Informasi Dunia Olah Raga Indonesia & Mancanegara Aktual Terpercaya
  • Sports Award - 2019

    Number #1 Sports News
  • Global Certificate

    ISO 9001:2019
  • Award Winning

    Berita Olah Raga Terbaik 2019
Mola TV PBSI Home Tournament
By - Writter

Sukses dengan Home Tournament, PBSI Akan Gelar Turnamen ala Piala Thomas dan Uber

PBSI baru saja sukses menggelar turnamen Mola TV PBSI Home Tournament. Berangkat dari kesuksesan itu, PBSI akan kembali menggelar kejuaraan serupa, kali ini dengan format beregu Piala Thomas dan Uber.

Tim Indonesia dinilai perlu wadah untuk melatih kesiapan jelang perebutan supremasi bergengsi tersebut. Piala Thomas dan Uber 2020 rencananya akan digelar di Aarhus, Denmark, pada 3-11 Oktober 2020.

Sebagaimana disampaikan Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto, saat ini Federasi Bulu Tangksi Dunia atau BWF sedang menggodok protokol kesehatan terkait turnamen tersebut bersama pihak tuan rumah. Sementara itu pihaknya belum juga mendapat kepastian terkait penyelenggaraan turnamen-turnamen lain. Dengan demikian saat ini PBSI berkonsentrasi pada persiapan Piala Thomas dan Uber.

“Saat ini BWF (Badminton World Federation) sedang dalam proses bersama tuan rumah terkait protokol kesehatan yang harus dilalui atlet. Kebetulan kami juga belum dapat kepastian lagi mengenai kejuaraan-kejuaraan resmi dari BWF oleh karena itu kami perlu simulasi untuk mematangkan kesiapan pemain kami,” beber Budiharto seperti dilansir dari NOVA88 Sports.

Persiapan pemain di turnamen beregu memang berbeda dengan turnamen perorangan. Dalam turnamen beregu, para atlet perlu memperkuat kekompakan, rasa percaya satu sama lain, teamwork dan sebagainnya. Penyelenggaraan simulasi dinilai tepat untuk pemanasan jelang Piala Thomas dan Uber.

Simulasi Piala Thomas dan Uber akan dilangsungkan di Pelatnas Cipayung pada awal September 2020. Para pemain akan dikelompokkan ke dalam beberapa grup dengan menggunakan format setengah kompetisi.

Sebagaimana diketahui penyelenggaraan PBSI Home Tournament diakhiri dengan sektor tunggal putri. Di nomor ini gelar juara diraih oleh Gregoria Mariska Tunjung yang sukses mengatasi perlawanan juniornya, Putri Kusuma Wardani. Di partai final Gregoria menang straight set dengan skor 21-17, 21-10.

Kemenangan ini sekaligus membayar kekalahan Gregoria atas Putri di penyisihan grup M. Saat itu Gregoria takluk dalam tiga game dengan skor 23-25, 22-20, 11-21.

Sementara itu juara ketiga diraih oleh Saifi Rizka Nur Hidayah. Saifi berhasil mengatasi perlawanan  Asti Dwi Widyaningrum dengan skor 16-21, 21-11, 21-14.

Kekalahan di game pertama tak membuat Saifi patah semangat. Ia mengubah strategi dengan mempercepat permainan dan berhasil mengunci pergerakan Asti di game kedua dan game ketiga.

Pemain kelahiran 24 Desember 2002 ini tak menyangka dirinya bisa meraih peringkat ketiga di ajang Mola TV PBSI Home Tournament mengingat statusnya sebagai pemain muda yang belum lama bergabung di pelatnas Cipayung.

Selamat kepada para pemenang!

chelsea vs wolves
By - Writter

Tekuk Wolves, Chelsea Amankan Satu Tempat di Liga Champions

Chelsea pun sukses meraih satu tiket ke Liga Champions Eropa musim depan. Hal ini ditentukan oleh kemenangan di laga terakhir Liga Inggris. Menghadapi Wolverhampton Wanderers di Stadion Stamford Bridge pada Minggu, 26 Juli 2020 malam WIB, The Blues menang dua gol tanpa balas.

Sepasang gol tuan rumah dicetak oleh Mason Mount dan Olivier Giroud di akhir babak pertama. Tambahan tiga poin membuat perolehan poin Chelsea menjadi 66 dari 38 pertandingan sepanjang musim ini. Chelsea pun menemani Liverpool, Manchester City, dan Manchester United di pentas Liga Champions musim depan.

Sementara itu Wolves mengakhiri musim ini diurutan ketujuh. Posisi tim besutan pelatih Nuno Esperito Santo itu disalip oleh Tottenham Hotspur yang berhasil memetik kemenangan di laga terakhir.

Pencapaian Chelsea ini terbilang luar biasa. Pasalnya mereka harus berjuang keras sejak awal musim. Tim tersebut sempat berada dalam posisi kritis karena performa yang inkonsisten. Kehadiran Frank Lampard untuk menduduki kursi pelatih akhirnya ikut andil untuk mengembalikan Chelsea ke jalur positif.

Namun demikian sang pelatih menilai pencapaian ini tidak lepas dari kerja sama seluruh anggota tim.

“Saya bangga dengan performa tim hari ini. Untuk keseluruhan musim, kami semua bekerja dengan keras untuk mencapai posisi di empat besar ini,” beber Lampard.

Ia pun menebarkan ancaman kepada tim-tim lain. Menurutnya level Liverpool dan Manchester City memang berbeda. Namun mereka kini tampil dengan mengandalkan para pemain muda. Ia menegaskan timnya bisa membuktikan bahwa bermaterikan pemain muda tak menghalangi mereka untuk bersaing di papan atas.

“Liverpool dan Manchester City sekarang levelnya berbeda. Kami mengandalkan anak-anak muda dan ini belum selesai.  Kami bisa membuktikan diri untuk bersaing di papan atas dengan pemain-pemain muda yang kamu punya. Musim depan, kami akan berjuang lebih keras dengan adanya pemain-pemain baru,” tegasnya pada wartawan SBOBET.

Susunan Pemain Chelsea versus Wolverhampton Wanderers:

Chelsea: Willy Caballero; Cesar Azpilicueta, Kurt Zouma, Antonio Rudiger; Reece James, Jorginho (Ross Barkley 88′), Mateo Kovacic (Ruben Loftus-Cheek 85′), Marcos Alonso; Mason Mount (Pedro Rodriguez 85′), Olivier Giroud (Tammy Abraham 78′), Christian Pulisic (Callum Hudson-Odoi 78′).

Pelatih: Frank Lampard

Wolverhampton Wanderers: Rui Patricio; Willy Boly, Conor Coady, Romain Saiss; Matt Dohertyb(Daniel Podence 59′), Leander Dendoncker, Ruben Neves (Joao Moutinho 59′), Jonny (Ruben Vinagre 59′); Pedro Neto (Adama Traore 46′), Raul Jimenez, Diogo Jota (Bruno Jordao 85′).

Pelatih: Nuno Espirito Santo

Gregoria Mariska Tunjung
By - Writter

Balas Dendam, Gregoria Juara Tunggal Putri

Gregoria Mariska Tunjung berhasil menjadi jawara di ajang Mola TV PBSI Home Tournament usai mengalahkan juniornya, Putri Kusuma Wardani. Di partai final yang berlangsung di Pelatnas Cipayung, Gregoria menang dua game langsung dengan skor 21-17, 21-10.

Bermain taktis, Gregoria membuat Putri tak dapat kesempatan untuk mengembangkan permainan. Terutama di game kedua, di mana Putri semakin di bawah tekanan. Penempatan-penempatan Gregoria di sudut lapangan, kali ini sulit untuk dijangkau oleh Putri.

Kemenangan ini sekaligus membayar kekalahan Gregoria atas Putri di penyisihan grup M. Saat itu Gregoria takluk dalam tiga game dengan skor 23-25, 22-20, 11-21.

Usai pertandingan Gregoria mengatakan dirinya sudah bertekad untuk tampil maksimal di laga final. Ia tak ingin kalah lagi seperti di pertemuan sebelumnya di babak penyisihan.

“Dari pertama saya nggak mau kalah karena di pertemuan terakhir kalah dan kelihatan sekali saya habis. Hari ini saya sudah siap capek, karena tadi pagi kan tanding juga,” ungkap Gregoria usai laga seperti dilansir dari The Sports JOKER123.

Gregoria lolos ke babak final setelah mengalahkan pemain junior, Saifi Rizka Nur Hidayah dengan skor 21-16, 21-13. Sedangkan Putri mengalahkan Asti Dwi Widyaningrum di babak semifinal dengan skor 21-15, 21-18.

Gregoria menegaskan dirinya tidak ingin terbebani dengan target juara. Sekalipun menguras fisik, ia tetap berjuang. Ia pun puas dengan hasil tersebut.

“Saya nggak memikirkan hasil, badan pun rasanya sudah remuk, jadi tanggung kalau mainnya nggak maksimal. Puji Tuhan saya cukup puas dengan hasil di sini, cuma ada beberapa catatan untuk ke depannya. Kalau lawan pemain junior, saya masih kewalahan mengatur rasa tegang dan mentalnya,” sambungnya.

Unggulan pertama ini mengatakan bahwa ajang ini menjadi patokan untuknya dalam mengukur sejauh mana kesiapannya menuju turnamen resmi. Ia menilai turnamen ini benar-benar mengukur sejauh mana kondisi fisik para pemain. Apalagi setelah lama vakum tanpa pertandingan mereka diharuskan memainkan dua pertandingan dalam sehari.

“Evaluasinya terutama dari segi fisik, jarang kan main sehari dua kali. Tidak mudah untuk mencapai kondisi fisik seperti itu, jadi harus ditingkatkan lagi,” pungkas Gregoria.

Sebelumnya Gregoria melangkah ke partai puncak dengan mengandaskan perlawanan Saifi Rizka Nur Hidayah. Gregoria menang dua game langsung dengan skor 21-16, 21-13.

Peringkat ketiga tunggal putri Mola TV PBSI Home Tournament diraih oleh Saifi Rizka Nur Hidayah setelah mengalahkan Asti Dwi Widyaningrum dengan skor 16-21, 21-11, 21-14.

Putri Kusuma W
By - Writter

Komentar Putri Kusuma Usai Takluk dari Gregoria di Partai Final

Putri Kusuma Wardani mengatakan bahwa Gregoria Mariska Tunjung, lebih siap saat tampil di babak final Mola TV PBSI Home Tournament. Gregoria berhak atas gelar juara setelah mengalahkan Putri dalam dua game langsung dengan skor 21-17, 21-10.

Kemenangan Putri di babak penyisihan grup M atas Gregoria sebetulnya menjadi modal untuknya dalam menghadapi Gregoria di laga final. Akan tetapi Gregoria pun telah melakukan evaluasi atas kekalahannya sehingga ia tampil lebih siap dari pertemuan sebelumnya.

“Kak Gregoria lebih siap dan lebih mengontrol jalannya permainan. Sedangkan saya seperti cuma menerima-menerima saja,” ujar Putri usai laga seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Lebih lanjut ia mengatakan dirinya tidak tampil maksimal seperti pertemuan sebelumnya. Di laga final ini ia terlihat lebih berhati-hati dan kadang tidak yakin dengan permainannya.

“Tidak seperti di pertemuan sebelumnya, kali ini saya lebih hati-hati dan nggak yakin dengan permainan saya sendiri,” lanjut Putri.

Finis di posisi kedua merupakan sebuah capaian yang cukup baik bagi Putri yang merupakan unggulan kelima. Penampilannya sepanjang Mola TV PBSI Home Tournament kali ini cukup baik, salah satunya adalah dengan menundukkan pemain-pemain yang lebih senior darinya seperti Gregoria, Fitriani dan Asti Dwi Widyaningrum.

Meski gagal menjadi juara, Putri tetap senang dengan hasil ini. Ia mengaku banyak mendapat pengalaman dari turnamen ini, terutama saat mengalahkan pemain-pemain senior.

“Saya banyak dapat pengalaman dari home tournament ini. Saya bisa melawan pemain yang lebih senior, oh begini ya rasanya main melawan senior,” kata Putri, seoerti dilansir dari media sports SBOBET Indonesia.

Secara keseluruhan Putri puas dengan penampilannya. Hanya saja ia tak puas dengan penampilannya di babak final.

“Sebetulnya saya puas dengan penampilan saya secara keseluruhan selama turnamen ini, tapi untuk di final tadi saya nggak puas,” tegas Putri.

Putri Kusuma Wardani melangkah ke partai final turnamen ini dengan meyakinkan. Ia melenggang ke final setelah mengalahkan Asti Dwi Widyaningrum dalam dua game langsung dengan skor 21-15, 21-18 dalam waktu 50 menit.

Selain Putri, pemain-pemain muda seperti Saifi Rizka Nur Hidayah, Ester Nurumi Tri Wardoyo dan Komang Ayu Cahya Dewi juga menunjukkan performa yang cukup baik di gelaran Mola TV PBSI Home Tournament.

Penampilan Putri terbilang semakin membaik. Ia merupakan salah satu penyumbang kemenangan bagi tim junior Indonesia dalam merebut Piala Suhandinata di ajang World Junior Championships 2019 di Kazan, Rusia.

Asti Dwi Widyaningrum
By - Writter

Asti Dwi Widyaningrum Tembus Perempat Final

Asti Dwi Widyaningrum merebut tiket perempat final tunggal putri Mola TV PBSI Home Tournament setelah mengalahkan Choirunnisa yang merupakan unggulan keempat. Kemenangan straight game 21-12, 21-15 membuat Asti menjadi runner up di grup N dan berhak untuk lolos ke perempat final.

Kemenangan pertama di penyisihan diraih Asti setelah mengalahkan Yasnita Enggira Setiawan dengan skor 21-12, 19-21, 21-16. Peringkat teratas grup N diraih Ester Nurumi Tri Wardoyo yang tak terkalahkan selama penyisihan grup dan telah mengamankan tiga kemenangan. Peringkat ketiga dan keempat di grup N ditempati oleh Choirunnisa dan Yasnita.

“Saya bermain sabar, nggak buru-buru. Saya usahakan nggak mati sendiri. Kalau sudah dapat kesempatan baru menyerang,” kata Asti soal penampilannya melawan Choirunnisa seperti dilansir dari media sports Indonesia – agen bola.

Lebih lanjut Asti yang merupakan unggulan keenam mengatakan lawan yang dihadapi hari ini memiliki serangan yang bagus. Hanya saja ia menilai lawannya tersebut tampil kurang maksimal.

“Kak Choi punya serangan yang bagus, tapi hari ini sepertinya lagi nggak enak mainnya, saya jadi lebih mudah dapat poin. Kemarin waktu kalah dari Ester, saya banyak mati sendiri, jadi kalahnya bukan karena dimatikan, sekarang saya coba main lebih safe, ” lanjut Asti yang merupakan unggulan keenam.

Asti mengatakan tim pelatih menargetkan dirinya untuk bisa lolos ke babak empat besar. Namun Asti melanjutkan bahwa di home tournament ini pemain-pemain junior banyak yang tampil bagus dan tantangan bukan hanya datang dari para senior tetapi juga pemain junior.

Sementara itu Saifi Rizka Nur Hidayah berhasil lolos dari penyisihan grup O tunggal putri Mola TV PBSI Home Tournament. Usai mengalahkan Tasya Farahnailah dengan skor 21-18, 21-12, Saifi berada di peringkat kedua klasemen grup O. Hanya dua peringkat teratas di tiap grup yang berhak atas tiket perempat final.

Saifi harus berjuang keras di game pertama saat melawan Tasya. Namun di game kedua ia unggul jauh dari Tasya dan menang dengan skor cukup telak. Hal ini dikatakan Saifi karena ia terjebak di pola permainan Tasya yang banyak bermain reli di game pertama.

“Saya terbawa pola main lawan yang temponya lebih lambat dan banyak reli. Sedangkan saya tipe pemain menyerang, saya agak kesulitan di game pertama. Makanya di game kedua sebisa mungkin saya mempercepat permainan dari awal, saya nggak mau kebawa main lawan lagi,” kata Saifi usai laga.

Agatha/Yulfira
By - Writter

Agatha/Yulfira Mundur, Greysia Polii/Febby Valencia ke Semi Final

Agatha Imanuela/Yulfira Barkah tak dapat melanjutkan laga perempat final ganda putri Mola TV PBSI Home Tournament. Pada game kedua melawan Greysia Polii/Febby Valencia Dwijayanti Gani, Agatha mengalami kram pada kaki kiri dan akhirnya menyerah dalam kedudukan 19-21, 8-12.

Duel kedua pasangan sebetulnya sangat seru di game pertama, Agatha/Yulfira bahkan sempat memimpin perolehan angka. Namun Greysia/Febby lebih unggul di poin-poin akhir. Agatha sempat meminta pertolongan dokter pertandingan untuk menyemprotkan penahan rasa sakit, namun ia tetap melanjutkan pertandingan.

Saat ingin mengambil bola di bagian kanan belakang lapangan, Agatha lalu terjatuh dan meringis kesakitan. Pertandingan akhirnya terpaksa dihentikan, Agatha/Yulfira retired, Greysia/Febby memastikan satu tempat di semifinal.

“Mereka mainnya hari ini bagus, kami adu strategi dari awal. Adu reli juga karena siapa yang lebih tahan, dia yang bisa memenangkan poin,” ungkap Greysia usai laga seperti dilansir dari media sports SBOBET Indonesia.

Lebih lanjut pemain senior itu mengatakan mereka sempat tak menyangka bahwa Agatha mengalami cedera. Mereka terus fokus untuk mencari poin.

“Sebetulnya nggak kelihatan (kalau Agatha cedera), waktu kedudukan 7-6 dia minta break. Tapi kami tetap tidak mau kendor karena Agatha kram, kami tetap fokus untuk cari poin,” lanjut Greysia.

Di babak semifinal, Greysia/Febby akan berhadapan dengan Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Ribka/Fadia yang merupakan unggulan pertama, melaju ke semifinal dengan mengalahkan Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi dengan skor 21-11, 21-19.

“Bola-bola mereka lebih matang, kami harus siap, nothing to lose dan harus fokus,” komentar Greysia soal semifinal.

Sebelumnya Greysia Polii/Febby Valencia Dwijayanti Gani mengalahkan Melani Mamahit/Tryola Nadia dalam dua game langsung dengan skor 21-16, 23-21. Kemenangan ini mengantar Greysia/Febby ke posisi pertama grup K.

Pada babak penyisihan sebelumnya, Greysia/Febby memenangkan pertandingan atas Kelly Larissa/Savira Nurul Husnia dengan skor 21-10, 21-9.

Greysia/Febby nyaris kehilangan game kedua saat mereka tertinggal 17-20. Namun pertahanan rapat yang ditunjukkan Greysia/Febby membuat Melani/Tryola akhirnya keteteran.

“Penyebabnya dari pergerakan kami, banyak buang bola, banyak mati sendiri. Ini membuat lawan jadi lebih aktif dan percaya diri kami menurun,” kata Greysia soal permainan.

Sebagai pemain yang lebih senior, Greysia juga beradaptasi dengan Febby yang jauh lebih muda. Jadi tak hanya di dalam lapangan, Febby dan Greysia sama-sama saling menyesuaikan dengan pribadi masing-masing. Hal ini membuat komunikasi mereka di lapangan tetap terjaga.

“Kami tetap jaga komunikasi. Saya sudah pernah seumur Febby tapi Febby belum pernah seumur saya. Jadi saya adaptasi dengan gaya bicara dia, dan dia bisa belajar dari saya dengan melihat kehidupan saya di asrama,” ungkap Greysia.

Ribka Sugiarto
By - Writter

Unggulan Pertama, Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Tak Kesulitan di Penyisihan

Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti berhasil menang straight game atas Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi dalam penyisihan grup I ganda putri Mola TV PBSI Home Tournament. Pasangan unggulan pertama ini menang dengan skor 23-21,21-13.

Duel kedua pasangan ini berlangsung begitu ketat di game pertama. Febriana/Amallia yang sempat tertinggal, bisa membalikkan keadaan dan memimpin 19-18. Namun Ribka/Fadia tampil lebih tenang dan mengamankan poin-poin kritis. Poin kemenangan di game pertama diraih Ribka/Fadia lewat satu dropshot Ribka ke tengah lapangan yang gagal dikembalikan Febriana.

Ribka/Fadia memegang kendali permainan di game kedua, Febriana/Amallia sulit mengembangkan permainan mereka dan tertinggal jauh hingga 3-10 dan akhirnya menyerah dalam dua game.

“Di game pertama, kami masih menyesuaikan dengan permainan lawan. Mereka sudah tahu permainan kami karena sama-sama latihan bareng, jadi bagaimana caranya kami kontrol lawan duluan, nggak mau keserang duluan,” ungkap Ribka pada SBOBET Indonesia usai pertandingan.

Lebih lanjut Ribka mengatakan keduanya berusaha tenang meski sempat ketinggalan di game pertama. Dalam situasi seperti itu Ribka berusaha untuk memberikan arahan kepada Fadia untuk bermain bertahan.

“Waktu ketinggalan di game pertama, kami lebih tenang. Saya bilang ke Fadia, main defense dulu, mereka juga bisa mati kok, kami kuatkan defense dulu, lawan malah melakukan kesalahan sendiri,” lanjut Ribka.

Kedua pasangan berhak untuk lolos ke perempat final karena di grup I hanya ada dua wakil. Kemenangan hari ini membuat Ribka/Fadia berhak atas titel juara grup, sedangkan Febriana/Amallia sebagai runner up grup.

“Peluang tetap sama kuat karena lawannya teman sendiri. Seperti tadi tanding pertama langsung ramai. Jadi menurut saya peluangnya 50-50,” kata Fadia saat ditanya soal peluangnya sebagai unggulan pertama di home tournament kali ini.

Sementara itu pasangan Melani Mamahit/Tryola Nadia akan berhadapan dengan Greysia Polii/Febby Valencia Dwijayanti Gani dalam perebutan juara grup J ganda putri Mola TV PBSI Home Tournament. Melani/Tryola memenangkan laga penyisihan pertama sore ini melawan Kelly Larissa/Savira Nurul Husnia dengan skor 21-16, 21-18.

Melani/Tryola sempat tertinggal 9-13 di game kedua, hal ini terjadi karena mereka terlalu buru-buru ingin mematikan lawan sehingga ini menjadi bumerang untuk mereka.

“Di game kedua kami mainnnya jadi agak buru-buru, terlalu ingin mematikan lawan malah jadi mati sendiri,” kata Melani.

Menghadapi Greysia/Febby di perebutan juara grup, Melani/Tryola akan bermain lepas tanpa beban. Dari segi pengalaman, Greysia/Febby tentu lebih matang dari Melani/Tryola. Home Tournament kali ini dimanfaatkan Melani/Tryola untuk mengukur sejauh mana permainan mereka.

Apriyani Rahayu/Mychelle Chrystine Harus Kerja Keras di Laga Pertama
By - Writter

Apriyani Rahayu/Mychelle Chrystine Harus Kerja Keras di Laga Pertama

Pasangan Apriyani Rahayu/Mychelle Chrystine Bandaso harus bekerja keras di laga pertama penyisihan grup K ganda putri Mola TV PBSI Home Tournament. Keduanya harus berjuang tiga game untuk mengalahkan Meilysa Trias Puspitasari/Rachel Allesya Rose.

Duel kedua pasangan ini berlangsung seru, Meilysa/Rachel memaksa Apriyani/Mychelle yang lebih senior untuk bertanding tiga game dengan skor akhir 21-16, 21-23, 21-14.

Di game kedua, Meilysa/Rachel memberikan perlawanan sengit dengan menyamakan kedudukan 19-19. Pasangan muda ini bahkan balik memimpin dengan kedudukan game point 20-19. Satu bola tanggung yang disambar Mychelle membuat Apriyani/Mychelle menyamakan kedudukan 20-20 dan terjadi adu setting.

Akan tetapi, Meilysa/Rachel bermain cukup rapi di poin-poin kritis, pengembalian Mychelle yang terlalu memanjang ke arah belakang lapangan membuat Meilysa/Rachel merebut poin kemenangan dan mencuri game kedua. Game ketiga didominasi Apriyani/Mychelle, setelah unggul jauh 15-10, mereka akhirnya memenangkan pertandingan.

“Di game pertama kami masih mencari-cari bola sambungannya, masih menyesuaikan dengan tipe shuttlecock yang baru kami pakai. Kami kelepasan di game kedua dan mati-mati sendiri, sempat bingung di bola sambungannya,” beber Apriyani seperti dilansir dari media sports NOVA88.

Lebih lanjut Apriyani mengatakan mereka mendapat masukan dari pelatih ganda putri, Eng Hian untuk mempercepat tempo pertandingan. Masukan tersebut ternyata sangat bermanfaat bagi mereka sehingga mampu memenangi game penentuan.

“Waktu di game ketiga, koh Didi (Eng Hian) ngasih tahu temponya dipercepat lagi, nggak bisa lambat, makanya kami bisa ambil game ketiga,” lanjutnya.

Sementara itu Mychelle menilai lawan yang dihadapi bermain tanpa beban. Status lebih senior membuat keduanya tampil maksimal tanpa memiliki beban tersendiri.

“Lawan mungkin tidak ada beban karena lebih junior dari kami. Mereka tampil all out, sedangkan kami keteteran di game kedua,” kata Mychelle.

Apriyani/Mychelle merupakan pasangan dadakan. Di turnamen resmi, Apriyani yang berpasangan dengan Greysia Polii adalah ganda putri andalan Indonesia dan bertengger di peringkat delapan dunia. Di Mola TV PBSI Home Tournament, Greysia/Apriyani tidak dimainkan bersama, Greysia dipasangkan dengan pemain muda Febby Valencia Dwijayanti Gani.

Sedangkan Apriyani awalnya dipasangkan dengan Putri Larasati, namun Putri mengalami cedera lutut kiri dan batal tampil, sehingga tim ganda putri harus ‘meminjam’ Mychelle dari tim ganda campuran. Mychelle yang merupakan pemain kidal, fokus di ganda campuran, berpasangan dengan Adnan Maulana.

“Mychelle pemain kidal, memang suka bingung, apalagi kalau bola di tengah, siapa yang ambil ya? Posisi tangan kami sama-sama di dekat bola. Memang ada kesulitan karena biasanya sama kak Greysia yang sama-sama bermain dengan tangan kanan. Tapi kami sudah mulai adaptasi, banyak belajar, kami juga saling komunikasi,” tutur Apriyani.

Putri Kusuma
By - Writter

Menang Dua Game, Putri Kusuma ke Partai Final

Dalam dua game langsung, Putri Kusuma Wardani pastikan tiket final tunggal putri Mola TV PBSI Home Tournament. Putri melenggang ke final setelah mengalahkan Asti Dwi Widyaningrum dengan skor 21-15, 21-18 dalam waktu 50 menit.

Di game pertama Putri terus mengontrol jalannya pertandingan. Asti sebetulnya juga tampil baik, namun Putri sudah mengantisipasi bola-bola Asti yang menyulitkan, sehingga dapat dikembalikan dengan baik.

Pada game kedua, Putri yang sempat tertinggal, akhirnya menyamakan kedudukan dan balik memimpin. Putri tak ingin game ketiga dimainkan, ia tak mau mengulangi kesalahan-kesalahan di pertandingan sebelumnya.

“Di game pertama, kontrol permainan ada di saya. Tapi saya agak kendor di game kedua, sedangkan lawan lebih cepat mainnya,” kata Putri usai laga seperti dilansir dari media Agen Bola.

Lebih lanjut Putri mengatakan dirinya mengubah permainan di awal game kedua. Namun pelatih memintanya untuk kembali ke pola sebelumnya.

“Pada awal game kedua, saya mengubah permainan, tapi kemudian pelatih mengatakan untuk kembali ke pola di game pertama, di mana kontrol permainan ada di saya. Saya akan kesulitan kalau dikontrol lawan,” sambungnya.

Di babak final, Putri akan berhadapan dengan pemenang antara Gregoria Mariska Tunjung atau Saifi Rizka Nur Hidayah. Putri mengatakan peluang di final cukup terbuka.

“Peluang ada, di final saya akan berhadapan dengan kak Gregoria dan Saifi yang cukup imbang. Di final saya nggak mau mikir menang-kalah, kalah tidak apa-apa tapi inginnya ya menang,” kata Putri.

Sementara itu Gregoria Mariska Tunjung berhasil melaju ke babak semifinal usai memenangi duel sengit menghadapi Ruselli Hartawan dengan skor 19-21, 21-13, 21-17 dalam waktu 54 menit.

Tertinggal di game pertama, Gregoria membalas di game kedua. Ruselli tampil antiklimaks di game kedua dan banyak melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak perlu. Sementara Gregoria terus melancarkan serangan ke pertahanan Ruselli dengan dropshot silang yang mematikan.

“Di game pertama saya masih tegang karena kekalahan tadi pagi, masih takut main lepas. Di poin 11 ke atas baru mulai menemukan permainan. Di game ketiga sebetulnya sudah lumayan habis tapi lebih maksa, jangan sering buang poin karena dapat poinnya susah,” jelas Gregoria.

Di penyisihan grup M pagi ini, Gregoria dikalahkan juniornya, Putri Kusuma Wardani dengan skor 23-25, 22-20, 11-21. Bermain sabar menjadi kunci kemenangan Gregoria di babak perempat final.

“Pemain muda main lebih lepas, seperti Putri tadi. Saya harus siap misalnya sudah unggul atau sudah enak mainnya, jangan lengah malah jadi rugi,” tutur pemain asal klub Mutiara Cardinal Bandung ini.

Greysia Polii dan Apriyani Rahayu
By - Writter

Greysia Polii dan Apriyani Rahayu Dipisah di PBSI Home Tournament

Mola TV PBSI Home Tournament telah memasuki pekan keempat. Setelah menyajikan pertandingan sektor ganda putra, ganda campuran dan tunggal putra, pekan ini giliran sektor ganda putri yang akan bertanding.

Sama seperti sektor lainnya, sektor ganda putri akan bertanding dengan sistem setengah kompetisi. Sebelas pasang ganda putri dibagi ke dalam empat grup dan akan memperebutkan peringkat dua terbaik di setiap grup untuk lolos ke babak perempat final.

Mola TV PBSI Home Tournament ganda putri akan dimainkan mulai besok, Rabu (15/7) hingga Jumat (17/7) mulai pukul 08.30 WIB untuk sesi pagi, dilanjutkan lagi pukul 15.00 WIB untuk sesi sore.

Kepala Pelatih Ganda Putri PP PBSI Eng Hian mengatakan bahwa Mola TV PBSI Home Tournament ini menjadi ajang uji coba untuk pemain ganda putri dalam mempersiapkan diri jelang turnamen resmi. Bertanding di home tournament membuat pemain bisa merasakan atmosfer pertandingan.

“Manfaatnya tentunya bagus, sudah lebih dari empat bulan tidak bertanding. Pelatih berharap mereka bisa manfaatkan home tournament ini sebagai pengganti turnamen. Bisa dapat aura kompetisinya juga,” beber Eng seperti dilansir dari Bandar Bola Sports.

Lebih lanjut Eng mengatakan turnamen internal ini menjadi kesempatan bagi para pemain untuk membuktikan diri layak dikirim ke turnamen-turnamen resmi. Ini adalah kesempatan seleksi untuk tampil di berbagai kejuaraan. Ia pun berharap hal ini bisa memacu para pemain untuk menampilkan permainan terbaik.

“Untuk tim ganda putri, home tournament ini bisa dibilang tempat seleksi yang nantinya berpengaruh ke pengiriman ke turnamen resmi. Semoga ini bisa membuat mereka terpacu,” ungkap Eng.

Eng juga berkomentar mengenai pasangan andalan Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang dipisah di home tournament ini. Kualitas permainan mereka yang dinilai masih di atas ganda putri lainnya membuat Eng harus memisahkan Greysia/Apriyani.

Menurut Eng bila tetap dipasangkan atau tidak dipisahkan maka tidak ada sasaran lebih. Keduanya tetap akan mendominasi dan hampir pasti menjadi juara. Untuk itu ia memutuskan untuk memisahkan mereka agar bisa memberikan pengalaman kepada pasangannya.

Apa yang dikatakan Eng tentu benar. Bila pasangan ganda putri terbaik Indonesia ini tidak dipisahkan sementara maka hampir pasti pertandingan tidak akan berjalan menarik. Keduanya sudah pasti mampu mengatasi perlawanan rekan-rekannya.

“Kalau dipasangkan juga untuk apa? Tidak ada poinnya. Jadi lebih baik dipisah untuk memberikan pengalaman pada pasangannya. Kami mau beri kesempatan kepada pemain lain untuk mengalahkan Greysia dan Apriyani walau sudah terpisah. Kalau Greysia/Apriyani tetap dipasangkan, pertandingan jadi tidak menarik,” pungkas Eng.

Tundukan Shesar Vito, Ginting Segel Gelar Juara
By - Writter

Tundukan Shesar Vito, Ginting Segel Gelar Juara

Anthony Sinisuka Ginting membuktikan masih menjadi yang terbaik di ajang Mola TV PBSI Home Tournament. Pemain tunggal putra unggulan pertama ini keluar sebagai juara setelah mengalahkan Shesar Hiren Rhustavito dengan dua game langsung, 21-19, 21-15.

Tak hanya di final, Anthony tampil cukup baik di semua pertandingannya sepanjang Mola TV PBSI Home Tournament. Ia bahkan tak pernah kehilangan satu game pun. Menikmati setiap permainannya menjadi kunci bagi Anthony untuk tampil cemerlang.

“Puji Tuhan saya bisa menyelesaikan turnamen ini dengan baik. Kuncinya, coba menikmati permainan meskipun ini home tournament, tapi saya anggap seperti turnamen resmi, apalagi sudah hampir empat bulan tidak ada turnamen. Dari pikiran, mental dan semuanya disiapin banget,” beber Ginting usai laga seperti dilansir dari SBOBET Sports-news.

Anthony sempat tertinggal di awal game pertama, namun pelan-pelan ia mulai menyusul dan balik mengungguli Shesar. Anthony pun bisa meredam serangan-serangan Shesar yang cukup tajam.

“Waktu ketinggalan itu saya terburu-buru mau dapat poin, mau menyerang tapi pertahanan Shesar sudah siap,” sambung Ginting.

Lebih lanjut Ginting mengatakan dirinya berusaha untuk mengontrol pergerakan dan memaksimalkan lebar lapangan dengan akurasi pukulannya. Selain itu ia juga berusaha mengindari jangan sampai memberikan peluang kepada Shesar yang bertipe menyerang.

“Dari permainan depan netnya jangan sampai ketinggalan. Saya lebih mengontrol pergerakan dia dan maksimalkan perhitungan dari panjang lebar lapangan untuk akurasi pukulan saya. Jangan sampai Shesar netting dan pengembalian saya ke atas, dia kan pemain menyerang, jadi saya berusaha meredam semua kelebihan dia,” beber Anthony.

Meskipun tampil cemerlang di turnamen ini, Anthony tetap mengevaluasi performanya dan mempersiapkan diri lebih baik lagi jelang turnamen resmi.

“Saya harus kurangi kesalahan sendiri, mental dan fokus yang paling utama. Dari pertandingan pertama sampai final ini, masih banyak bola-bola saya yang nggak seharusnya mati malah mati. Kalau fokus hilang sedikit bisa banyak poin yang hilang,” ujar Anthony.

Sementara itu, Shesar mengatakan bahwa Anthony lebih taktis dan efisien dalam melakukan serangan. Hal ini membuatnya kesulitan. Padahal di game pertama dirinya sempat memimpin namun ia akhirnya kehilangan fokus membuat Ginting mampu mengejar dan berbalik unggul.

“Di game pertama saya sudah memimpin dan kehilangan fokus, saya kurang disiplin dan gampang memberi bola serangan buat Anthony. Di game kedua saya mau mempercepat permainan tapi saya kurang taktis dibanding Anthony,” ucap Shesar.

Greysia Polii/Febby Valencia Dwijayanti Rebut Posisi Tiga
By - Writter

Greysia Polii/Febby Valencia Dwijayanti Rebut Posisi Tiga

Greysia Polii/Febby Valencia Dwijayanti Gani amankan posisi ketiga di ajang Mola TV PBSI Home Tournament usai menundukkan Jesita Putri Miantoro/Lanny Tria Mayasari. Duel kedua pasangan ini dimenangkan Greysia/Febby dengan skor 21-15, 21-8.

Greysia/Febby sempat ketinggalan jauh di game pertama. Namun dengan kesabaran dan kematangan di lapangan, Greysia/Febby balik unggul dan mengunci pertahanan Jesita/Lanny. Di game kedua, Jesita/Lanny benar-benar tidak bisa berkutik, mereka tertinggal jauh hingga 4-13 dan akhirnya menyerah dua game langsung.

Usai pertandingan Febby mengatakan penampilan mereka masih kurang optimal. Meski begitu ia senang bisa berpasangan dengan pemain senior yakni Greysia Polii. Sebagai pasangan dadakan hal ini tidak terbilang buruk.

“Kami merasa masih kurang maksimal, tapi kami tetap menunjukkan yang terbaik. Saya senang bisa berpasangan dengan kak Greysia yang lebih senior, apalagi sebagai pasangan dadakan hasilnya cukup baik,” beber Febby seperti dilansir dari media sports SBOBET.

Sementara itu Greysia mengatakan ada sejumlah hal yang harus diperbaiki. Mereka akan mengevaluasi penampilan sehingga bisa dibenahi secara baik saat latihan nanti.

“Memang masih banyak yang perlu dievaluasi dari permainan kami. Tapi ke depannya kami tahu mau latihan apa, tahu harus berbuat apa di pertandingan resmi nanti,” sebut Greysia.

Greysia juga menuturkan bahwa ajang Mola TV PBSI Home Tournament banyak memberi manfaat untuknya dan tim ganda putri.

“Saya senang bisa ada di sini (home tournament), ada hawa pertandingan yang saya dapat. Saya mau lihat kemampuan adik-adik, bagaimana mereka di pertandingan. Kami jarang ketemu di turnamen. Jadi ajang ini bagus untuk tim ganda putri,” jelas Greysia.

Greysia juga mengaku senang bisa berpasangan dengan pemain muda. Apalagi usia mereka terpaut sangat jauh.

“Dipasangkan dengan yang lebih muda adalah kesenangan dan kehormatan buat saya. Saat usia saya 15 tahun, mereka baru lahir, ha ha ha,” canda Greysia.

Sebagai pemain paling senior di ganda putri, Greysia berpesan kepada pemain muda untuk terus menjaga motivasi dan memperbaiki diri. Selain itu ia meminta para pemain muda untuk tahan banting dalam setiap situasi.

“Semua punya potensi tapi waktu masuk level senior bukan teknik lagi yang utama tapi lebih ke kemauan. Bagaimana menghadapi kekalahan kemenangan, itu yang diuji. Nanti akan ada seleksi alam, kita harus tahan banting di latihan, di kehidupan di asrama dan di pertandingan,” lanjut pemain asal klub Jaya Raya ini.

Ribka Sugiarto/Siti Fadia
By - Writter

Ribka Sugiarto/Siti Fadia Juara Ganda Putri PBSI Home Tournament

Setelah melewati laga yang sangat menegangkan, Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti akhirnya menggondol gelar juara ganda putri Mola TV PBSI Home Tournament. Pasangan unggulan pertama ini menang dua game langsung atas Apriyani Rahayu/Mychelle Crhystine Bandaso dengan skor 21-17, 25-23.

Duel kedua pasangan berlangsung begitu seru hingga terpaksa dimainkan setting di game kedua. Apriyani/Mychelle memberikan perlawanan sengit dan sempat memimpin dengan kedudukan game point 20-19. Namun Ribka/Fadia terus berjuang, mereka tentunya tak ingin game ketiga dimainkan.

Kedua pasangan jatuh bangun dan saling menggempur pertahanan, Ribka/Fadia akhirnya memenangkan adu setting setelah sambaran Ribka di depan net gagal dikembalikan dengan baik oleh Apriyani/Mychelle.

Usai pertandingan Ribka mengatakan ketenangan di poin-poin kritis menjadi salah satu kunci kemenangan. Ribka selalu mengingatkan Fadia untuk lebih tenang dan sabar.

“Di saat-saat kritis, yang banyak berpengaruh itu ketenangan kami. Saya bilang sama Fadia untuk lebih tenang, sabar asal masuk dulu bolanya. Kalau saya pribadi, target awalnya itu masuk semifinal dulu, karena kekuatan semua pasangan itu merata, kami tidak menyangka bisa juara,” beber Ribka seperti dilansir dari SBOBET Indonesia.

Sementara itu Fadia mengatakan lawan yang dihadapi di babak final ini adalah pasangan yang bagus. Keduanya memiliki perpaduan yang pas antara serangan di belakang dan permainan depan.

“Mereka adalah pasangan yang bagus, Mychelle permainan depannya rapat, Apri serangan di belakangnya bagus. Kami sudah siap di pertahanan dan pola main kami,” tambah Fadia.

Menjadi unggulan pertama tak membuat Ribka/Fadia terbebani, mereka justru mau memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin untuk bisa merebut gelar juara. Apriyani yang biasa berpasangan dengan Greysia Polii dan merupakan ganda putri andalan Indonesia, kali ini tidak diduetkan dan membuat Ribka/Fadia menjadi favorit untuk juara.

Fadia/Ribka juga mengaku siap untuk menerima tongkat estafet sebagai ganda putri andalan Indonesia selanjutnya. Riba mengaku mendapat banyak masukan dari Greysia Polii.

“Kami siap, tadi kami ngobrol sama kak Greysia, diceritakan pengalaman-pengalaman dia. Kami harus lebih siap capek, pola pikirnya diubah, harus lebih matang ke depannya,” ujar Ribka.

Selain itu Fadia mengatakan keduanya sudah mendapat kepercayaan dari pelatih ganda putra, Eng Hian. Untuk itu mereka harus terus berbenah dan mempersiapkan diri lebih baik lagi.

“Kami juga sudah diberi kepercayaan sama koh Didi (Eng Hian- Kepala Pelatih Ganda Putri PBSI). Kami harus lebih siap, kalau bisa sekarang kenapa harus nunggu nanti? Kami nggak mau menyia-nyiakan kesempatan,” pungkas Fadia.

Peringkat ketiga dan keempat di ganda putri Mola TV PBSI Home Tournament diraih oleh Greysia Polii/Febby Valencia Dwijayanti Gani dan Jesita Putri Miantoro/Lanny Tria Mayasari.

Putri Kusuma
By - Writter

Kejutan, Putri Kusuma Tundukkan Unggulan Pertama

Putri Kusuma Wardani membuat kejutan dengan menaklukkan unggulan pertama Gregoria Mariska Tunjung di babak penyisihan grup M tunggal putri Mola TV PBSI Home Tournament. Pada laga panjang berdurasi 80 menit ini, Putri menang dengan skor 25-23, 20-22, 21-11.

Gregoria sebetulnya berpeluang besar untuk mengamankan game pertama, namun Putri yang tertinggal mampu menyamakan kedudukan 19-19 dan selanjutnya adu setting berlangsung ketat. Putri merebut game pertama.

Di game kedua, Putri terus melaju hingga 6-1 saat Gregoria melakukan kesalahan beruntun. Kemenangan di game pertama tampaknya menambah rasa percaya diri Putri. Gregoria mulai mendekat hingga 10-11, keadaan kembali genting saat kedudukan imbang 20-20. Gregoria memaksakan dimainkannya game penentuan setelah menang adu setting dengan kedudukan 22-20.

Pertarungan kembali sengit di awal game penentuan. Putri yang sudah memimpin 7-2, disusul Gregoria.  Namun usai interval, Gregoria terus menurun, pukulan-pukulannya semakin tidak akurat hingga ia tertinggal jauh. Satu pengembalian Gregoria yang menyangkut di net membuat Putri pastikan kemenangan sekaligus posisi juara grup.

“Kunci kemenangan saya adalah saya lebih tahan di lapangan. Seperti sudah saya prediksi, bola-bola depan kak Gregoria yang mengejutkan arahnya, tadi banyak keluar. Dari awal saya ingin main bagus dulu, nggak memikirkan menang atau kalah, jadi saya main tanpa beban,” ujar Putri seperti dilansir dari situs bandar bola.

Lebih lanjut Putri mengatakan dirinya sempat kehilangan game kedua karena terburu-buru untuk mematikan bola. Di game penentuan ia berusaha untuk meningkatkan tempo permainan dan berusaha untuk mengurangi kesalahan.

“Saya kehilangan game kedua karena saya buru-buru mau mematikan bola. Di game ketiga, saya mempercepat tempo permainan dan nggak mau kecolongan lagi. Pertandingan pagi ini seru sekali, kak Gregoria nggak gampang untuk dikalahkan,” lanjut Putri.

Dengan hasil ini, Putri berhasil menjadi juara grup M dengan mengantongi tiga kemenangan. Sedangkan Gregoria menjadi runner up dengan dua kemenangan. Posisi ketiga dan keempat masing-masing ditempati oleh Bilqis Prasista dan Siti Sarah Azzahra. Laga antara Bilqis dan Siti pagi ini di lapangan dua dimenangkan Bilqis dengan skor 21-16, 21-15.

Putri masih menunggu calon lawan di perempat final yang ditentukan lewat undian. Ia bisa saja berjumpa kembali dengan Gregoria di laga delapan besar.

“Di perempat final pasti lawannya lebih berat karena kekuatan lawan sudah imbang. Sekarang saya mau kembalikan kondisi dulu setelah permainan panjang,” komentar Putri soal perempat final.

By - Writter

Tekuk Chico Aura, Ginting ke Partai Puncak

Anthony Sinisuka Ginting merebut tiket final tunggal putra Mola TV PBSI Home Tournament usai menundukkan Chico Aura Dwi Wardoyo dengan dua game langsung, 21-12, 21-13. Unggulan pertama ini masih belum menemukan hambatan berarti, termasuk dalam laga melawan Chico.

Sebagai teman satu tim yang sering latihan bersama, Anthony sudah memahami tipe permainan Chico. Ia juga menonton pertandingan perempat final antara Chico dan Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay untuk mempelajari permainan dan strategi Chico.

“Saya lihat video pertandingan Chico melawan Ikhsan, Chico banyak inisiatif untuk menyerang, jadi sebisa mungkin saya meredam pergerakan dia waktu mau melakukan serangan. Dari awal saya terus menekan dan memegang kontrol permainan,” beber Anthony seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Sebelum game kedua dimulai, pertandingan sempat terhenti karena Anthony mengalami mimisan dan meminta pertolongan dokter. Setelah mendapat perawatan, Anthony menyelesaikan pertandingan dengan baik.

“Sebetulnya sudah merasakan mimisan dari game pertama, di poin 17 atau 18. Tapi saya pikir tanggung, sebentar lagi mau game. Jadi saya tetap jaga fokus, jangan sampai terganggu. Di awal game kedua baru minta bantuan dokter, supaya saya bisa melanjutkan pertandingan lagi,” ujar Anthony.

Dilansir dari media Agen Bola, meski menang dua game langsung, Anthony memuji permainan Chico yang dinilainya punya permainan serang yang bagus. Namun ada hal-hal yang harus ditingkatkan Chico.

“Chico kalau di latihan semangat, tiap program diikuti dengan maksimal. Tapi ada satu-dua poin yang harus dia perhatikan di lapangan seperti cara main dan strategi. Kami kan sudah sama-sama tahu permainan masing-masing, jadi di lapangan harus adu strategi, bagaimana caranya lawan nggak bisa mengeluarkan keistimewaan dia,” beber Anthony.

Anthony akan bertemu dengan Shesar Hiren Rhustavito yang otomatis melaju ke final setelah lawannya di semifinal, Jonatan Christie, memutuskan untuk mundur karena mengalami kram.

Partai perebutan posisi ketiga juga tak dimainkan, peringkat ketiga otomatis jatuh ke tangan Chico.

“Jonatan mengalami kram sampai satu badan setelah pertandingan kemarin. Waktu bangun pagi ini kondisinya masih belum memungkinkan untuk bertanding,” ungkap Susy Susanti, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI.

Jonatan melewati laga panjang di perempat final melawan Karono. Pertandingan dimenangkan Jonatan dengan skor akhir 21-18, 18-21, 21-16 dalam waktu 80 menit. Pada pagi harinya, Jonatan juga harus bertanding sengit di laga penyisihan grup H melawan Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay dengan skor 18-21, 21-10, 21-16 dalam waktu 71 menit.

Ade Yusuf Santoso
By - Writter

Pemain Spesial Ganda Putra Ini Mundur dari Pelatnas PBSI

Pemain spesialis ganda putra Ade Yusuf Santoso memutuskan untuk mundur dari Pelatnas PBSI. Keputusan ini diambil Ade setelah delapan tahun menjadi bagian tim nasional ganda putra. Pasangan main Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira ini mengajukan surat pengunduran diri pada tanggal 19 Juni 2020.

Keluar dari pelatnas, Ade rencananya akan melanjutkan karier bulutangkisnya sebagai pemain profesional. Ade masih fokus di nomor ganda putra dan telah memiliki pasangan baru.

“Sebetulnya sudah kepikiran mau mundur itu setelah All England 2020, lalu saya memutuskan untuk mundur sekarang. Selama menghuni pelatnas, banyak pengalaman dan pelajaran yang saya dapat, mungkin memang sudah waktunya saya keluar dari pelatnas,” beber Ade seperti dilansir dari NOVA88 sports.

Lebih lanjut ia mengatakan keputusan mundurnya itu sempat membuat rekan-rekannya sepelatnas kaget. Ia mengakui mendapat banyak pesan dari rekan-rekannya termasuk dari para pemain senior seperti Mohamad Hasan dan Hendra Setiawan.

“Teman-teman di pelatnas juga kaget saya mundur sekarang, mereka banyak kasih pesan-pesan buat saya. Koh Hendra (Setiawan) bilang supaya saya tetap semangat walau sudah nggak di pelatnas, kalau bang (Mohammad) Ahsan bilang jangan sampai lupa ibadahnya,” sambungnya.

Wahyu/Ade merupakan penentu kemenangan tim Indonesia saat merebut medali emas bulutangkis beregu putra di SEA Games Manila 2019. Wahyu/Ade mengalahkan Ong Yew Sin/Teo Ee Yi (Malaysia) dengan skor 21-16, 21-19.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti mengatakan bahwa Ade awalnya mengajukan pengunduran diri setelah berdiskusi dengan Kepala Pelatih Ganda Putra PP PBSI Herry Iman Pierngadi.

“Ade sudah mengajukan surat pengunduran diri, dia bilang mau main profesional di luar pelatnas,” ungkap Susy.

Susy melanjutkan Ade tak lupa mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang ia peroleh selama menghuni Pelatnas PBSI. Pihak PBSI pun mengucapkan terima kasih atas segala dedikasi yang telah Ade berikan.

“Waktu mengundurkan diri, Ade mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang selama ini diberikan dan kami PBSI juga berterima kasih atas dedikasi Ade sebagai anggota timnas yang sudah berjuang untuk nama Indonesia,” sambung Susy.

Selain Ade, tiga pemain pelatnas juga telah mengundurkan diri, mereka adalah Tontowi Ahmad (ganda campuran), Vicky Angga Saputra (tunggal putra) dan Muhammad Fachrikar P. Mansur (ganda putra).

“Vicky dan Fachrikar ingin melanjutkan karier mereka di luar pelatnas dan kami menghargai keputusan mereka. Sebelumnya Tontowi juga sudah mundur dari pelatnas pada Mei lalu,” pungkas Susy.

TOTTENHAM
By - Writter

Gol Bunuh Diri Tentukan Kemenangan Spurs Atas Everton

Tottenham Hotspur berhasil memetik kemenangan dalam lanjutan pertandingan Liga Primer Inggris. Menghadapi Everton di kandang sendiri di Tottenham Hotspur Stadium pada Selasa, 7 Juli 2020 dini hari WIB, Spurs mencatatkan kemenangan tipis satu gol tanpa balas.

Gol tunggal kemenangan tuan rumah lahir dari gol bunuh diri pemain Everton, Michael Keane. Hasil ini lebih dari cukup bagi Spurs untuk mendapatkan tiga poin. Tambahan tripoint melengkapi koleksi poin menjadi 48 dari 33 pertandingan.

Spurs berada di urutan kedelapan, berjarak satu angka dari Arsenal di urutan ketujuh. Sementara itu bagi Everton kekalahan ini membuat mereka gagal menambah koleksi poin. Perolehan poin The Toffees tertahan di angka 44 dan berada di urutan ke-11.

Kedua tim menampilkan pertandingan yang apik. Tempo pertandingan memanas sejak awal laga. Spurs mampu menguasai jalannya laga namun dengan prosentase yang tak terlalu dominan yakni 51 berbanding 49.

Begitu juga dengan jumlah peluang. Jumlah tembakan ke gawang Spurs berjumlah 12, lebih banyak dari Everton dengan 11 percobaan.

Momentum keunggulan Spurs terjadi di menit ke-24. Berawal dari sepakan keras Giovani Lo Celso di kotak penalti Everton, bola mengenai Keane dan berubah arah tanpa bisa digagalkan kiper Everton.

Saat ini Spurs diterpa kabar miring seputar situasi ruang ganti mereka. Namun rumor ini ditanggapi santai oleh salah satu pemainnya, Eric Dier.

“Beginilah dunia yang kita tinggali sekarang. Kupikir sedikit gila. Kami kan baru bersama-sama sangat sebentar. Kami menjalani situasi-situasi yang tidak bisa diprediksi oleh siapapun,” beber Dier pada SBOBET sportsnews.

Lebih lanjut Dier mengatakan banyak alasan yang mempengaruhi performa timnya saat ini. Ia mengakui timya menghadapi banyak tantangan.

“Pergantian manajer di tengah musim, yang diikuti oleh begitu banyaknya pemain yang cedera dan kemudian pandemi virus corona. Memang ada banyak hambatan untuk diatasi dan kami berharap hal-hal itu akan membuat kami semakin dekat.”

Untuk itu Dier mengatakan berbagai komentar yang beredar di antaranya terkait situasi ruang ganti Spurs tidak lebih dari sebuah kekonyolan.

“Komentar-komentar yang demikian betul-betul konyol sih,” pungkasnya.

Susunan pemain Tottenham Hotspur versus Everton:

Tottenham Hotspur (4-2-3-1): Hugo Lloris; Serge Aurier, Toby Alderweireld, Eric Dier, Ben Davies; Harry Winks, Moussa Sissoko; Lucas Moura, Giovani Lo Celso, Son Heung-min; Harry Kane.

Pelatih: Jose Mourinho

Everton (4-4-2): Jordan Pickford; Seamus Coleman, Michael Keane, Mason Holgate, Lucas Digne; Alex Iwobi, Tom Davies, Andre Gomes, Gylfi Sigurdsson; Richarlison, Dominic Calvert-Lewin.
Pelatih: Carlo Ancelotti

Mola TV PBSI Home Tournament
By - Writter

Tiga Tunggal Putra Ini Diprediksi Capai Final Home Tournament

Gelaran Mola TV PBSI Home Tournament akan kembali digelar. Setelah dua pekan lalu turnamen antar atlet pelatnas ini memainkan nomor ganda putra dan ganda campuran, pekan ini giliran tim tunggal putra yang akan saling berhadapan.

Pemain-pemain junior pelatnas hingga nama-nama top seperti Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie dan Shesar Hiren Rhustavito akan ambil bagian di turnamen ini. Kepala Pelatih Tunggal Putra PBSI Hendry Saputra mengatakan bahwa Anthony, Jonatan dan Shesar kemungkinan masih menjadi tiga pemain yang akan menguasai panggung final, namun bisa saja pemain muda membuat kejutan.

Para pemain muda seperti Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay, Christian Adinata dan Bobby Setiabudi diharapkan bisa mengimbangi para senior mereka atau bahkan membuat kejutan.

“Menurut saya kalau di final mestinya masih antara Anthony, Jonatan atau Shesar. Kalau ada bisa pelapis yang mengalahkan yang lebih senior kenapa tidak? Supaya kelihatan bagaimana hasil latihannya selama ini. Yang pasti kami semua sudah siap untuk home tournament ini,” beber Hendry seperti dilansir dari SBOBET Indonesia.

Hendry mengatakan bahwa ia tidak menetapkan target khusus bagi para pemain tunggal putra. Turnamen ini ingin dimanfaatkan Hendry untuk melihat sejauh mana kondisi pemain-pemainnya pasca sesi latihan terbatas selama masa pandemi Covid-19.

“Kami mau evaluasi kondisi pemain, selama ini baru bisa lihat penampilan mereka di latihan, sekarang bisa dilihat di pertandingan bagaimana. Untuk target belum ada, karena turnamen ini adalah uji coba,” lanjut Hendry.

Pertarungan tim tunggal putra bakal dilangsungkan selama tiga hari ke depan, Rabu-Jumat, 8-10 Juli 2020. Turnamen ini dibagi menjadi dua sesi, sesi pagi dimulai pukul 08.30 WIB, sedangkan sesi sore pada pukul 15.00 WIB.

Sebanyak 16 pemain dibagi ke dalam empat grup, dua pemain terbaik dari tiap grup berhak untuk tiket perempat final. Di perempat final, para juara grup akan bertemu dengan runner up grup yang nantinya akan ditentukan lewat undian.

Berikut hasil undian grup tunggal putra Mola TV PBSI Home Tournament:

Grup E

Anthony Sinisuka Ginting

Gatjra Piliang Fiqihilahi Cupu

Tegar Sulistio

Bobby Setiabudi

Grup F

Chico Aura Dwi Wardoyo

Firman Abdul Kholik

Alvi Wijaya Chairullah

Yohanes Saut Marcelino

Grup G

Shesar Hiren Rhustavito

Christian Adinata

Karono

Syabda Perkasa Belawa

Grup H

Jonatan Christie

Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay

Yonatan Ramlie

Muhammad Asqar Harianto

Ginting dan Jonatan Christie
By - Writter

Ginting dan Jonatan Christie Belum Terkalahkan

Dua unggulan utama di pertandingan tunggal putra Mola TV PBSI Home Tournament masih belum terkalahkan. Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie masih terlalu tangguh untuk lawan-lawan mereka di hari pertama ini.

Anthony sementara merajai klasemen grup E dengan dua kemenangan. Kemenangan pertama diraih Anthony atas Bobby Setiabudi dengan skor 21-19, 21-16, dilanjutkan dengan kemenangan kedua sore ini atas Tegar Sulistio, juga dalam dua game langsung dengan skor 21-14, 21-19.

Sedangkan Jonatan juga berada di puncak klasemen grup H dengan satu kemenangan atas Yonathan Ramlie dengan skor 22-20, 21-13. Kemenangan di sesi pagi yang diraih Jonatan atas Muhammad Asqar Chairullah terpaksa dibatalkan karena Asqar mundur.

Tiga tunggal putra hari ini menyatakan mundur dari Mola TV PBSI Home Tournament. Selain Asqar, ada Gatjra Piliang Fiqihilahi Cupu yang juga mundur karena mengalami luka pada kaki kiri bagian belakang. Firman Abdul Kholik pun tidak dapat melanjutkan kiprahnya di turnamen ini karena sakit usai bertanding di laga pertama melawan Alvi Wijaya Chairullah.

Asqar retired saat berhadapan dengan Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay dengan kedudukan 21-15, 12-21, 1-3. Akibat tidak dapat menyelesaikan permainan, maka Asqar terpaksa mundur dan tidak boleh melanjutkan pertandingan yang menggunakan format setengah kompetisi ini.

Jonatan dan Ikhsan sama-sama meraih satu kemenangan di penyisihan grup H. Namun Jonatan unggul dari perhitungan game. Ikhsan menang dari Yonathan lewat laga rubber game dengan skor 19-21, 21-15, 21-19.

“Yonathan beberapa kali bisa membaca pukulan-pukulan saya sehingga memudahkan dia untuk balik serang. Dia bisa memanfaatkan kesempatan. Saya berusaha main menekan di game kedua, saya lihat dia mulai turun staminanya, kelihatan sekali mainnya tidak seperti di game pertama,” beber Jonatan seperti dilansir dari NOVA88 News.

Lebih lanjut pemain yang karib disapa Jojo itu mengatakan meski berupa home tournament, ia tetap merasakan atmosfer yang luar biasa seperti turnamen-turnamen resmi lainnya. Hal  inilah yang membuatnya terpacu untuk meraih kemenangan.

Jojo mengakui dirinya banyak menerapkan apa yang dipelajari selama latihan, salah satunya adalah stroke yang sudah ia latih selama ini.

“Ini kelihatannya memang hanya home tournament dan tandingnya di pelatnas, tapi atmosfernya beda, seperti di pertandingan resmi, jadi rasa ingin menangnya besar. Saya banyak terapkan apa yang saya pelajari di latihan, misalnya di pertandingan ini saya beberapa kali bisa menerapkan stroke yang sudah saya latih,” sambungnya.

Tegar Sulistio atas Bobby Setiabudi
By - Writter

Tampil Tanpa Beban Tegar Sulistio Petik Kemenangan

Tampil nothing to lose dan tanpa beban menjadi kunci kemenangan Tegar Sulistio atas Bobby Setiabudi di laga penyisihan grup E tunggal putra Mola TV PBSI Home Tournament. Tegar mengalahkan Bobby dalam dua game langsung dengan skor 21-16, 21-18.

Tegar hari ini bermain taktis. Serangan-serangan tajam dari Bobby mampu dikembalikan dengan baik oleh Tegar dan akhirnya justru balik menyulitkan Bobby.

“Kunci kemenangan hari ini adalah main nothing to lose karena melawan senior saya. Saya cuma mau dapat hasil terbaik,” ungkap Tegar usai laga seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Anthony Sinisuka Ginting menjadi juara grup E dengan tiga kemenangan di penyisihan. Pada laga penyisihan terakhir pagi ini, Anthony mengalahkan M. Sultan Nurhabibullah Mayang dengan skor 21-10, 21-13. Dengan hasil ini, Anthony dan Tegar berhak untuk melaju ke babak perempat final.

“Kalau lawan pemain senior, yang penting harus berani dan mainnya lebih maksimal. Saya mewaspadai semua pemain di turnamen ini, apalagi pemain-pemain senior,” sambung Tegar kepada media agen bola.

Sementara itu di ganda putri, pemain muda Putri Larasati batal tampil di Mola TV PBSI Home Tournament karena mengalami cedera lutut kiri. Putri rencananya dipasangkan dengan Apriyani Rahayu. Pemain ganda campuran Mychelle Crhystine Bandaso akhirnya dipilih menjadi pasangan Apriyani.

“Putri mengalami cedera lutut kiri saat latihan, disarankan oleh dr. Nicolaas (Budhiparama) yang merupakan dokter PBSI untuk tidak bertanding dulu,” ungkap Susy Susanti, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI.

Kepala Pelatih Ganda Putri PP PBSI Eng Hian membeberkan alasan pemilihan Mychelle untuk menggantikan posisi Putri.

“Kalau Melati (Daeva Oktavianti) dan Gloria (Emanuelle Widjaja) kan tidak mungkin karena mereka pemain senior dan prioritas. Jadi pilihannya adalah pemain pelapis yang kurang lebih kemampuannya merata. Melihat kondisi yang memungkinkan dan kecocokan dengan Apri baik dari permainan dan komunikasinya, kami putuskan untuk memilih Mychelle,” beber Eng.

Berikut hasil lengkap pertandingan hari pertama babak penyisihan grup Mola TV PBSI Home Tournament:

Lapangan 1

Anthony Sinisuka Ginting vs Bobby Setiabudi 21-19, 21-16

Chico Aura Dwi Wardoyo vs Yohanes Saut Marcelino 21-11, 21-12

Shesar Hiren Rhustavito vs Syabda Perkasa Belawa 21-14, 21-16

Jonatan Christie vs Muhammad Asqar Harianto 21-13, 21-16

Lapangan 2

Tegar Sulistio vs M. Sultan Nurhabibullah Mayang 21-15, 21-19

Alvi Wijaya Chairullah vs Firman Abdul Kholik 21- 12, 21-17

Karono vs Christian Adinata 19-21, 21-19, 21-12

Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay vs Yonatan Ramlie 19-21, 21-15, 21-19

Sesi sore

Lapangan 1

Anthony Sinisuka Ginting vs Tegar Sulistio 21-14, 21-19

Chico Aura Dwi Wardoyo vs Alvi Wijaya Chairullah 21-13, 21-14

Shesar Hiren Rhustavito vs Karono 12-21, 21-15, 21-11

Jonatan Christie vs Yonathan Ramlie 22-20, 21-13

Lapangan 2

Bobby Setiabudi vs M. Sultan Nurhabibullah Mayang 21-15, 21-11

Christian Adinata vs Syabda Perkasa Belawa 21-9, 21-17

Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay vs Muhammad Asqar Harianto 15-21, 21-12, 3-1 retired