Informasi Dunia Olah Raga Indonesia & Mancanegara Aktual Terpercaya
  • Sports Award - 2019

    Number #1 Sports News
  • Global Certificate

    ISO 9001:2019
  • Award Winning

    Berita Olah Raga Terbaik 2019
VIDAL
By - Writter

Sanjung Pirlo, Tanda Vidal Segera Gabung Juventus?

Masa depan Arturo Vidal bersama Barcelona sedang menjadi perhatian. Pemain asal Chile itu dikabarkan masuk dalam daftar jual Barcelona. Salah satu klub yang santer dikaitkan dengan mantan pemain Bayern Muenchen itu adalah Juventus.

Juventus merupakan mantan klub Vidal sebelum ia hijrah ke Jerman. Saat ini Juventus dinahkodai Andrea Pirlo. Vidal sendiri mengapresiasi posisi Pirlo baik terkait kualitasnya sebagai pelatih maupun kepribadiannya sebagai seorang pempimpin.

“Rasanya spektakuler dia menjadi pelatih Juventus. Kalau dia sebagai pemain saja luar biasa, bayangkan dia sebagai pelatih,” beber Vidal.

Selain memiliki kemampuan yang mumpuni, Vidal mengakui visi Pirlo dalam dunia sepak bola. Ia pun yakin Pirlo akan sukses menjadi pelatih.

“Dia punya visi yang nyata akan olahraga ini, yang hanya sedikit orang miliki di sepakbola, jadi saya rasa dia bisa bekerja dengan sangat baik. Pirlo juga seorang dengan kepribadian top.”

Vidal sendiri memiliki pengalaman bermain bersama Pirlo. Ia pun senang bila Pirlo akhirnya tertarik untuk mendatangkannya.

“Jadi saya cuma bisa membayangkan dia menjadi pelatih bagus. Kami menghabiskan empat tahun bersama dan memenangi Scudetto empat kali, jadi kalau dia memanggil saya, saya akan senang,” ungkapnya.

Vidal juga mengomentari klubnya saat ini. Menurutnya modal Barcelona untuk menjadi juara tidak hanya terletak pada kualitas beberapa pemain utama.

“Sebuah klub, yang menurut saya adalah klub terbaik di dunia, tak bisa cuma punya 13 pemain profesional dan sisanya pemain muda. Bukan karena mereka tidak layak ada di sana, tapi mereka harus bersaing dengan yang terbaik dan para pemain yang layak tampil,” bebernya saat wawancara SBOBET sports.

Menurutnya, sebuah tim harus memiliki minimal 23 pemain dengan kualitas setara. Para pemain akan berjuang untuk mengeluarkan kemampuan terbaik demi mendapat posisi utama.

“Setiap klub kini punya 23 pemain yang bersaing untuk satu posisi inti, yang bikin mereka berkembang dan lebih baik tiap harinya. Tapi ketika mereka tidak berkembang, ketika Anda berpikir bisa selalu menang dengan modal DNA saja, saat itulah Anda salah.”

Barcelona saat ini memiliki Messi. Menurutnya hal ini belum cukup untuk mengantar Barcelona menjadi juara. Menurutnya Messi butuh sokongan dari para pemain lain.

“Kami punya Messi, yang mana merupakan pemain nomor satu di dunia dan seorang alien, tapi dia butuh bantuan. Dia perlu pemain-pemain yang meningkatkan tim dan bisa mendapatkan hasil-hasil lebih baik,” pungkasnya.

Romelu Lukaku
By - Writter

Ini Rahasia Lukaku Tampil Moncer Bersama Inter Milan

Inter Milan boleh disebut sebagai titik balik bagi Romelu Lukaku. Pemain yang sempat tampil gemilang bersama Everton itu harus mengalami masa-masa sulit saat menjadi pemain Manchester United. Kepindahannya ke Italia ternyata membangkitkan kembali ketajamannya.

Namun demikian bukan soal Inter Milan semata yang membuat Lukaku kembali mendapati ketajamannya. Keberadaan Antonio Conte disebut telah membantu Lukaku untuk kembali menjadi bomber tajam. Hal ini diakui oleh mantan pemain Setan Merah, Robin van Persie. Tak heran bila Van Persie menilai Lukaku kini bahagia bersama Internazionale Milan.

“Dia (Lukaku) tampak bahagia, Conte melatih para pemainnya dengan sangat keras –(Stefan) De Vrij pernah bilang pada saya bahwa pramusimnya sangat berat,” beber Van Persie, seperti dilansir dari SBOBET sports-news.

Lebih lanjut mantan pemain timnas Belanda itu menilai bahwa Inter adalah salah satu tim yang mengedepankan kerja sama. Hal ini penting untuk memberikan dukungan satu sama lain. Hal inilah yang dialami Lukaku yang membuatnya kini bisa mendapatkan kembali kepercayaan diri.

“Anda bisa melihat bahwa mereka bekerja sebagai satu kesatuan. Dia membuat keputusan tepat; dia mendapatkan kembali kepercayaan dirinya. Dia bersenang-senang dan tampak sangat bahagia,” sambungnya.

Van Persie menegaskan bahwa selama berseragam Setan Merah, Lukaku tak terlihat bahagia. Situasi ini berbeda saat ini ketika berseragam Inter Milan.

“Berdasar pada penampilannya di Manchester United tahun lalu, dia tidak bahagia, jadi dia kembali menemukan kebahagiaanya lagi,” sambungnya.

Musim buruk bersama United ternyata membuat bos Inter Milan, Massimo Moratti sempat ragu pada Lukaku. Pemain itu diragukan bisa menutup celah yang ditinggalkan Mauro Icardi yang memilih hijrah ke Prancis bersama Paris Saint-Germain (PSG).

“Saya salah soal Lukaku. Sejujurnya, saya sempat mengira dia cuma kuat secara fisik dan kami takut akan menyesal kehilangan Icardi.”

Namun keraguaan tersebut berhasil dibayar lunas oleh Lukaku. Kini Lukaku sudah menjadi harapan Inter di lini depan bersama Lautaro Martinez. Tidak hanya itu Moratti pun angkat topi dengan kontribusi yang telah ia berikan kepada tim.

“Malahan, Romelu adalah seorang juara, selalu membantu teman-teman setimnya dan punya visi bermain yang bagus. Antonio Conte sudah benar menuntut perekrutannya dan kemudian bekerja dengan baik dalam mengasahnya,” sambungnya.

Bos Inter itu berhadap Lukaku bisa terus diandalkan terutama dalam mewujudkan target menjadi juara Liga Europa. Inter Milan akan menghadapi Shakhtar Donetsk di babak semi final yang akan digelar pada Selasa, 18 Agustus 2020 dini hari WIB. Inilah kesempatan bagi Lukaku untuk menunaikan tanggung jawab dan harapan besar tersebut.

Bayern Muenchen
By - Writter

Daftar Gelar Juara Liga Champions: Muenchen Incar Gelar Keenam

Bayern Muenchen tengah mengincar gelar keenam di pentas Liga Champions Eropa. Tim Bundesliga ini akan melakoni pertandingan final menghadapi Paris Saint-Germain pada Senin, 24 Agustus 2020 dini hari WIB.

Muenchen sebelumnya sudah lima kali menjadi juara masing-masing pada tahun pada 1974, 1975, 1976, 2001, dan 2013. Bila mampu menjadi juara musim ini maka koleksi gelar FC Hollywood akan sama banyak dengan Liverpool yang menjadi kampiun pada 1997, 1978, 1981, 1984, 2005, dan 2019.

Sementara itu Real Madrid masih menjadi tim tersukses di kompetisi tersebut dengan 13 trofi. El Real menjadi juara pada musim 1956, 1957, 1958, 1959, 1960, 1966, 1998, 2000, 2002, 2014, 2016, 2017, dan 2018.

Tim tersukses kedua di kompetisi tersebut adalah AC Milan dengan tujuh gelar juara. Rossoneri menjadi juara pada musim 1963, 1969, 1989, 1990, 1994, 2003, dan 2007. Adapun Liverpol menjadi peraih 6 gelar musim.

Muenchen memang diunggulkan menjadi juara musim ini. Namun demikian raksasa Bundesliga itu tak boleh jemawa sebagaimana peringatan dari legenda Bayern Munchen, Franz Beckenbauer.

Mantan pemain timnas Jerman itu menegaskan PSG adalah tim yang tampil bagus dan hampir sulit untuk mendapatkan titik lemah mereka.

“Saya telah menyaksikan pertandingan PSG, mereka adalah kesatuan tim. Ini bakal menjadi laga paling sulit di Liga Champions musim ini. Saya tidak menemukan kelemahan di tim, dan saya berharap mereka bisa melakukan variasi dalam pola permainan,” bebernya, seperti dilansir dari berita SBOBET sports-news.

“Ini akan menjadi laga yang seimbang. Saya katakan 50:50. Terkadang Anda membutuhkan sedikit keberuntungan. Jika Bayern mendapatkan itu, mereka bisa memenangkan pertandingan,” sambungnya.

Sementara itu striker PSG, Neymar Jr menegaskan semangatnya untuk menghadapi final ini. Pemain internasional Brasil itu menegaskan timnya siap untuk menghadapi Muenchen.

“Kami siap melawan Bayern. Mereka memiliki banyak pemain bagus, tetapi kami juga berada di level yang tinggi dan saya merasa sudah bermain sebaik mungkin sejak saya tiba di Paris,” beber Neymar.

“Final adalah sesuatu yang kami inginkan. Pemilik klub mempunyai proyek besar dan salah satunya adalah tim ini dianggap yang terbaik di Eropa,” tegas mantan pemain Barcelona itu.

Berikut daftar juara Liga Champions:

  1. Real Madrid; 13 Gelar
  2. AC Milan; 7 Gelar
  3. Liverpool; 6 Gelar
  4. Bayern Munchen; 5 Gelar
  5. Barcelona; 5 Gelar
  6. Ajax; 4 Gelar
  7. Inter Milan; 3 Gelar
  8. Man United; 3 Gelar
  9. Juventus; 2 Gelar
  10. Benfica; 2 Gelar
  11. Nottingham Forest; 2 Gelar
  12. FC Porto; 2 Gelar
  13. Dortmund; 1 Gelar
  14. Celtic; 1 Gelar
  15. Hamburg; 1 Gelar
  16. Steaua Bucuresti; 1 Gelar
  17. Marseille; 1 Gelar
  18. Chelsea; 1 Gelar
  19. Feyenoord; 1 Gelar
  20. Aston Villa; 1 Gelar
  21. PSV; 1 Gelar
  22. Red Star Belgrade; 1 Gelar
Eks Presiden Madrid Tak Yakin Messi Bakal Pindah Klub
By - Writter

Eks Presiden Madrid Tak Yakin Messi Bakal Pindah Klub

Saat ini isu kepindahan Lionel Messi dari Barcelona terus mengemuka. Berbagai komentar terus bermunculan. Mantan presiden Real Madrid, Ramon Calderon pun turut angkat bicara. Ia menilai Messi sulit untuk berganti kostum. Pasalnya tidak ada klub yang mampu menebus klausul Messi dengan nilai mencapai 700 juta euro itu.

Calderon optimis dengan masa depan Messi. Meski pemain itu sudah berusia 33 tahun, ia yakin Messi masih bisa menjadi andalan dalam tiga hingga empat musim ke depan.

“Jelas saya akan antusias kalau saya adalah presiden dari klub yang bisa merekrut Messi. Benar kalau dia sudah 33 tahun, tapi saya yakin dia masih bisa ada di level terbaik selama tiga atau empat tahun lagi,” beber Calderon.

“Meski demikian, bagaimana Anda bisa membayarnya? Real Madrid memberi hadiah dengan menjual Cristiano Ronaldo seharga 100 juta euro karena dia menunjukkan dia masih benar-benar bernilai dan masih akan demikian beberapa tahun lagi.”

Dilansir dari berita SBOBET sports-news, dengan klausul mencapai 700 juta euro, Calderon tak yakin bakal ada klub yang mampu menebusnya. Namun demikian ia belum yakin berapa harga atau nominal sebenarnya.

“Saya tidak tahu — (harga Messi) sesuatu yang harus diperbaiki. Saya yakin tidak ada yang akan membayar 700 juta euro, tapi itu tidak akan jadi poinnya.”

“Saya juga yakin Messi akan mencoba membuat Barcelona dapat bayaran. Berapa juta? Saya sejujurnya tidak tahu.”

Calderon menilai bila ada klub yang merekrutnya maka akan mendatangkan keuntungan. Namun klub tersebut akan terbebani dengan gaji yang besar. Hanya saja ia menilai gaji yang didapat Messi memang sepadan dengan nilai tambah yang diberikannya kepada tim.

“Klub yang merekrutnya akan beruntung, tapi juga akan punya beban gaji besar yang harus dibayar. Meski demikian, dia benar-benar pantas mendapatkannya. Nilai yang dia tambahkan ke tim tak ternilai,” tegasnya.

Sejauh ini ada beberapa klub yang dikabarkan meminati Messi seperti Inter Milan, Paris Saint-Germain, dan Manchester City.

Mantan pemain Manchester United, Wayne Rooney, sangat mendukung bila Messi hijrah ke Liga Inggris. Manchester United dan Manchester City bisa menjadi pelabuhan baru yang tepat bagi Messi.

“Aku tahu dia semakin tua tapi dia adalah seorang pemain yang belum pernah dilihat sebelumnya. Messi punya segalanya. Dia bisa mengkreasikan gol mencetak gol, mendikte permainan, dan pemain terbaik sepanjang masa. Dia adalah satu-satunya pemain yang bisa membuatku duduk dan menyaksikan pertandingan dengan terpukau.”

Rooney tidak menyarankan Messi untuk bermain di Liga Amerika Serikat. Messi dinilai terlalu bagus untuk bermain di kompetisi tersebut.

“Bermain di Amerika Serikat tidak seharusnya dia pikirkan karena dia terlalu bagus. Dia bisa datang ke Premier League dan menjadi Player of the Year. Sejuta persen.”

Lionel Messi Ingin Tinggalkan Barcelona
By - Writter

Lionel Messi Ingin Tinggalkan Barcelona

Dunia sepak bola dalam beberapa jam terahir digemparkan oleh pesan yang dikirimkan Lionel Messi kepada manajemen Barcelona. Pemain berjuluk La Pulga atau Si Kutu itu ingin untuk hengkang dari klub tersebut. Messi kabarnya sudah mengirimkan pesan ini kepada manajemen klub.

Berbagai kabar dan reaksi pun bermunculan. Salah satunya datang dari mantan presiden Barcelona, Joan Gaspart. Menurutnya Messi tidak bisa meninggalkan klub begitu saja. Ia harus mematuhi kontrak yang telah ditandatangani.

“Messi tak bisa pergi (sekarang). Dia bakal harus pergi pada 2021. Saya sudah melihat kontraknya dan itu sangat jelas. Klausulnya berakhir pada Juni lalu dan tidak ada jalan kembali,” beber Gaspart.

Lebih lanjut ia mengatakan bila harus memilih, ia lebih memilih Messi meninggalkan klub saat kontraknya berakhir tahun depan ketimbang saat ini dengan klausul pelepasan yang fantastis.

“Saya lebih memilih dia pergi tahun depan secara cuma-cuma ketimbang sekarang dengan nilai kurang dari 700 juta euro. Klublah yang berkuasa di sini, bukan pemain. Klub yang membayar pemain. Dan ini bukan soal uang, ada kontrak yang diteken dan itu saja.”

Ia mengakui sangat menyayangi Messi. Namun baginya Barcelona tetap yang utama. Ia ingin agar klub yang ingin mendapatkan Messi tetap harus menebus klausul pelepasan.

“Saya sangat menyayangi Messi, tapi saya lebih sayang Barcelona. Biarkan klausul itu ditebus. Mereka dulu melakukannya secara licik pada sebuah malam dengan Figo dan saya melakukan hal yang sama dengan Rivaldo, karena saya menyayangi Barcelona. Dan di sini kasusnya sama. Ada klausul senilai 700 juta euro dan kontrak ditandatangani untuk dipenuhi,” ungkapnya lagi, seperti dilansir dari SBOBET sports-news.

Isu ini semakin memanas, setelah Presiden Catalunya, Quim Torra I Pla mengirimkan pesan perpisahan kepada Messi di jejaring sosialnya. Ia mengatakan Catalunya tetap menjadi rumah bagi pemain asal Argentina itu.

“Catalunya akan selalu jadi rumahmu. Terima kasih banyak atas semua masa-masa menyenangkan dan pertunjukan sepakbola yang hebat. Kami sudah cukup beruntung bisa berbagi beberapa tahun dalam hidup kami dengan pemain terbaik di dunia,” bebernya.

Ia juga mengapresiasi Messi sebagai seoarang atlet yang luar biasa dengan sederet gelar dan prestasi mentereng.

“Dan juga seorang atlet yang luhur. Kami tidak akan pernah melupakanmu. Leo Messi, pemegang Creu de Sant Jordi,” tutupnya.

Sejumlah klub top Eropa pun dikaitkan dengan pemain tersebut. Beberapa di antaranya adalah Inter Milan, Manchester City, dan Paris Saint-Germain (PSG). Apakah Messi benar-benar akan meninggalkan Barcelona? Bila iya, ke klub mana ia akan berlabuh? Kita tunggu saja.

sevilla tekuk inter milan
By - Writter

Menang 3-2 Atas Inter, Sevilla Juara Liga Europa

Sevilla sukses menegaskan dominasinya di pentas Liga Europa. Klub La Liga itu kembali menjadi juara musim ini setelah di partai final mengalahkan Inter Milan dengan skor 3-2. Laga ini digelar di RheinEnergieStadion, Koln, Jerman, pada Sabtu, 22 Agustus 2020 dini hari WIB.

Tiga gol Sevilla dicetak oleh Luuk de Jong dan gol bunuh diri Romelu Lukaku. Pemain yang disebutkan pertama mencetak sepasang gol. Sementara itu dua gol Inter Dicetak oleh penalti Romelu Lukaku dan tandukan Diego Godin.

Kemenangan ini menegaskan Sevilla sebagai raja kompetisi tersebut. Ini merupakan gelar keenam tim tersebut sepanjang keikutsertaan di kompetisi itu.

Inter sebenarnya mengawali pertandingan dengan baik. Buktinya tim berjuluk Internazionale Milan sukses membuka keunggulan di awal pertandingan. Laga baru berjalan empat menit Inter mendapat hadiah penalti setelah Diego Carlos melakukan pelanggaran terhadap Lukaku di kotak terlarang. Sebagai eksekutor Lukaku sukses menjalankan tugasnya.

Gol ini melecut Sevilla. Tim tersebut berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-12 melalui sundulan De Jong menuntaskan umpan silang Jesus Navas. De Jong kembali menjadi mimpi buruk bagi Inter. Pemain internasional Belanda itu kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-33. Gol ini lahir dari umpan tendangan bebas Ever Banega.

Inter langsung merespon gol tersebut. Dua menit kemudian Diego Godin berhasil membawa Inter menyamakan kedudukan setelah tandukannya meneruskan umpan tendangan bebas Marcelo Brozovic berhasil menggetarkan gawang Sevilla.

Lukaku akhirnya harus menelan pil pahit setelah gagal mengantisipasi tendangan salto Diego Carlos dari kotak penalti Inter. Bola justru mengarah ke gawang sendiri. Gol di menit ke-74 ini sekaligus menggagalkan Inter menjadi juara Liga Europa.

“Ini adalah pertandingan yang berat dan seimbang. Di babak kedua, satu insiden saja bisa menentukan pertandingan. Kami punya sejumlah peluang untuk mencetak gol dan kemudian kami tidak beruntung dengan defleksi dari kaki Romelu,” beber pelatih Inter, Antonio Conte.

“Saya tak punya banyak penyesalan, para pemain saya sudah memberikan segalanya melawan tim yang terbiasa memainkan partai-partai semacam ini. Saya rasa pengalaman mereka (Sevilla) pada akhirnya membuat perbedaan malam ini”, demikian dilansir dari berita JOker388 sports-news.

Susunan Pemain Sevilla versus Inter Milan:

Sevilla: Yassine Bounou; Jesus Navas, Jules Kounde, Diego Carlos (Nemanja Gudelj 86′), Sergio Reguilon; Joan Jordan, Fernando, Ever Banega; Lucas Ocampos (Munir El Haddadi 71′), Luuk de Jong (Youssef En-Nesyri 85′), Suso (Franco Vazquez 78′).

Pelatih: Julen Lopetegui

Inter Milan: Samir Handanovic; Diego Godin (Antonio Candreva 90′), Stefan de Vrij, Alessandro Bastoni; Danilo D’Ambrosio (Victor Moses 78′), Nicolo Barella, Marcelo Brozovic, Roberto Gagliardini (Christian Eriksen 78′), Ashley Young; Romelu Lukaku, Lautaro Martinez (Alexis Sanchez 78′).

Pelatih: Antonio Conte

Lukaku dan Lautaro
By - Writter

Lukaku dan Lautaro Gemilang, Inter Milan ke Final Liga Europa

Inter Milan akhirnya mengunci satu tiket babak final Liga Europa. Hal ini ditentukan oleh kemenangan atas Shakhtar Donetsk di babak semi final yang digelar di Merkur-Spiel Arena, Dusseldorf, Jerman, Selasa, 18 Agustus 2020 dini hari WIB.

Di laga tersebut Internazionale Milan menang dengan skor telak lima gol tanpa balas. Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez menjadi bintang. Masing-masing menyumbang brace atau sepasang gol. Satu gol lainnya dicetak oleh Danilo D’Ambrosio.

Selanjutnya di babak final Inter Milan akan menghadapi Sevilla yang sukses menyingkirkan Manchester United di babak semi final. Pertandingan final akan digelar pada Sabtu, 22 Agustus 2020 dini hari WIB.

Hasil positif ini jelas menjadi kabar gembira bagi kubu Inter. Sang pelatih, Antonio Conte pun meyambut gembira. Mantan pelatih Chelsea itu menyebut timnya bermain sangat baik di laga tersebut. Apalagi kemenangan ini ditorehkan atas tim yang tak bisa diremehkan.

“Saya kira kami lolos ke final dengan bermain melawan tim yang kami buat terlihat tak sekuat sebelumnya, tapi Shakhtar punya banyak talenta dan kami meredam mereka dengan pressing di seluruh lapangan,” beber Conte.

Lebih lanjut pelaith asal Italia itu mengatakan lawan yang dihadapi hari ini sangat berbahaya. Lawannya itu memiliki sejumlah kelebihan yang tidak bisa disepelehkan.

“Mereka punya kualitas dalam operan, juga kecepatan, tapi kami tampil bagus untuk memaksa mereka bertahan, yang kami tahu dengan baik membuat mereka tidak senyaman seperti saat menguasai bola.”

Conte menegaskan timnya tampil dengan penuh keberanian. Selain itu mereka sukses menerapkah strategi yang telah direncanakan.

“Kami bermain dengan keberanian, punya rencana yang tepat, memainkan pertandingan Eropa dengan cara yang tepat, dan para pemain pantas mendapat semua pujian. Ini performa yang super dan kami membuat Shakhtar terlihat biasa-biasa saja,” pungkasnya, seperti dilansir dari BandarQQ sports.

Susunan pemain Inter Milan versus Shakhtar Donetsk:

Inter Milan: Samir Handanovic (c); Diego Godin, Stefan de Vrij, Alessandro Bastoni; Danilo D’Ambrosio (Victor Moses 81′), Nicolo Barella, Marcelo Brozovic (Stefano Sensi 85′), Roberto Gagliardini, Ashley Young (Cristiano Biraghi 66′); Romelu Lukaku (Sebastiano Esposito 85′), Lautaro Martinez (Christian Eriksen 81′).

Pelatih: Antonio Conte

Shakhtar Donetsk: Andriy Pyatov (c); Dodo, Sergey Krivtsov, Davit Khocholava, Mykola Matvyenko; Marcos Antonio, Taras Stepanenko; Marlos Bonfim (Yevheniy Konoplyanka 75′), Alan Patrick (Manor Solomon 59′), Taison; Junior Moraes.

Pelatih: Luis Castro

PSG - LIGA CHAMPIONS
By - Writter

Pertama Kali, PSG Lolos ke Final Liga Champions

Paris Saint-Germain (PSG) baru saja mengukir sejarah. Klub Ligue 1 itu baru saja memastikan tiket final Liga Champions Eropa setelah menyingkirkan RB Leipzig tiga gol tanpa balas pada pertandingan yang digelar di Estadio da Luz, Lisbon, Portugal pada Rabu, 19 Agustus 2020 dini hari WIB.

Ini menjadi sejarah tersendiri bagi Les Parisien. Ini merupakan kali pertama tim tersebut melangkah ke final Liga Champions Eropa.

Di laga ini Angel Di Maria tampil gemilang. Pemain asal Argentina itu mencetak satu gol dan memberikan dua assist untuk gol yang pertama yang diciptakan Marquinhos dan Juan Bernat.

Selanjutnya PSG hanya butuh kemenangan di laga final untuk mengukir sejarah tersendiri. Thiago Silva dan kawan-kawan akan menghadapi pemenang antara Bayern Muenchen versus Lyon yang akan memperebutkan tiket final pada Kamis, 20 Agustus 2020 dini hari WIB.

Di laga ini kedua tim menurunkan formasi terbaik. PSG turun dengan kekuatan penuh seperti kehadiran Kylian Mbappe di lini depan, menemani Neymar Junior dan Angel Di Maria.

Gol pertama PSG tercipta di menit ke-13 setelah sundulan Marquinhos memanfaatkan assist Angel Di Maria gagal dibendung oleh kiper Leipzig. Tiga menit sebelum turun minum giliran Di Maria yang mencatatkan namanya di papan skor. PSG menegaskan dominasinya di laga tersebut dengan gol ketiga setelah jeda melalui sundulan Juan Bernat.

Kubu PSG pun menyambut gembira hasil tersebut. Angel Di Maria mengatakan dirinya bakal sulit tidur karena memikirkan partai final nanti.

“Bakal sulit buat tidur malam ini kalau memikirkan final. Prioritas kami kini adalah mempersiapkan diri dengan baik untuk pertandingan tersebut,” beber Di Maria, seperti dilansir dari Joker388 sports-news.

Lebih lanjut mantan pemain Real Madrid itu mengatakan saat ini kekuatan tim di benua Eropa makin merata. Prancis sudah tak bisa diremehkan lagi sebagai negara dengan tim-tim sepak bola yang kuat.

“Prancis dan Jerman memiliki level yang bagus dan kami telah menunjukkan jika kami berada di level liga-liga lain. Entah itu Lyon atau Bayern, kami tentunya akan memberikan yang terbaik,” sambungnya.

“Kami berada di level yang tinggi dan kami sangat kuat. Kami berada satu langkah lagi untuk menuju sesuatu yang lebih jauh,” pungkasnya.

Susunan Pemain Leipzig versus Paris Saint-Germain:

Leipzig: Peter Gulacsi; Lukas Klostermann (Willi Orban 83′), Dayot Upamecano, Nordi Mukiele; Konrad Laimer (Marcel Halstenberg 62′), Kevin Kampl (Tyler Adams 64′), Marcel Sabitzer, Angelino; Dani Olmo (Patrik Schick 46′), Christopher Nkunku (Emil Forsberg 46′); Yussuf Poulsen.

Pelatih: Julien Negelsmann

PSG: Sergio Rico; Thilo Kehrer, Thiago Silva, Presnel Kimpembe, Juan Bernat; Ander Herrera (Marco Verratti 83′), Marquinhos, Leandro Paredes (Julian Draxler 83′); Angel Di Maria (Pablo Sarabia 87′), Kylian Mbappe (Eric Maxim Choupo-Moting 86′), Neymar.

Pelatih: Thomas Tuchel

lyon vs bayern munchen liga champions
By - Writter

Ini Penyesalan Lyon di Semi Final Liga Champions

Lyon harus memberikan tiket final Liga Champions Eropa musim ini kepada Bayern Muenchen. Tim Ligue 1 itu gagal melewati hadangan raksasa Bundesliga itu pada pertandingan semi final yang digelar pada Kamis, 20 Agustus 2020 dini hari WIB di Portugal. Di laga itu Lyon menyerah tiga gol tanpa balas.

Namun demikian kubu Lyon menyesali kegagalan mereka memanfaatkan kesempatan di awal pertandingan. Sebagaimana dikatakan kiper Lyon, Anthony Lopes, timnya seharusnya memiliki sedikitnya dua peluang emas di 15 menit awal pertandingan. Bila kedua peluang itu mampu dimanfaatkan dengan baik maka Lyon bisa lebih dulu memimpin.

“Kami bisa saja menyesali apa yang terjadi di 15 menit awal laga karena kami harusnya bisa unggul 2-0. Anda membayarnya setelah itu,” beber Lopes.

Namun demikian menurut kiper asal Portugal itu, Muenchen tetaplah tim unggulan yang mampu menyulitkan mereka. Tim tersebut dengan cepat merebut bola dari mereka.

“Mereka tahu bagaimana memberikan yang terbaik. Kami berharap untuk terus menekan. Namun, Mereka menyulitkan kami karena mampu dengan cepat merebut bola,” sambungnya.

Meski kalah atas Muenchen, Lopes tetap bangga dengan performa timnya. Ia salut dengan perjuangan timnya hingga melangkah ke babak empat besar.

“Skuad ini tidak mudah menyerah begitu saja. Kami bangga dengan apa yang kami lakukan,” pungkasnya.

Sementara itu kiper Muenchen, Manuel Neuer menegaskan skuad saat ini lebih baik ketimbang tujuh musim lalu saat memenangi sejumlah gelar. Neuer bersama David Alaba, Thomas Muller, dan Jerome Boateng adalah sisa dari skuad tujuh musim silam.

“Kami dalam posisi yang lebih baik saat ini di seluruh lini. Kami punya tim yang berisikan tidak hanya 18 pemain top, fantastis rasanya punya tim seperti ini,” tegas Neuer, seperti dilansir dari Situs IDN.

Neuer juga mengapresiasi kinerja pelatih Hans-Dieter Flick. Kiper internasional Jerman itu menegaskan suksesor Niko Kovac itu adalah sosok yang tenang, terutama dalam momen-momen krusial seperti saat ini.

“Dia orangnya sangat tenang, khususnya sebelum laga-laga seperti ini. Kami selalu punya rencana. Anda lihat saja dalam pertandingan,” tegasnya.

Sementara itu pemain muda Muenchen, Alphonso Davies senang bisa ikut mengantar timnya ke partai final Liga Champions. Pemain berusia 19 tahun ini tengah mengejar prestasi bersama Die Roten untuk menjadi penguasa Eropa.

“Buat saya, ini merupakan impian yang menjadi kenyataan. Bermain di Liga Champion dan mampu menembus final. Itu semua yang bisa anda harapkan,” beber pemain asal Ghana tersebut.

barcelona dipermalukan munchen
By - Writter

Barcelona Dipermalukan Muenchen 2-8

Barcelona tengah terpukul. Raksasa Catalonia itu baru saja menderita kekalahan menyakitkan di babak perempat final Liga Champions Eropa. Menghadapi Bayern Muenchen di Estadio da Luz, Portugal pada Sabtu, 15 Agustus 2020 dini hari WIB, Blaugrana menyerah dengan skor 2-8.

Kekalahan telak ini tentu menjadi pukulan bagi Lionel Messi dan kawan-kawan. Barcelona hanya mampu mencetak dua gol melalui gol bunuh diri David Alaba dan tembakan Luis Suarez.

Sementara itu delapan gol Muenchen disumbangkan oleh Thomas Muller dan Philippe Coutinho yang masing-masing mengukir brace alias dua gol. Empat gol lainnya disumbangkan oleh Ivan Perisic, Serge Gnabry, Joshua Kimmich, dan Robert Lewandowski.

Barcelona pun harus berpuasa gelar Liga Champions. Ini merupakan musim keempat secara beruntun Barcelona gagal melangkah hingga ke partai final, seperti dilansir dari media SBOBET sports-news.

Sementara itu Muenchen berhak atas satu tempat di babak semi final. Die Roten akan menghadapi pemenang antara Manchester City kontra Lyon yang baru akan bertanding pada Minggu, 16 Agustus 2020 dini hari WIB.

Pesta gol Muenchen dimulai pada menit keempat. Berawal dari umpan Lewandowski, Muller berhasil mengoyak gawang Barcelona. Barcelona sempat bereaksi dengan menyamakan kedudukan tiga menit berselang setelah David Alaba mencetak gol bunuh diri.

Pelatih Barcelona, Quique Setien tak bisa banyak berkata-kata usai laga ini. Ia menyebut ini merupakan kekalahan yang menyakitkan. Banyaknya gol yang terjaring ke gawang Barcelona dianggap melewati kepantasan.

“Ini sungguh kekalahan yang menyakitkan. Mereka mencetak gol lebih banyak dari yang sepantasnya. Kami memulai dengan baik, tapi kekuatan lawan, dalam banyak fase, melampaui kami,” beber Setien.

Menysul kekalahan ini, Setien pun pasrah dengan masa depannya di klub tersebut. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada manajemen Barcelona.

“Saya tidak akan bicara soal apa yang diperlukan di klub. Saya di sini baru beberapa bulan,” beber Setien.

Pelatih asal Spanyol itu mengatakan isyarat terkait masa depannya sudah bisa dibaca dari berbagai komentar yang muncul tak lama setelah kekalahan tersebut, termasuk juga yang datang dari pemain Barcelona.

“Jika Gerard Pique bilang ini saatnya perubahan besar, pasti ada arti dari kata-katanya. Sekarang saatnya kami melihat kembali dan mengambil keputusan yang diperlukan untuk masa depan.”

Susunan Pemain Barcelona versus Bayern Muenchen:

Barcelona: Marc-Andre ter Stegen; Nelson Semedo, Gerard Pique, Clement Lenglet, Jordi Alba; Sergi Roberto (Antoine Griezmann 46′), Sergio Busquets (Ansu Fati 70′), Frenkie de Jong, Arturo Vidal; Lionel Messi, Luis Suarez.

Pelatih: Quique Setien

 

bayern munchen
By - Writter

Muenchen Lebih Diunggulkan Atas Barcelona

Demikian anggapan dari legenda tim nasional Jerman, Lothar Matthaus. Menurutnya duel antara Bayern Muenchen kontra Barcelona di babak perempat final Liga Champions akan dimenangi oleh tim yang disebutkan pertama. Pertandingan ini akan digelar di tempat netral yakni di Estadion da Luz, Lisbon, Portugal pada 14 Agustus 2020 dini hari nanti.

Menurut Matthaus peluang Barcelona memenangi pertandingan sangat kecil. Hal ini hanya mungkin terjadi bila Muenchen tampil sangat buruk.

“Tentu Barcelona punya kualitas untuk memberi yang terbaik dari diri mereka di pertandingan babak knockout. Tapi saya kira Bayern harus main sangat buruk untuk kalah dari tim Barcelona saat ini,” beber Matthaus.

Namun demikian Matthaus tak menampik bahwa di lapangan pertandingan segala sesuatu bisa terjadi. Kejutan demi kejutan bukan tak mungkin akan tersaji di laga ini. Apalagi laga ini hanya akan digelar sekali alias single match, alih-alih laga tandang dan kandang seperti musim-musim sebelumnya.

“Banyak hal bisa terjadi dalam pertandingan satu leg. Jika Anda melewati hari yang buruk, Anda bisa dengan mudah tersingkir. Kalau dua leg, Anda selalu bisa melakukan penebusan karena permainan buruk di pertandingan pertama,” tegasnya.

Sementara itu pemain Muenchen, David Alaba sudah tak sabar untuk menghadapi Barcelona dalam perebutan tiket semi final. Ia mengakui raksasa Catalonia itu sebagai tim berat dan laga ini akan berlangsung ketat.

“Kami tak sabar bertemu Barcelona Mereka tim yang berkualitas dan kami siap melawannya,” beber Alaba.

Lebih lanjut pemain internasional Austria itu menyebutkan timnya akan menghadapi laga ini dengan penuh percaya diri. Mereka akan terbang ke Portugal dengan optimisme tinggi.

“Kami akan pergi ke Portugal dengan penuh rasa percaya diri,” tegasnya.

Kesiapan juga ditegaskan oleh pelatih Bayern Munich, Hans-Dieter Flick. Sudah sejak awal Flick menegaskan timnya siap menghadapi siapapun lawan di babak perempat final.

“Semua lawan sama, maka kami akan siap 100 persen. Kami harus menunjukkan kemampuan terbaik dan bermain semaksimal mungkin,” tandas Flick, seperti dilansir dari Joker123 sports.

Sementara itu striker Barcelona, Luis Suarez justru optimis timnya mampu mengatasi perlawanan raksasa Bundesliga itu. Meski Muenchen adalah salah satu favorit juara musim ini, eks Liverpool itu tetap yakin dengan peluang timnya.

“Bayern adalah tim yang hebat dan mereka menjadi kandidat untuk memenangkannya. Namun, kami pun juga demikian,” tandas Suarez.

Siapakah yang akan lolos ke babak semi final? Apakah Barcelona atau Bayern Muenchen? Kita lihat saja nanti.

Leipzig vs Atletico Madrid
By - Writter

Leipzig Yakin Singkirkan Atletico Madrid

Perebutan salah satu tempat di semi final Liga Champions Eropa akan tersaji di Estadio Jose Alvalade, Lisbon, Portugal pada Jumat, 14 Agustus 2020 dini hari WIB saat RB Leipzig bertemu Atletico Madrid.

Kedua tim tentu sama-sama mengincar kemenangan di laga ini untuk menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) di babak semi final. PSG lolos ke empat besar setelah mencatatkan kemenangan dramatis atas tim debutan, Atalanta.

Kubu Leipzig tampaknya tak gentar menghadapi Atletico Madrid. Sebagaimana dikatakan pelatih Leipzig, Julian Nagelsmann, timnya fokus ke diri sendiri untuk menghadapi laga ini.

“Kami cuma memikirkan permainan kami, kami cuma fokus ke diri sendiri,” beber Nagelsmann.

Lebih lanjut Nagelsmann mengatakan Atletico adalah tim yang berpengalaman terutama dalam pertandingan dua leg. Namun berbeda dengan musim-musim sebelumnya, di laga musim ini kedua tim hanya akan memainkan satu pertandingan. Hal ini membuat kubu Leipzig percaya diri untuk membuat kejutan.

“Kami tahu mereka begitu berpengalaman selama dua leg – tapi ketimbang dua leg, apapun bisa terjadi dalam satu leg. Atleti tidak punya pengalaman di laga hidup-mati seperti ini, seperti juga kami di format Liga Champions yang baru ini,” sambungnya.

Terkait kekuatan tim, Nagelsmann, sangat mengantisipasi kekuatan lini pertahanan Atletico. Ia mengakui Gimenez dan Savic sebagai pemain yang sangat kuat. Meski begitu ia tidak akan mengubah gaya permainan mereka.

“Mereka suka duel fisik, mereka punya bek tengah yang sangat kuat dalam diri Gimenez dan Savic sebagai duetnya. Kami jelas lebih buka bermain melebar dan mencoba melihat celah di lini pertahanan; kami tidak akan mengubah gaya kami.”

Ia tak menampik timnya memiliki tekanan tersendiri di laga ini. Selain itu ada rasa gugup. Namun ia berusaha melihat laga ini dengan tenang dan santai.

“Ada tekanan dan rasa gugup. Tapi kami ingin pemain santai dan coba meredam tekanan. Selalu ada tensi. Kami bicara berbagai skenario di sini – jika kami bikin gol, jika mereka bikin gol.”

Untuk itu ia tidak ingin timnya membuang kesempatan sejak menit awal. Ia akan meminta anak asuhnya untuk tancap gas sejak menit awal.

“Kami fokus pada pertandingan ini, akan sangat menarik dan kami ingin langsung tancap gas untuk unggul. Kami sudah siap,” pungkasnya.

Dilansir dari media sports-news Bandar Bola, pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone tak ingin meremehkan klub asal Jerman itu. Namun ia menekankan pentingnya kemenangan di laga ini bagi mereka.

“Saya sangat menghormati mereka. Saya tahu kemenangan tidak hanya penting, tetapi juga hanya satu-satunya hal,” tandas Simeone.

lazio bungkam brescia
By - Writter

Bungkam Brescia, Lazio Jaga Kans Runner Up Serie A

Lazio terus menjaga asa untuk mengunci posisi runner-up Serie A musim ini. Kemenangan atas Brescia di pekan ke 37 membuka harapan Lazio untuk finis di belakang sang juara, Juventus. Laga kontra Brescia digelar di Stadion Olimpico pada Kamis, 30 Juli 2020 dini hari WIB.

Sepasang gol Lazio dicetak oleh Joaquin Correa di menit ke-17 dan Ciro Immobile di menit ke-82. Kemenangan ini membuat Lazio kini mengemas total 78 poin dari 37 pertandingan. Lazio hanya kalah selisih gol dari Atalanta di urutan ketiga dan tertinggal satu poin di belakang Inter Milan yang smentara ini menempati urutan kedua.

Dengan sisa satu laga, maka Lazio berpeluang untuk merangsek ke urutan kedua sekaligus menjadi runner up Serie A musim ini. Sementara itu bagi Brescia kekalahan ini membuat Brescia tak bisa selamat dari jurang degradasi.

Tim tersebut mendekam di papan bawah, tepatnya di urutan ke-19 dengan raihan total 24 poin dari 37 pertandingan. Berada di urutan kedua dari dasar membuat tim tersebut dipastikan turun kasta musim depan.

Bagi Lazio pencapaian musim ini tak bisa dibilang buruk. Sebelumnya Lazio menjadi salah satu tim yang tidak ingin kompetisi terhenti karena wabah Corona atau Covid-19.

“Kalau musim ini tidak tuntas secara alami, musim berikutnya juga akan rusak. Karena persoalan ini akan berakhir di pengadilan dan sidang-sidang,” ungkap juru bicara Lazio, Arturo Diaconale.

Lebih lanju Diaconale mengatakan timnya ingin agar gelar scudetto ditentukan melalui pertandingan di lapangan.

“Saya harap lapangan menentukan siapa yang menang, siapa yang kalah, siapa yang merasakan kebahagiaan dan siapa yang menderita,” sambungnya.

Sementara itu Presiden Lazio, Claudio Lotito menepis sejumlah isu terkait keinginan Lazio untuk melanjutkan kompetisi musim ini. Baginya desakan itu murni karena faktor bisnis bukan karena peluang juara.

“Kami tidak berbicara tentang persaingan tim saya. Kami membahas terkait risiko besar yang harus disadari jika kompetisi tak dilanjutkan lagi,” beber Lotito kepada SBOBET Mobile sports-news.

Lebih lanjut sang presiden mengatakan sepak bola adalah industri yang mampu menghasilkan uang dalam jumlah banyak. Untuk itu pertimbangan terhadap faktor tersebut membuat pihaknya getol agar kompetisi musim ini harus diselesaikan.

“Mereka yang menentangnya jelas tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Sepakbola adalah industri yang menghasilkan uang, lebih dari 1,2 miliar euro (Rp 20,2 triliun). Jadi kita harus mempertimbangkan konsekuensi itu, jika musim ini tak dilanjutkan,” pungkasnya.

juventus
By - Writter

Juventus Kalah di Laga Terakhir Serie A, Begini Dalih Sang Pelatih

Juventus harus menelan pil pahit di laga pamungkas Serie A musim ini. Bertindak sebagai tuan rumah, Juventus gagal menaklukkan AS Roma di Stadion Allianz pada Minggu, 2 Agustus 2020 dini hari WIB. Laga ini berakhir dengan skor 1-3 untuk kemenangan tim tamu.

Satu-satunya gol Juventus dicetak oleh Gonzalo Higuain di menit kelima. Namun demikian Roma berhasil mengejar ketertinggalan dan berbalik unggul, masing-masing berkat gol Nikola Kalinic di menit ke-23 dan sepasang gol Diego Perotti di menit ke-44 dan 52.

Kekalahan ini membuat Juventus gagal menambah koleksi poin. Perolehan poin Juventus musim ini tertahan di angka 83. Juventus hanya unggul satu angka dari Inter Milan di urutan kedua.

Sementara itu tambahan tiga poin dari laga tandang ini membuat koleksi poin Roma menjadi 70. Roma pun mengakhiri musim di posisi kelima.

Meski tidak tampil dengan kekuatan penuh, Juventus mampu mengancam sejak menit awal. Buktinya tuan rumah mampu membuka keunggulan saat laga baru berjalan lima menit. Berawal dari sepak pojok Bernardeschi bola sempat mengenai Adrien Rabiot, sebelum diselesaikan oleh Higuain.

Tertinggal satu gol membuat Roma meningkatkan intensitas serangan. Menit ke-23 Roma sukses menyamakan kedudukan. Gol Roma tak jauh berbeda dengan skema gol Juventus. Bedanya, gol Roma dicetak oleh Kalinic.

Gol ini menjadi titik bangkit bagi Roma. Tim tersebut pun sukses mencetak dua gol tambahan untuk mengunci kemenangan dengan skor 3-1.

“Sedikit ketakutan dapat membantu kami. Kami pernah di posisi ini dan akhirnya menang melawan Lazio. Setelah kami memenangkan kompetisi kami mengalami penurunan mental,” beber Maurizio Sarri usai laga.

Dilansir dari berita Agen Bola sports-news pelatih Juventus itu mengatakan, “Tapi kami harus pandai dan memiliki pertimbangan lawan. Sekarang kami akan mulai dari ketinggalan 0-1. Kami akan lawan dalam keadaan sulit ini.”

Susunan pemain Juventus versus AS Roma:

Juventus (4-3-3): Wojciech Szczesny (74’C. Pinsoglio); Danilo, Daniele Rugani, Leonardo Bonucci (51′ M. Demiral), Gianluca Frabotta; Simone Muratore, Blaise Matuidi, Adrien Rabiot (51′ A. Ramsey); Federico Bernardeschi (73′ M. Olivieri), Gonzalo Higuain (79′ G. Vrioni), Luca Zanimacchia.

Pelatih: Maurizio Sarri

Roma (3-4-3): Daniel Fuzato; Ibanez (56′ Juan Jesus), Chris Smalling, Federico Fazio; Davide Zappacosta, Bryan Cristante (56′ D. Santon), Gonzalo Villar, Riccardo Calafiori (60′ Bruno Peres); Nicolo Zaniolo (56′ C. Under), Nikola Kalinic, Diego Perotti (74′ J. Kluivert).

Pelatih: Paulo Fonseca

arsenal kampiun
By - Writter

Bungkam Chelsea, Arsenal Kampiun Piala FA

Arsenal akhirnya keluar sebagai juara Piala FA musim ini. Di partai final yang berlangsung di Stadion Wembley pada Sabtu, 1 Agustus 2020 malam WIB, The Gunners sukses membungkam Chelsea dengan skor 2-1.

Sepasang gol Arsenal diborong oleh Pierre-Emerick Aubameyang masing-masing di menit ke-28 dan 67. Sementara itu satu-satunya gol Chelsea dicetak oleh Christian Pulisic di menit kelima.

Bagi Arsenal kemenangan ini menegaskan mereka sebagai raja Piala FA. Selain itu trofi yang diraih ini membuka jalan bagi mereka untuk langsung tampil di Liga Europa musim depan.

Sementara itu bagi Chelsea, kegagalan ini menjadi pukulan tersendiri. Ditambah lagi tim tersebut seperti sudah jatuh tertimpa tangga lagi, setelah dua pemain andalannya harus mengalami cedera. Kedua pemain itu adalah sang kapten Cesar Azpilicueta dan striker, Christian Pulisic.

Usai laga pelatih Frank Lampard mengatakan dirinya belum bisa memastikan cedera kedua pemain itu. Tentu cedera kedua pemain utama itu menjadi pukulan jelang menghadapi Bayern Muenchen di leg kedua babak 16 besar Liga Champions Eropa pada 8 Agustus 2020 nanti.

“Saya tidak tahu kadar cederanya, tapi saya tahu cedera hamstring yang menimpa Azpi dan Christian. Mereka harus dipindai dan diperiksa dalam beberapa hari ke depan. Mereka jelas tidak akan fit untuk pekan depan,” beber Lampard, seperti dilansir media bandar bola sports-news.

Tidak hanya kedua pemain itu. Pemain lainnya yakni Pedro juga mengalami cedera. Pemain yang akan meninggalkan Stamford Birdge musim ini mengalami masalah pada bahunya.

“Pedro, saya percaya itu bisa saja dislokasi bahu tapi jangan terlalu buru-buru menyimpulkan. Saya belum menemuinya karena dia dibawa pergi, jadi ini adalah akhir yang mengecewakan karena itu mungkin akan jadi pertandingan terakhirnya untuk Chelsea,” sambuang Lampard.

Menurut Lampard cedera ini menjadi kado pahit perpisahan mantan pemain Chelsea itu. Ia pun mengaku kecewa dengan cedera yang dialami pemain asal Spanyol itu.

“Dia sudah jadi pelayan yang luar biasa dan saya kecewa untuknya,” tegas Lampard.

Susunan pemain Arsenal versus Chelsea:

Arsenal (3-4-3): Emiliano Martinez, Rob Holding, David Luiz (87′ Sokratis P.), Kieran Tierney (90′ S. Kolasinac); Hector Bellerin, Dani Ceballos, Granit Xhaka, Ainsley Maitland-Niles; Nicolas Pepe, Alexandre Lacazette (82′ E. Nketiah), Pierre-Emerick Aubameyang.

Pelatih: Mikel Arteta

Chelsea (3-4-3): Willy Caballero; Cesar Azpilicueta (35′ A. Christensen), Kurt Zouma, Antonio Rudiger (78′ C. Hudson-Odoi); Reece James, Jorginho, Mateo Kovacic, Marcos Alonso; Mason Mount (78′ R. Barkley), Olivier Giroud (78′ T. Abraham), Christian Pulisic (49′ Pedro).

Pelatih: Frank Lampard

guardiola dan klopp
By - Writter

Lewandowski: Klopp Punya Dua Wajah

Pada salah satu kesempatan Robert Lewandowski angkat bicara terkait sosok pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. Menurut pemain depan Bayern Muenchen itu, Klopp adalah salah satu pelatih favoritnya.

“Kurasa… Juergen klopp, dan setelahnya Pep Guardiola. 100 persen,” beber Lewandowski.

Tidak hanya itu, ia juga menilai Klopp mempunyai dua wajah. Kedua wajah tersebut menampakkan diri dalam kepribadiannya sebagai seorang ayah di satu sisi dan seorang pelatih dan manajer di sisi lain.

“[Klopp] punya dua wajah. Anda bisa tahu kalau dia itu baik seperti seorang ayah, tapi yang kedua dia seperti seorang pelatih, seorang manajer. Dia bisa mengatakan apapun kepada Anda — dan aku tidak sedang membicarakan tentang hal-hal baik saja — tentang hal-hal buruk juga.”

Lewandowski mengakui kehebatan Klopp. Hal ini dilihat dari penampilan dan prestasi Liverpool di atas lapangan pertandingan. Lewandowski pun tak segan mengakui kehebatan Klopp baik sebagai seorang manajer mapun seorang manusia.

“Performa dia sebagai seorang pelatih itu menakjubkan, tapi tidak hanya sebagai seorang pelatih saja melainkan juga seorang manusia,” lanjutnya.

Pujian kepada Klopp juga datang dari Pep Guardiola. Selain Klopp, Guardiola adalah juga pelatih top. Bahkan pencapaian Guardiola dari sisi gelar jauh lebih banyak dari Klopp.

Guardiola sendiri mengakui kehebatan Klopp. Dalam 11 kali pertemuannya dengan Klopp di pentas Liga Primer Inggris, Guardiola yang menangani Manchester City menelan lima kekalahan, dua hasil seri, dan empat kali kemenangan.Dilansir dari media SBOBET, Guardiola menyebut Klopp sebagai rival tersulit untuk dihadapi.

“Jika Anda bertanya kepada saya yang siapa rival paling sulit untuk saya hadapi, itu adalah Liverpool. Tahun-tahun pertama ketika saya tiba di Inggris, Liverpool sedikit lebih lemah dari sekarang dan Real Madrid lebih kuat. Sekarang, Liverpool ini adalah tersulit yang pernah saya temui dalam karier kepelatihan saya,” tandas Guardiola.

Lebih lanjut Guardiola mengatakan menghadapi Liverpool besutan Klopp, lawan harus bisa keluar dari tekanan dan jangan sampai membiarkan tim tersebut menguasai pertandingan. Guardiola menyebut Liverpool sebagai tim yang aktif dan memiliki kecepatan.

“Kalau Anda membiarkan mereka menguasai permainan, mereka akan mengurung Anda di daerah pertahanan dan Anda tidak bisa melarikan diri. Ketika Anda mendominasi permainan, mereka berlari ke mana saja seperti tidak ada orang lain. Mereka sangat cepat bergeraknya,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, Guardiola yang menghadirkan sejumlah prestasi bersama Barcelona, mengakui Liverpool sebagai tim yang kuat secara strategi dan memiliki mental yang kuat.

conte dipecat
By - Writter

Isu Pemecatan Conte Jelang Liga Europa Bergulir

Saat ini nama pelatih Inter Milan, Antonio Conte santer dikabarkan akan ditendang dari kursi pelatih. Rumor ini semakin kencang terdengar jelang pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Europa. Inter Milan akan menghadapi Getafe pada 6 Agustus 2020 dini hari WIB nanti.

Isu pemecatan ini disinyalir akibat serangan yang dilancarkan mantan pelatih Chelsea itu terhadap jajaran manajemn Internazionale Milan.

“Kami harus makan kotoran selama berbulan-bulan dan mendapat perlindungan nol. Masalah saya adalah bahwa saya memiliki visi, saya melihat jalan yang harus kami ambil dan saya tahu apa yang perlu kami lakukan. Saya melihat suatu hari wawancara yang diberikan Luciano Spalletti di Inter. Kami sekarang di tahun 2020 dan tidak ada yang berubah,” beber Conte.

Lebih lanjut pelatih asal Italia itu mengatakan ia sangat menyayangkan bila tidak ada perubahan yang terjadi.

“Saya bisa menjadi penangkal petir untuk tahun pertama, tetapi jika Mereka tidak belajar dan terus membuat kesalahan yang sama, maka itu gila. Saya ingin benar-benar jelas bahwa saya tidak berbicara tentang pasar transfer atau para pemain. Saya mau membuat ini menjadi sangat jelas.”

Ia berharap agar tim mengalami perkembangan di semua aspek baik di dalam maupun di luar lapangan. Ia pun ingin bertemu dengan presiden klub.

“Kami harus tumbuh dan berkembang di semua bidang, termasuk di luar lapangan, dan klub besar harus lebih melindungi para pemainnya. Kami akan membahas semuanya pada akhir musim, saya harus bertemu Presiden dan dia di Cina sekarang,” tegasnya.

Inter Milan akan menghadapi Getafe di Stadion Veltins Arena. Pertandingan ini bisa dibilang menjadi penentu nasib pelatih asal Italia itu. Untuk itu Conte mengatakan dirinya akan mengerahkan segenap kemampuan untuk memetik kemenangan.

“Kami harus melakukan yang terbaik dan tidak menyesal. Kita tak tahu sejauh mana performa terbaik akan membawa kami, tapi yang terpenting tidak ada penyesalan,” lanjutnya.

Conte mengakui pertandingan kontra Getafe tidak akan berjalan mudah. Ia mengakui klub La Liga itu sebagai lawan yang tangguh.

“Kami di sini, kami siap, kami tahu ini akan menjadi laga sulit menghadapi lawan yang tangguh. Ini bisa juga menjadi permainan yang kotor dan kami harus siap ‘kotor’, tetapi tim telah mencapai tingkat kedewasaan untuk menghadapi jenis permainan seperti ini,” sambungnya menjawab SBOBET sports-news.

Conte sendiri masih terikat kontrak hingga 2022 mendatang. Pelatih yang sudah menangani banyak klub top itu sudah menegaskan untuk menuntaskan proyek yang telah dirancang untuk Inter dalam tiga tahun ke depan.

“Saya berkomitmen untuk proyek tiga tahun dengan Inter,” pungkasnya.

zidane - pelatih terbaik
By - Writter

Kalahkan Klopp dan Guardiola, Zidane Jadi Pelatih Terbaik Dunia

Zinedine Zidane baru saja dinobatkan sebagai pelatih terbaik dunia. Pelatih Real Madrid ini mengalahkan sejumlah pelatih top seperti Jurgen Klopp (Liverpool) dan Pep Guardiola (Manchester City).

Penobatan Zidane sebagai pelatih terbaik di dunia diberikan oleh koran bergengsi Prancis, L’Equipe. Salah satu alasan dibalik kemenangan Zidane tidak lepas dari keberhasilannya mengantar Real Madrid menjadi juara La Liga Spanyol musim ini.

“Dia [Zidane] adalah seorang pelatih yang memiliki pengalaman melatih satu klub, dan cukup jarang kalah,” ungkap L’Equipe.

Lebih lanjut koran tersebut menyebut penghargaan tersebut tidak lepas dari pencapaian Zidane bersama Madrid di pentas Liga Champions Eropa. Ia menjadi pelatih dengan pencapaian fantastis yakni sukses mengantar El Real menjuarai Liga Champions tiga kali secara beruntun sejak 2016 hingga 2018.

“Seorang pelatih yang sudah melakukan hal yang tidak bisa dilakukan seorang pun dari para pendahulunya, memenangi tiga Liga Champions beruntun [2016, 2017, 2018], yang mampu kembali mengikuti kejayaannya sendiri dan mempertanyakan segalanya untuk menjadi seorang juara Spanyol baru dengan Real Madrid pada bulan lalu.”

Pada posisi kedua, di belakang Zidane, ada Jurgen Klopp. Pencapaian Klopp musim ini adalah mengantar Liverpool mengakhiri puasa gelar Liga Inggris dalam tiga puluh tahun terakhir. Seperti dilansir SBOBET sports-news, Guardiola tercatat berhasil mengantar City menjadi juara Piala Liga Inggris.

“Guardiola memiliki sesuatu yang lain, dogma dia, riset permanen dia, keahlian dia dalam permainan kolektif, konstruksi yang bikin pusing, konsistensi dia (198 poin dalam dua musim dari 2017 sampai 2019), tapi dia tidak memiliki segalanya, dan memilih dua bek-bek tengahnya sebagai penyerang-penyerang dia atau pemain-pemain tengah dia,” tulis L’Equipe lebih lanjut.

Sementara itu media Spanyol, Marca coba membandingkan pencapaian Zidane dan Guardiola. Marca menulis Guardiola memiliki periode terbaik bersama Barcelona yang mana mampu meraih satu trofi dalam setiap 18 pertandingan, sementara itu Zidane meraih satu trofi dalam 19 pertandingan.

“Tapi jika fokus pada periode terbaiknya di Camp Nou, Pep meraih satu trofi dalam setiap 18 pertandingan, mengungguli rivalnya itu,” tulis Marca.

“Guardiola unggul dalam hal persentase kemenangan dalam pertandingannya, setelah berjaya dalam 73,8 persen dari 639 laga yang ia tangani, cuma kalah 74 kali. Sementara si sosok Prancis tidak ketinggalan jauh dengan rata-rata kemenangan 67,14 persen, kalah 26 kali dari total 210 laga.”

Nah, menurut anda, siapa di antara Zidane, Klopp, dan Guardiola yang lebih pantas untuk menyandang status pelatih terbaik di dunia?

sevilla vs roma | idnsportsliga
By - Writter

Singkirkan AS Roma, Sevilla ke Perempat Final Liga Europa

Sevilla sukses meraih satu tiket ke babak perempat final Liga Europa. Tim asal Spanyol itu berhasil menyingkirkan AS Roma. Pada pertandingan leg kedua babak 16 besar yang digelar di Schauinsland-Reisen-Arena, Duisburg, Jerman, Jumat, 7 Agustus 2020 dini hari WIB, Sevilla sukses memetik kemenangan dua gol tanpa balas.

Kemenangan ini mengantar Sevilla ke babak delapan besar untuk menghadapi klub Inggris, Wolverhampton Wanderers yang sukses menyisihkan klub Yunani, Olympiacos.

Sepasang gol Sevilla di laga ini dicetak oleh Sergio Regu dan Youssef En-Nesyri. Gol pertama di menit ke-21 berawal dari aksi ciamik Reguilon yang melakukan penetrasi dari tengah lapangan. Dilansir dari SBOBET News, gol kedua tercipta di penghujung babak pertama, tepatnya di menit ke-44. Gol En-Nesyri terjadi berkat assist Ocampos.

Pelatih AS Roma, Paulo Fonseca angkat bicara usai laga. Ia menilai kekalahan timnya sulit dijelaskan. Meski begitu ia menerima semua tanggung jawab.

“Sulit untuk menemukan penjelasan untuk ini sekarang, tetapi saya harus bertanggung jawab total. Saya akan membuat pilihan yang sama lagi. Tim ini memenangkan hampir semua pertandingan kami baru-baru ini, kami bermain bagus dalam sistem ini dan tidak ada alasan untuk berubah. Jika saya berubah bentuk sekarang, itu tidak akan menjadi pilihan yang rasional,” beber Fonseca.

Fonseca mengakui timnya memang harus menerima kekalahan. Ia mengakui Sevilla bermain lebih baik.

“Sulit untuk diterima, tetapi kami harus menerima kenyataan. Kami kalah melawan tim yang lebih baik,” sambungnya.

Sementara itu penyerang AS Roma, Edin Dzeko melayangkan kritik kepada sang pelatih. Sang kapten menilai kekalahan ini tidak lepas dari taktik yang digunakan sang pelatih.

“Mereka menekan kami. Kami ingin memainkan bola dan itu ternyata tak mungkin. Mereka memiliki sepasang operan dan juga memainkan bola panjang langsung ke depan,” beber Dzeko.

“Mungkin kami tak memperhatikan bahwa tak mungkin untuk memainkannya dari belakang, dan seharusnya kami menggunakan dia sebagai target man untuk waktu lama, tetapi kami mencobanya selama 90 menit,” sambung Dzeko.

Susunan pemain Sevilla versus AS Roma:

Sevilla (4-3-3): Yassine Bounou; Jesus Navas, Jules Kounde, Diego Carlos, Sergio Reguilon; Ever Banega, Fernando, Joan Jordan; Lucas Ocampos, Youssef En-Nesyri, Suso.

Cadangan: Tomas Vaclik, Sergi Gomez, Munir El Haddadi, Sergio Escudero, Luuk de Jong, Oliver Torres, Franco Vazquez, Jose Mena, Jose Lara, Javi Diaz, Genaro Rodriguez, Pablo Perez Rico.

Pelatih: Julen Lopetegui

AS Roma (3-4-3):  Pau Lopez; Gianluca Mancini, Ibanez, Aleksandar Kolarov; Bruno Peres, Amadou Diawara, Bryan Cristante, Leonardo Spinazzola; Nicolo Zaniolo, Edin Dzeko, Henrikh Mkhitaryan.

Cadangan: Lorenzo Pellegrini, Diego Perotti, Gonzalo Villar, Cengiz Under, Davide Santon, Nikola Kalinic, Federico Fazio, Carles Perez, Matteo Cardinali, Riccardo Calafiori, Antonio Mirante, Justin Kluivert.
Pelatih: Paulo Fosenca

chelsea vs wolves
By - Writter

Tekuk Wolves, Chelsea Amankan Satu Tempat di Liga Champions

Chelsea pun sukses meraih satu tiket ke Liga Champions Eropa musim depan. Hal ini ditentukan oleh kemenangan di laga terakhir Liga Inggris. Menghadapi Wolverhampton Wanderers di Stadion Stamford Bridge pada Minggu, 26 Juli 2020 malam WIB, The Blues menang dua gol tanpa balas.

Sepasang gol tuan rumah dicetak oleh Mason Mount dan Olivier Giroud di akhir babak pertama. Tambahan tiga poin membuat perolehan poin Chelsea menjadi 66 dari 38 pertandingan sepanjang musim ini. Chelsea pun menemani Liverpool, Manchester City, dan Manchester United di pentas Liga Champions musim depan.

Sementara itu Wolves mengakhiri musim ini diurutan ketujuh. Posisi tim besutan pelatih Nuno Esperito Santo itu disalip oleh Tottenham Hotspur yang berhasil memetik kemenangan di laga terakhir.

Pencapaian Chelsea ini terbilang luar biasa. Pasalnya mereka harus berjuang keras sejak awal musim. Tim tersebut sempat berada dalam posisi kritis karena performa yang inkonsisten. Kehadiran Frank Lampard untuk menduduki kursi pelatih akhirnya ikut andil untuk mengembalikan Chelsea ke jalur positif.

Namun demikian sang pelatih menilai pencapaian ini tidak lepas dari kerja sama seluruh anggota tim.

“Saya bangga dengan performa tim hari ini. Untuk keseluruhan musim, kami semua bekerja dengan keras untuk mencapai posisi di empat besar ini,” beber Lampard.

Ia pun menebarkan ancaman kepada tim-tim lain. Menurutnya level Liverpool dan Manchester City memang berbeda. Namun mereka kini tampil dengan mengandalkan para pemain muda. Ia menegaskan timnya bisa membuktikan bahwa bermaterikan pemain muda tak menghalangi mereka untuk bersaing di papan atas.

“Liverpool dan Manchester City sekarang levelnya berbeda. Kami mengandalkan anak-anak muda dan ini belum selesai.  Kami bisa membuktikan diri untuk bersaing di papan atas dengan pemain-pemain muda yang kamu punya. Musim depan, kami akan berjuang lebih keras dengan adanya pemain-pemain baru,” tegasnya pada wartawan SBOBET.

Susunan Pemain Chelsea versus Wolverhampton Wanderers:

Chelsea: Willy Caballero; Cesar Azpilicueta, Kurt Zouma, Antonio Rudiger; Reece James, Jorginho (Ross Barkley 88′), Mateo Kovacic (Ruben Loftus-Cheek 85′), Marcos Alonso; Mason Mount (Pedro Rodriguez 85′), Olivier Giroud (Tammy Abraham 78′), Christian Pulisic (Callum Hudson-Odoi 78′).

Pelatih: Frank Lampard

Wolverhampton Wanderers: Rui Patricio; Willy Boly, Conor Coady, Romain Saiss; Matt Dohertyb(Daniel Podence 59′), Leander Dendoncker, Ruben Neves (Joao Moutinho 59′), Jonny (Ruben Vinagre 59′); Pedro Neto (Adama Traore 46′), Raul Jimenez, Diogo Jota (Bruno Jordao 85′).

Pelatih: Nuno Espirito Santo