Informasi Dunia Olah Raga Indonesia & Mancanegara Aktual Terpercaya
  • Sports Award - 2019

    Number #1 Sports News
  • Global Certificate

    ISO 9001:2019
  • Award Winning

    Berita Olah Raga Terbaik 2019
Tottenham Hotspur
By - Writter

Tottenham Hotspur Telan Pil Pahit di Kandang Brighton

Tottenham Hotspur menelan pil pahit dalam lanjutan pertandingan Liga Primer Inggris yang berlangsung di Amex Stadium pada Senin, 1 Februari 2021 dini hari WIB. Spurs takluk dari tuan rumah Brighton & Hove Albion.

Gol tunggal Leandro Trossard di babak pertama menjadi pembeda di laga ini, sekaligus memastikan tuan rumah mendapat tiga poin. Hasil ini membuat Brighton kian meninggalkan zona degradasi dengan raihan total 21 poin dari berada di urutan ke-17. Saat ini Brighton berjarak tujuh angka dari zona merah.

Sementara itu kekalahan ini tentu membuat kubu The Lyliwhites gagal mendulang poin. Dengan raihan total 33 poin, posisi armada Jose Mourinho tertahan di urutan keenam.

“Mereka terus mencoba untuk membuat gol, maka saya tidak punya hal negatif untuk diucapkan. Saya meninggalkan permainan dengan perasaan yang baik karena anak-anak saya sudah berusaha keras di babak kedua,” beber Mourinho usai laga.

Lebih lanjut mantan pelatih Chelsea dan Manchester United itu mengatakan timnya sudah berjuang maksimal di laga itu. Hanya saja kemenangan tidak berpihak pada mereka.

“Kami mencoba segalanya tetapi mereka mempertahankan segalanya, membawa bek tengah lain, dan tidak mungkin bagi kami untuk mencetak gol,” sambungnya.

Sementara itu kubu Spurs pun harus kehilangan Harry Kane. Ini tentu menjadi kabar buruk bagi tim. Saat Spurs gencar mencari kemenangan, maka peran sang kapten sangat krusial. Situasi ini seperti terjadi saat Spurs kalah di markas Brighton.

“Aku bisa bayangkan sebuah tim yang bersedih ketika kalah, reaksi setelahnya juga tak fenomenal. Fakta bahwa kami kalah, aku tak suka bicara soal pemain, tapi mereka yang di lapangan merasakan betul ketiadaan pemain seperti Harry,” tandasnya, seperti dilansir dari berita Mabetsika.

“Kami juga tak memulai laga dengan baik, tapi kami berdiskusi saat half-time dan aku memotivasi mereka, sehingga babak kedua berjalan lebih baik buat kami.”

Ia mengatakan mereka berusaha tampil lebih baik di babak kedua. Apalagi saat itu ia mengubah strategi dengan hanya menempatkan satu penyerang.

“Tapi di babak kedua kami berganti strategi, bermain dengan satu target man. Hal itu memberi kami energi energi lebih, lebih banyak berlari, lebih agresif, dan kami jadi lebih baik di babak kedua (meski kalah),” tegasnya.

Susunan Pemain Brighton versus Tottenham Hotspur:

Brighton: Robert Sanchez; Ben White, Lewis Dunk, Adam Webster; Joel Veltman (Daniel Burn 72′), Pascal Gross, Yves Bissouma, Alexis Mac Allister, Solly March; Neal Maupay (Adam Lallana 80′), Leandro Trossard (Aaron Connolly 79′).

Pelatih: Graham Potter

Tottenham Hotspur: Hugo Lloris; Joe Rodon, Toby Alderweireld, Davinson Sanchez (Carlos Vinicius 46′); Moussa Sissoko, Pierre-Emile Hojbjerg, Tanguy Ndombele (Erik Lamela 74′), Ben Davies; Gareth Bale (Lucas Moura 62′), Steven Bergwijn, Son Heung-min.

Pelatih: Jose Mourinho

Hendra-Ahsan
By - Writter

Hendra/Ahsan Kalah di Final, Indonesia Tak Kebagian Gelar di World Tour Finals

Indonesia gagal meraih gelar juara dalam BWF World Tour Finals 2020. Pada babak final ganda putra, Minggu (31/1), Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan ditaklukkan Lee Yang/Wang Chi Lin, 17-21, 21-23 dalam waktu 37 menit.

Dengan mengalahkan Ahsan/Hendra, wakil Chinese Taipei tersebut memetik sukses besar. Mereka menggondol tiga titel juara pada tiga turnamen selama bertanding di Bangkok, Thailand ini.

Berlangsung di Impact Arena, Bangkok, pada awal laga Ahsan/Hendra sempat tertinggal 1-4. Interval pertama yang berlangsung singkat dalam 4 menit pun masih tertinggal 4-11. Meski tertinggal, wakil Skuad Garuda ini terus berjuang. Smes Hendra sempat menyamakan kedudukan menjadi 14-14. Namun Lee Yang/Chi Lin sangat tangguh dalam pertandingan final ini, sehingga memenangkan gim pertama dalam 14 menit, dengan skor 21-17.

Pada gim pertama, Ahsan/Hendra memang cukup kesulitan untuk menyamakan kedudukan lawan. Gim kedua, persaingan lebih ketat. Ahsan/Hendra sempat unggul 10-7, 18-16, bahkan mencapai match point pertama 20-19. Sayangnya, lagi-lagi Lee Yang/Chi Lin kembali unggul dan laga berakhir 23-21.

“Alhamdulillah tetap bersyukur dengan hasil final ini. Kita sudah berusaha semaksimal mungkin dan lawan bermain sangat baik dan percaya diri. Mereka bermain lebih bagus,” ungkap Ahsan seperti dilansir dari berita sports Live22.

Ahsan tak menampik lawan hari ini bermain bagus. Selain memiliki pertahanan yang kokoh, pasangan muda Taiwan itu juga memiliki tenaga lebih besar.

“Mereka hari ini bermain bagus, kami tidak sempat menerapkan pola permainan kami. Mereka juga tenaganya lebih besar,” sebut Hendra pun mengakui keunggulan lawan.

Bermain di usia yang tergolong tidak muda, menjadi tantangan tersendiri bagi Ahsan/Hendra. Ahsan tahun ini berusia 33 tahun, sedangkan Hendra 36 tahun, tentunya cukup sulit untuk melawan pemain-pemain yang perbedaan usianya mencapai 10 tahun. Terutama dalam sisi fisik dan tenaga. Sehingga, untuk bisa mencapai final, merupakan pencapaian yang baik bagi sang juara World Tour Finals 2019 ini.

“Kalau melihat permainan tadi sih memang Ahsan/Hendra kalah tenaga, tenaga tangannya. Pertama karena lapangannya juga kalah angin. Harus diakui pemain Chinese Taipei ini selama tiga minggu penampilannya konsisten banget. Penampilan mereka di Thailand Open ini bagus banget. Baik dari fisik, tenaga, konsentrasi, dan fokusnya luar biasa menurut saya,” ungkap Herry Iman Pierngadi, pelatih ganda putra.

Herry pun menilai, strategi permainan pun sulit untuk diterapkan. Sejak awal kualitas lawan memang lebih unggul. Mereka bermain sangat cepat dan keras. Tak heran pasangan Taiwan itu akhirnya mampu meraih kemenangan atas The Daddies.

Ahsan-Hendra ke Final BWF World Tour Finals
By - Writter

Sukses Revans Atas Wakil Korea, Ahsan/Hendra ke Final BWF World Tour Finals

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan berhasil revans dengan mengalahkan Choi Sol Gyu/Seo Seung Jae (Korea Selatan), pada babak semifinal BWF World Tour Finals 2020, Sabtu (30/1). Kemenangan melalui straight game ini berakhir dengan skor 23-21, 21-13, dalam waktu 34 menit. Dengan kemenangan ini, Ahsan/Hendra pun merebut tiket ke final, Minggu (31/1).

Dalam pertandingan semifinal yang digelar di Impact Arena, Bangkok, gim pertama terjadi persaingan cukup sengit. Wakil Negeri Ginseng itu sudah tertinggal empat point saat kedudukan 16-12, namun mereka berusaha mengejar dan menyamakan skor menjadi 18-18, 20-20, 21-21. Namun, gim pertama ini akhirnya dimenangkan Ahsan/Hendra dengan 23-21 dalam 17 menit.

Di gim kedua, Ahsan/Hendra begitu percaya diri. Juara All England 2019 ini tidak memberikan kesempatan lawan untuk unggul. Mereka juga bermain lebih solid dan akhirnya merebut tiket ke partai puncak setelah menang 21-13.

“Syukur Alhamdulillah sudah menang hari ini dan masuk final. Selama pertandingan berusaha lebih tenang dan enjoy. Kalau mainnya lebih tenang, penempatan bolanya juga lebih enak,” tutur Ahsan seperti dilansir dari Togel SDY.

Lebih lanjut ia mengatakan beberapa kunci kemenangan. Salah satunya adalah memancing lawan untuk banyak mengangkat bola sehingga mereka bisa menyerang.

“Tetap kita pegang depannya dulu, supaya mereka banyak mengangkat dan kita banyak menyerang, itu sih kuncinya dari depan dulu. Memang kita juga menguatkan defense supaya tidak mudah tembus,” sambungnya.

Selain itu, keduanya mengubah permainan. Kali ini mereka tidak terlalu gencar menekan. Hal ini membuat lawan kesulitan.

“Saya belajar dari pertemuan sebelumnya, ada sedikit perubahan. Kami tadi bermain tidak selalu keras, meskipun main di depan, tapi kami rem sedikit. Jadi merekanya lebih sulit, karena di pertandingan sebelumnya kalau kita menekan terus di depan, mereka lebih senang,” timpal Hendra.

Keyakinan pada diri sendiri untuk memenangkan pertandingan pun sangat dibutuhkan. Pasalnya, Ahsan/Hendra kalah dalam dua laga terakhir melawan Sol Gyu/Seung Jae pada penyisihan grup B Kamis (28/1) dengan skor 19-21, 16-21 dan perempat final Yonex Thailand Terbuka, Jumat (15/1) lalu, dengan skor 16-21, 19-21.

“Meskipun dikejar harus tetap fokus, dari kemarin memang begitu terus, dikejar terus, tapi ya berusaha lebih tenang saja. Berdoa dan tidak mau memikirkan ‘yah dikejar lagi’, justru harus yakin kalau pertandingan ini masih bisa dimenangkan,” ungkap Ahsan.

Menghadapi tiga pertandingan beruntun memang tidak mudah. Apalagi bagi mereka dengan usia yang tergolong tidak muda lagi. Hendra pun mengakui harus banyak mempersiapkan diri, terutama dari sisi tenaga dan fisik.

Praveen dan Melati
By - Writter

Praveen/Melati Keok, Tak Ada Wakil Ganda Campuran di Semi Final World Tour Finals

Dua pasangan ganda campuran Indonesia, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti gagal maju ke semifinal. Mereka tersingkir pada hari ketiga babak penyisihan grup ajang BWF World Tour Finals 2020, Jumat (29/1).

Pada laga yang berlangsung di Impact Arena, Bangkok, Hafiz/Gloria dikalahkan Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie (Malaysia), dengan rubber game, 21-17, 13-21, 13-21. Sedangkan Praveen/Melati ditaklukkan wakil Korea Selatan, Seo Seung Jae/Chae Yu Jung, 10-21, 13-21.

Dengan kekalahan tersebut, Indonesia tidak memiliki lagi wakil pada ganda campuran untuk melaju ke semifinal yang digelar Sabtu (30/1).

Nova Widianto, pelatih ganda campuran, menyebutkan bahwa Hafiz/Gloria memang mengalami penurunan kecepatan, khususnya pada gim ketiga. Selain itu, ada hal teknis yang perlu diperbaiki.

“Sebenarnya, penampilan Hafiz/Gloria lebih baik daripada pertandingan-pertandingan lalu. Hanya pada gim ketiga, fisik mereka sudah tidak tahan. Kecepatannya juga menurun,” ungkap Nova seperti dilansir dari Indotogel.

Lebih lanjut mantan  pemain timnas Itu mengatakan bahwa banyak hal teknis yang menjadi pekerjaan rumah Hafiz dan Gloria. Salah satunya soal akurasi pukulan dan variasi serangan.

“Masih banyak hal-hal teknis yang harus diperbaiki oleh Hafiz/Gloria. Terutama akurasi dan variasi serangan mereka. Karena serangannya boros dan cenderung monoton, sehingga menguras tenaga dan stamina,” sambungnya.

Sementara Praveen/Melati, pada gim pertama tidak diberi kesempatan lawan untuk mengembangkan permainan. Dalam 11 menit, Seung Jae/Yu Jung bisa menyelesaikan gim pertama dengan skor 21-10.

“Praveen/Melati saat masuk ke lapangan seperti tidak yakin, karena Praveen tangannya bermasalah, tidak bisa smash full. Jadi mereka seperti tidak yakin duluan sejak awal masuk ke lapangan,” jelas Nova.

Sebelumnya, Greysia Polii/Apriyani Rahayu juga tidak lolos ke babak semifinal. Pada babak penyisihan terakhir hari ini, pasangan ganda putri ini dikalahkan Chow Mei Kuan/Lee Meng Yean (Malaysia), 13-21, 17-21.

Pada tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting sudah mengalami kekalahan dua kali, oleh Viktor Axelsen (Denmark) dan Chou Tien Chen (Chinese Taipei). Hal ini menyebabkan Ginting tidak dapat lolos ke semifinal, meski pada penyisihan terakhir unggul atas Lee Zii Jia (Malaysia), 21-15, 15-21, 21-13.

Dengan hasil tersebut, Indonesia hanya menyisakan satu wakil di semifinal. Yaitu, pasangan ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Dari hasil undian yang dilakukan Jumat (29/1) malam, Ahsan/Hendra akan kembali bertemu Choi Sol Gyu/Seo Seung Jae pada semifinal Sabtu (30/1). Sebelumnya, wakil asal Negeri Ginseng ini telah mengalahkan The Daddies pada penyisihan grup B Kamis (28/1) dengan skor 21-19, 21-16 dan perempat final Yonex Thailand Terbuka, Jumat (15/1) lalu, dengan skor 21-16, 21-19.

Petik Kemenangan Kedua, Greysia-Apriyani Dekati Semi Final BWF World Tour Finals
By - Writter

Petik Kemenangan Kedua, Greysia/Apriyani Dekati Semi Final BWF World Tour Finals

Pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu berhasil mengalahkan wakil Malaysia, Vivian Hoo/Yap Cheng Wen pada hari kedua penyisihan grup A ajang BWF World Tour Finals 2020, Kamis (28/1).

Laga yang berlangsung selama 35 menit ini digelar di Impact Arena, Bangkok, dan berakhir dengan skor 21-17, 21-7. Dengan kemenangan keduanya ini, Greysia/Apriyani memiliki peluang besar untuk maju ke babak semifinal, Sabtu (30/1). Sebelumnya, mereka telah menaklukan Lee So Hee/Shin Seung Chan (Korea Selatan), dengan rubber game 21-17, 22-24, 21-15.

“Saya pikir kami siap untuk hari ini, kami sudah mempersiapkannya. Kami hanya ingin bermain dengan fokus di lapangan dan tidak kehilangan poin. Kami masih menikmati pertandingan. Kami menikmati segalanya dan memberikan yang terbaik setiap hari,” ungkap Greysia seperti dilansir dari 99jitu.

Selanjutnya, Jumat (29/1), Greysia/Apriyani akan kembali berhadapan dengan wakil Malaysia, Chow Mei Kuan/Lee Meng Yean. Ini merupakan pertemuan keempat mereka, dengan rekor 2-1 untuk ganda Indonesia.

Apriyani menegaskan mereka akan mempersiapkan diri menghadapi laga terakhir penyisihan grup. Ini yang mereka pikirkan alih-alih memandang jauh hingga ke semi final.

“Saya senang dengan hari ini. Kami sekarang akan fokus untuk pertandingan berikutnya. Saya tidak terlalu memikirkan untuk ke depannya (semifinal), tapi fokus dulu ke satu demi satu pertandingan. Sehingga kami dapat memberikan yang terbaik,” tutur Apriyani.

Asal di laga terakhir, Greysia/Apri tidak kalah dua gim langsung, peluang untuk maju ke semifinal terbuka lebar. Laga terakhir akan sangat menentukan siapa yang lolos.

Sementara di sektor tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting kalah dari unggulan ketiga asal Chinese Taipei, Chou Tien Chen, 21-19, 21-11. Di gim pertama, Ginting sempat unggul 13-7 dan 18-15. Sayangnya, Ginting gagal mempertahankan keunggulan dan Chou Tien Chen berhasil mengejar hingga memenangkan gim pertama.

Ginting mengatakan bahwa ia telah berusaha maksimal. Hanya saja ia kerap membuat kesalahan pada poin-poin kritis. Sementara itu lawan yang dihadapi hari ini dinilai bermain sangat baik. Pemain Taiwan itu mampu mendikte permainannya.

“Saya mencoba yang terbaik hari ini, tetapi di gim pertama di poin terakhir, saya membuat kesalahan. Di gim kedua, Chou mengatur pergerakan saya dengan baik, kemudian saya mencoba untuk bersabar tetapi dia bermain sangat baik hari ini,” jelas Ginting.

Dengan kekalahan ini, Ginting dipastikan tidak akan lolos ke babak semifinal. Pasalnya, ini merupakan kekalahan kedua setelah sebelumnya ditaklukkan oleh Viktor Axelsen (Denmark), 21-17, 21-8.

Anthony Ginting
By - Writter

Anthony Ginting Belum Berhasil Revans Atas Axelsen

Anthony Sinisuka Ginting belum berhasil melakukan revans untuk membalas kekalahannya dari Viktor Axelsen (Denmark) setelah kembali menyerah pada laga pembuka Grup A ajang BWF World Tour Finals 2020. Pada laga yang berlangsung Rabu (27/1) malam, wakil Merah-Putih itu kembali kalah dengan straight game, 17-21, 8-21.

Sebelumnya pada babak semifinal turnamen Yonex Thailand Terbuka, Sabtu (16/1) silam, Ginting juga belum berhasil mengalahkan Axelsen.

Dalam laga pembuka yang berlangsung di Impact Arena, Bangkok, pertemuan ketujuh Ginting dengan wakil Denmark ini hanya berlangsung dalam waktu 39 menit. Sempat seru di gim pertama, pada gim kedua, Ginting tertinggal jauh. Lagi-lagi dia harus mengakui keunggulan Axelsen yang bermain sangat baik.

“Axelsen bermain sangat baik hari ini. Dia tidak membuat kesalahan. Saya mencoba yang terbaik hari ini, tetapi dia bermain dengan sangat baik,” ucap Ginting usai laga seperti dilansir dari pay4d.

Lebih lanjut Ginting mengatakan bahwa pemain 27 tahun itu tampil bagus dan sangat tangguh. “Dia tahu cara bermain dari gim pertama, dia sangat tangguh,” tambahnya.

Dari hasil undian pemain yang dilakukan Selasa (26/1), Ginting memang berada di grup A yang diisi oleh pemain-pemain unggulan. Selain Viktor Axelsen (Denmark), terdapat juga Lee Zii Jia (Malaysia) dan Chou Tien Chen (Chinese Taipei) yang akan dia hadapi selanjutnya, Kamis (28/1).

Ginting, kelahiran Cimahi, Jawa Barat mengatakan siap untuk bangkit di laga selanjutnya. Ia akan menghadapi pemain Taiwan sekaligus unggulan dua.

“Saya akan mempersiapkan diri dengan baik. Saya masih memiliki peluang di turnamen ini. Jadi sekarang saya akan mempersiapkan diri untuk pertandingan melawan Chou Tien Chen,” tekad Ginting.

Sementara di sektor ganda campuran, pasangan Hafiz Faizal/Gloria dan Praven Jordan/Melati Daeva Oktavianti pun kalah pada pertandingan penyisihan hari pertama ini.

Hafiz/Gloria dikalahkan Thom Gicquel/Delphine Delrue dengan rubber game, 21-14, 14-21, 17-21. Sedangkan Praveen/Melati menyerah kepada juara beruntun Yonex Thailand Terbuka dan Toyota Thailand Terbuka, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (Thailand), 13-21, 21-16, 11-21.

“Dalam pertandingan tadi, permainan kami belum maksimal. Karena kami masih banyak mengangkat bola, padahal lawan serangannya bagus,” ujar Hafiz kepada tim Humas dan Media PP PBSI.

Hari kedua, Kamis (28/1), Hafiz/Gloria berhadapan dengan Mark Lamsfuss/Isabel Herttrich (Jerman). Sementara Praveen/Melati melawan Marcus Ellis/Lauren Smith (Inggris).

“Persiapan untuk pertandingan selanjutnya, harus diperbaiki kekurangan. Lupakan kekalahan hari ini, karena peluang ke semifinal masih terbuka,” Hafiz menambahkan.

Indonesia Targetkan 2 Gelar di BWF World Tour Finals 2020
By - Writter

Indonesia Targetkan 2 Gelar di BWF World Tour Finals 2020

Skuad Indonesia kembali melanjutkan perjuangan dalam laga penutup Leg Asia, yaitu BWF World Tour Final 2020. Mereka akan mulai bertanding Rabu (27/1), di Impact Arena, Bangkok. Indonesia mengincar dua gelar dari empat sektor.

Sembilan wakil Indonesia di empat sektor akan bertarung untuk memperebutkan gelar juara. Mereka adalah Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra), Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (ganda putra), Greysia Polii/Apriyani Rahayu (ganda putri), Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja (ganda campuran).

Melihat hasil undian pemain yang dilakukan Selasa (26/1) pagi waktu setempat, Ginting berada di grup A yang diisi oleh pemain-pemain unggulan. Seperti Viktor Axelsen (Denmark), Chou Tien Chen (Chinese Taipei), dan Lee Zii Jia (Malaysia).

Sementara di grup B, terdiri dari Anders Antonsen (Denmark), Wang Tzu Wei (Chinese Taipei), Kidambi Srikanth (India), dan Ng Ka Long Angus (Hong Kong).

Melihat hasil undian tersebut, lawan yang dihadapi Ginting memang berat. Untuk itu Ginting akan berusaha yang terbaik dan fokus dari awal sampai akhir pertandingan.

“Undian memang lebih berat dibandingkan grup yang satunya, tapi masing-masing pemain punya kesempatan yang sama selama kita bisa menikmati permainan dan memberikan yang terbaik. Jadi untuk minggu ini saya ingin lebih menikmati setiap pertandingan dan memberikan yg terbaik yg saya punya. Dan menjaga fokus saya dari awal sampai akhir,” kata Ginting seperti dilansir dari Maxbet338.

Menurut sang pelatih, Irwansyah, Ginting harus berjuang keras untuk bisa lolos ke semifinal. Terutama ketika menghadapi Viktor Axelsen yang sebelumnya juara berturut-turut pada Yonex Thailand Terbuka dan Toyota Thailand Terbuka. Jangan lupakan pula Chou Tien Chen yang menjadi semifinalis di kedua turnamen itu. Sedangkan Ng Ka Long Angus adalah finalis di Yonex Thailand Terbuka.

“Lawan-lawan Ginting berdasarkan hasil undian grup BWF World Tour Final, memang termasuk kelas berat dan kuat semua. Itu karena Ginting bukan pemain unggulan dan hanya pemain urutan ke delapan. Pada dua turnamen sebelumnya, sebenarnya persiapan Ginting sudah bagus sekali. Tapi hasilnya tidak sesuai dengan yang kita inginkan,” tutur Irwansyah, pelatih tunggal putra.

Lebih lanjut ia mengatakan Ginting tetap memiliki peluang. Dengan kerja keras tunggal putra terbaik Indonesia itu bisa memetik hasil positif.

“Peluangnya, untuk lolos dari grup A, insya’Allah bisa. Tetapi dia harus bekerja keras dan yang lebih penting Ginting bisa bermain dengan relax, all out dan enjoy saja. Target pertamanya adalah lolos dari penyisihan grup,” tambah Irwansyah.

Milwaukee Bucks Tumbangkan Atlanta Hawks 129-115
By - Writter

Milwaukee Bucks Tumbangkan Atlanta Hawks 129-115

Milwaukee Bucks berhasil memetik kemenangan pada laga NBA yang digelar Senin, 25 Januari 2021. Menghadapi Atlanta Hawks di Fiserv Forum, Bucks menang 129-115. Ini menjadi kemenangan pertama setelah dua kekalahan beruntun.

Di kuarter pertama dan kedua, Bucks langsung mengunci keunggulan atas Hawks. Memasuki kuarter ketiga, Hawks coba untuk mengejar ketertinggalan tersebut. Akan tetapi, di kuarter keempat, mereka kembali lengah sehingga kemenangan pun menjadi milik Bucks.

Giannis Antetokounmpo mencuri perhatian. Ia menyumbang 27 poin dan 14 rebound bagi Bucks.  Antetokounmpo membuat delapan assist. Bobby Portis menambahkan 21 poin, dan Khris Middleton menambah 19 poin untuk Milwaukee.

Sementara itu di kubu Atlanta, De’Andre Hunter mencetak poin tertinggi dalam kariernya 33. John Collins menyumbang 30 poin.

Kekalahan Hawks ini tentu tidak lepas dari absennya dua pemain kunci. Pencetak poin terbanyak Trae Young sedang mengalami masalah pada punggungu. Selain itu center Clint Capela bermasalah dengan tangan kananya.

Perubahan lineup Atlanta, yang diumumkan selama pemanasan sebelum pertandingan, sangat mengejutkan kedua tim.

“Kami benar-benar melakukan penelusuran kami untuk Atlanta kemarin. Kami menghabiskan banyak waktu di Trae Young. Dia salah satu pemain muda elit di liga, tetapi Anda harus menyesuaikan,” ungkap pelatih Bucks Mike Budenholzer seperti kutipan berita sports dari VIPBet88.

Penyerang Bucks Torrey Craig mengenakan penutup wajah setelah absen dalam sembilan pertandingan karena mengalami patah tulang hidung pada 27 Desember di New York Knicks. Dia mengumpulkan empat poin dalam 13 menit.

“Itu bagus baginya untuk mendapatkan beberapa menit … mulai menemukan jalannya dalam pengaturan permainan.  Tentu saja dia seseorang yang sangat kami hargai,” ungkap Budenholzer.

Hunter dan Collins berusaha untuk mengisi kekosongan skor karena ketidakhadiran Young. Collins memasukkan enam dari sembilan lemparan tiga angka. Hunter membuat 13 dari 21 tembakan dari lapangan.

”Dia hanya mencoba membuat kita pergi. Anda lihat bola masuk dan Anda merasakan sedikit dan kami membutuhkan setiap bagiannya,” ungkap pelatih Hawks Lloyd Pierce tentang Hunter.

“Saya pikir di kuarter ketiga intensitas kami cukup rendah, ” kata Jrue Holiday, yang mencetak 15 poin.

Bagi Milwaukee kemenangan ini amat penting setelah kekalahan beruntun dari Nets dan Lakers. Tak heran kemenangan ini pun disambut gembira oleh kubu Milwaukee. Holiday mengatakan bahwa kemenangan ini membuat mereka bisa lepas dari beberapa pertandingan yang sulit.

“Senang rasanya mendapatkan perasaan itu kembali, perasaan menang itu.  Kami mengalami beberapa pertandingan yang sulit,” ungkap Holiday.

Pasangan Muda Indonesia Berkembang di Thailand Open 2021
By - Writter

Pasangan Muda Indonesia Berkembang di Thailand Open 2021

Selain Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, pada turnamen seri Thailand Open 2021 kali ini, Indonesia juga mengirim tiga pasangan muda. Yaitu Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana, dan Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan.

Herry Iman Pierngadi, pelatih ganda putra, menyebut penampilan ketiga pasangan pelapis ini cukup baik selama bertanding di Impact Arena, Bangkok tersebut. Mereka dinilai memiliki harapan. Padahal ini merupakan debut mereka di turnamen level super 1000.

“Mereka pertama kali turun di super 1000, tapi bisa melawan dan oke mainnya. Jadi di satu sisi, ada harapan dengan tiga pasangan-pasangan muda ini. Mulai kelihatan hasil latihan mereka, bisa bersaing dengan lawan-lawan negara lain juga,” jelas Herry seperti dilansir dari IDNSPORTS.

“Jadi ada dua sisi. Memang satunya gagal, yang satunya ada harapanlah,” sambungnya.

Pada seri pertama Yonex Thailand Terbuka pekan lalu, Leo/Daniel mampu mengalahkan seniornya, Fajar/Rian di babak kedua, 16-21, 21-17, 22-20. Sayang, langkah mereka dihentikan Goh V. Shem/Tan Wee Kiong asal Malaysia di babak semifinal dengan skor 19-21, 10–21.

Sedangkan pada seri kedua ini, di babak pertama Fikri/Bagas menyingkirkan juara All England 2016, Vladimir Ivanon/Ivan Sozonov dari Rusia dengan rubber game 21-15, 16-21, 21-13. Namun di babak kedua, mereka tersingkir oleh Mark Lamsfuss/Marvin Seidel asal Jerman dua game langsung, 16-21, 15-21.

Sementara Pramudya/Yeremia, pada babak pertama seri kedua mengalahkan pasangan Prancis, Eloi Adam/Julien Maio, 21-14, 21-16. Kemudian dikalahkan kompatriotnya, Ahsan/Hendra di babak kedua, 18-21, 18-21.

Melihat hasil tersebut, menurut Herry, ketiga pasangan muda binaannya ini sudah menunjukkan hasil latihan yang diharapkan. Apalagi, selama 10 bulan vakum dari pertandingan, mereka telah banyak melakukan sparing dengan para seniornya.

“Itu hasil selama 10 bulan lebih sparing dan latihan bersama dengan pemain-pemain top 10 yang ada di Indonesia. Seperti Kevin/Marcus, Ahsan/Hendra, dan Fajar/Rian,” sebut Herry.

Bagi sang pelatih, bukan kemenangan yang menjadi tujuan utama dalam debut pertama mereka ini. Setidaknya, pola permainan sudah terbentuk pada ketiga pasangan pelapis.

“Saya sih tidak selalu melihat menang atau kalahnya. Saya melihat cara mereka bermain, pola mereka bermain sudah terbentuk, sudah sesuai dengan apa yang kita harapkan. Tinggal nanti ditambahin jam pertandingan dan ada beberapa teknik yang harus diperbaiki,” ucap Herry mengevaluasi.

Selama jalannya pertandingan, Herry kerap mengingatkan ketiga pasangan untuk menerapkan apa yang sudah dilatih. Rupanya, sang pelatih ini ingin anak asuhannya agar lebih menghargai proses yang mereka lakukan selama 10 bulan latihan.

Arsenal, Juara Bertahan Piala FA Tersisih karena Gol Bunuh Diri
By - Writter

Arsenal, Juara Bertahan Piala FA Tersisih karena Gol Bunuh Diri

Arsenal harus menerima kekalahan pahit di putaran empat Piala FA. Menghadapi Southampton pada Sabtu, 23 Januari 2021 di St Mary’s Stadium, The Gunners takluk satu gol tanpa balas. Tragisnya, gol tunggal kemenangan Soton itu lahir dari gol bunuh diri Gabriel Magelhaes di paruh pertama.

Gol bunuh diri itu terjadi di menit ke-23. Berawal dari umpan Kyle Walker-Peters ke bagian tengah, bola justru mengenai kaki Magalhaes dan berbelok arah. Bernd Leno yang berada di bawah mistar gawang tim tamu pun tak kuasa menahan laju bola masuk ke gawangnya.

Hasil ini lebih dari cukup memupuskan harapan mereka untuk mempertahankan trofi. Sementara itu kemenangan ini mengantar Southampton ke putaran kelima.

Di laga ini Arsenal tidak diperkuat striker andalannya, Pierre-Emerick Aubameyang. Menurut pelatih Arsenal, Mikel Arteta, pemain 31 tahun itu meminta izin untuk mengurus persoalan pribadi.

“Saya tak tahu. Dia perlu menyelesaikan persoalan itu, kita akan melihat bagaimana perkembangan situasinya,” beber Arteta, seperti dilansir berita sports Doyantoto.

“Kami ada di sini dan kami harus mendukungnya, dan dia perlu meluangkan waktu selama yang dibutuhkan, karena itulah prioritasnya saat ini,” sambungnya.

Kekalahan ini tentu membuat kubu Arsenal kecewa. Arteta mengatakan timnya harus menelan pil pahit dengan cara yang menyedihkan. Tersingkir karena gol bunuh diri bukan sesuatu yang bisa diterima dengan mudah.

“Sangat sedih harus tersingkir dari kompetisi ini. Kecewa tersingkir dan kebobolan dengan cara itu. Kami punya masalah di babak pertama dan melakukan kesalahan sendiri akibat high-press yang mereka terapkan,” tandasnya.

Ia mengatakan timnya seharusnya bisa mencetak gol di laga itu. Di babak kedua, misalnya, timnya memiliki beberapa kesempatan emas.

“Di babak kedua kami punya dua atau tiga peluang bagus, tapi tidak cukup. Ini pertandingan yang seimbang. Di babak pertama, mereka memenangi banyak bola kedua.”

Beberapa pergantian pemain yang dilakukan cukup ampuh meningkatkan intensitas serangan. Hanya saja dominasi yang tercipta tidak berbanding lurus dengan gol yang bisa mereka cipta.

“Di babak kedua kami menambah kualitas di lapangan. Kami menjadi lebih dominan dan menciptakan peluang-peluang, tapi itu tak cukup,” tandas mantan asisten pelatih Pep Guardiola itu.

Susunan Pemain Southampton versus Arsenal:

Southampton (4-4-2): Forster; Bertrand, Stephens, Bednarek, Walker-Peters; Walcott, Ward-Prowse, Diallo, Armstrong; Adams (Nlundulu 78′), Ings (Long 85′)

Pelatih: Ralph Husenhuttl

Arsenal (4-2-3-1): Bernd Leno; Soares, Gabriel, Holding, Hector Bellerin (Alexandre Lacazette 72′); Granit Xhaka, Elneny (Thomas 56′); Martinelli (Saka 58′), Willian, Nicolas Pepe; Eddie Nketiah.

Pelatih: Mikel Arteta

Greysia Polii/Apriyani Rahayu Jumpa Musuh Bebuyutan di Semi Final
By - Writter

Greysia Polii/Apriyani Rahayu Jumpa Musuh Bebuyutan di Semi Final

Usai mengalahkan wakil Denmark, Greysia Polii/Apriyani Rahayu merebut tiket semifinal turnamen bulutangkis Toyota Thailand Terbuka 2021, Jumat (22/1). Pasangan andalan Merah-Putih ini menang dalam dua gim melawan Alexandra Boje/Mette Poulsen dengan skor 21-9, 21-17.

Pertandingan yang berlangsung di Impact Arena, Bangkok, diselesaikan dalam waktu 40 menit. Meski menang dan melaju ke semifinal, Apriyani tetap mengakui kemampuan lawan.

“Dalam pertandingan tadi, dari awal kita memang sudah menyiapkan untuk tidak mau over confidence dan tidak mau juga seperti meremehkan lawan. Karena kan mereka juga punya kemampuan,” ucap Apriyani seperti dilansir dari SBOBET88.

Lebih lanjut Apriyani mengatakan bahwa mereka tetap mengalami kesulitan. Apalagi lawan yang dihadapi juga berpengalaman bermain di sektor ganda campuran.

“Kesulitan pasti ada, karena mereka juga masih bisa memukul dengan baik. Boje itu kan pemain ganda campuran juga, jadi pasti punya kualitas,” tambahnya.

Mengikuti dua turnamen beruntun sekaligus tentu membutuhkan fisik yang prima. Apalagi di tengah kondisi pandemi Covid-19. Menurut Apriyani, kunci utama untuk bisa terus menjaga performa adalah berkat semangat juang dan menerapkan pola hidup sehat.

“Sekarang kondisinya masih fight, tepatnya masih sehat-sehat saja. Kita masih menjaga dengan vitamin, makan, pola istirahat yang baik. Jadi memang tidak terlalu berpikir nanti habis pertandingan event pertama nih, terus ada event kedua, harus bagaimana kondisinya, tidak berpikir ke situ sih,” ungkap Apriyani.

Fokus menjalani satu demi satu menjadi cara yang dipilih oleh sang juara Yonex Thailand Terbuka 2021 ini. Pastinya melakukan dengan maksimal, untuk mendapat hasil yang terbaik, apalagi untuk debut setelah vakum sejak Maret tahun lalu.

“Aku sih berpikirnya yang sekarang saja. Kalau memang sekarang bisa menghasilkan yang terbaik, ya kenapa tidak. Fokus menenangkan pikiran dan tetap lebih menguatkan diri sendiri,” kata Apriyani.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa selama ini mereka sudah mendapatkan waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri. Kekosongan pertandingan selama 10 bulan membuat mereka berbenah.

“Dari kemarin juga sudah libur 10 bulan, itu sudah waktu yang sangat amat lama untuk kita memperbaiki apa yang kurang. Pas balik sini kita pasti lebih fresh, seperti masih excited karena sudah lama tidak ada pertandingan,” tuturnya.

Selanjutnya keduanya akan berebut tiket final dengan musuh bebuyutan asal Korea yang dihadapi di semi final Yonex Thailand Open pekan lalu. Untuk keenam kalinya Greysia/Apriyani akan bertemu dengan wakil Korea Selatan, Lee So-hee/Shin Seung-chan. Rekor pertemuan mereka adalah 4-1 untuk wakil Merah-Putih.

Adnan Maulana/Mychelle Bandoso
By - Writter

Langkah Adnan Maulana/Mychelle Bandoso Kandas di Tangan Malaysia

Pasangan ganda campuran Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso harus menghentikan langkah di babak kedua turnamen bulutangkis Toyota Thailand Terbuka 2021, Kamis (21/1). Lagi-lagi, pasangan muda Indonesia ini kalah dari wakil Malaysia yang juga mengalahkannya pada pertandingan Yonex Thailand Terbuka 2021, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying.

Digelar di Impact Arena, Bangkok, pertandingan berdurasi 35 menit tersebut berakhir dengan skor 18-21, 15-21. Sementara pada pertemuan perdana sebelumnya, meskipun kalah di babak pertama, perbedaan skor lebih tipis, yaitu 20-22, 18-21.

“Permainan saya kurang sabar, terlalu buru-buru dan malah jadi banyak mati sendiri di gim kali ini. Jadi kurang puas, karena seharusnya bisa lebih baik dari ini. Kalau dari segi permainan menurut saya lebih baik di Yonex Thailand Terbuka sebelumnya,” ungkap Adnan seperti dilansir dari berita SBOBET88.

Menurut Nova Widianto, pelatih ganda campuran, target Adnan/Mychelle belum tercapai di series Thailand kali ini, karena sejak awal mereka dibebani masuk hingga perempatfinal. Kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah cukup besar.

“Target Adnan/Michelle itu delapan besar. Jadi mereka harus tembus mengalahkan pemain unggulan untuk melaju ke delapan besar dan ternyata belum berhasil. Sehingga pada dua turnamen ini targetnya belum tercapai. Masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diperbaiki,” jelas Nova.

Dengan kalahnya Adnan/Mychelle, skuad Merah-Putih pada sektor ganda campuran hanya menyisakan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang melaju ke perempatfinal. Pada babak kedua ini, Hafiz/Gloria menang atas Joshua Hurlburt-Yu/Josephine Wu (Kanada), 21-17, 21-8.

Sementara pasangan andalan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti tersingkir di babak pertama oleh pemain Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue,  14-21, 21-9, 21-13. Nova menilai pasangan tersebut tak bisa tampil maksimal seperti saat menjadi juara All England.

“Hasil Jordan/Meli tidak maksimal di dua pertandingan ini. Kendala permaianan juga masih sama, banyak membuang poin gampang. Tapi yang kelihatan dari komunikasi dan gregetnya kurang. Kita tidak masalah hasil, asal main sudah maksimal,” ungkap Nova.

Meski vakum berlaga sejak pandemi Covid-19, Maret 2020, hal itu tidak bisa menjadi alasan kekalahan para pemain. Inilah yang menjadi tugas untuk para pelatih untuk membenahi. Pasalnya situasi tersebut terjadi pada semua pemain tanpa terkecuali. Ia mengakui bahwa hasil tersebut mengecewakan.

“Lama tidak bertanding dan karantina di sini tidak bisa menjadi alasan, karena semua pemain juga mengalami. Evaluasi sementara, semua yang sudah kalah selama dua turnamen ini hasilnya mengecewakan. Tapi ini tetap menjadi tanggung jawab kita sebagai pelatih,” tutur Nova.

Fikri/Bagas Tekuk Juara All England 2016
By - Writter

Fikri/Bagas Tekuk Juara All England 2016

Babak pertama turnamen bulutangkis Toyota Thailand Terbuka 2021 membawa keberuntungan bagi pasangan ganda putra Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana. Lewat rubber game, Fikri/Bagas sukses mengalahkan Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov asal Rusia, 21-15, 16-21, 21-13.

Pertandingan yang digelar di Impact Arena, Bangkok, Rabu (20/1) ini juga sekaligus pertemuan perdana mereka.

“Alhamdulillah hari ini kami bisa menang. Di gim pertama kami bisa mengontrol permainan karena menang angin. Jadi menyerangnya lebih enak, juga lawan banyak melakukan kesalahan sendiri,” ucap Fikri seperti dilansir dari Joker338.

Kekalahan pada gim kedua, membuat Fikri/Bagas mengubah pola permainannya, hingga akhirnya bisa menaklukan Ivanov/Sozonov, sang juara All England 2016 tersebut.

“Gim kedua kami kalah angin, jadi lebih berat bolanya. Dari awal sulit keluar dari tekanan. Gim ketiga, coba mengubah pola bermain dengan lebih berani bermain no lob dan harus memegang permainan depannya. Sempat tertinggal juga, tapi akhirnya bisa membalikan keadaan dan menang,” jelas Fikri.

Menurut Fikri, percaya diri menjadi kunci bagi kemenangan untuk melawan pasangan semifinalis All England 2020 tersebut.

“Kuncinya tadi lebih percaya diri lagi sama lebih berani saja dan mengurangi membuat kesalahan sendiri. Lawan juga tidak mudah kan mereka pernah jadi juara All England,” kata Fikri.

“Sebelum masuk lapangan, Koh Herry bilang jangan mikirin menang atau kalah, main saja yang bagus harus lebih percaya diri sama berani menunjukkan semangat mudanya,” tambahnya.

Nasib berbeda dialami sejumlah pemain Indonesia. Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto belum mampu mengalahkan Ben Lane/Sean Vendy asal Inggris.

Pertandingan yang berlangsung selama 43 menit tersebut berakhir bagi kemenangan pasangan Inggris. Fajar/Rian takluk dengan perbedaan skor tipis, 18-21, 19-21.

“Tadi main tidak bisa keluar dari tekanan lawan dan tekanan dari diri sendiri. Mainnya tidak bisa relaks. Banyak yang harus diperbaiki sih, mulai dari service terus, juga defend, dan keyakinan diri sendri harus bisa meelawan,” ungkap Rian.

Lebih lanjut ia mengatakan hasil ini memang tak sesuai harapan. Hanya saja mereka tak mau larut dalam kekecewaan dan segera bangkit kembali.

“Kurang baik hasilnya, tetapi harus bisa melewatinya jangan sampai down. Harus bisa bangkit lagi,” tambahnya.

Nasib sama juga dialami Ruselli Hartawan yang tersingkur di babak pertama. Dia dikalahkan Yeo Jia Min asal Singapura, dengan skor 20-22, 18-21.

Kekalahan juga dialami Jonatan Christie. Lewat pertarungan rubber game 75 menit, Jojo ditaklukkan wakil India, Prannoy Haseena Sunil Kumar, 21-18, 16-21, 21-23.

fiba asia
By - Writter

Indonesia Jadi Tuan Rumah FIBA Asia Cup 2021

Indonesia mendapat kepercayaan dari Federasi Bola Basket Asia untuk menjadi tuan rumah turnamen FIBA Asia Cup 2021. Informasi ini disampaikan oleh FIBA Asia di laman resminya. Putaran final akan digelar pada 16-28 Agustus 2021.

Ini akan menjadi ajang unjuk gigi bagi tim bola basket tanah air. Pasalnya sebanyak 16 tim terbaik dari Asia/Oseania akan berlaga. Selain itu ini menjadi persiapan menuju penyelenggaraan Piala Dunia Basket 2023.

“Ini akan menjadi beberapa tahun yang menyenangkan bagi bola basket Indonesia. Mereka menjadi tuan rumah Piala Asia FIBA 2021 dan tuan rumah Piala Dunia Bola Basket FIBA 2023. Ini adalah langkah maju yang besar untuk mengembangkan bola basket di negara ini,” kata Presiden FIBA Asia Sheikh Saud Ali Al Thani seperti dilansir dari Pragmatic Play.

Mendapat kepercayaan itu tentu sebuah kehormatan dan kebanggaan. Sebagaimana dikatakan Ketua PP Perbasi, Danny Kosasih.

“Kami sangat bangga menjadi tuan rumah Piala Asia FIBA di Jakarta tahun depan, ini adalah platform yang sangat baik bagi Indonesia untuk menampilkan potensi bola basketnya,” tandas Danny Kosasih.

Lebih lanjut Danny mengatakan ini menjadi kesempatan mempersiapkan diri menjadi tuan rumah turnamen akbar pada 2023 nanti. Di ajang itu Indonesia akan menjadi tuan rumah bersama Jepang dan Filipina. Selain itu, ini menjadi ajang pembelajaran bagi tim basket tanah air sebelum tampil di pentas dunia.

“Ini juga akan membantu kita mempersiapkan diri untuk Piala Dunia Bola Basket FIBA 2023, baik sebagai penyelenggara maupun tim nasional,” sambungnya.

Penetapan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Asia FIBA, Indonesia sudah dipastikan lolos ke putaran final. Karena itu keikutsertaan skuad Merah Putih di babak kualifikasi hanya formalitas belaka. Namun bagi Indoneisa ini menjadi kesempatan untuk mematangkan persiapan sekaligus mengukur kekuatan lawan.

“Jadi sejak ditetapkan jadi tuan rumah, kami harus tetap menjalankan kualifikasi. Memang sudah pasti lolos bersama Bahrain dan Lebanon. Namun untuk Indonesia, kami jalankan sebagaimana kualifikasi,” ungkap manajer timnas basket Indonesia, Fareza Tamrella.

Lebih lanjut Tamrella mengatakan, “Kalau (kami masuk) peringkat satu atau dua (kualifikasi) kami tidak ikut playoff. Tetapi kalau peringkat tiga kami tetapi ikut playoff. Kendati pun amit-amit peringkat empat, ya tetap masuk, tidak perlu ikut playoff.”

Saat ini tim basket Indonesia sedang menjalani kualfikasi. Sementara ini Indonesia berada di urutan ketiga klasemen Grup A yang dihuni tim-tim kuat seperti Filipina, Korea Selatan, dan Thailand.

“Sebenarnya ini dijadikan ajang uji coba untuk persiapan menuju FIBA Asia. Dalam delapan bulan ini kami persiapan optimal lah,” tandas Fareza.

Dapat Satu Gelar di Thailand Open 2021, Begini Evaluasi PBSI
By - Writter

Dapat Satu Gelar di Thailand Open 2021, Begini Evaluasi PBSI

Satu dari tiga turnamen Leg Asia 2021 yang diadakan di Thailand, Bangkok, telah usai. Berlangsung di Impact Arena selama 12-17 Januari, turnamen bertajuk Yonex Thailand Open ini, skuad Indonesia berhasil meraih gelar juara pada sektor ganda putri. Greysia Polii/Apriyani Rahayu memenangkan pertandingan final atas wakil tuan rumah Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai, 21-15, 21-12.

Menurut Kabid Binpres PP PBSI, Rionny Mainaky, hal ini cukup baik sebagai debut pertama setelah pandemi.

“Secara menyeluruh hasil dari Yonex Thailand Open cukup baik, kami berhasil dapat satu gelar, satu runner up dan dua semifinalis. Apalagi ini turnamen pertama setelah 10 bulan tidak bertanding,” ungkap Riony seperti dilansir dari Joker Gaming.

Sebaliknya pada sektor ganda campuran yang diwakili oleh Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti kalah dari wakil tuan rumah, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai, 3-21, 22-20, 18-21. Di tunggal putra, langkah Anthony Sinisuka Ginting terhenti di semifinal oleh Viktor Axelsen (Denmark), 19-21, 21-13, 13-21.

“Di ganda campuran Praveen/Melati memang seharusnya bisa menang tapi mungkin adaptasi dengan lapangan pertandingan belum maksimal. Di tunggal putra, Ginting sudah bermain bagus tapi memang belum beruntung,” sebut Rionny.

Beradaptasi dengan kondisi saat pandemi memang tidak mudah. Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) dan Federasi Bulutangkis Thailand (BAT) cukup serius dalam menerapkan protokol kesehatan ketat. Mereka menggunakan sistem gelembung yang harus dijalani oleh seluruh peserta yang terlibat.

“Tidak mudah anak-anak menjalani turnamen di masa pandemi ini, protokol kesehatan yang ketat membuat mereka canggung walau tidak sampai stress. Kasus positif Covid-19 di tengah turnamen kemarin membuat peraturan berubah lagi, kami jadi tidak boleh keluar walau karantina sudah 14 hari. Tapi beruntungnya sejak awal di pelatnas PBSI memberlakukan karantina sehingga anak-anak sudah terbiasa,” kata Rionny.

Perjuangan tim Merah Putih di Bangkok belum berakhir. Mereka akan menghadapi turnamen kedua di arena yang sama. Namun demikian mereka masih harus menjalankan protokol kesehatan termasuk menjalani swab tes.

“Hari ini kami melaksanakan swab test lagi lalu kembali berlatih untuk turnamen berikutnya. Kondisi anak-anak sementara ini oke dan sehat. Memang kondisi fisik beberapa pemain yang main di semifinal dan final agak kelelahan tapi kami tim pelatih dan ofisial terus menjaga kondisinya,” tambahnya.

Untuk turnamen selanjutnya, Toyota Thailand Terbuka akan digelar pada 19-24 Januari. Skuad Indonesia kembali lakukan pesiapan untuk dapatkan hasil yang maksimal.

“Persiapannya yang terpenting adalah mengembalikan dulu kebugaran, menjaga asupan gizi agar mereka tetap sehat dan tidak stress. Setelah itu saya berharap semuanya bisa tampil lebih maksimal dari minggu lalu. Yang sudah bagus dipertahankan, yang belum semoga bisa lebih baik. Target ya sebisa mungkin tambah satu gelar lagi,” pungkas Rionny.

Greysia Polii/Apriyani Rahayu
By - Writter

Greysia Polii/Apriyani Rahayu Juara Thailand Open Super 1000

Pasangan ganda putri andalan Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu memenangkan pertandingan final atas wakil tuan rumah Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai, pada ajang bulutangkis pembuka tahun 2021, Yonex Thailand Terbuka, Minggu (17/1).

Dengan kemenangan ini, Greysia/Apri menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang meraih juara pada debut pertama setelah pandemi yang digelar di Impact Arena, Bangkok tersebut.

Greysia/Apri bertarung dengan gigih dan penuh semangat. Wakil Merah-Putih ini membutuhkan waktu 52 menit untuk menghentikan langkah wakil Negara Gajah Putih tersebut dengan skor 21-15, 21-12. Hal ini juga merupakan kemenangan pertama Indonesia di sektor ganda putri dalam kelas super 1000.

“Sungguh luar biasa bagi kami berdua dan kami ingin berterima kasih kepada Tuhan, bahwa kami memiliki kesempatan untuk berada di sini dan memenangkan kejuaraan ini. Kami datang dengan fokus, siap untuk pertandingan ini dan ingin memberikan yang terbaik,” ungkap Greysia seperti dilansir dari JOker388.

Meskipun Jongkolphan/Rawinda membuka laga dengan memimpin 1-0, tak lama kemudian dibalas oleh smes Apriyani, 1-1. Sempat tertinggal 1-3, Greysia/Apriyani akhirnya sanggup mengimbangi skor menjadi 3-3, 4-4, dan 5-5. Persaingan keduanya sangat ketat, penampilan Greysia/Apriyani terlihat sangat siap dan maksimal.

Greysia Polii/Apriyani Rahayu

Kegagalan lawan mengembalikan pukulan, mengakhiri rally panjang menjadi 6-5. Hingga mendekati interval pertama, skor masih terus berimbang. Akhirnya Greysia/Apri mampu unggul 11-9 dalam 12 menit.

“Kami mengambil poin demi poin hari ini. Ketika kami mengambil set pertama, kami mengatakan sisanya akan menyusul. Seperti yang saya katakan dari babak pertama, kami hanya ingin menang,” kata Greysia.

Perlawanan Jongkolphan/Rawinda terhenti pada skor 10-17. Reli panjang 65 pukulan berakhir 18-11 karena shuttlecock pukulan Jongkolphan/Rawinda jatuh di luar arena permainan. Sempat mengejar hingga 15-19, gim pertama yang berdurasi 26 menit itu berakhir 21-15 untuk pasangan Merah-Putih.

Pada gim kedua, smes Apriyani mengawali skor 1-0. Kerjasama Greysia/Apriyani mampu menahan lawan terkunci hingga skor 5-0. Meski pada interval kedua, Jongkolphan/Rawinda hanya mampu mengejar 2 poin menjadi 11-2 dalam waktu 10 menit.

Lagi-lagi Greysia/Apriyani mengunci skor lawan hingga 17-5, Jongkolphan/Rawinda masih berusaha mengejar ketertinggalan hingga 19-10. Match point 20-10 didapat setelah pukulan kecil Apriyani yang tak terbalas. Bola pukulan Greysia/Apriyani yang melebar dua kali memberi kesempatan Jongkolphan/Rawinda menambah poin menjadi 20-12.

Smes Greysia akhirnya menghantarkan pasangan unggulan kelima ini menjadi juara atas tuan rumah. Tangisnya pun pecah. Inilah tangisan kegembiraan Greysia/Apriyani atas kemenangan pertama di turnamen pembuka setelah vakum akibat pandemi Covid-19.

Kemenangan Greysia/Apriyani ini seolah membalas kegagalan kompatriotnya di ganda campuran, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang kalah rubber dari wakil tuan rumah, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai, 3-21, 22-20, 18-21.

chelsea
By - Writter

Chelsea Menang Tipis Atas 10 Pemain Fulham

Chelsea mencatatkan kemenangan atas Fulham dengan skor tipis 1-0 saat kedua tim bertemu di pekan ke-19 Liga Primer Inggris pada Minggu, 17 Januari 2021 dini hari WIB. Gol tunggal kemenangan Chelsea dicetak oleh Mason Mount di menit ke-78.

Kemenangan tipis ini sangat berarti bagi The Blues. Tambahan tiga poin membuat perolehan poin mereka menjadi 29. Chelsea pun naik ke posisi ketujuh. Sementara itu bagi Fulham, hasil negatif ini membuat mereka kian terpuruk di papan bawah. Fulham berada di posisi ke-18 dengan tabungan total 12 angka.

Chelsea mencatatkan kemenangan ini tak lepas dari keunggulan jumlah pemain sejak akhir babak pertama. Pelanggaran bek Fulham, Antonee Robinson terhadap Cesar Azpilicueta membuat Fulham harus kehilangan pemain tersebut. Wasit langsung mengganjari pemain tersebut dengan kartu merah.

Chelsea Menang Tipis Atas 10 Pemain Fulham

Walau unggul jumlah pemain, tidak mudah bagi tim besutan Frank Lampard untuk memecah kebuntuan. Baru di menit ke-78, Chelsea berhasil menggetarkan gawang lawan. Berawal dari aksi Ben Chilwell, bola sepakannya sempat ditepis Areola. Bola muntah tak disia-siakan Mount untuk mencatatkan namanya di papan skor.

“Tentu saja rasanya menyenangkan mendapatkan kemenangan. Ini tidak mudah dengan performa kami di liga akhir-akhir ini. Fulham kemudian semakin mempersulitnya,” beber Frank Lampard, seperti dilansir dari berita Jokerwin123.

Lebih lanjut Lampard mengatakan timnya mengawali pertandingan dengan baik. Mereka mampu mendominasi laga. Namun tidak gampang bagi mereka untuk mencetak gol meski unggul jumlah pemain.

“Kami memulai permainan dengan baik, banyak menguasai bola bola, tapi tak muda melawan 10 pemain. Kami tak menyerah dan mendapatkan apa yang harusnya kami dapatkan.”

Mantan pemain timnas Inggris itu yakin dengan kualitas para pemainnya. Hal ini membuatnya tak terlalu terkejut mereka mampu meraih poin sempurna.

“Saya percaya pada kualitas para pemain. Ada keyakinan kami akan mendapat gol karena kami terus menyerang. Ini tentang kesabaran saat kami mengalirkan bola dan kami bisa melakukannya,” pungkasnya.

Susunan Pemain Fulham versus Chelsea:

Fulham: Alphonse Areola; Ola Aina (Joe Bryan 83′), Joachim Andersen, Tosin Adarabioyo; Kenny Tete, Bobby De Cordova-Reid (Aboubakar Kamara 83′), Harrison Reed, Andre-Frank Zambo Anguissa, Antonee Robinson; Ivan Cavaleiro (Joshua Onomah 79′), Ademola Lookman.

Pelatih: Scott Parker

Chelsea: Edouard Mendy; Cesar Azpilicueta, Antonio Rudiger, Thiago Silva, Ben Chilwell; Mateo Kovacic, Jorginho (Tammy Abraham 66′), Mason Mount; Hakim Ziyech (Callum Hudson-Odoi 75′), Olivier Giroud (Timo Werner 75′), Christian Pulisic.

Pelatih: Frank Lampard

Gabung Brooklyn Nets, James Harden Buka Suara
By - Writter

Gabung Brooklyn Nets, James Harden Buka Suara

James Harden akhirnya tampil di media untuk pertama kalinya sejak bergabung dengan Brooklyn Nets. Ia tegas membantah narasi bahwa dia tidak menghormati mantan rekan satu timnya, sambil menjelaskan alasannya meninggalkan Houston Rockets.

“Saya tidak menghormati siapa pun. Orang-orang itu baru saja sampai di Houston. Saya sudah lama ada di sana. Saya telah melalui semua pasang surut dengan organisasi itu, dan saya tidak menghormati siapa pun,” beber Harden dilansir dari Joker338.

“Saya baru saja berkomentar bahwa tim secara keseluruhan tidak cukup baik untuk bersaing memperebutkan gelar. Dan tahap dalam karier saya di mana saya sekarang, itulah yang akan saya sukai. Jadi, saya tidak mencoba untuk tidak menghormati siapa pun, terutama kepada organisasi. Seperti yang saya katakan, saya senang berada di sini di Brooklyn, bersemangat untuk memulai yang baru.”

Harden bergabung dengan Nets, setelah mengakhiri masa sembilan tahun yang brilian di Houston. Keputusan Harden ini tentu tidak lepas dari hasil yang diderita timnya. Puncaknya saat timnya menyerah 117-100 dari Los Angeles Lakers.

Usai laga itu Harden angkat bicara. Ia menilai timnya tampil kurang mengesankan. Ia sendiri menegaskan telah melakukan yang terbaik untuk membantu tim.

“Kami tidak cukup baik. Saya benar-benar telah melakukan semua yang saya bisa. Situasi ini gila. Itu adalah sesuatu yang menurut saya tidak bisa diperbaiki. “

Komentar itu mengundang komentar pedas dari rekan setim, DeMarcus Cousins. Cousins mengatakan, “Rasa tidak hormat dimulai jauh sebelum wawancara apa pun. Ini sama sekali tidak adil bagi orang-orang lain di ruang ganti.”

“Tetapi ketika Anda memiliki orang-orang tertentu dalam campuran yang tidak ingin membeli semuanya, akan sulit untuk melakukan sesuatu yang istimewa, untuk melakukan sesuatu yang baik sebagai tim bola basket,” timpal point guard Houston John Wall.

Situasi semakin buruk. Pelatih Rockets Stephen Silas membebaskan Harden dari latihan hari Rabu di Toyota Center. Ia mengatakn bahwa pernyataan Harden sulit untuk didengar.

Harden pun mengakui penyesalan atas insiden menjelang kepergiannya itu. Namun ia menegaskan bahwa keputusannya untuk pergi, “tujuan utamanya adalah mendapatkan tempat di mana saya bisa bersaing, dan di sinilah saya di Brooklyn. Saya tidak punya apa-apa selain cinta dan rasa hormat untuk organisasi itu, kota itu, dan semua yang pernah dilakukannya untuk saya dan keluarga saya. Banyak rasa hormat. “

Hadirnya Harden membuat Nets kini memiliki tiga pemain dengan bakat NBA All-Star bersama Kevin Durant dan Kyrie Irving.

Hendra-Ahsan Susul Anthony Ginting ke Perempatfinal Thailand Open
By - Writter

Hendra/Ahsan Susul Anthony Ginting ke Perempatfinal Thailand Open

Bukan hanya tiket babak perempatfinal turnamen Yonex Thailand Terbuka 2021 yang sudah di tangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Pasangan berjuluk The Daddies ini juga menunjukkan performa menuju penampilan terbaik seperti sebelum pandemi.

Penampilan apik tersebut ditunjukkan Hendra/Ahsan di babak kedua ajang berhadiah total 1 juta dolar AS itu ketika mengatasi perlawanan pasangan India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty. Ganda unggulan kedua ini bermain lebih baik saat bertarung di Impact Arena, Bangkok, Kamis, 14 Januari 2021.

Adaptasi dengan kondisi angin di arena, konsentrasi, cara bermain, dan mengatasi tekanan, sudah jauh lebih baik. Performa Hendra/Ahsan layaknya mereka sebelum vakum akibat pandemi. Memang masih melakukan kesalahan, tetapi relatif sedikit. Berkat performa seperti itu, Hendra/Ahsan menang 21-19, 21-17 dalam waktu 34 menit.

“Hari ini kondisi kami sangat baik, tapi di pertandingan masih banyak melakukan kesalahan sendiri. Semoga besok lebih baik saat melawan Korea Selatan,” sebut Hendra seperti dilansir dari Spbo live.

Menyangkut strategi bermain, Hendra mengakui sempat kecolongan di awal gim. Mereka kalah start duluan. “Tadi di awal gim kami kalah start, jadi mereka ambil inisiatif duluan menyerang. Padahal ini yang kami paling waspadai. Setelah itu kami mencoba bermain dengan pola yang kami siapkan, bagaimana menurunkan bola dulu dan bermain sabar,” terang Hendra.

“Menurut saya, pasangan India ini bagus sekali. Serangannya bagus, smashnya kencang dan cepat. Jadi bagaimana kami bermain untuk meredam mereka tadi,” tambah Hendra.

Di babak perempatfinal, Jumat (15/1), Hendra/Ahsan bakal bersua unggulan ketujuh, Choi Solgyu/Seo Seung-jae (Korea Selatan). Rekor pertemuan adalah 1-0 buat wakil Negeri Ginseng yang terjadi di final Hong Kong Terbuka 2019.

Performa lebih menjajikan juga ditampilkan Anthony Sinisuka Ginting. Pemain berusia 25 tahun ini juga bermain lebih rancak untuk mengantarkannya ke babak delapan besar. Ginting sukses menekuk pemain muda tuan rumah, Kunlavut Vitidsarn, 21-16, 21-19.

“Puji Tuhan hari ini bisa menyelesaikan pertandingan dengan tidak ada kurang satu apapun. Juga bisa menembus perempatfinal,” ujar Ginting.

Di gim pertama saya bisa mengendalikan permainan, pola yang saya mau, berhasil dimainkan. Di gim kedua Kunlavut mulai berani mengambil inisiatif permainan, saya sempat terbawa irama dia. Selain itu, saya juga banyak melakukan kesalahan sendiri. Beruntung di akhir saya bisa lebih siap dan fokus,” cerita Ginting.

Dengan berbekal kemenangan itu, Ginting di babak perempatfinal siap berjibaku dengan Rasmus Gemke asal Denmark. Rekor pertemuan adalah 1-0 untuk Gemke yang mengungguli Ginting pada turnamen All England 2020.

By - Writter

Diskors BWF 12 Tahun, Pemain Indonesia Ini Enggan Banding

Meskipun tidak melakukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), bukan berarti pebulutangkis Putri Sekartaji mengakui dirinya bersalah seperti yang diputuskan oleh Federasi Bulutangkis Dunia (BWF). Dia tetap menolak dihukum karena dirinya hanya menjadi korban.

Diskors BWF 12 Tahun, Pemain Indonesia Ini Enggan Banding

Keputusan Putri ini berbeda dengan dua rekannya, Agripinna Prima Rahmanto Putra dan Mia Mawarti yang memilih mengajukan banding ke Pengadilan CAS. Pada Senin, 11 Januari 2021 mereka bertiga menemui Wakil Sekretaris Jenderal PP PBSI, Edi Sukarno di Pelatnas Bulutangkis, Cipayung, Jakarta Timur. Sebagai warga PBSI, mereka hadir untuk meminta bantuan dan perlindungan kepada induk organisasi tepok bulu yang memayunginya.

Sesuai surat BWF, memori banding ke CAS tersebut berlaku selama 21 hari sejak surat keputusan tersebut diterima PP PBSI per tanggal 5 Januari 2021. Artinya batas akhir banding tersebut tanggal 26 Januari nanti.

“Terus terang, saya ini korban dari perbuatan Hendra Tandjaya. Saya juga tidak bertaruh atau melakukan rekayasa hasil pertandingan seperti yang dituduhkan BWF. Seperti Agri dan Mia, saya juga korban perbuatan Hendra,” beber Putri seperti dilansir dari Joker123.

Oleh BWF, pemain kelahiran Jakarta, 29 April 1995 ini divonis sangat berat. Yaitu, 12 tahun skorsing tidak boleh terlibat di bulutangkis dan ditambah denda sebesar 12.000 dolar AS atau sekitar Rp 170 juta.

Hanya, seperti Mia, dirinya disangkakan melakukan pengaturan skor bulutangkis saat bertanding di turnamen Selandia Baru Terbuka 2017. Ketika berduet bersama Hendra tampil di nomor ganda campuran, dirinya pun tidak tahu kalau sebenarnya Hendra telah berniat melakukan perbuatan yang mencederai sportivitas dengan merekayasa hasil pertandingan.

Saat itu, dirinya tetap bermain sepenuh hati di tengah lapangan. Putri mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya. Sebaliknya, rekannya tersebut sering melakukan kesalahan demi kesalahan yang elementer. Memukul shuttlecock keluar atau nyangkut net.

Selama di Selandia Baru, Putri mengaku menerima uang sebesar Rp14 juta dari Hendra. Dirinya pun tidak berprasangka buruk terhadap partnernya di tengah lapangan itu. Sebab, dia mengira uang dari Hendra yang bertindak sebagai ofisial tersebut adalah uang saku untuknya selama bertanding di Negeri Kiwi tersebut.

Sebelumnya saat Putri tampil di nomor ganda putri bersama Mia, Hendra yang berperan sebagai ofisial malah bertindak lebih konyol lagi. Hendra meminta wasit menghentikan pertandingan. Alasannya Mia cedera dan tak bisa meneruskan pertandingan. Padahal Mia menyebut dirinya fit dan tidak cedera.

“Ternyata, dalam chat di handphone Hendra yang kemudian disita BWF, uang yang saya terima tersebut dianggap BWF sebagai uang hasil taruhan. Padahal, terus terang saya tidak tahu menahu dengan Hendra yang melakukan judi atau pengaturan hasil pertandingan. Inilah yang membuat BWF menghukum berat saya,” sebut pebulutangkis berusia 25 tahun ini.