Informasi Dunia Olah Raga Indonesia & Mancanegara Aktual Terpercaya
  • Sports Award - 2019

    Number #1 Sports News
  • Global Certificate

    ISO 9001:2019
  • Award Winning

    Berita Olah Raga Terbaik 2019
By - Writter

Sejarah Baru, Ganda Putri Indonesia Raih Emas Olimpiade Tokyo

Lagu kebangsaan Indonesia Raya akhirnya berkumandang di Olimpiade Tokyo 2020, berkat ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Tepatnya di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, tempat berlangsungnya cabang olahraga bulutangkis.

Ganda Putri Indonesia Raih Emas

Ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang menjadi pahlawannya. Mereka sukses menyabet medali emas usai mengemas kemenangan di laga final kontra wakil China unggulan kedua Chen Qing Chen/Jia Yi Fan Senin (2/8) siang. Greys/Apri menang dua gim langsung 21-19, 21-15.

clubpokeronline - situs judi online terpercaya

Medali emas yang penuh makna karena ini merupakam medali emas yang sangat dinantikan seluruh rakyat Indonesia. Medali emas pertama untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 dan juga menjadi medali emas pertama dari sektor ganda putri sepanjang pagelaran Olimpiade.

Torehan sejarah dari Greys/Apri ini juga melanjutkan tradisi emas Olimpiade dari bulutangkis untuk Merah-Putih.

“Saya kehabisan kata. Kami di sini dan kami mendapat medali emas dan ini rasanya, sesuatu yang tidak bisa diungkapan dengan kata-kata. Ini sangat berarti bagi kami. Saya berterima kasih kepada partner saya Apriyani bahwa dia mau berjuang bersama saya, mau berlari bersama dan saya sangat menghargainya,” ungkap Greys seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Senada dengan Greys, Apriyani juga masih tidak percaya dengan apa yang telah ia raih.

“Saya tidak percaya ini yang telah saya raih. Saya benar-benar tidak menyangka akan sampai sejauh ini karena yang saya pikirkan hanyalah bagaimana melewati semua tantangan yang saya hadapi. Bagaimana saya bisa membalikkan keadaan dan bangkit kembali?” ujar Apri.

Bagi Greysia, raihan ini adalah jawaban dari mimpinya selama ini. Greysia yang ingin membuat sejarah di sektor ganda putri akhirnya mewujudkan mimpi tersebut di kali ketiga keikutsertaannya di Olimpiade.

“20 tahun yang lalu ketika saya berusia 13 tahun, saya tahu Indonesia belum membuat sejarah di ganda putri dan saya bersabar. Saya tahu saya dilahirkan untuk menjadi pemain bulutangkis dan saya memiliki keyakinan pada bahwa saya ingin membuat sejarah di bidang ini,” ungkap Greys.

“Tuhan telah memberi saya mimpi dan keyakinan di hati saya bahwa saya memilih ini. Ketika orang berkata: ‘Anda tidak akan berhasil, Indonesia tidak memiliki sejarah di ganda putri.’ Tentu saja China dan Korea kuat di lapangan. Lalu kita semua tahu apa yang terjadi di London 2012, saya bangkit di Rio 2016 tapi belum juga berhasil mendapat medali,”

“Tapi saya tetap sabar dan berkomitmen. Dibutuhkan komitmen untuk meraih mimpi dan emas. Dan di sinilah kami sekarang. Keluarga saya juga untuk tidak menyerah, jangan berhenti,” tutur Greys.

Sekali lagi, selamat Greysia/Apriyani!

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlineBandar Qiu Qiu.

By - Writter

Gagal Menang Atas Pasangan Jepang, Jordan/Melati ke Perempat Final sebagai Runner-up

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti harus puas melangkah ke babak perempatfinal sebagai runner up grup C cabang bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020. Jordan/Melati tidak berhasil merebut status juara grup usai kalah di partai terakhir penyisihan grup.

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti

Bertanding di Mushashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Senin (26/7) pagi, Jordan/Melati dihadang wakil tuan rumah, Yuta Watanabe/Arisa Higashino dengan skor 13-21, 10-21.

clubpokeronline - situs judi online terpercaya

Jordan/Melati mengaku tidak bisa keluar dari tekanan pada pertandingan tadi. Kedunya berada dalam tekanan sejak awal pertandingan.

“Hari ini permainan kami tidak begitu bagus. Kami berada di bawah tekanan sejak awal, tetapi kami akan mencoba lagi yang terbaik di delapan besar,” ucap Jordan seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Senada dengan Jordan, Melati mengakui keduanya memang sulit keluar dari tekanan. Hal ini membuat mereka tak bias menampilkan permainan terbaik.

“Kami bukan tidak siap tapi kami terus berada dalam tekanan sepanjang pertandingan dan tidak bisa keluar dari itu,” sambung Melati.

Sementara Nova Widianto, pelatih yang mendampingi Jordan/Melati selama di Tokyo menyampaikan pesan kepada mereka. Ia meminta keduanya untuk segera melupakan kekalahan dan mempersiapkan diri menghadapi laga selanjutnya.

“Saya tidak mau bicara banyak masalah penampilan mereka di fase grup. Saya hanya berharap siapapun nanti lawannya di delapan besar, mereka bisa tampil mati-matian buat Indonesia, tunjukkan semangat dan daya juang mereka,” pesan Nova.

Nova juga meminta anak asuhnya untuk membenahi sisi nonteknis dan melupakan kekalahan hari ini.

“Ini Olimpiade empat tahun sekali. Bahkan kali ini karena pandemi malah lima tahun penantiannya. Jangan kalah cuma karena masalah nonteknis. Lawan juga ada takutnya kalau mereka bisa main normal,” tegas Nova.

Pelatih yang pernah merasakan emas Olimpiade itu berpesan kepada Jordan dan Melati untuk segera melupakan kekalahan itu. Selanjutnya fokus mempersiapkan diri menghadapi pertarungan di delapan besar.

“Lupakan kekalahan hari ini atau penampilan mereka di fase grup dan berjuanglah habis-habisan di delapan besar dan rebut tiket semifinal,” pinta Nova.

Di sektor ganda putra, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo berhasil memetik kemenangan kedua di grup A. The Minions, julukan mereka, sukses mengalahkan pasangan India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dua gim langsung, 21-13, 21-12.

Undian perempatfinal ganda campuran mempertemukan Jordan/Melati dengan juara grup A asal China, Zheng Siwei/Huang Ya Qiong, alih-alih bertemu juara grup B Marcus Ellis/Lauren Smith dari Inggris Raya, atau juara grup D Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping asal China.

Berita disponsori oleh ClubpokeronlineBandar QQ Online.

Hendra-Ahsan Susul Anthony Ginting ke Perempatfinal Thailand Open
By - Writter

Ginting Tembus Perempat Final, Greys/Apri Ukir Sejarah

Dua pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie, menjalani nasib yang berbeda di babak 16 besar cabang bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020.

GInting Final Olimpiade Tokyo

Ginting berhasil melaju ke babak perempatfinal tunggal putra usai menundukkan wakil tuan rumah, Kanta Tsuneyama straight game 21-18, 21-14. Sementara Jonatan harus mengakui keunggulan Shi Yu Qi asal China dengan skor 11-21, 9-21.

clubpokeronline - situs judi online terpercaya

Berlaga di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Kamis (29/7) sore, Ginting mampu mengontrol pertandingan dengan baik. Permainan cepat nan atraktif menjadi senjatanya meraih angka demi angka.

“Pertama Puji Tuhan dulu saya bisa menyelesaikan pertandingan hari ini dengan kemenangan dan tanpa cedera apapun,” ucap Ginting seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Lebih lanjut pemain kelahiran Cimahi itu menatakan dirinya merasa tampil baik. Ia bisa mengendalikan permainan sepanjang laga.

“Hari ini saya merasa saya tampil cukup baik, saya berhasil mengendalikan permainan sepanjang pertandingan. Di gim pertama saya banyak melakukan kesalahan sendiri tapi masuk ke gim kedua saya sudah lebih baik,” sambungnya.

Ginting juga mengatakan bahwa Tsuneyama tidak dalam performa terbaiknya.

“Lawan hari ini tidak main 100%, entah tegang atau apa. Di gim kedua dia juga terlihat lambat pergerakannya,” tutur Ginting.

“Saya bersyukur sudah bisa sampai perempatfinal tapi perjalanan masih jauh, pertandingan selanjutnya akan lebih berat jadi saya harus lebih fokus lagi,” ucap Ginting.

Di babak perempatfinal yang digelar pada hari Sabtu (31/7) mendatang, Ginting akan bersua pebulutangkis Denmark Anders Antonsen. Tercatat, Ginting unggul 3-0 dari rekor pertemuan.

“Besok ada jeda satu hari akan saya gunakan untuk recovery sambil mempelajari permainan Antonsen,” kata Ginting.

“Saya memang unggul head to head 3-0 tapi saya tetap harus waspada dengan permainan dia, apalagi kami sudah lama tidak bertemu pasti akan ada perubahan,” kata Ginting lagi.

Di sektor ganda putri, pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu sukses mencetak sejarah baru di ajang Olimpiade. Mereka menjadi ganda putri pertama Merah-Putih yang berhasil menembus babak semifinal.

Kepastian itu diraih usai menyudahi perlawanan panjang pasangan China, Du Yue/Li Yin Hui. Greys/Apri menang 21-15, 20-22, 21-17 dalam waktu 97 menit.

“Kami merasa emosional setelah pertandingan hari ini. Tapi kami sadar tugas kami belum selesai,” ujar Greys.

Saat pertandingan tersebut berakhir, Greys harus dipapah untuk meninggalkan lapangan pertandingan karena mengalami kram.

“Ada ketegangan pada otot paha Greys sehingga mengalami kram, sekarang sudah ditangani terapis untuk direcovery. Besok juga ada rest jadi harusnya semua baik-baik saja,” papar Eng Hian, sang pelatih.

Di babak semifinal, Greys/Apri sudah ditunggu Lee Soo Hee/Shin Seung Chan asal Korea Selatan. Pertandingan direncanakan berlangsung pada hari Sabtu (31/7).

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlinePoker Online.

By - Writter

Ginting Tembus Semi Final Olimpiade Tokyo

Anthony Sinisuka Ginting terus menghidupkan asa Merah-Putih di sektor tunggal putra. Ginting baru saja memastikan satu tiket semi final Olimpiade Tokyo usai mengatasi perlawanan pebulutangkis Denmark, Anders Antonsen di perempatfinal.

GInting Final Olimpiade Tokyo

Ginting menang dalam laga itu dengan rubber game ketat 21-18, 15-21, 21-18.

“Puji Tuhan hari ini saya bisa melewati pertandingan dengan lancar dan tanpa cedera. Juga saya bisa memastikan tiket semifinal. Rasanya sangat senang tapi lawan di semifinal akan tambah sulit dan saya harus segera bersiap ke sana,” ucap Ginting usai pertandingan seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

clubpokeronline - situs judi online terpercaya

Lebih lanjut pemain kelahiran Cimahi itu mengakui banyak melakukan kesalahan di gim kedua. Ia kesulitan mengontrol kok karena hembusan angin yang kurang menguntungkan.

Sementara itu di gim ketiga ia berusaha menerapkan strategi untuk bermain lebih menekan. Hasilnya ia pun bisa memetik kemenangan.

“Di gim kedua saya banyak melakukan kesalahan sendiri. Lapangan itu menang angin jadi saya kurang bisa mengontrol arah bola. Di gim ketiga saat poin kritis, Anders sempat memimpin poin. Saat itu saya mencoba mengubah strategi dengan bermain lebih menekan dan menyerang ternyata berhasil. Saya rasa itu kunci kemenangan saya,” jelasnya.

Ginting mengaku mencoba untuk tidak terlalu memikirkan banyak hal, ia hanya mau menikmati semua momen yang ia lewati di Olimpiade.

Ginting juga merasa lolos ke semifinal adalah sesuatu yang sangat berarti. Ia tidak terlalu memikirkan medali. Yang dipikirkan saat ini adalah bisa bermain baik di setiap pertandingan. Ia pun bertekad untuk memberikan yang terbaik demi tiket final Olimpiade Tokyo.

“Saya tidak memikirkan banyak hal, saya hanya mencoba untuk menikmati setiap momen, setiap pertandingan dan memberikan yang terbaik,” ungkap Ginting.

Baginya lolos ke semi final Olimpiade merupakan pencapaian istimewa. Baginya bermain dan bisa berprestasi di Olimpiade adalah impiannya.

“Lolos ke semifinal Olimpiade benar-benar sangat berarti bagi saya, karena ini (Olimpiade) adalah salah satu mimpi saya,” ujarnya lagi.

Saat berita ini diturunkan, Ginting masih menunggu pemenang laga antara Chen Long (China) dan Chou Tien Chen (Chinese Taipei) sebagai calon lawannya di empat besar.

Siapapun lawan yang akan dihadapi, Ginting harus tampil maksimal agar bisa meraih tiket final. Bila Ginting mampu mencapai final maka ia mengukir sejarah tersendiri bagi sektor tunggal putra Indonesia.

Namun ia harus mengantisipasi lawan dalam perebutan tiket final. Pasalnya, mereka berpotensi menggagalkan asa Ginting ke partai pamungkas.

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlineAplikasi IDNPOKER.

By - Writter

Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan Sapu Bersih Kemenangan di Fase Grup

Pasangan ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan keluar sebagai juara grup D cabang bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020 usai memborong tiga kemenangan dari tiga pertandingan. Terakhir, Ahsan/Hendra menyudahi perlawanan wakil Korea Selatan, Choi Sol Gyu/Seo Seung Jae, 21-12, 19-21, 21-18.

Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan

Dalam laga yang berlangsung di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Selasa (27/7) siang, The Daddies, julukan mereka, membuka laga dengan sangat baik. Unggul 11-5 di interval sebelum menutupnya dengan keunggulan 21-12. Ahsan/Hendra yang hanya membutuhkan satu gim kemenangan untuk lolos ke perempatfinal, mengungkapkan kunci kemenangannya.

clubpokeronline - situs judi online terpercaya

“Hari ini kami memang sudah siap menghadapi mereka. Kuncinya mengambil satu gim dulu untuk memastikan lolos. Jadi bisa lebih enjoy mainnya. Alhamdulillah tadi kami bisa ambil gim pertama dan ke sananya lebih lepas. Penting sekali memenangkan pertandingan ini,” ungkap Ahsan seusai pertandingan seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Hendra menegaskan keduanya sudah mempersiapkan laga ini. Setelah kemenangan di pertandingan kedua, focus perhatian mereka langsung dialihkan ke pertandingan ini.

“Jadi kami memang sudah siap, dari kemarin setelah lawan Malaysia fokusnya langsung kami pindahkan ke laga ini. Kami tadi banyak main penempatan bola ya dan coba mengontrol permainan depannya, sengaja tidak main kencang terus karena kalau main kencang mereka lebih enak karena pertahanannya rapat lalu bisa balik menyerang,” sambung Hendra.

Di gim kedua, momentum berbalik. Choi/Seo bermain lebih menyerang dan berhasil memaksa gim ketiga dimainkan.

“Di gim kedua mereka mengubah pola dengan bermain lebih menyerang dan kondisi lapangan kami sedikit kalah angin jadi serangan mereka terasa lebih kuat,” ujar Ahsan.

Hendra mengakui keduanya mengawali gim kurang meyakinkan. Situasi ini berhasil dimanfaatkan lawan untuk mengendalikan permainan.

“Selain itu kami juga startnya terlalu lambat jadi mereka bisa pegang kendali permainan,” timpal Hendra.

Di gim ketiga, Ahsan/Hendra bermain lebih enjoy dan berhasil merebut kembali kendali pertandingan.

Walau sempurna di fase grup, peraih medali emas Asian Games 2014 di Incheon ini mengaku belum lega. Mereka menganggap ini baru langkah awal yang mampu dilewati.

“Ya jangan dulu puas ya, masih harus terus fokus karena perjalanan masih panjang. Di perempatfinal dan seterusnya lawan makin berat. Jadi tidak boleh lengah,” kata Ahsan.

Hendra menegaskan keduanya belum bisa bernapas lega. Mereka masih menanti lawan yang akan dihadapi di babak perempat final. Selain itu, penting bagi mereka mempersiapkan diri menghadapi laga hidup-mati itu.

“Belum lega sama sekali, masih tegang karena baru lolos grup. Di perempatfinal juga belum tahu bertemu siapa, sekarang kami mau fokus dulu recovery karena kami baru main semalam dan hari ini main lagi di sesi pagi. Lumayan ada satu hari besok untuk rest dan latihan,” sahut Hendra.

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlinePragmatic Slot.

By - Writter

Perempat Final Sektor Ganda Olimpiade Tokyo, Minions: Semua Berat

Laga perempatfinal cabang bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020 sektor ganda putra dan ganda putri akan digelar pada hari Kamis (29/7) mendatang di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo. Undiannya baru saja berlangsung.

Minions: Kami Ingin Emas

Marcus/Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo akan ditantang Aaron Chia/Soh Wooi Yik asal Malaysia. Sementara Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan bertemu wakil tuan rumah, Takeshi Kamura Keigo Sonoda.

clubpokeronline - situs judi online terpercaya

Tercatat, baik Marcus/Kevin maupun Ahsan/Hendra unggul dari rekor pertemuan atas lawan-lawannya itu.

Marcus/Kevin jauh memimpin 7-0, dengan pertemuan terakhir terjadi di perempatfinal All England 2020. Saat itu pasangan peringkat satu dunia tersebut menang 21-17, 21-19 atas Chia/Soh.

Setali tiga uang dengan Marcus/Kevin, Ahsan/Hendra juga saat ini unggul 5-2 dari calon lawannya Kamura/Sonoda. Mereka terakhir kali bersua pada babak semifinal ajang Denmark Terbuka 2019, Ahsan/Hendra menang 21-19, 19-21, 21-15.

“Siapapun lawannya sama saja, semua berat,” kata Marcus menanggapi hasil undian seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Lebih lanjut Marcus mengatakan kekalahan yang dialami di pertandingan terakhir penyisihan grup menjadi awasan bagi mereka untuk memperbaiki diri. Ia menegaskan mereka tak boleh lengah karena kekalahan berarti angkat koper.

“Hari ini kami sudah mengalami kekalahan, jadi sekarang harus lebih siap dan lebih waspada. Ini sudah masuk fase gugur, tidak boleh lengah,” katanya lagi.

Senada dengan Marcus, Hendra juga mengatakan kalau sekarang lawannya sudah berat semua.

Hendra juga berpendapat bahwa keunggulan rekor pertemuan tidak membuat ia dan Ahsan menjadi lebih diunggulkan.

“Kalo menurut saya, sudah berat semua. Yang penting buat saya fokus saja satu-satu dan persiapan yang maksimal,” tutur Hendra.

Hendra mengatakan mereka tidak akan terpaku pada rekor pertemuan. Segala sesuatu bisa saja terjadi di lapangan pertandingan. Untuk itu mereka harus fokus mempersiapkan laga ini.

“Tidak juga sih (diuntungkan dari sisi rekor pertemuan), di sini saya tidak mau liat head to head. Apapun bisa terjadi, intinya kami harus siap dari awal dan lebih berani saja,” sambungnya.

Di sektor ganda putri, satu-satunya wakil Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu akan bertarung melawan wakil China, Du Yue/Li Yin Hui demi satu tiket babak semifinal.

Baik Greys/Apri maupun Du/Li saat ini berbagi imbang kemenangan 3-3. Namun di pertemuan terakhir Greys/Apri harus mengakui keunggulan pasangan asal Negeri Tirai Bambu itu.

Saat itu mereka bertemu di kualifikasi grup A BWF World Tour Finals 2019, Greys/Apri kalah 21-12, 17-21, 11-21.

Berikut hasil undian babak perempatfinal Olimpiade Tokyo 2020 cabang bulutangkis sektor ganda putra dan ganda putri.

Ganda putra:
Pool Atas:
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (Indonesia) vs Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia)

Li Jun Hui/Liu Yu Chen (Tiongkok) vs Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (Denmark)

Pool Bawah:
Lee Yang/Wang Chi-Lin (Chinese Taipei) vs Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe (Jepang)

Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang) vs Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (Indonesia)

Ganda putri:
Pool Atas
Greysia Polii/Apriyani Rahayu (Indonesia) vs Du Yue/Li Yin Hui (Tiongkok)

Lee So Hee/Shin Seung Chan (Korea) vs Selena Piek/Cherly Seinen (Belanda)

Pool Bawah:
Kim Se Yeong/Kong Hee Yee (Korea) vs Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara (Jepang)

Sayaka Hirota/Yuki Fukushima (Jepang) vs Chen Qing Chen/Jia Yi Fan (Tiongkok)

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlineiSoftbet Slot.

Petik Kemenangan Kedua, Greysia-Apriyani Dekati Semi Final BWF World Tour Finals
By - Writter

Kunci Kemenangan Greysia/Apri di Olimpiade Tokyo

Tim bulutangkis Indonesia sudah memastikan tiga wakilnya lolos ke babak perempatfinal Olimpiade Tokyo 2020. Setelah Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, kini giliran Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang menyegel satu tiket di delapan besar.

Kunci Kemenangan Greysia/Apri di Olimpiade Tokyo

Ganda putri nomor enam dunia itu memastikan kelolosan usai meraih kemenangan atas wakil Inggris Raya Chloe Birch/Lauren Smith di lanjutan kualifikasi grup A Olimpiade Tokyo hari Senin (26/7) malam. Dalam pertandingan yang dilangsungkan di Mushashino Forest Sport Plaza, Tokyo tersebut, Greys/Apri menang dengan skor meyakinkan 21-11, 21-13.

clubpokeronline - situs judi online terpercaya

“Saya pikir permainan kami seperti kemarin. Kami hanya bersiap sebelum pertandingan, kami juga menonton permainan mereka,” kata Greys seusai pertandingan seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Lebih lanjut Greys mengatakan keduanya berjuang untuk menampilkan permainan terbaik. Mereka akan mempersiapkan diri menghadapi laga selanjutnya.

“Hari ini adalah hari yang baik bagi kami berdua. Kami benar-benar ingin mempertahankan yang terbaik setiap hari. Kami masih memiliki pertandingan besok dan kami ingin mengambil posisi juara grup,” sambungnya.

Bagi Greys/Apri, persiapan sebelum pertandingan adalah suatu hal yang penting.

“Kami berdua punya pemikiran yang sama bahwa persiapan sebelum pertandingan itu penting, konsentrasi sehingga bisa terciptanya main yang enjoy dan melakukan yang terbaik di lapangan. Besok juga sama, setiap hari,” tutur Greys.

Apri menegaskan persiapan sudah harus dimulai sejak pemanasan. Selain itu mental pun sudah harus disiapkan.

“Menyiapkan sebelum pertandingannya sih. Dari mulai pemanasannya harus bagus dan juga mentalnya,” sambung Apri.

Apri yang baru pertama kali berlaga di ajang sebesar Olimpiade merasa bangga akhirnya bisa mewujudkan salah satu impiannya. Cuma ia juga tidak mau hanya sekadar bertanding tapi bertekad memberi prestasi untuk Indonesia.

Di lain sisi, Greys memuji penampilan rekannya itu di dua laga awal.

“Yang pasti saya bangga bisa main di sini. Tetapi saya tidak mau berpuas diri dengan hanya bermain,” ungkap Apri.

Greysia mengatakan ia selalu berusaha untuk mengingatkan rekannya itu. Namun ia tidak mau terlalu banyak bicara.

“Saya mengingatkan dia dengan bicara cuma sedikit saja, yang paling banyak yang saya lakuin itu pembawaan suasana yang tenang untuk bisa memimpin diri sendiri dan Apri. Kalau saya sudah bisa memimpin diri sendiri pasti Apri akan mengikuti,” terang Greys.

Menurut Greys keduanya harus bekerja sama dan mempertahankan performa di setiap pertandingan.

“Dan untuk seorang debutan, Apri di dua pertandingan ini melewatinya dengan baik, kami berdua harus kerjasama untuk pertahankan performa ini di hari-hari berikutnya,” pungkas Greys.

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlineIDN Slot.

By - Writter

3 Wakil Indonesia Tanpa Kesulitan di Hari Kedua Cabor Bulutangkis Olimpiade Tokyo

Tiga wakil Indonesia yang bermain pada hari kedua cabang bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020 berhasil memetik kemenangan. Gregoria Mariska Tunjung dan Anthony Sinisuka Ginting, dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

3 Wakil Indonesia Tanpa Kesulitan di Hari Kedua Cabor Bulutangkis Olimpiade Tokyo

Gregoria membukukan kemenangan di Bulutangkis Olimpiade Tokyo atas Thet Htar Thuzar asal Myanmar di laga pembuka grup M yang berlangsung di Musashino Forest Sports Plaza, Tokyo, Minggu (25/7) dengan skor meyakinkan 21-11, 21-8.

clubpokeronline - situs judi online terpercaya“Saya sangat tegang menghadapi pertandingan pertama di Olimpiade ini. Di gim pertama saya masih menyesuaikan dengan situasi di lapangan. Setelah itu pelan-pelan saya mulai bisa mengatasi keadaan,” ujar Gregoria seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Lebih lanjut pemain yang karib disapa Jorji itu mengatakan dirinya bertekad untuk menghadirkan kebanggaan bagi publik tanah air.

“Saya ingin membuat bangga Indonesia. Jadi saya akan melakukan yang terbaik,” tambahnya.

Sementara Anthony Sinisuka Ginting yang juga menjalani laga pembuka, berhasil mengalahkan wakil Hungaria, Gergely Krausz di grup J. Unggulan kelima ini menang straight game 21-13, 21-8.

anthony ginting - idnsportsliga.com

“Puji Tuhan saya bisa melewati pertandingan pertama ini dengan baik dan tanpa cedera,” ucap Ginting.

Ginting mengakui penampilannya semakin membaik. Ia tidak mengalami kendala berarti. Ia pun senang dengan apa yang telah ditunjukan.

“Hari ini saya rasa saya bermain cukup baik, tidak ada kendala apapun. Saya senang dengan performa ini dan semoga bisa berlanjut ke pertandingan berikutnya,” kata Ginting.

Olimpiade Tokyo 2020 menjadi turnamen pertama bagi Ginting sejak Seri Asia di Thailand bulan Januari lalu, ia mengaku merasa gugup saat memasuki lapangan tadi.

“Ini adalah turnamen pertama saya setelah leg Thailand, jadi sudah beberapa bulan. Ini seperti awal baru untuk turnamen, jadi sebenarnya saya merasa gugup,” sahut Ginting.

Ginting menyadari setelah sempat vakum, ia harus beradaptasi lagi dengan atmosfer pertandingan. Untuk itu ia berusaha menikmati setiap pertandingan.

“Tidak bermain di beberapa turnamen, lalu bermain di Olimpiade, suasananya berbeda. Semuanya berbeda jadi saya mencoba menikmatinya hari ini. Tekanan pasti ada tapi saya tidak mau terlalu memikirkan itu, fokus dan enjoy saja,” jelasnya.

Beralih ke grup C sektor ganda campuran, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti memetik kemenangan kedua usai menaklukkan pasangan Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Boje. Jordan/Melati unggul ketat 24-22, 21-19.

“Hari ini kami main lebih lepas daripada kemarin. Sudah tidak terlalu tegang dibanding kemarin. Jadi lebih yakin dengan pukulan dan pola main kami juga,” tutur Melati.

Dengan kemenangan ini, peluang Jordan/Melati melaju ke babak perempatfinal terbuka lebar.

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlinePoker Online.

Tiba di Birmingham, Ginting Ingin Fokus ke Pertandingan All England 2021
By - Writter

Komentar Anthony Ginting Jelang Tampil di Olimpiade Tokyo

Pebulutangkis tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting berterima kasih kepada semua pihak di Kumamoto yang sudah memfasilitasi tim bulutangkis Indonesia jelang Olimpiade Tokyo 2020 yang mulai bergulir pekan depan.

anthony ginting - idnsportsliga.com

Ginting, sapaan akrabnya, menyampaikan hal itu di hari terakhir pemusatan latihan hari Minggu (18/7) ini.

clubpokeronline - situs judi online terpercaya

“Saya berterima kasih dan sangat mengapresiasi untuk semua yang terlibat dalam persiapan di Kumamoto,” ujar Ginting seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Lebih lanjut Ginting mengatakan mereka mendapat pelayanan yang sangat baik mulai dari tempat istirahat, makanan, hingga sarana latihan.

“Karena semuanya dipersiapkan dengan sangat baik. Mulai dari tempat istirahat, makanan, sarana latihan, dan juga protokol-protokol kesehatan yang ada. Cukup menyenangkan bisa latihan di sini. Suasana baru membuat kami semakin termotivasi,” lanjutnya.

Ginting mengatakan kalau kondisinya sempat turun karena harus menjalani karantina selama tiga hari saat kedatangan.

“Kondisi memang sempat menurun karena tiga hari pertama tidak ada latihan. Tetapi berkat program yang dijalani sejauh ini, Puji Tuhan kondisi saya sudah kembali ok. Aman semua dan siap bertanding,” ungkap Ginting.

Menempati unggulan kelima di ajang Olimpiade Tokyo 2020 ini, Ginting tergabung bersama Gergely Krausz (Hungaria) dan Sergey Sirant (Rusia) di grup J.

Dari kedua lawan ini, Ginting belum pernah bertemu sebelumnya. Tetapi secara peringkat terpaut jauh. Ginting berada di peringkat kelima, sementara Krausz peringkat 94 dan Sirant 77.

Kans Ginting melaju ke babak 16 besar memang terbuka lebar. Tetapi ia tidak mau berpikir dulu terlalu jauh.

“Ya tetap dari awal tidak mau lihat siapa lawannya sih, tetap fokus dan maksimal saja untuk persiapan menjelang pertandingan sama nanti pas pertandingannya,” tutur Ginting.

GInting menegaskan ia akan fokus menghadapi setiap pertandingan. Ia mengakui segala sesuatu bisa terjadi di Olimpiade.

“Saya belum memikirkan 16 besar, waspada satu-satu saja dulu lawan di grup. Ini Olimpiade, semua bisa terjadi. Jangankan Olimpiade, di turnamen biasa pun sering terjadi pemain yang peringkatnya lebih rendah bisa mengalahkan unggulan,” sahut Ginting.

Lebih lanjut, Ginting mengatakan persaingan di sektor tunggal putra akan ramai. Ini karena kekuatan antar pemain sudah merata.

“Persaingan di tunggal putra akan ramai. Semua merata kekuatannya. Apalagi saat sudah masuk babak gugur. Unggulan sudah bertemu unggulan. Jadi menurut saya, siapa yang lebih siap dan tidak kehilangan fokus dia yang akan menang,” beber Ginting.

Tim bulutangkis Indonesia hari Minggu ini sudah menyelesaikan rangkaian pemusatan latihan di Prefektur Kumamoto sejak 9 Juli silam. Hari Senin (19/7) esok mereka dijadwalkan terbang ke Tokyo untuk melakukan persiapan tahap akhir sebelum bergulirnya Olimpiade Tokyo 2020 pada 23 Juli hingga 8 Agustus.

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlineIDNPOKER Terpercaya.

Rionny Mainaky Sebut Indonesia Sudah Siap Hadapi Olimpiade Tokyo
By - Writter

Rionny Mainaky Sebut Indonesia Sudah Siap Hadapi Olimpiade Tokyo

Dua hari menjelang keberangkatan menuju Prefektur Kumamoto di Jepang untuk aklimatisasi jelang Olimpiade Tokyo 2020, tim bulutangkis Indonesia terus mengejar persiapan demi mencapai hasil maksimal. Persiapan teknis dan administratif dilakukan dengan penuh gairah dan semangat.

Rionny Mainaky

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky mengungkap kondisi terkini para atlet dan pelatih di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (6/7).

buat iklan

“Untuk persiapan, saya lihat semua pemain dan pelatih dalam keadaan baik dan fokus. Walaupun dengan keadaan sulit seperti ini, mereka tidak terganggu,” kata Rionny seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Lebih lanjut mantan pelatih tim nasional Jepang itu menegaskan kondisi fisik para pemain pun prima. Ia memastikan akan mengirimkan tim terbaik di pesta olahraga antarbangsa itu.

“Kondisi semua juga sehat dan saya pastikan semua pemain siap untuk bertanding. Saya juga pastikan Indonesia mengirim tim terbaik yang ada saat ini. Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra), Gregoria Mariska Tunjung (tunggal putri), Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (ganda putra), Greysia Polii/Apriyani Rahayu (ganda putri), dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (ganda campuran),” lanjutnya.

Tim ini juga sudah menjalani serangkaian tes kesehatan termasuk tes PCR berkala selama empat hari berturut-turut sejak Minggu (4/7) hingga Rabu (7/7) besok.

“Kami sudah jalani dua kali tes PCR, dari hari Minggu dan Senin kemarin, Puji Tuhan hasilnya bagus. Hari Selasa ini (6/7) dan besok Rabu (7/7) kami tes PCR kembali untuk pemenuhan syarat-syarat administratif,” ungkap Rionny.

Rencananya, tim akan bertolak ke Prefektur Kumamoto di Jepang pada Kamis (8/7) pukul 23.15 WIB menggunakan maskapai Japan Airlines dengan nomor penerbangan JL5012 melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Mereka akan transit terlebih dahulu di Bandara Haneda, Tokyo selama sembilan jam sebelum melanjutkan penerbangan ke Kumamoto.

“Kami akan berangkat tanggal 8 Juli ke Kumamoto untuk adaptasi selama 10 hari sebelum ke Tokyo. Penerbangan kami lewat Haneda dan ada waktu transit sembilan jam di sana untuk mengurus berbagai macam dokumen dan lain-lain,” tutur Rionny.

Rionny melanjutnya sesampai di Kumamoto mereka akan menjalani karantina selama 14 hari sebelum menjalani latihan.

“Sesampainya di Kumamoto, kami akan karantina dulu selama empat hari sebelum menjalani latihan. Saat karantina, saya berkoordinasi dengan Pak Iwan (Hermawan) sebagai pelatih fisik yang juga ikut ke sana untuk memberikan program-program latihan di kamar agar kondisi pemain terjaga dengan konsisten.”

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlinePoker Indonesia.

Jonatan Christie Jadikan Piala Eropa Jadi Pelajaran untuk Olimpiade Tokyo
By - Writter

Jonatan Christie Jadikan Piala Eropa Jadi Pelajaran untuk Olimpiade Tokyo

Jonatan Christie akan tampil membela Indonesia di ajang Olimpiade Tokyo 2020 pada 23 Juli hingga 8 Agustus mendatang. Jonatan bersama Anthony Sinisuka Ginting jadi perwakilan Merah-Putih di sektor tunggal putra.

jojo - jonathan christie - idnsportsliga

Jonatan Christie atau Jojo, sapaan akrabnya, mengatakan saat ini proses persiapan terus menunjukkan hasil yang bagus, terutama di sisi teknis. Sementara di sisi nonteknis, Jojo merasa masih harus lebih fokus menyiapkannya. Ia berkaca pada turnamen sepak bola Piala Eropa yang sedang bergulir saat ini.

buat iklan

“Persiapan sudah ok, sudah bagus, tinggal balik lagi sih ini multievent, apalagi ajang Olimpiade semuanya bisa terjadi. Jadi tidak ada yang diunggulkan dalam pertandingannya. Seperti di sepak bola Piala Eropa yang sedang berlangsung, kita bisa lihat tim yang harusnya di atas kertas bisa menang tapi jadi kalah,” ungkap Jojo seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Lebih lanjut  pebulutangkis kelahiran Jakarta ini menekankan pentingnay aspek nonteknis. Penampilan di event sebesar Olimpiade sangat dipengaruhi oleh hal-hal di luar soal teknik.

“Hal-hal nonteknis kadang lebih banyak bermain di pertandingan-pertandingan besar termasuk Olimpiade. Itu yang saya coba fokuskan sekarang, hal-hal nonteknis karena kalau teknis sudah lumayan baik,” sambungnya.

Terkait unsur nonteknis, Jojo memberi contoh soal fokus. Menurutnya fokus menghadapi Olimpiade tentu lebih tinggi ketimbang menghadapi turnamen-turnamen lain.

“Hal nonteknsinya seperti pertama dari pikirannya, bagaimana mengatasi cara masuk lapangannya nanti, itu pasti beda. Lalu dari fokusnya dan juga perjuangannya harus ada yang beda dari turnamen-turnamen biasa. Pastinya harus lebih keras dan lebih semangat.”

Jojo dan enam wakil Indonesia lainnya yang turun di Olimpiade menyisakan waktu tiga hari untuk memaksimalkan latihan di Tanah Air. Pasalnya pada hari Kamis, tanggal 8 Juli nanti mereka sudah terbang menuju Prefektur Kumamoto, Jepang untuk proses adaptasi dan aklimatisasi selama 10 hari sebelum menjejakkan kaki di Tokyo. Hal ini disambut baik oleh Jojo.

“Kita pergi duluan untuk training camp di Kumamoto, itu salah satu hal yang menurut saya bagus untuk kita mempersiapkan segala kondisi yang ada di Jepang. Kita bisa adaptasi suasana di sana. Sisanya mungkin hampir sama ya latihannya seperti di Jakarta, tinggal menjaga pikirannya saja,” kata Jojo.

Sebagai atlet bulutangkis, pemain kelahiran Jakarta, 15 September 1997 itu terbilang cukup sukses di ajang multievent. Jojo sudah berhasil menaklukkan SEA Games 2017 Kuala Lumpur dan Asian Games 2018 Jakarta dengan torehan medali emas. Tapi hal itu tidak membuat Jojo jumawa, ia bahkan sadar betul Olimpiade adalah ajang yang sama sekali berbeda dari multievent lain.

“Multievent itu adalah salah satu pertandingan yang lebih banyak orang tahu daripada pertandingan-pertandingan terbuka biasa. Selain itu, kadang multievent terasa lebih merepresentasikan negara. Lebih berasa aja membela Indonesia ya walau di ajang lain juga saya membawa nama Indonesia,” tegasnya.

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlineSitus Poker IDN Terpercaya.

Jelang Olimpiade Tokyo, Shesar Vito Beri Pelajaran pada Anthony Ginting dan Jonatan Christie
By - Writter

Jelang Olimpiade Tokyo, Shesar Vito Beri Pelajaran pada Anthony Ginting dan Jonatan Christie

Pebulutangkis tunggal putra Shesar Hiren Rhustavito mengirim pesan kepada dua rekannya, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie, yang akan berlaga di Olimpiade Tokyo 2020 pada 23 Juli hingga 8 Agustus mendatang.

Jelang Olimpiade Tokyo, Shesar Vito Beri Pelajaran pada Anthony Ginting dan Jonatan Christie

Pesan itu disampaikan Vito usai menang atas Ginting pada laga Simulasi Olimpiade Tokyo 2020 di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur. Vito menang rubber game 13-21, 21-19, 21-7.

buat iklan

“Saya berharap Jojo dan Ginting bisa menyumbang medali di Olimpiade nanti. Tapi jangan terlalu mikirin hal itu, main all out saja dulu,” pesan Vito seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Lebih lanjut Vito mengatakan segala sesuatu bisa terjadi di pentas akbar tersebut. Untuk itu ia mendukung kedua pemain tunggal putra itu untuk menjaga fokus dan semangat.

“Di Olimpiade semua bisa terjadi. Saya akan mendukung terus jadi tetap fokus dan semangat,” lanjutnya.

Vito hari ini mengaku tampil lebih siap daripada lawannya itu karena faktor lebih seringnya ia menjalani turnamen tahun ini.

“Tadi mungkin saya bisa memanfaatkan situasi ya. Feeling pertandingan saya lebih dapat daripada Ginting karena saya sudah sering turun di turnamen dibanding dia,” ujar Vito.

Vito mengaku salah satu kunci kemenangannya adalah bermain sabar. Selain itu ia bisa mengontrol pertandingan dengan baik.

“Kunci kemenangan saya hari ini lebih ke bermain sabar saja. Kontrol permainan dengan tenang,” ujar Vito lagi.

Sementara itu, Ginting mengatakan masih banyak kekurangan yang harus ia perbaiki jelang Olimpiade.

“Hari ini pertandingan berlangsung alot. Di gim pertama saya bisa menguasai permainan, di gim kedua kami bermain ketat dan Vito selalu unggul dan saya tidak berhasil menyusul. Di gim terakhir saya banyak melakukan kesalahan sendiri hingga Vito mampu menguasai permainan,” jelas Ginting.

Ginting menegaskan dengan sisa waktu persiapan satu bulan ia menilai masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.

“Di sisa waktu satu bulan sebelum ke pertandingan Olimpiade, masih banyak yang harus saya perbaiki. Setelah ini evaluasi bersama pelatih apa yang harus difokuskan walau waktunya sudah tidak lama lagi,” jelasnya lagi.

Ginting mengakui pentingnya simulasi, karena bukan hanya di pertandingannya tapi khusus hari ini ia benar-benar menerapkan seperti berada di sebuah turnamen. Dari bangun pagi, sarapan dan persiapan sebelum pertandingannya.

Berikut hasil lengkap pertandingan simulasi:

Ganda Campuran:
Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja vs Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso, 11-21, 21-13, 21-15

Tunggal Putra: Jonatan Christie vs Chico Aura Dwi Wardoyo, 21-17, 23-25, 21-10

Ganda Putri: Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto vs Yulfira Barkah/Febby Valencia Dwijayanti Gani, 21-18, 16-21, 11-8 (ret)

Tunggal Putri:
Putri Kusuma Wardani vs Nandini Putri Arumni, 21-9, 21-16

Ganda Putra: Muhammad Rian Ardianto/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani vs Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, 21-23, 21-13, 21-16

Kamis (16/6)

Ganda Campuran: Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti vs Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, 23-25, 13-21

Tunggal Putri:
Gregoria Mariska Tunjung vs Ester Nurumi Tri Wardoyo, 12-21, 21-13, 11-21

Tunggal Putra:
Anthony Sinisuka Ginting vs Shesar Hiren Rhustavito, 21-13, 19-21, 7-21

Ganda Putri:
Greysia Polii/Apriyani Rahayu vs Nita Violina Marwah/Putri Syaikah, 21-10, 27-25

Ganda Putra:
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo vs Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, 18-21, 21-14, 21-16

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlineSitus Domino Online Terpercaya.

By - Writter

Bungkam Pasangan Senior, Begini Komentar Mohammad Reza/Rian Ardianto

Mohammad Reza Pahlevi Isfahani/Muhammad Rian Ardianto tampil memesona usai mengalahkan seniornya Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di laga bertajuk Simulasi Olimpiade Tokyo 2020 yang berlangsung Rabu (16/6) malam.

Doug Bowser Menanggapi Isu Terkait Nintendo Switch Pro

Bertempat di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, pasangan dadakan itu sukses menang rubber game, 21-23, 21-13, 21-16.

buat iklan

Sejatinya Ahsan/Hendra dalam pertandingan simulasi ini akan bersua Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Namun Fajar tidak dalam kondisi siap bertanding. Jadi posisinya digantikan Moh Reza Pahlevi Isfahani. Reza sendiri bersama pasangannya, Sabar Karyaman Gutama baru saja menjadi runner up turnamen Spain Masters 2021 beberapa waktu yang lalu.

Mohammad Reza dan Rian memang tampil bagus di pertandingan itu. Permainan cepat diiringi smes-smes keras cukup merepotkan sang lawan.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa melewati pertandingan dengan baik. Saya sama Reza kan sudah sering berpasangan di latihan. Jadi tidak terlalu sulit untuk menjadi klop,” buka Rian seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Sementara itu, Reza mengaku sangat senang bisa ditunjuk menggantikan posisi Fajar untuk bermain di simulasi untuk menghadapi pesta olahraga paling akbar di Tokyo tersebut.

“Saya senang bisa dipilih pelatih untuk turun bermain karena semua teman-teman memang mau main juga. Jadi saya hari ini mencoba bermain maksimal. Alhamdulillah saya puas dengan hasilnya,” ungkap Reza.

Dalam kesempatan yang sama, secara khusus Rian pun memuji partner dadakannya itu.

“Reza itu pemain bagus. Defendnya kuat, smesnya keras. Dan termasuk pemain serba bisa karena depannya juga bagus. Pesan saya mungkin harus lebih sabar saja, bila dapat bola enak jangan mudah mati sendiri,” tutur Rian.

Rian mengatakan pertandingan ini memberinya kesempatan untuk mengukur permainannya. Ia mengakui sudah mulai menemukan pola permainan.

“Dan untuk saya pribadi, evaluasi dari permainan tadi itu dibanding pertandingan terakhir di Thailand lalu, saya sudah mulai menemukan lagi pola permainan saya. Belum maksimal memang, tapi pelan-pelan sudah membaik. Ke depan saya ingin kembalikan feel pertandingannya sih jadi normal lagi,” tutur Rian lagi.

Pertandingan Simulasi Olimpiade Tokyo 2020 akan berlanjut hari Kamis (17/6) mulai pukul 13.30 WIB. Berikut jadwalnya.

1. Ganda Campuran:
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti vs Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari

2. Tunggal Putri:
Gregoria Mariska Tunjung vs Ester Nurumi Tri Wardoyo

3. Tunggal Putra:
Anthony Sinisuka Ginting vs Shesar Hiren Rhustavito

4. Ganda Putri:
Greysia Polii/Apriyani Rahayu vs Nita Violina Marwah/Putri Syaikah

5. Ganda Putra:
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo vs Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlineGame Kartu.

Gagal Tampil di Olimpiade Tokyo, Begini Reaksi Hafiz/Gloria
By - Writter

Gagal Tampil di Olimpiade Tokyo, Begini Reaksi Hafiz/Gloria

Pasangan ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja harus mengubur mimpi tampil di ajang Olimpiade Tokyo 2020. Hal ini menyusul kegagalan mereka menembus peringkat delapan besar di kualifikasi pesta olahraga paling akbar tersebut.

Gagal Tampil di Olimpiade Tokyo, Begini Reaksi Hafiz/Gloria

Kegagalan itu tidak membuat pasangan berperingkat sembilan dunia larut dalam kesedihan. Mereka mengaku sudah mulai melupakan kejadian ini.

bandar judi online terpercaya - situs idn poker - clubpokeronline

“Pasti ada kecewanya tidak bisa tampil di Olimpiade. Tetapi kita juga sudah tidak bisa apa-apa. Sekarang mencoba lebih lepas dan enjoy saja. Tatap pertandingan ke depan,” kata Hafiz seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Sementara itu Gloria mengakui impiannya untuk tampil di Olimpiade sebagai puncak perjuangan setiap pebulutangkis. Namun kegagalan tampil di edisi kali ini tidak membuat perjuangan mereka berakhir.

“Bermain di Oimpiade adalah cita-cita semua atlet. Puncaknya memang main di sana. Tapi di balik itu semua, kalaupun kita tidak main di sana, bukan berarti akhir dari semuanya. Kita percaya masih ada jalan yang baik di depan. Jadi ya lebih nikmati saja dan lebih berpikir positif,” sambung Gloria.

Hafiz/Gloria baru saja memenangi laga melawan kompatriotnya Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso di ajang Simulasi Olimpiade 2020 di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (16/6). Hafiz/Gloria menang rubber gim 11-21, 21-13, 21-15.

“Pertandingan hari ini buat saya dan Hafiz bisa membayar obat kangen, karena banyak turnamen yang dibatalkan. Jadi kita tadi coba totalitas saja mainnya,” ucap Gloria.

Gloria mengakui sempat merasa tegang di game pertama yang berujung kekalahan. Situasi membaik di dua game berikutnya.

“Di gim pertama kita tidak bisa ambil momen karena saya agak tegang. Apalagi poin tertinggal terus. Di gim berikutnya kita lebih siap dan mati-matian mainnya,” lanjut Gloria.

Hafiz pun menambahkan bahwa, walau pertandingan kali ini formatnya home tournament dan melawan rekan sendiri, tapi atmosfernya seperti pertandingan sungguhan.

“Bagi saya tadi lumayan kayak pertandingan beneran. Saya tadi bilang sama Glo, jangan disamakan dengan latihan dan ternyata hawanya lumayan kena,” tutur Hafiz.

Hafiz mengatakan keduanya puas dengan penampilan mereka. Ia mengakui bersyukur bisa mengikuti simulasi tersebut.

“Ya walaupun tetap ada bedanya dari sisi tekanan yang tidak terlalu besar tapi secara keseluruhan kita puas dengan penampilan tadi. Bersyukur juga bisa ikut simulasi ini,” ucap Hafiz lagi.

Pertandingan Simulasi Olimpiade Tokyo 2020 hari pertama masih terus berlanjut. Saat ini sedang bertanding Jonatan Christie melawan Chico Aura Dwi Wardoyo.

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlineDominoQQ.

PBSI Gelar Simulasi Olimpiade Tokyo
By - Writter

PBSI Gelar Simulasi Olimpiade Tokyo

Masuk dalam rangkaian persiapan jelang Olimpiade Tokyo 2020, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) akan menggelar laga Simulasi Olimpiade Tokyo pada 16-17 Juni 2021.

Simulasi diadakan di markas besar PBSI di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur. Sebanyak 10 laga akan berlangsung selama dua hari mulai pukul 13.30 WIB.

Seluruh tim Olimpiade yang terdiri dari tujuh wakil dan 11 pemain dipastikan turun dalam laga simulasi yang menggunakan format satu kali bertanding ini.

clubpokeronline indonesia - situs judi online terpercaya - idn poker - idnplay

Adapun pemainnya adalah Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Gregoria Mariska Tunjung, Marcus Fernaldi Gideon, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan, Hendra Setiawan, Greysia Polii, Apriyani Rahayu, Praveen Jordan, dan Melati Daeva Oktavianti. Mereka nanti akan ditantang para pemain pelatnas lainnya.

“Seperti yang saya sampaikan sebelumnya bahwa PBSI akan mengadakan simulasi sebagai ajang pemanasan menjelang Olimpiade nanti,” kata Rionny Mainaky, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Rionny menuturkan bahwa PBSI sengaja tidak mempertemukan antar mereka terlebih dahulu.

“Untuk tunggal putra dan ganda putra yang mengirim dua wakil, kami memang sengaja tidak mempertemukan mereka dahulu. Kami mau memberikan sedikit beban dan gengsi dengan memasang pemain muda agar atmosfer pertandingannya terbentuk seperti di pertandingan sungguhan. Jadi kami harap walau hanya satu kali bertanding, mereka bisa tampil all out,” tutur Rionny.

Rionny juga berharap dalam simulasi ini, semua pemain bisa mengeluarkan kemampuan terbaik.

“Saya berharap tim Olimpiade bisa menang semua. Tapi bukan hanya menang ya namun bisa mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik yang mereka punya. Ini penting sebagai bahan evaluasi pelatih ke depan,” terang Rionny.

Simulasi Olimpiade Tokyo 2020 dapat disaksikan langsung melalui kanal youtube PBSI, Badminton Indonesia, secara gratis.

Berikut jadwal pertandingannya.

Hari Pertama, Rabu 16 Juni 2021.

1. Ganda Campuran:
Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso vs Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja

2. Tunggal Putra:
Chico Aura Dwi Wardoyo vs Jonatan Christie

3. Ganda Putri:
Febby Valencia Dwijayanti Gani/Yulfira Barkah vs Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti

4. Tunggal Putri:
Nandini Putri Arumni vs Putri Kusuma Wardani

5. Ganda Putra:
Muhammad Reza Pahlevi Isfahani/Muhammad Rian Ardianto vs Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan

Hari Kedua, Kamis 17 Juni 2021.

1. Ganda Campuran:
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti vs Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari

2. Tunggal Putri:
Gregoria Mariska Tunjung vs Ester Nurumi Tri Wardoyo

3. Tunggal Putra:
Anthony Sinisuka Ginting vs Shesar Hiren Rhustavito

4. Ganda Putri:
Greysia Polii/Apriyani Rahayu vs Nita Violina Marwah/Putri Syaikah

5. Ganda Putra:
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo vs Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlineMain QQ.

Bulutangkis Indonesia Berduka, Markis Kido Tutup Usia
By - Writter

Bulutangkis Indonesia Berduka, Markis Kido Tutup Usia

Kabar duka menyelimuti dunia bulutangkis Indonesia. Salah satu putra terbaiknya, Markis Kido, meninggal dunia hari Senin (14/6) malam.

Bulutangkis Indonesia Berduka, Markis Kido Tutup Usia

Kido yang akrab disapa Uda ini berpulang saat sedang bermain bulutangkis di GOR Petrolin, Alam Sutera, Tangerang. Menurut Candra Wijaya, mantan pemain yang hadir di arena, Kido tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri saat baru bermain setengah gim. Saat itu sekitar jam 18.30 WIB.

buat iklan

“Saya duduk di pinggir lapangan melihat Kido terjatuh. Dan saya lari menolong. Dia tidak sadarkan diri dan mengorok ,” tutur Candra, yang kemudian membawa Kido ke RS Omni di Alam Sutra, Tangerang seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Selama ini, Kido memang setiap hari Senin rutin bermain bulutangkis dengan sebuah tim di sana.

Ibunda Kido, Zul Asteria yang tampak tegar menjelaskan kondisi putra pertamanya tersebut.

“Dia sepertinya memang maunya (hidup dan matinya) di lapangan kali ya. Tadi saya berdoa semoga masih bisa selamat,” ujar Zul.

Lebih lanjut Zul mengatakan dirinya semula menduga sang anak hanya mengalami stroke mengingat Riwayat darah tinggi yang dimiliki. Namun ternyata takdir berbicara lain.

“Saya kira tadi hanya stroke, karna dia kan punya darah tinggi terus mungkin jatuh dan pembuluh darahnya pecah. Saya berdoanya begitu tapi ternyata mas Kido diambil,” lanjutnya.

Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menyampaikan duka yang mendalam dan rasa kehilangan yang besar atas musibah ini.

“Hari ini keluarga besar bulutangkis Indonesia sangat berduka dengan berpulangnya Markis Kido, pahlawan bulutangkis yang telah berulang kali mengharumkan nama Merah Putih di panggung bulutangkis dunia,” ucap Agung Firman Sampurna, Ketua Umum PP PBSI.

Agung mengatakan kepergian Kido adalah kehilangan besar bagi bulu tangkis dalam negeri. Apalagi saat ini tim Indonesia sedang bersiap menghadapi Olimpiade Tokyo.

“Meninggalnya Kido merupakan sebuah kehilangan besar bagi dunia bulutangkis Indonesia yang tengah menghadapi Olimpiade Tokyo. Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi ketabahan,” sambung Agung.

Markis Kido layak disebut legenda bulutangkis dengan segala prestasi yang ia sudah torehkan untuk Merah-Putih. Oleh karenanya, PBSI berharap suri tauladan pria kelahiran 11 Agustus 1984 itu menjadi inspirasi para penerusnya.

“Dengan prestasi besar seperti juara dunia 2007 di Kuala Lumpur, medali emas Olimpiade Beijing 2008, dan emas Asian Games 2010 Guangzhou bersama Hendra Setiawan, nama Kido begitu harum di pentas dunia. Kami keluarga besar bulutangkis Indonesia dan PBSI ikut berduka cita dan merasa kehilangan besar dengan berpulangnya Markis Kido,” tutur Agung.

Agung berharap Kido menjadi teladan dan motivasi bagi generasi penerus bulu tangkis Indonesia.

Selamat jalan Kido!

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlineAgen Poker IDN.

Tanpa Turnamen Jelang Olimpiade Tokyo, Begini Tanggapan Pelatih Tunggal Putra PBSI
By - Writter

Tanpa Turnamen Jelang Olimpiade Tokyo, Begini Tanggapan Pelatih Tunggal Putra PBSI

Kurang dari dua bulan tersisa sebelum penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 bergulir, Skuad Garuda terus meningkatkan konsistensi penampilan. Pesta olahraga empat tahunan yang sempat ditunda selama satu tahun karena pandemi Covid-19 ini rencana dihelat pada 23 Juli hingga 8 Agustus mendatang.

Olimpiade Tokyo

Tim bulutangkis Indonesia yang meloloskan tujuh wakil juga sudah bersiap menyambut gelaran tersebut. Persiapan terus dikebut, baik secara teknis yang berkaitan dengan pelatihan atlet maupun nonteknis yang bersifat administratif.

buat iklan

Tak terkecuali sektor tunggal putra yang memastikan menyertakan dua wakil di Tokyo, yaitu Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie. Kepala pelatih tunggal putra Pelatnas PBSI, Hendry Saputra Ho, mengungkapkan program persiapan ke Olimpiade sudah berjalan sejak dua bulan lalu.

“Sejak dua bulan lalu hingga hari ini, kita sudah coba fokus untuk peningkatan fisik, stamina, power, strength, dan kecepatan. Semua sudah kita jalankan dan akan terus berjalan sampai kira-kira dua minggu sebelum keberangkatan nanti,” ujar Hendry seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Lebih lanjut Hendry mengatakan optimis dengan target yang ditetapkan baik selama persiapahan hingga saat menjelang pertandingan di Tokyo nanti.

“Sejauh ini saya lihat hasilnya cukup bagus dan harusnya on target dengan kondisi yang kita mau. Nanti ketika hari berangkat dan tiba di sana juga sudah dalam keadaan baik, hasil latihan juga sudah baik,” lanjutnya.

Hendry mengatakan bahwa ia tidak melihat terlalu banyak kekurangan yang ada pada anak asuhannya. Dia hanya fokus pada peningkatan teknik dan mental di program latihannya ini.

“Hanya ada tingkat yang tidak maksimal, mungkin dari pikiran dan mental dengan kondisi seperti ini akibat jarang bertanding,” jelas Hendry.

Untuk mental saya kira itu yang paling penting karena mereka sudah cukup lama tidak bertanding. Makanya nanti seperti rencana PBSI yang akan menggelar simulasi, itu sebuah harapan supaya kita bisa tahu dimana kondisi keadaan mental mereka,” kata Hendry.

Tidak bertanding dalam waktu relatif lama diakui Hendry cukup memengaruhi keadaan. Tetapi pelatih berusia 57 tahun itu berusaha menyiasatinya.

“Kalau untuk masalah sudah lama tidak bertanding, memang akhirnya kita menyiasati dengan konteks pola latihannya saja. Kita coba disamakan seperti pertandingan nanti. Juga di simulasi jadi kita bisa lihat kondisi mereka dan dampaknya apa nanti,” tutur Hendry.

PBSI sendiri sudah menyiapkan pertandingan simulasi sebagai ajang pemanasan para atlet yang akan berlaga di Olimpiade Tokyo 2020 pada 18-19 Juni di Pelatnas Cipayung. Untuk format simulasi akan segera diumumkan.

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlinePoker IDN.

Jadi Juara Umum di Spain Masters, Ketum PBSI: Sangat Membanggakan
By - Writter

Jadi Juara Umum di Spain Masters, Ketum PBSI: Sangat Membanggakan

Indonesia berhasil keluar sebagai juara umum ajang bulutangkis Spain Masters 2021 yang diselenggarakan di Huelva, 18-23 Mei. Didominasi para pemain pelapis, tim Garuda mampu menggondol empat gelar juara dan dua runner up.

Jadi Juara Umum di Spain Masters, Ketum PBSI: Sangat Membanggakan

Gelar juara umum Spain Masters dipersembahkan Putri Kusuma Wardani (tunggal putri), Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan (ganda putra), Yulfira Barkah/Febby Valencia Dwijayanti Gani (ganda putri), dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari (ganda campuran). Sementara posisi runner up diraih Chico Aura Dwi Wardoyo (tunggal putra) dan Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani (ganda putra).

buat iklan

Ketua Umum PP PBSI, Agung Firman Sampurna, bangga dengan pencapaian itu. Pasalnya, prestasi pebulutangkis Indonesia yang menempatkan enam wakil di final dengan merebut empat gelar juara di ajang internasional, termasuk langka.

“Ini suatu hal yang luar biasa dan sangat membanggakan kita semua. Di Spain Masters kemarin kita memenangkan empat dari lima gelar juara. Dan ini merupakan hasil dari kerja keras kita semua,” sebut Agung seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Lebih lanjut Agung mengatakan hasil ini menunjukkan kaderisasi atau regenerasi pebulutangkis Indonesia yang berjalan baik dan sesuai harapan.

“Sebenarnya yang kita kirim ke sana adalah pemain lini kedua. Jadi ini kita mempercepat proses kaderisasi di bulutangkis sehingga pemain lini pertama segera didukung oleh pemain lini kedua dan dalam waktu dekat kita juga menyiapkan pemain lini ketiga agar kita terus mempunyai stok pemain yang siap diterjunkan di turnamen nasional maupun internasional,” lanjutnya.

Agung mengungkapkan bahwa PBSI saat ini terus melakukan sinergitas semua aspek dalam proses pengembangan atlet-atletnya.

“Kita terus melakukan pemantauan secara intensif kegiatan di pelatnas, memantau juga bagaimana kondisi para atlet, semangatnya dan mood-nya. Kemudian memberikan dukungan, baik dukungan medis, sports science secara khusus, sehingga kita bisa menyiapkan strategi pengembangan atlet dengan menggunakan prinsip-prinsip kaidah sains. Juga mensinergikan upaya pelatihan dengan gizi dan hal-hal spesifik lain yang dibutuhkan untuk mengembangkan atlet secara individu maupun kelompok,” ungkap Agung.

Agung berharap hasil di Spain Masters menjadi modal untuk terus berprestasi di masa depan.

“Dan prestasi di Spain Masters ini merupakan hasil yang baik. Mudah-mudahan ini menjadi modal bagi kami untuk bisa mendapatkan hasil yang kurang lebih sama, bahkan kalau bisa lebih baik pada event yang lebih besar,” tambah Agung.

Agung pun meminta doa semua pihak agar bulutangkis Indonesia bisa terus berjaya.

“Mari doakan kami semua. Mudah-mudahan kita betul-betul bisa membawa kejayaan ini dan kita bisa mengusung tagline kita “Bertanding Untuk Menang”,” tutup Agung.

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlinePoker Games.

Indonesia Juara Umum Spain Masters 2021
By - Writter

Raih Empat Gelar dan Dua Runner-Up, Indonesia Juara Umum Spain Masters 2021

Indonesia keluar sebagai juara umum turnamen bulutangkis Spain Masters 2021 yang berakhir hari Minggu (23/5) ini. Empat gelar juara dan dua runner up berhasil disabet laskar Cipayung dalam pertandingan yang dihelat di Palacio de Deportes Carolina Marín, Huelva, Spanyol.

Pesta tim Indonesia di turnamen berhadiah total 140 ribu dolar AS itu ditutup unggulan pertama ganda campuran, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari. Mereka sukses menundukkan pasangan Denmark, Niclas Nohr/Amalie Magelund dua gim langsung 21-18, 21-15.

Ini adalah sebuah final ideal karena mempertemukan unggulan pertama dan kedua. Tapi Rinov/Pitha mampu tampil garang dan tidak terlalu kesulitan untuk merebut gelar juara.

Indonesia Juara Umum Spain Masters 2021

“Alhamdulillah kami senang dan bersyukur atas hasil ini. Kami bisa memenuhi target pribadi dan pelatih,” ujar Rinov seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

buat iklan

Lebih lanjut Rinov mengatakan mereka begitu mewaspadai Niclas Nohr yang pernah mengalahkan mereka tahun lalu.

“Kami mewaspadai pemain putranya (Niclas Nohr) karena dia pernah mengalahkan kami tahun 2020. Kami mengevaluasi itu dan mencari strategi terbaik untuk mengalahkan mereka. Tadi kami manfaatkan benar celah kelemahannya,” lanjut Rinov.

Rinov/Pitha memang pernah dikalahkan Niclas Nohr di babak pertama Thailand Masters 2020 dengan skor 21-12, 16-21, 21-12. Saat itu Nohr berpasangan dengan Sara Thygesen.

Bagi Rinov, walau juara ia tidak terlalu puas dengan performanya selama turnamen dihelat.

“Saya masih merasa belum maksimal di turnamen ini. Walau juara, saya tidak cukup puas,” kata Rinov.

Rinov mengaku beruntung dipasangkan dengan Tari. Ia melihat pasangannya itu sedang “on fire” dan berharap bisa terus konsisten dan kian berkembang.

“Tapi beruntung saya punya pasangan seperti Tari (panggilan akrab Pitha Haningtyas Mentari). Saya apresiasi penampilannya yang sedang on fire. Saya berharap dia bisa konsisten seperti itu dan saya juga akan terus memperbaiki penampilan,” tutur Rinov.

Rinov/Pitha sangat menyadari bahwa kemenangan ini sangat penting bagi karier mereka ke depan.

“Kemenangan ini penting bagi kami. Ini bisa mengembalikan kepercayaan diri kami yang sempat menurun. Keputusan yang tepat memang kami turun di sini,” kata Pitha.

Pitha pun mempersembahkan gelar ini untuk semua yang mendukung mereka. Ia berharap bisa semakin berprestasi/

“Gelar juara ini untuk semua yang sudah mendukung kami, terus percaya pada kami dan semoga kami bisa lebih berprestasi ke depannya juga lebih siap bila harus turun kembali di level atas,” tutup Pitha.

Berikut hasil final Spain Masters 2021:

Ganda Putri:
Yulfira Barkah/Febby Valencia Dwijayanti Gani vs Amalie Magelund/Freja Ravn (1/Denmark), 21-16, 21-14

Tunggal Putra:
Chico Aura Dwi Wardoyo vs Toma Junior Popov (2/Perancis), 15-21, 17-21

Tunggal Putri:
Putri Kusuma Wardani vs Line Christophersen (3/Denmark), 21-15, 21-10

Ganda Putra:
Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan (5) vs Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, 21-15, 18-21, 21-14

Ganda Campuran:
Rinov Rivaldy/Pitha Haningtas Mentari (1) vs Niclas Nohr/Amalie Magelund (2/Denmark), 21-18, 21-15.

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlineGaple Online.

Putri KW Juara, Chico Aura Tumbang dari Wakil Prancis
By - Writter

Putri KW Juara, Chico Aura Tumbang dari Wakil Prancis

Putri KW berhasil menutup kegemilangannya di ajang Spain Masters 2021 dengan sebuah juara pencapaian tertinggi. Ia berhasil sebagai juara tunggal putri turnamen Super 300 itu. Di final, Putri mengandaskan unggulan ketiga Line Christophersen dari Denmark dua gim langsung 21-15, 21-10.

Putri KW Juara, Chico Aura Tumbang dari Wakil Prancis

Berlaga di Palacio de Deportes de Carolina Marín, Kota Huelva pada hari Minggu (23/5) siang waktu setempat, Putri KW juara dan sukses membuat lawannya pontang-panting lewat permainan apik nan menawan.

buat iklan

Kombinasi antara penempatan bola, permainan net dan smesnya yang akurat benar-benar membuat frutasi Line.

“Saya tadi sudah tahu gaya main dia. Sudah baca kelebihan dan kelemahan lawan,” ucap Putri seperti dilansir dair badmintonindonesia.org.

Lebih lanjut ia membeberkan strateginya untuk menciptakan ketidaknyamanan bagi lawan. Sementara itu ia berupaya bermain lebih rileks.

“Jadi tadi strateginya adalah membatasi kelebihan dia agar setidaknya dia menjadi tidak enak mainnya. Jujur, hari ini saya lebih rileks dari kemarin,” lanjutnya.

Putri yang tahun ini baru lepas dari kategori usia pratama sejatinya baru dua kali mengikuti turnamen dengan level BWF World Tour yaitu Orleans Masters 2021 dan Spain Masters 2021 ini. Tapi ia sudah berhasil mempersembahkan gelar juara bagi Indonesia.

“Alhamdulillah saya bisa menyumbang gelar juara. Kemenangan ini untuk keluarga, pelatih, dan teman-teman tunggal putri. Juga untuk PBSI dan masyarakat Indonesia,” kata Putri.

Salah satu yang membuatnya bisa mengerahkan segenap kemampuan adalah bermain tanpa beban. Ia memilih melepaskan semua beban dan fokus pada setiap pertandingan.

“Bermain di sini saya seperti biasa saja. Tidak mikir menang atau kalah, nothing to lose yang penting saya bisa main bagus. Kalau sudah bagus, saya yakin Tuhan pasti ngasih yang terbaik,” kata Putri lagi.

Torehan ini membuat Putri cukup puas tapi ia mengaku belum akan berhenti untuk meraih gelar-gelar lainnya.

“Semua pengorbanan saya dari latihan dan lain-lain terbayar hari ini. Saya bangga dengan diri saya sendiri dan puas dengan hasil ini,” ungkap Putri.

Ia bertekad untuk terus mengasah kemampuannya. Ia masih memiliki impian untuk meraih gelar-gelar lainnya.

“Tapi nanti kalau sudah balik ke Cipayung saya harus balik latihan dengan lebih giat lagi. Supaya hasilnya bisa lebih lagi juga. Masih banyak gelar yang saya mau raih, ini baru awalan,” tukas Putri.

Sayangnya, wakil tunggal putra Chico Aura Dwi Wardoyo tidak berhasil menambah perolehan gelar tim Merah-Putih. Chico harus mengakui keunggulan pebulutangkis Perancis, Toma Junior Popov dua gim langsung 15-21, 17-21.

“Saya merasa sudah mengeluarkan semua kemampuan yang saya punya. Lawan bermain lebih safe sementara saya banyak melakukan kesalahan sendiri,” tutur Chico.

Berita ini disponsori oleh ClubpokeronlineAgen Domino.