Informasi Dunia Olah Raga Indonesia & Mancanegara Aktual Terpercaya
  • Sports Award - 2019

    Number #1 Sports News
  • Global Certificate

    ISO 9001:2019
  • Award Winning

    Berita Olah Raga Terbaik 2019
PB Exist Juara Pembangunan Jaya
By - Writter

Tumbangkan Tuan Rumah, PB Exist Juara Pembangunan Jaya

PB Exist mencatatkan sejarah tersendiri di kancah bulu tangkis nasional. Klub tersebut sukses menahbiskan diri sebagai yang terbaik di ajang Pembangunan Jaya 2019. Pada pertandingan final yang digelar di GOR Jaya Raya, PB Exist sukses membungkam tuan rumah PB Jaya Raya dengan skor 3-1.

Sekalipun berstatus tim tamu, PB Exist mampu menampilkan permainan luar biasa. Tim ini mampu mengawali pertandingan dengan baik dengan merebut angka pertama melalui pasangan ganda putra Crisandy Santosa/Enzo Ramadhan Satriyadi yang menumbangkan andalan tuan rumah, Muhammad Nendi Novatino/Teges Satriaji Cahyo Hutomo dalam dua game langsung dengan skor akhir 21-19, 21-19.

Tunggal putri Siti Sarah Azzahra membuat PB Exist menggandakan keunggulan usai membungkam Maharani Sekar Batari, juga dua game langsung, 21-9, 21-9. Muhammad Sultan Nurhabibullah Mayang sempat memperkecil ketertinggalan setelah mengalahkan tunggal putra PB Exist Muhammad Akbar Firdaus dengan straight set 15-21, 13-21.

Pasangan ganda putri Jesita Putri Miantoro dan Melani Mamahit akhirnya menyumbangkan poin kemenangan bagi PB Exist setelah mencatatkan kemenangan atas Lanny Tria Mayasari dan Tryola Nadia melalui pertarungan ketat tiga game dengan skor akhir 17-21, 21-14, 21-18.

Usai pertandingan para pemain PB Exist tak kuasa menyembunyikan kegembiraan. Seperti dikatakan Jesita Putri, dirinya sangat senang karena bisa menyumbang poin untuk kemenangan PB Exist.

“Kami bersyukur bisa menyumbang angka untuk tim dan keluar sebagai juara. Kemenangan ini kami persembahkan untuk klub kami,” beber Jesita seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Sementara itu Melani Mamahit mengatakan mereka terus berjuang meski sempat tertinggal. Ia mengakui mereka harus berjuang lebih keras di game penentu.

Hasil lengkap pertandingan final Pembangunan Jaya Cup 2019, PB Exist vs PB Jaya Raya, 3-1 :
Ganda putra :
– Crisandy Santosa/ Enzo Ramadhan Satriyadi vs Muhammad Nendi Novatino/ Teges Satriaji Cahyo Hutomo vs Crisandy Santosa/ Enzo Ramadhan Satriyadi 21-19, 21-19
Tunggal putri :
– Siti Sarah Azzahra vs Maharani Sekar Batari 21-9, 21-9
Tunggal putra :
– Muhammad Akbar Firdaus vs Muhammad Sultan Nurhabibullah Mayang 15-21, 13-21
Ganda putri :
– Jesita Putri Miantoro/ Melani Mamahit vs Lanny Tria Mayasari/ Tryola Nadia 17-21, 21-14, 21-18
Ganda campuran :
– Muhammad Yusuf MaulanaPutri Larasati vs Moh Rezky AlfarezNahla Aufa Dhia Ulhaq – Tidak dipertandingkan
Hasil lengkap pertandingan perebutan posisi ketiga Pembangunan Jaya Cup 2019, PB Djarum Kudus vs Team 16 Malaysia, 3-0 :
Ganda putra :
– Asghar Herfanda/Rian Canna Varo vs Demond Anthony Samin; Fong Kuo Yoong 22-20, 21-16
Tunggal putri :
– Aisyah Sativa Fatetani vs Arena Satu Samin 21-12, 21-11
Tunggal putra :
– Muhammad Aldo Apriyandi vs Shaarveen Muniandy 23-25, 21-11, 21-17
Ganda putri :
– Helena Ayu Puspitasari/ Jovika Vandaria Ester Matiho vs Ho Lo Ee/ Loh Zhi Wei – Tidak dipertandingkan
Ganda campuran :
– Dwiki Rafian Restu/Metya Inayah Cindiani vs Goh Shuen Tong/Quinton Yap Rung En – Tidak dipertandingkan

Tontowi Ahmad
By - Writter

PBSI Klarifikasi Status Magang Tontowi Ahmad

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti memberikan penjelasan terkait status magang Tontowi Ahmad. Pemain spesialis ganda campuran ini baru saja mengundurkan diri dari pelatnas terhitung Senin, 18 Mei 2020 dengan status terakhir sebagai pemain magang.

Setelah pasangan main Tontowi, Liliyana Natsir, memutuskan untuk mengundurkan diri di awal 2018, Tontowi kemudian dipasangkan dengan pemain muda Winny Oktavina Kandow. Bersama Winny, Tontowi diberikan kesempatan untuk bersaing dengan pasangan ganda campuran lainnya untuk memperebutkan tiket ke Olimpiade Tokyo 2020.

Di tahun 2019, Tontowi/Winny mengikuti 19 turnamen dan hasil akhirnya poin rangking mereka masih terlalu jauh untuk lolos kualifikasi olimpiade. Mereka masih belum bisa melampaui dua ganda campuran Indonesia yang peringkatnya lebih tinggi yaitu Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Waktu promosi dan degradasi awal tahun 2020, Kepala Pelatih Ganda Campuran PBSI Richard Mainaky melaporkan bahwa Winny akan dipasangkan kembali bersama partner sebelumnya yaitu Akbar Bintang Cahyono.

“Otomatis kan kalau kembali berpasangan dengan Akbar, berarti Winny tidak berpasangan lagi sama Tontowi dan situasi ini membuat Tontowi sementara itu belum ada pasangan main,” beber Susy Susanti seperti dilansir dari badmintonindonesia.org.

Lebih lanjut Susy mengatakan dalam situasi seperti itu PBSI tetap memberikan kesempatan kepada Tontowi dengan memberikan status Magang karena belum memiliki pasangan tetap.

“Namun di situasi seperti itu, PBSI tetap memberikan kesempatan kepada Tontowi, tetapi dengan status SK (Surat Keputusan) Magang, karena belum punya pasangan tetap,” lanjut Susy.

Susy menjelaskan bahwa saat itu Tontowi memang sudah ada rencana untuk berpasangan dengan Apriyani Rahayu, namun belum ada kepastian mengenai rencana ke depannya, apalagi di ganda putri, Apriyani bersama Greysia Polii telah lolos ke Olimpiade Tokyo 2020.

Di tengah kondisi ini, PBSI masih memberikan kesempatan pengiriman ke turnamen-turnamen untuk Tontowi, namun seluruh program pengiriman tentunya harus disertai dengan target yang jelas. Masih menggantungnya soal pasangan main serta target ini membuat PBSI memberikan SK Magang kepada Tontowi dengan kesempatan empat kali try out. Apabila hasilnya baik, maka akan ada reward berupa extra try out untuk Tontowi, hal ini juga berlaku bagi semua atlet pelatnas.

Susy mengatakan bahwa di tahun 2020, PBSI harus bijak dalam mengatur prioritas hingga anggaran pengiriman pemain terutama bagi mereka yang diprogramkan untuk Olimpiade Tokyo 2020.