Informasi Dunia Olah Raga Indonesia & Mancanegara Aktual Terpercaya
  • Sports Award - 2019

    Number #1 Sports News
  • Global Certificate

    ISO 9001:2019
  • Award Winning

    Berita Olah Raga Terbaik 2019
Laga Pembuka Thailand Open Tak Mudah Bagi Pemain Indonesia
By - Writter

Laga Pembuka Thailand Open Tak Mudah Bagi Pemain Indonesia

Selalu tidak mudah di partai pembuka. Nasib itu dialami pebulutangkis Indonesia yang kembali bertarung di turnamen Yonex Thailand Terbuka 2021 setelah vakum sejak Maret tahun silam dari kompetisi, menyusul pandemi Covid-19 yang melanda di banyak negara.

Tak heran, penampilan para pemain Skuad Garuda di Impact Arena, Bangkok, Selasa, 12 Januari, belum in betul. Apalagi, turnamen berhadiah total 1 juta dolar AS ini juga merupakan kalender pembuka BWF di tahun ini.

Mereka sepertinya membutuhkan adaptasi yang lebih cepat lagi setelah absen sekitar 10 bulan dari pertandingan. Baik yang lolos ke babak kedua atau yang terganjal di partai perdana, langkahnya selalu tidak mudah saat mereka melakoni pertandingan perdana.

“Memang sudah lama pemain tidak bertanding, tetapi bukan ini yang menjadi kendala. Pemain belum cepat berdaptasi dengan lapangan yang berpendingin ruangan dan ada hembusan angin. Hal ini yang membuat permainan mereka belum maksimal di babak pembuka, baik yang kalah maupun menang. Kita berharap, besok mereka bisa lebih in dan lebih lepas mainnya,” tutur Kabid Binpres PP PBSI, Rionny Mainaky seperti dilansir dari klikwin88.

Perlu penyesuaian itu terlihat pada kekalahan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaya. Mereka belum bisa langsung in ketika memulai pertandingan. Dampaknya mereka dijegal Satwiksairaj Rankireddy/Ashwini Ponnappa (India), 11-21, 29-27, 16-21.

“Untuk gim pertama tadi, kita kalah start. Pola kita terserang terus karena lebih banyak bertahan. Faktor kalah angin dan menang angin juga sangat berpengaruh. Gim kedua, kami ubah dan beruntung bisa mengejar poin dan menang. Sayang di gim ketiga kami sudah ketinggalan,” kata Gloria.

Sementara itu Hafiz Faizal mengatakan meraka mengawali pertandingan dengan lambat. Situasi membaik di game kedua. Namun situasi justu kembali memburuk di set penentuan.

“Kami main terlalu pelan, startnya lambat di gim pertama. Masuk lapangan seperti masih mencari-cari bentuk permainan, masih meraba-raba. Pada gim kedua sudah mulai menemukan pola, kami main lebih baik, lebih nyerang tapi di gim ketiga balik lagi seperti di gim pertama. Kalah start, mainnya lambat lagi,” timpal Hafiz.

Kekalahan juga diderita Gregoria Mariska Tunjung. Pemain berusia 21 tahun ini takluk kepada Sung Ji-hyun asal Korea Selatan. Meski menang 21-15 di gim pertama, Jorji, sapaan akrab Gregoria, gagal mempertahankan konsistensi permainan dan kalah 15-21 dan 14-21 pada dua gim selanjutnya.

“Sebetulnya tidak begitu susah. Cuma tadi saya masih kurang tenang dan banyak melakukan kesalahan sendiri,” ucap Jorji, sapaan akrab Gregoria.

Leave a Reply

Your email address will not be published.
*
*