWF Batalkan Empat Turnamen di Bulan September

Federasi Bulu Tangkis Dunia atau Badminton World Federation (BWF) mengumumkan pembatalan empat turnamen yang rencananya akan bergulir di bulan September 2020. Keempat turnamen tersebut adalah Taipei Open (1-6 September), Korea Open (8-13 September), China Open (15-20 September) dan Japan Open 2020 (22-27 September).

Setelah pandemi Covid-19 mewabah di seluruh dunia, BWF membatalkan turnamen-turnamen internasional, turnamen terakhir yang berlangsung adalah All England 2020 pada Maret lalu. Kemudian BWF mengumumkan dimulainya kembali turnamen pada Agustus 2020, namun turnamen-turnamen di bulan Agustus 2020 juga terpaksa dibatalkan akibat pendemi yang belum mereda.

“Keputusan pembatalan turnamen-turnamen ini demi menjaga kesehatan pemain, penonton, volunteers dan anggota asosiasi. Kami sangat kecewa karena harus membatalkan beberapa turnamen, namun keselamatan semua pihak yang terlibat adalah hal yang paling penting saat ini,” ujar Thomas Lund, Sekretaris Jenderal BWF seperti dilansir dari media sports Link NOVA88.

Dalam rilis yang dimuat di situs resmi BWF, Lund menyatakan apresiasinya atas usaha dan kerja keras para anggota asosiasi dalam proses ini, dengan kesabaran dan komitmen kepada BWF. Juga atas dukungan para pecinta bulutangkis dan partner BWF.

Hingga saat ini BWF terus mengupayakan agar turnamen dapat bergulir kembali, namun tetap menerapkan protokol kesehatan yang berlaku sesuai dengan ketentuan dari World Health Organization (WHO), otoritas kesehatan setempat serta peraturan perjalanan domestik maupun internasional.

Pengurus Pusat PBSI memberikan tanggapan soal keputusan pembatalan turnamen-turnamen ini. Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto mengatakan bahwa turnamen-turnamen di bulan September sedianya menjadi ajang pemanasan bagi pemain jelang perhelatan Piala Thomas dan Uber 2020 di Aarhus, Denmark, pada 3-11 Oktober mendatang.

“Sebetulnya sangat disayangkan, ini adalah hal yang merugikan buat dunia bulutangkis, khususnya untuk atlet. Tapi di sisi lain kami bisa mengerti karena pandemi ini belum teratasi di negara-negara lain. Seperti contohnya di Jepang dan Tiongkok yang mengalami second wave Covid-19,” ujar Budiharto.

Sementara itu, hingga saat ini status penyelenggaraan Piala Thomas dan Uber masih tetap berjalan sesua jadwal. BWF masih belum memberikan informasi apapun terkait penyelenggaraan perebutan dua lambanng supremasi bergengsi tersebut.

“Secara prinsip, memang kami harus menunggu keputusan BWF mengenai kepastian Piala Thomas dan Uber. Untuk tetap mempersiapkan atlet, kami akan tetap melangsungkan simulasi. Simulasi ini penting untuk mengukur sejauh mana kesiapan dan kondisi atlet jelang Piala Thomas dan Uber,” jelas Budiharto.

Mola TV PBSI Home Tournament
By - Writter

Sukses dengan Home Tournament, PBSI Akan Gelar Turnamen ala Piala Thomas dan Uber

PBSI baru saja sukses menggelar turnamen Mola TV PBSI Home Tournament. Berangkat dari kesuksesan itu, PBSI akan kembali menggelar kejuaraan serupa, kali ini dengan format beregu Piala Thomas dan Uber.

Tim Indonesia dinilai perlu wadah untuk melatih kesiapan jelang perebutan supremasi bergengsi tersebut. Piala Thomas dan Uber 2020 rencananya akan digelar di Aarhus, Denmark, pada 3-11 Oktober 2020.

Sebagaimana disampaikan Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto, saat ini Federasi Bulu Tangksi Dunia atau BWF sedang menggodok protokol kesehatan terkait turnamen tersebut bersama pihak tuan rumah. Sementara itu pihaknya belum juga mendapat kepastian terkait penyelenggaraan turnamen-turnamen lain. Dengan demikian saat ini PBSI berkonsentrasi pada persiapan Piala Thomas dan Uber.

“Saat ini BWF (Badminton World Federation) sedang dalam proses bersama tuan rumah terkait protokol kesehatan yang harus dilalui atlet. Kebetulan kami juga belum dapat kepastian lagi mengenai kejuaraan-kejuaraan resmi dari BWF oleh karena itu kami perlu simulasi untuk mematangkan kesiapan pemain kami,” beber Budiharto seperti dilansir dari NOVA88 Sports.

Persiapan pemain di turnamen beregu memang berbeda dengan turnamen perorangan. Dalam turnamen beregu, para atlet perlu memperkuat kekompakan, rasa percaya satu sama lain, teamwork dan sebagainnya. Penyelenggaraan simulasi dinilai tepat untuk pemanasan jelang Piala Thomas dan Uber.

Simulasi Piala Thomas dan Uber akan dilangsungkan di Pelatnas Cipayung pada awal September 2020. Para pemain akan dikelompokkan ke dalam beberapa grup dengan menggunakan format setengah kompetisi.

Sebagaimana diketahui penyelenggaraan PBSI Home Tournament diakhiri dengan sektor tunggal putri. Di nomor ini gelar juara diraih oleh Gregoria Mariska Tunjung yang sukses mengatasi perlawanan juniornya, Putri Kusuma Wardani. Di partai final Gregoria menang straight set dengan skor 21-17, 21-10.

Kemenangan ini sekaligus membayar kekalahan Gregoria atas Putri di penyisihan grup M. Saat itu Gregoria takluk dalam tiga game dengan skor 23-25, 22-20, 11-21.

Sementara itu juara ketiga diraih oleh Saifi Rizka Nur Hidayah. Saifi berhasil mengatasi perlawanan  Asti Dwi Widyaningrum dengan skor 16-21, 21-11, 21-14.

Kekalahan di game pertama tak membuat Saifi patah semangat. Ia mengubah strategi dengan mempercepat permainan dan berhasil mengunci pergerakan Asti di game kedua dan game ketiga.

Pemain kelahiran 24 Desember 2002 ini tak menyangka dirinya bisa meraih peringkat ketiga di ajang Mola TV PBSI Home Tournament mengingat statusnya sebagai pemain muda yang belum lama bergabung di pelatnas Cipayung.

Selamat kepada para pemenang!

chelsea vs wolves
By - Writter

Tekuk Wolves, Chelsea Amankan Satu Tempat di Liga Champions

Chelsea pun sukses meraih satu tiket ke Liga Champions Eropa musim depan. Hal ini ditentukan oleh kemenangan di laga terakhir Liga Inggris. Menghadapi Wolverhampton Wanderers di Stadion Stamford Bridge pada Minggu, 26 Juli 2020 malam WIB, The Blues menang dua gol tanpa balas.

Sepasang gol tuan rumah dicetak oleh Mason Mount dan Olivier Giroud di akhir babak pertama. Tambahan tiga poin membuat perolehan poin Chelsea menjadi 66 dari 38 pertandingan sepanjang musim ini. Chelsea pun menemani Liverpool, Manchester City, dan Manchester United di pentas Liga Champions musim depan.

Sementara itu Wolves mengakhiri musim ini diurutan ketujuh. Posisi tim besutan pelatih Nuno Esperito Santo itu disalip oleh Tottenham Hotspur yang berhasil memetik kemenangan di laga terakhir.

Pencapaian Chelsea ini terbilang luar biasa. Pasalnya mereka harus berjuang keras sejak awal musim. Tim tersebut sempat berada dalam posisi kritis karena performa yang inkonsisten. Kehadiran Frank Lampard untuk menduduki kursi pelatih akhirnya ikut andil untuk mengembalikan Chelsea ke jalur positif.

Namun demikian sang pelatih menilai pencapaian ini tidak lepas dari kerja sama seluruh anggota tim.

“Saya bangga dengan performa tim hari ini. Untuk keseluruhan musim, kami semua bekerja dengan keras untuk mencapai posisi di empat besar ini,” beber Lampard.

Ia pun menebarkan ancaman kepada tim-tim lain. Menurutnya level Liverpool dan Manchester City memang berbeda. Namun mereka kini tampil dengan mengandalkan para pemain muda. Ia menegaskan timnya bisa membuktikan bahwa bermaterikan pemain muda tak menghalangi mereka untuk bersaing di papan atas.

“Liverpool dan Manchester City sekarang levelnya berbeda. Kami mengandalkan anak-anak muda dan ini belum selesai.  Kami bisa membuktikan diri untuk bersaing di papan atas dengan pemain-pemain muda yang kamu punya. Musim depan, kami akan berjuang lebih keras dengan adanya pemain-pemain baru,” tegasnya pada wartawan SBOBET.

Susunan Pemain Chelsea versus Wolverhampton Wanderers:

Chelsea: Willy Caballero; Cesar Azpilicueta, Kurt Zouma, Antonio Rudiger; Reece James, Jorginho (Ross Barkley 88′), Mateo Kovacic (Ruben Loftus-Cheek 85′), Marcos Alonso; Mason Mount (Pedro Rodriguez 85′), Olivier Giroud (Tammy Abraham 78′), Christian Pulisic (Callum Hudson-Odoi 78′).

Pelatih: Frank Lampard

Wolverhampton Wanderers: Rui Patricio; Willy Boly, Conor Coady, Romain Saiss; Matt Dohertyb(Daniel Podence 59′), Leander Dendoncker, Ruben Neves (Joao Moutinho 59′), Jonny (Ruben Vinagre 59′); Pedro Neto (Adama Traore 46′), Raul Jimenez, Diogo Jota (Bruno Jordao 85′).

Pelatih: Nuno Espirito Santo

Gregoria Mariska Tunjung
By - Writter

Balas Dendam, Gregoria Juara Tunggal Putri

Gregoria Mariska Tunjung berhasil menjadi jawara di ajang Mola TV PBSI Home Tournament usai mengalahkan juniornya, Putri Kusuma Wardani. Di partai final yang berlangsung di Pelatnas Cipayung, Gregoria menang dua game langsung dengan skor 21-17, 21-10.

Bermain taktis, Gregoria membuat Putri tak dapat kesempatan untuk mengembangkan permainan. Terutama di game kedua, di mana Putri semakin di bawah tekanan. Penempatan-penempatan Gregoria di sudut lapangan, kali ini sulit untuk dijangkau oleh Putri.

Kemenangan ini sekaligus membayar kekalahan Gregoria atas Putri di penyisihan grup M. Saat itu Gregoria takluk dalam tiga game dengan skor 23-25, 22-20, 11-21.

Usai pertandingan Gregoria mengatakan dirinya sudah bertekad untuk tampil maksimal di laga final. Ia tak ingin kalah lagi seperti di pertemuan sebelumnya di babak penyisihan.

“Dari pertama saya nggak mau kalah karena di pertemuan terakhir kalah dan kelihatan sekali saya habis. Hari ini saya sudah siap capek, karena tadi pagi kan tanding juga,” ungkap Gregoria usai laga seperti dilansir dari The Sports JOKER123.

Gregoria lolos ke babak final setelah mengalahkan pemain junior, Saifi Rizka Nur Hidayah dengan skor 21-16, 21-13. Sedangkan Putri mengalahkan Asti Dwi Widyaningrum di babak semifinal dengan skor 21-15, 21-18.

Gregoria menegaskan dirinya tidak ingin terbebani dengan target juara. Sekalipun menguras fisik, ia tetap berjuang. Ia pun puas dengan hasil tersebut.

“Saya nggak memikirkan hasil, badan pun rasanya sudah remuk, jadi tanggung kalau mainnya nggak maksimal. Puji Tuhan saya cukup puas dengan hasil di sini, cuma ada beberapa catatan untuk ke depannya. Kalau lawan pemain junior, saya masih kewalahan mengatur rasa tegang dan mentalnya,” sambungnya.

Unggulan pertama ini mengatakan bahwa ajang ini menjadi patokan untuknya dalam mengukur sejauh mana kesiapannya menuju turnamen resmi. Ia menilai turnamen ini benar-benar mengukur sejauh mana kondisi fisik para pemain. Apalagi setelah lama vakum tanpa pertandingan mereka diharuskan memainkan dua pertandingan dalam sehari.

“Evaluasinya terutama dari segi fisik, jarang kan main sehari dua kali. Tidak mudah untuk mencapai kondisi fisik seperti itu, jadi harus ditingkatkan lagi,” pungkas Gregoria.

Sebelumnya Gregoria melangkah ke partai puncak dengan mengandaskan perlawanan Saifi Rizka Nur Hidayah. Gregoria menang dua game langsung dengan skor 21-16, 21-13.

Peringkat ketiga tunggal putri Mola TV PBSI Home Tournament diraih oleh Saifi Rizka Nur Hidayah setelah mengalahkan Asti Dwi Widyaningrum dengan skor 16-21, 21-11, 21-14.

Putri Kusuma W
By - Writter

Komentar Putri Kusuma Usai Takluk dari Gregoria di Partai Final

Putri Kusuma Wardani mengatakan bahwa Gregoria Mariska Tunjung, lebih siap saat tampil di babak final Mola TV PBSI Home Tournament. Gregoria berhak atas gelar juara setelah mengalahkan Putri dalam dua game langsung dengan skor 21-17, 21-10.

Kemenangan Putri di babak penyisihan grup M atas Gregoria sebetulnya menjadi modal untuknya dalam menghadapi Gregoria di laga final. Akan tetapi Gregoria pun telah melakukan evaluasi atas kekalahannya sehingga ia tampil lebih siap dari pertemuan sebelumnya.

“Kak Gregoria lebih siap dan lebih mengontrol jalannya permainan. Sedangkan saya seperti cuma menerima-menerima saja,” ujar Putri usai laga seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Lebih lanjut ia mengatakan dirinya tidak tampil maksimal seperti pertemuan sebelumnya. Di laga final ini ia terlihat lebih berhati-hati dan kadang tidak yakin dengan permainannya.

“Tidak seperti di pertemuan sebelumnya, kali ini saya lebih hati-hati dan nggak yakin dengan permainan saya sendiri,” lanjut Putri.

Finis di posisi kedua merupakan sebuah capaian yang cukup baik bagi Putri yang merupakan unggulan kelima. Penampilannya sepanjang Mola TV PBSI Home Tournament kali ini cukup baik, salah satunya adalah dengan menundukkan pemain-pemain yang lebih senior darinya seperti Gregoria, Fitriani dan Asti Dwi Widyaningrum.

Meski gagal menjadi juara, Putri tetap senang dengan hasil ini. Ia mengaku banyak mendapat pengalaman dari turnamen ini, terutama saat mengalahkan pemain-pemain senior.

“Saya banyak dapat pengalaman dari home tournament ini. Saya bisa melawan pemain yang lebih senior, oh begini ya rasanya main melawan senior,” kata Putri, seoerti dilansir dari media sports SBOBET Indonesia.

Secara keseluruhan Putri puas dengan penampilannya. Hanya saja ia tak puas dengan penampilannya di babak final.

“Sebetulnya saya puas dengan penampilan saya secara keseluruhan selama turnamen ini, tapi untuk di final tadi saya nggak puas,” tegas Putri.

Putri Kusuma Wardani melangkah ke partai final turnamen ini dengan meyakinkan. Ia melenggang ke final setelah mengalahkan Asti Dwi Widyaningrum dalam dua game langsung dengan skor 21-15, 21-18 dalam waktu 50 menit.

Selain Putri, pemain-pemain muda seperti Saifi Rizka Nur Hidayah, Ester Nurumi Tri Wardoyo dan Komang Ayu Cahya Dewi juga menunjukkan performa yang cukup baik di gelaran Mola TV PBSI Home Tournament.

Penampilan Putri terbilang semakin membaik. Ia merupakan salah satu penyumbang kemenangan bagi tim junior Indonesia dalam merebut Piala Suhandinata di ajang World Junior Championships 2019 di Kazan, Rusia.

Asti Dwi Widyaningrum
By - Writter

Asti Dwi Widyaningrum Tembus Perempat Final

Asti Dwi Widyaningrum merebut tiket perempat final tunggal putri Mola TV PBSI Home Tournament setelah mengalahkan Choirunnisa yang merupakan unggulan keempat. Kemenangan straight game 21-12, 21-15 membuat Asti menjadi runner up di grup N dan berhak untuk lolos ke perempat final.

Kemenangan pertama di penyisihan diraih Asti setelah mengalahkan Yasnita Enggira Setiawan dengan skor 21-12, 19-21, 21-16. Peringkat teratas grup N diraih Ester Nurumi Tri Wardoyo yang tak terkalahkan selama penyisihan grup dan telah mengamankan tiga kemenangan. Peringkat ketiga dan keempat di grup N ditempati oleh Choirunnisa dan Yasnita.

“Saya bermain sabar, nggak buru-buru. Saya usahakan nggak mati sendiri. Kalau sudah dapat kesempatan baru menyerang,” kata Asti soal penampilannya melawan Choirunnisa seperti dilansir dari media sports Indonesia – agen bola.

Lebih lanjut Asti yang merupakan unggulan keenam mengatakan lawan yang dihadapi hari ini memiliki serangan yang bagus. Hanya saja ia menilai lawannya tersebut tampil kurang maksimal.

“Kak Choi punya serangan yang bagus, tapi hari ini sepertinya lagi nggak enak mainnya, saya jadi lebih mudah dapat poin. Kemarin waktu kalah dari Ester, saya banyak mati sendiri, jadi kalahnya bukan karena dimatikan, sekarang saya coba main lebih safe, ” lanjut Asti yang merupakan unggulan keenam.

Asti mengatakan tim pelatih menargetkan dirinya untuk bisa lolos ke babak empat besar. Namun Asti melanjutkan bahwa di home tournament ini pemain-pemain junior banyak yang tampil bagus dan tantangan bukan hanya datang dari para senior tetapi juga pemain junior.

Sementara itu Saifi Rizka Nur Hidayah berhasil lolos dari penyisihan grup O tunggal putri Mola TV PBSI Home Tournament. Usai mengalahkan Tasya Farahnailah dengan skor 21-18, 21-12, Saifi berada di peringkat kedua klasemen grup O. Hanya dua peringkat teratas di tiap grup yang berhak atas tiket perempat final.

Saifi harus berjuang keras di game pertama saat melawan Tasya. Namun di game kedua ia unggul jauh dari Tasya dan menang dengan skor cukup telak. Hal ini dikatakan Saifi karena ia terjebak di pola permainan Tasya yang banyak bermain reli di game pertama.

“Saya terbawa pola main lawan yang temponya lebih lambat dan banyak reli. Sedangkan saya tipe pemain menyerang, saya agak kesulitan di game pertama. Makanya di game kedua sebisa mungkin saya mempercepat permainan dari awal, saya nggak mau kebawa main lawan lagi,” kata Saifi usai laga.

Agatha/Yulfira
By - Writter

Agatha/Yulfira Mundur, Greysia Polii/Febby Valencia ke Semi Final

Agatha Imanuela/Yulfira Barkah tak dapat melanjutkan laga perempat final ganda putri Mola TV PBSI Home Tournament. Pada game kedua melawan Greysia Polii/Febby Valencia Dwijayanti Gani, Agatha mengalami kram pada kaki kiri dan akhirnya menyerah dalam kedudukan 19-21, 8-12.

Duel kedua pasangan sebetulnya sangat seru di game pertama, Agatha/Yulfira bahkan sempat memimpin perolehan angka. Namun Greysia/Febby lebih unggul di poin-poin akhir. Agatha sempat meminta pertolongan dokter pertandingan untuk menyemprotkan penahan rasa sakit, namun ia tetap melanjutkan pertandingan.

Saat ingin mengambil bola di bagian kanan belakang lapangan, Agatha lalu terjatuh dan meringis kesakitan. Pertandingan akhirnya terpaksa dihentikan, Agatha/Yulfira retired, Greysia/Febby memastikan satu tempat di semifinal.

“Mereka mainnya hari ini bagus, kami adu strategi dari awal. Adu reli juga karena siapa yang lebih tahan, dia yang bisa memenangkan poin,” ungkap Greysia usai laga seperti dilansir dari media sports SBOBET Indonesia.

Lebih lanjut pemain senior itu mengatakan mereka sempat tak menyangka bahwa Agatha mengalami cedera. Mereka terus fokus untuk mencari poin.

“Sebetulnya nggak kelihatan (kalau Agatha cedera), waktu kedudukan 7-6 dia minta break. Tapi kami tetap tidak mau kendor karena Agatha kram, kami tetap fokus untuk cari poin,” lanjut Greysia.

Di babak semifinal, Greysia/Febby akan berhadapan dengan Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Ribka/Fadia yang merupakan unggulan pertama, melaju ke semifinal dengan mengalahkan Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi dengan skor 21-11, 21-19.

“Bola-bola mereka lebih matang, kami harus siap, nothing to lose dan harus fokus,” komentar Greysia soal semifinal.

Sebelumnya Greysia Polii/Febby Valencia Dwijayanti Gani mengalahkan Melani Mamahit/Tryola Nadia dalam dua game langsung dengan skor 21-16, 23-21. Kemenangan ini mengantar Greysia/Febby ke posisi pertama grup K.

Pada babak penyisihan sebelumnya, Greysia/Febby memenangkan pertandingan atas Kelly Larissa/Savira Nurul Husnia dengan skor 21-10, 21-9.

Greysia/Febby nyaris kehilangan game kedua saat mereka tertinggal 17-20. Namun pertahanan rapat yang ditunjukkan Greysia/Febby membuat Melani/Tryola akhirnya keteteran.

“Penyebabnya dari pergerakan kami, banyak buang bola, banyak mati sendiri. Ini membuat lawan jadi lebih aktif dan percaya diri kami menurun,” kata Greysia soal permainan.

Sebagai pemain yang lebih senior, Greysia juga beradaptasi dengan Febby yang jauh lebih muda. Jadi tak hanya di dalam lapangan, Febby dan Greysia sama-sama saling menyesuaikan dengan pribadi masing-masing. Hal ini membuat komunikasi mereka di lapangan tetap terjaga.

“Kami tetap jaga komunikasi. Saya sudah pernah seumur Febby tapi Febby belum pernah seumur saya. Jadi saya adaptasi dengan gaya bicara dia, dan dia bisa belajar dari saya dengan melihat kehidupan saya di asrama,” ungkap Greysia.

Ribka Sugiarto
By - Writter

Unggulan Pertama, Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Tak Kesulitan di Penyisihan

Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti berhasil menang straight game atas Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi dalam penyisihan grup I ganda putri Mola TV PBSI Home Tournament. Pasangan unggulan pertama ini menang dengan skor 23-21,21-13.

Duel kedua pasangan ini berlangsung begitu ketat di game pertama. Febriana/Amallia yang sempat tertinggal, bisa membalikkan keadaan dan memimpin 19-18. Namun Ribka/Fadia tampil lebih tenang dan mengamankan poin-poin kritis. Poin kemenangan di game pertama diraih Ribka/Fadia lewat satu dropshot Ribka ke tengah lapangan yang gagal dikembalikan Febriana.

Ribka/Fadia memegang kendali permainan di game kedua, Febriana/Amallia sulit mengembangkan permainan mereka dan tertinggal jauh hingga 3-10 dan akhirnya menyerah dalam dua game.

“Di game pertama, kami masih menyesuaikan dengan permainan lawan. Mereka sudah tahu permainan kami karena sama-sama latihan bareng, jadi bagaimana caranya kami kontrol lawan duluan, nggak mau keserang duluan,” ungkap Ribka pada SBOBET Indonesia usai pertandingan.

Lebih lanjut Ribka mengatakan keduanya berusaha tenang meski sempat ketinggalan di game pertama. Dalam situasi seperti itu Ribka berusaha untuk memberikan arahan kepada Fadia untuk bermain bertahan.

“Waktu ketinggalan di game pertama, kami lebih tenang. Saya bilang ke Fadia, main defense dulu, mereka juga bisa mati kok, kami kuatkan defense dulu, lawan malah melakukan kesalahan sendiri,” lanjut Ribka.

Kedua pasangan berhak untuk lolos ke perempat final karena di grup I hanya ada dua wakil. Kemenangan hari ini membuat Ribka/Fadia berhak atas titel juara grup, sedangkan Febriana/Amallia sebagai runner up grup.

“Peluang tetap sama kuat karena lawannya teman sendiri. Seperti tadi tanding pertama langsung ramai. Jadi menurut saya peluangnya 50-50,” kata Fadia saat ditanya soal peluangnya sebagai unggulan pertama di home tournament kali ini.

Sementara itu pasangan Melani Mamahit/Tryola Nadia akan berhadapan dengan Greysia Polii/Febby Valencia Dwijayanti Gani dalam perebutan juara grup J ganda putri Mola TV PBSI Home Tournament. Melani/Tryola memenangkan laga penyisihan pertama sore ini melawan Kelly Larissa/Savira Nurul Husnia dengan skor 21-16, 21-18.

Melani/Tryola sempat tertinggal 9-13 di game kedua, hal ini terjadi karena mereka terlalu buru-buru ingin mematikan lawan sehingga ini menjadi bumerang untuk mereka.

“Di game kedua kami mainnnya jadi agak buru-buru, terlalu ingin mematikan lawan malah jadi mati sendiri,” kata Melani.

Menghadapi Greysia/Febby di perebutan juara grup, Melani/Tryola akan bermain lepas tanpa beban. Dari segi pengalaman, Greysia/Febby tentu lebih matang dari Melani/Tryola. Home Tournament kali ini dimanfaatkan Melani/Tryola untuk mengukur sejauh mana permainan mereka.

Apriyani Rahayu/Mychelle Chrystine Harus Kerja Keras di Laga Pertama
By - Writter

Apriyani Rahayu/Mychelle Chrystine Harus Kerja Keras di Laga Pertama

Pasangan Apriyani Rahayu/Mychelle Chrystine Bandaso harus bekerja keras di laga pertama penyisihan grup K ganda putri Mola TV PBSI Home Tournament. Keduanya harus berjuang tiga game untuk mengalahkan Meilysa Trias Puspitasari/Rachel Allesya Rose.

Duel kedua pasangan ini berlangsung seru, Meilysa/Rachel memaksa Apriyani/Mychelle yang lebih senior untuk bertanding tiga game dengan skor akhir 21-16, 21-23, 21-14.

Di game kedua, Meilysa/Rachel memberikan perlawanan sengit dengan menyamakan kedudukan 19-19. Pasangan muda ini bahkan balik memimpin dengan kedudukan game point 20-19. Satu bola tanggung yang disambar Mychelle membuat Apriyani/Mychelle menyamakan kedudukan 20-20 dan terjadi adu setting.

Akan tetapi, Meilysa/Rachel bermain cukup rapi di poin-poin kritis, pengembalian Mychelle yang terlalu memanjang ke arah belakang lapangan membuat Meilysa/Rachel merebut poin kemenangan dan mencuri game kedua. Game ketiga didominasi Apriyani/Mychelle, setelah unggul jauh 15-10, mereka akhirnya memenangkan pertandingan.

“Di game pertama kami masih mencari-cari bola sambungannya, masih menyesuaikan dengan tipe shuttlecock yang baru kami pakai. Kami kelepasan di game kedua dan mati-mati sendiri, sempat bingung di bola sambungannya,” beber Apriyani seperti dilansir dari media sports NOVA88.

Lebih lanjut Apriyani mengatakan mereka mendapat masukan dari pelatih ganda putri, Eng Hian untuk mempercepat tempo pertandingan. Masukan tersebut ternyata sangat bermanfaat bagi mereka sehingga mampu memenangi game penentuan.

“Waktu di game ketiga, koh Didi (Eng Hian) ngasih tahu temponya dipercepat lagi, nggak bisa lambat, makanya kami bisa ambil game ketiga,” lanjutnya.

Sementara itu Mychelle menilai lawan yang dihadapi bermain tanpa beban. Status lebih senior membuat keduanya tampil maksimal tanpa memiliki beban tersendiri.

“Lawan mungkin tidak ada beban karena lebih junior dari kami. Mereka tampil all out, sedangkan kami keteteran di game kedua,” kata Mychelle.

Apriyani/Mychelle merupakan pasangan dadakan. Di turnamen resmi, Apriyani yang berpasangan dengan Greysia Polii adalah ganda putri andalan Indonesia dan bertengger di peringkat delapan dunia. Di Mola TV PBSI Home Tournament, Greysia/Apriyani tidak dimainkan bersama, Greysia dipasangkan dengan pemain muda Febby Valencia Dwijayanti Gani.

Sedangkan Apriyani awalnya dipasangkan dengan Putri Larasati, namun Putri mengalami cedera lutut kiri dan batal tampil, sehingga tim ganda putri harus ‘meminjam’ Mychelle dari tim ganda campuran. Mychelle yang merupakan pemain kidal, fokus di ganda campuran, berpasangan dengan Adnan Maulana.

“Mychelle pemain kidal, memang suka bingung, apalagi kalau bola di tengah, siapa yang ambil ya? Posisi tangan kami sama-sama di dekat bola. Memang ada kesulitan karena biasanya sama kak Greysia yang sama-sama bermain dengan tangan kanan. Tapi kami sudah mulai adaptasi, banyak belajar, kami juga saling komunikasi,” tutur Apriyani.

Putri Kusuma
By - Writter

Menang Dua Game, Putri Kusuma ke Partai Final

Dalam dua game langsung, Putri Kusuma Wardani pastikan tiket final tunggal putri Mola TV PBSI Home Tournament. Putri melenggang ke final setelah mengalahkan Asti Dwi Widyaningrum dengan skor 21-15, 21-18 dalam waktu 50 menit.

Di game pertama Putri terus mengontrol jalannya pertandingan. Asti sebetulnya juga tampil baik, namun Putri sudah mengantisipasi bola-bola Asti yang menyulitkan, sehingga dapat dikembalikan dengan baik.

Pada game kedua, Putri yang sempat tertinggal, akhirnya menyamakan kedudukan dan balik memimpin. Putri tak ingin game ketiga dimainkan, ia tak mau mengulangi kesalahan-kesalahan di pertandingan sebelumnya.

“Di game pertama, kontrol permainan ada di saya. Tapi saya agak kendor di game kedua, sedangkan lawan lebih cepat mainnya,” kata Putri usai laga seperti dilansir dari media Agen Bola.

Lebih lanjut Putri mengatakan dirinya mengubah permainan di awal game kedua. Namun pelatih memintanya untuk kembali ke pola sebelumnya.

“Pada awal game kedua, saya mengubah permainan, tapi kemudian pelatih mengatakan untuk kembali ke pola di game pertama, di mana kontrol permainan ada di saya. Saya akan kesulitan kalau dikontrol lawan,” sambungnya.

Di babak final, Putri akan berhadapan dengan pemenang antara Gregoria Mariska Tunjung atau Saifi Rizka Nur Hidayah. Putri mengatakan peluang di final cukup terbuka.

“Peluang ada, di final saya akan berhadapan dengan kak Gregoria dan Saifi yang cukup imbang. Di final saya nggak mau mikir menang-kalah, kalah tidak apa-apa tapi inginnya ya menang,” kata Putri.

Sementara itu Gregoria Mariska Tunjung berhasil melaju ke babak semifinal usai memenangi duel sengit menghadapi Ruselli Hartawan dengan skor 19-21, 21-13, 21-17 dalam waktu 54 menit.

Tertinggal di game pertama, Gregoria membalas di game kedua. Ruselli tampil antiklimaks di game kedua dan banyak melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak perlu. Sementara Gregoria terus melancarkan serangan ke pertahanan Ruselli dengan dropshot silang yang mematikan.

“Di game pertama saya masih tegang karena kekalahan tadi pagi, masih takut main lepas. Di poin 11 ke atas baru mulai menemukan permainan. Di game ketiga sebetulnya sudah lumayan habis tapi lebih maksa, jangan sering buang poin karena dapat poinnya susah,” jelas Gregoria.

Di penyisihan grup M pagi ini, Gregoria dikalahkan juniornya, Putri Kusuma Wardani dengan skor 23-25, 22-20, 11-21. Bermain sabar menjadi kunci kemenangan Gregoria di babak perempat final.

“Pemain muda main lebih lepas, seperti Putri tadi. Saya harus siap misalnya sudah unggul atau sudah enak mainnya, jangan lengah malah jadi rugi,” tutur pemain asal klub Mutiara Cardinal Bandung ini.

Greysia Polii dan Apriyani Rahayu
By - Writter

Greysia Polii dan Apriyani Rahayu Dipisah di PBSI Home Tournament

Mola TV PBSI Home Tournament telah memasuki pekan keempat. Setelah menyajikan pertandingan sektor ganda putra, ganda campuran dan tunggal putra, pekan ini giliran sektor ganda putri yang akan bertanding.

Sama seperti sektor lainnya, sektor ganda putri akan bertanding dengan sistem setengah kompetisi. Sebelas pasang ganda putri dibagi ke dalam empat grup dan akan memperebutkan peringkat dua terbaik di setiap grup untuk lolos ke babak perempat final.

Mola TV PBSI Home Tournament ganda putri akan dimainkan mulai besok, Rabu (15/7) hingga Jumat (17/7) mulai pukul 08.30 WIB untuk sesi pagi, dilanjutkan lagi pukul 15.00 WIB untuk sesi sore.

Kepala Pelatih Ganda Putri PP PBSI Eng Hian mengatakan bahwa Mola TV PBSI Home Tournament ini menjadi ajang uji coba untuk pemain ganda putri dalam mempersiapkan diri jelang turnamen resmi. Bertanding di home tournament membuat pemain bisa merasakan atmosfer pertandingan.

“Manfaatnya tentunya bagus, sudah lebih dari empat bulan tidak bertanding. Pelatih berharap mereka bisa manfaatkan home tournament ini sebagai pengganti turnamen. Bisa dapat aura kompetisinya juga,” beber Eng seperti dilansir dari Bandar Bola Sports.

Lebih lanjut Eng mengatakan turnamen internal ini menjadi kesempatan bagi para pemain untuk membuktikan diri layak dikirim ke turnamen-turnamen resmi. Ini adalah kesempatan seleksi untuk tampil di berbagai kejuaraan. Ia pun berharap hal ini bisa memacu para pemain untuk menampilkan permainan terbaik.

“Untuk tim ganda putri, home tournament ini bisa dibilang tempat seleksi yang nantinya berpengaruh ke pengiriman ke turnamen resmi. Semoga ini bisa membuat mereka terpacu,” ungkap Eng.

Eng juga berkomentar mengenai pasangan andalan Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang dipisah di home tournament ini. Kualitas permainan mereka yang dinilai masih di atas ganda putri lainnya membuat Eng harus memisahkan Greysia/Apriyani.

Menurut Eng bila tetap dipasangkan atau tidak dipisahkan maka tidak ada sasaran lebih. Keduanya tetap akan mendominasi dan hampir pasti menjadi juara. Untuk itu ia memutuskan untuk memisahkan mereka agar bisa memberikan pengalaman kepada pasangannya.

Apa yang dikatakan Eng tentu benar. Bila pasangan ganda putri terbaik Indonesia ini tidak dipisahkan sementara maka hampir pasti pertandingan tidak akan berjalan menarik. Keduanya sudah pasti mampu mengatasi perlawanan rekan-rekannya.

“Kalau dipasangkan juga untuk apa? Tidak ada poinnya. Jadi lebih baik dipisah untuk memberikan pengalaman pada pasangannya. Kami mau beri kesempatan kepada pemain lain untuk mengalahkan Greysia dan Apriyani walau sudah terpisah. Kalau Greysia/Apriyani tetap dipasangkan, pertandingan jadi tidak menarik,” pungkas Eng.

Tundukan Shesar Vito, Ginting Segel Gelar Juara
By - Writter

Tundukan Shesar Vito, Ginting Segel Gelar Juara

Anthony Sinisuka Ginting membuktikan masih menjadi yang terbaik di ajang Mola TV PBSI Home Tournament. Pemain tunggal putra unggulan pertama ini keluar sebagai juara setelah mengalahkan Shesar Hiren Rhustavito dengan dua game langsung, 21-19, 21-15.

Tak hanya di final, Anthony tampil cukup baik di semua pertandingannya sepanjang Mola TV PBSI Home Tournament. Ia bahkan tak pernah kehilangan satu game pun. Menikmati setiap permainannya menjadi kunci bagi Anthony untuk tampil cemerlang.

“Puji Tuhan saya bisa menyelesaikan turnamen ini dengan baik. Kuncinya, coba menikmati permainan meskipun ini home tournament, tapi saya anggap seperti turnamen resmi, apalagi sudah hampir empat bulan tidak ada turnamen. Dari pikiran, mental dan semuanya disiapin banget,” beber Ginting usai laga seperti dilansir dari SBOBET Sports-news.

Anthony sempat tertinggal di awal game pertama, namun pelan-pelan ia mulai menyusul dan balik mengungguli Shesar. Anthony pun bisa meredam serangan-serangan Shesar yang cukup tajam.

“Waktu ketinggalan itu saya terburu-buru mau dapat poin, mau menyerang tapi pertahanan Shesar sudah siap,” sambung Ginting.

Lebih lanjut Ginting mengatakan dirinya berusaha untuk mengontrol pergerakan dan memaksimalkan lebar lapangan dengan akurasi pukulannya. Selain itu ia juga berusaha mengindari jangan sampai memberikan peluang kepada Shesar yang bertipe menyerang.

“Dari permainan depan netnya jangan sampai ketinggalan. Saya lebih mengontrol pergerakan dia dan maksimalkan perhitungan dari panjang lebar lapangan untuk akurasi pukulan saya. Jangan sampai Shesar netting dan pengembalian saya ke atas, dia kan pemain menyerang, jadi saya berusaha meredam semua kelebihan dia,” beber Anthony.

Meskipun tampil cemerlang di turnamen ini, Anthony tetap mengevaluasi performanya dan mempersiapkan diri lebih baik lagi jelang turnamen resmi.

“Saya harus kurangi kesalahan sendiri, mental dan fokus yang paling utama. Dari pertandingan pertama sampai final ini, masih banyak bola-bola saya yang nggak seharusnya mati malah mati. Kalau fokus hilang sedikit bisa banyak poin yang hilang,” ujar Anthony.

Sementara itu, Shesar mengatakan bahwa Anthony lebih taktis dan efisien dalam melakukan serangan. Hal ini membuatnya kesulitan. Padahal di game pertama dirinya sempat memimpin namun ia akhirnya kehilangan fokus membuat Ginting mampu mengejar dan berbalik unggul.

“Di game pertama saya sudah memimpin dan kehilangan fokus, saya kurang disiplin dan gampang memberi bola serangan buat Anthony. Di game kedua saya mau mempercepat permainan tapi saya kurang taktis dibanding Anthony,” ucap Shesar.

Greysia Polii/Febby Valencia Dwijayanti Rebut Posisi Tiga
By - Writter

Greysia Polii/Febby Valencia Dwijayanti Rebut Posisi Tiga

Greysia Polii/Febby Valencia Dwijayanti Gani amankan posisi ketiga di ajang Mola TV PBSI Home Tournament usai menundukkan Jesita Putri Miantoro/Lanny Tria Mayasari. Duel kedua pasangan ini dimenangkan Greysia/Febby dengan skor 21-15, 21-8.

Greysia/Febby sempat ketinggalan jauh di game pertama. Namun dengan kesabaran dan kematangan di lapangan, Greysia/Febby balik unggul dan mengunci pertahanan Jesita/Lanny. Di game kedua, Jesita/Lanny benar-benar tidak bisa berkutik, mereka tertinggal jauh hingga 4-13 dan akhirnya menyerah dua game langsung.

Usai pertandingan Febby mengatakan penampilan mereka masih kurang optimal. Meski begitu ia senang bisa berpasangan dengan pemain senior yakni Greysia Polii. Sebagai pasangan dadakan hal ini tidak terbilang buruk.

“Kami merasa masih kurang maksimal, tapi kami tetap menunjukkan yang terbaik. Saya senang bisa berpasangan dengan kak Greysia yang lebih senior, apalagi sebagai pasangan dadakan hasilnya cukup baik,” beber Febby seperti dilansir dari media sports SBOBET.

Sementara itu Greysia mengatakan ada sejumlah hal yang harus diperbaiki. Mereka akan mengevaluasi penampilan sehingga bisa dibenahi secara baik saat latihan nanti.

“Memang masih banyak yang perlu dievaluasi dari permainan kami. Tapi ke depannya kami tahu mau latihan apa, tahu harus berbuat apa di pertandingan resmi nanti,” sebut Greysia.

Greysia juga menuturkan bahwa ajang Mola TV PBSI Home Tournament banyak memberi manfaat untuknya dan tim ganda putri.

“Saya senang bisa ada di sini (home tournament), ada hawa pertandingan yang saya dapat. Saya mau lihat kemampuan adik-adik, bagaimana mereka di pertandingan. Kami jarang ketemu di turnamen. Jadi ajang ini bagus untuk tim ganda putri,” jelas Greysia.

Greysia juga mengaku senang bisa berpasangan dengan pemain muda. Apalagi usia mereka terpaut sangat jauh.

“Dipasangkan dengan yang lebih muda adalah kesenangan dan kehormatan buat saya. Saat usia saya 15 tahun, mereka baru lahir, ha ha ha,” canda Greysia.

Sebagai pemain paling senior di ganda putri, Greysia berpesan kepada pemain muda untuk terus menjaga motivasi dan memperbaiki diri. Selain itu ia meminta para pemain muda untuk tahan banting dalam setiap situasi.

“Semua punya potensi tapi waktu masuk level senior bukan teknik lagi yang utama tapi lebih ke kemauan. Bagaimana menghadapi kekalahan kemenangan, itu yang diuji. Nanti akan ada seleksi alam, kita harus tahan banting di latihan, di kehidupan di asrama dan di pertandingan,” lanjut pemain asal klub Jaya Raya ini.

Ribka Sugiarto/Siti Fadia
By - Writter

Ribka Sugiarto/Siti Fadia Juara Ganda Putri PBSI Home Tournament

Setelah melewati laga yang sangat menegangkan, Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti akhirnya menggondol gelar juara ganda putri Mola TV PBSI Home Tournament. Pasangan unggulan pertama ini menang dua game langsung atas Apriyani Rahayu/Mychelle Crhystine Bandaso dengan skor 21-17, 25-23.

Duel kedua pasangan berlangsung begitu seru hingga terpaksa dimainkan setting di game kedua. Apriyani/Mychelle memberikan perlawanan sengit dan sempat memimpin dengan kedudukan game point 20-19. Namun Ribka/Fadia terus berjuang, mereka tentunya tak ingin game ketiga dimainkan.

Kedua pasangan jatuh bangun dan saling menggempur pertahanan, Ribka/Fadia akhirnya memenangkan adu setting setelah sambaran Ribka di depan net gagal dikembalikan dengan baik oleh Apriyani/Mychelle.

Usai pertandingan Ribka mengatakan ketenangan di poin-poin kritis menjadi salah satu kunci kemenangan. Ribka selalu mengingatkan Fadia untuk lebih tenang dan sabar.

“Di saat-saat kritis, yang banyak berpengaruh itu ketenangan kami. Saya bilang sama Fadia untuk lebih tenang, sabar asal masuk dulu bolanya. Kalau saya pribadi, target awalnya itu masuk semifinal dulu, karena kekuatan semua pasangan itu merata, kami tidak menyangka bisa juara,” beber Ribka seperti dilansir dari SBOBET Indonesia.

Sementara itu Fadia mengatakan lawan yang dihadapi di babak final ini adalah pasangan yang bagus. Keduanya memiliki perpaduan yang pas antara serangan di belakang dan permainan depan.

“Mereka adalah pasangan yang bagus, Mychelle permainan depannya rapat, Apri serangan di belakangnya bagus. Kami sudah siap di pertahanan dan pola main kami,” tambah Fadia.

Menjadi unggulan pertama tak membuat Ribka/Fadia terbebani, mereka justru mau memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin untuk bisa merebut gelar juara. Apriyani yang biasa berpasangan dengan Greysia Polii dan merupakan ganda putri andalan Indonesia, kali ini tidak diduetkan dan membuat Ribka/Fadia menjadi favorit untuk juara.

Fadia/Ribka juga mengaku siap untuk menerima tongkat estafet sebagai ganda putri andalan Indonesia selanjutnya. Riba mengaku mendapat banyak masukan dari Greysia Polii.

“Kami siap, tadi kami ngobrol sama kak Greysia, diceritakan pengalaman-pengalaman dia. Kami harus lebih siap capek, pola pikirnya diubah, harus lebih matang ke depannya,” ujar Ribka.

Selain itu Fadia mengatakan keduanya sudah mendapat kepercayaan dari pelatih ganda putra, Eng Hian. Untuk itu mereka harus terus berbenah dan mempersiapkan diri lebih baik lagi.

“Kami juga sudah diberi kepercayaan sama koh Didi (Eng Hian- Kepala Pelatih Ganda Putri PBSI). Kami harus lebih siap, kalau bisa sekarang kenapa harus nunggu nanti? Kami nggak mau menyia-nyiakan kesempatan,” pungkas Fadia.

Peringkat ketiga dan keempat di ganda putri Mola TV PBSI Home Tournament diraih oleh Greysia Polii/Febby Valencia Dwijayanti Gani dan Jesita Putri Miantoro/Lanny Tria Mayasari.